Berita Pendidikan

Siswa SMAN 5 Bengkulu Jadi Korban Administrasi Dapodik

611
×

Siswa SMAN 5 Bengkulu Jadi Korban Administrasi Dapodik

Sebarkan artikel ini

Bengku­lu, SniperNew.id – Sejum­lah siswa SMAN 5 Bengku­lu menyam­paikan keluhan mere­ka secara lang­sung dalam audi­en­si bersama Guber­nur Bengku­lu. Mere­ka men­gaku men­ja­di kor­ban aki­bat kelala­ian admin­is­trasi seko­lah yang tidak mendaf­tarkan nama mere­ka dalam Data Pokok Pen­didikan (Dapodik). Aki­bat­nya, beber­a­pa siswa harus dikelu­arkan dari seko­lah mes­ki sudah men­em­puh kegiatan bela­jar men­ga­jar, Kamis (25/09).

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah ung­ga­han seo­rang war­ganet di media sosial Threads, den­gan nama akun @ariemuhyiddin, menampilkan video seo­rang siswi yang berani menyam­paikan pen­da­p­at di hada­pan guber­nur. Dalam ung­ga­han itu, penulis mem­berikan apre­si­asi ter­hadap kemam­puan pub­lic speak­ing siswa yang dise­but seba­gai bagian dari “gen­erasi emas” bangsa.

“Gen­erasi emas ini, pub­lic speak­ing-nya bagus. Dalam audi­en­si siswa-siswi SMAN 5 Bengku­lu yang men­ja­di kor­ban dan dikelu­arkan kare­na tidak terdaf­tar di Dapodik oleh pihak seko­lah den­gan Guber­nur Bengku­lu. Points tidak terdaf­tar atau petu­gas lalai mendaf­tarkan sehing­ga siswa men­ja­di kor­ban,” tulis akun terse­but.

Kasus ini bermu­la dari temuan bah­wa sejum­lah siswa SMAN 5 Bengku­lu tidak ter­catat di Dapodik. Pada­hal, Dapodik meru­pakan basis data res­mi yang dikelo­la Kementer­ian Pen­didikan, Kebu­dayaan, Riset, dan Teknolo­gi (Kemendik­bu­dris­tek) untuk memas­tikan valid­i­tas siswa, guru, ser­ta sat­u­an pen­didikan di selu­ruh Indone­sia.

Tan­pa ter­catat di Dapodik, seo­rang siswa diang­gap “tidak res­mi” men­em­puh pen­didikan di seko­lah negeri. Dampaknya cukup serius: mulai dari tidak bisa ikut ujian nasion­al atau Ases­men Nasion­al, tidak berhak men­da­p­atkan ban­tu­an seper­ti Pro­gram Indone­sia Pin­tar (PIP), hing­ga berpoten­si dikelu­arkan dari seko­lah.

  Menu MBG Diprotes, Guru Akui Keluhan Soal Makanan Berulang

Dalam kasus ini, para siswa merasa dirugikan kare­na mere­ka sudah aktif mengiku­ti pem­be­la­jaran, namun aki­bat kelala­ian admin­is­trasi pihak seko­lah, nama mere­ka tidak ter­in­put. Mere­ka pun nekat menyam­paikan aspi­rasi lang­sung kepa­da Guber­nur Bengku­lu agar ada solusi.

Dalam video yang beredar, ter­li­hat seo­rang siswi berser­agam putih abu-abu berbicara tegas melalui mikro­fon. Ia menyam­paikan keke­ce­waan dan kere­sa­han atas kelala­ian pihak seko­lah. Sikap per­caya diri siswi itu men­u­ai apre­si­asi war­ganet, yang meni­lai gen­erasi muda kini mam­pu menyuarakan pen­da­p­at den­gan berani dan jelas.

Di belakang siswi terse­but, tam­pak sejum­lah siswa lain yang turut men­dampin­gi dalam audi­en­si. Seo­rang pria berdiri mem­per­hatikan jalan­nya perte­muan. Video ini kemu­di­an men­ja­di viral dan men­gun­dang banyak komen­tar pub­lik.

Sejum­lah komen­tar bermuncu­lan di kolom tang­ga­pan ung­ga­han terse­but. May­ori­tas war­ganet meny­oroti kelala­ian pihak seko­lah maupun petu­gas yang seharus­nya bertang­gung jawab.

Seo­rang peng­gu­na berna­ma @martonosu86 menulis,
“PETUGAS YG LALAI tidak mendaf­tarkan tsb, yg HARUS DIUSUT dan DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA ..sam­pai Guber­nur Bengku­lu.”

Komen­tar lain datang dari @sanrocky79 yang singkat menuliskan,
“Ini pasti anak-anak IPS.”

Semen­tara itu, @brian.setiawan.5648 meny­oroti lemah­nya kin­er­ja aparat terkait. “Ini­lah con­toh kor­ban anak didik seko­lah atas tdk becus nya petu­gas & dinas terkait untuk masalah ker­ja, yg tau hanya uang anggaran pajak raky­at saja dgn keser­aka­han dan rakus…”

Peng­gu­na lain, @wagiman011162, men­co­ba mem­berikan per­spek­tif yang lebih solu­tif. “Kalo blm terdaf­tar di dapodik dan mere­ka sudah benar-benar seko­lah apa sih susah­nya..? Wong itu juga anak negeri kita semua, pihak dinas hrs nger­ti… dan yg disangsi ya yg men­gu­rusi mendaf­tarkan itu… jan­gan anak-anak Pak… kasian lho…”

  Diduga Jual Seragam Mahal di SMKN 9 Bandar Lampung, Wali Murid Protes: Harga Tembus Hampir Rp2 Juta

Ada pula komen­tar berna­da sindi­ran dari @khaeria08 yang menulis,
“Lebih bagus dr wapres yg kata nya ter­baik di dunia…”

Rangka­ian komen­tar ini menun­jukkan kepedu­lian masyarakat ter­hadap masalah pen­didikan yang menim­pa siswa. Seba­gian menun­tut adanya penye­lidikan, seba­gian lain menekankan per­lun­ya empati agar anak-anak tidak men­ja­di kor­ban kelala­ian orang dewasa.

Per­tanyaan besar yang muncul adalah: sia­pa yang harus bertang­gung jawab dalam kasus ini?

Menu­rut atu­ran, peng­in­putan data Dapodik men­ja­di tugas oper­a­tor seko­lah. Oper­a­tor bek­er­ja berdasarkan doku­men res­mi yang diberikan seko­lah dan dila­porkan ke Dinas Pen­didikan. Jika ada kelala­ian, maka yang seharus­nya dim­intai per­tang­gung­jawa­ban adalah pihak seko­lah melalui oper­a­tor dan kepala seko­lah.

Namun, dalam banyak kasus, fak­tor lain juga berper­an, mis­al­nya keter­lam­bat­an admin­is­trasi, kurangnya sosial­isasi, hing­ga kendala tek­nis pada sis­tem Dapodik. Kendati demikian, siswa tetap tidak boleh men­ja­di kor­ban kare­na hak mere­ka atas pen­didikan dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam audi­en­si, Guber­nur Bengku­lu menden­garkan lang­sung keluhan siswa. Mes­ki dalam ung­ga­han terse­but tidak dije­laskan secara rin­ci tang­ga­pan guber­nur, pub­lik berharap ada solusi cepat yang berpi­hak pada siswa.

Masyarakat menun­tut agar siswa yang sudah berseko­lah tetap diberikan hak penuh untuk melan­jutkan pen­didikan, tan­pa harus dikelu­arkan hanya kare­na kesala­han admin­is­trasi. Langkah inves­ti­gasi ter­hadap pihak seko­lah juga didesak agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang.

Dapodik berfungsi seba­gai jan­tung sis­tem pen­didikan Indone­sia. Data dari Dapodik digu­nakan untuk berba­gai hal pent­ing, antara lain:

1. Peren­canaan anggaran pen­didikan di tingkat nasion­al dan daer­ah.

2. Penyalu­ran ban­tu­an seper­ti PIP, BOS (Ban­tu­an Opera­sion­al Seko­lah), dan pro­gram lain­nya.

  Berbenah dan Berdaya Saing, SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran Tuai Apresiasi HAMMER

3. Val­i­dasi siswa dan guru untuk memas­tikan tidak ada data gan­da atau fik­tif.

4. Dasar eval­u­asi kebi­jakan pen­didikan seper­ti zonasi seko­lah, ases­men, hing­ga pen­gangkatan guru.

Tan­pa ter­catat di Dapodik, siswa diang­gap “tidak ada” dalam sis­tem pen­didikan for­mal. Kare­na itu­lah kasus di SMAN 5 Bengku­lu men­ja­di per­ha­t­ian serius.

Dari berba­gai komen­tar war­ganet, ada benang mer­ah yang bisa ditarik: pub­lik meni­lai bah­wa siswa tidak seharus­nya menang­gung aki­bat dari kelala­ian admin­is­trasi.

Keluhan ini mencer­minkan kere­sa­han masyarakat ter­hadap birokrasi pen­didikan yang masih diang­gap rumit dan lam­ban. Dalam per­spek­tif pen­didikan, anak-anak seharus­nya dilin­dun­gi haknya, bukan diko­r­bankan.

Kasus ini bisa men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi dunia pen­didikan di Indone­sia. Per­ta­ma, pent­ingnya transparan­si dan akurasi dalam pen­gelo­laan data pen­didikan. Ked­ua, per­lun­ya pen­gawasan ketat dari Dinas Pen­didikan agar tidak ada siswa yang ter­abaikan. Keti­ga, audi­en­si lang­sung siswa den­gan guber­nur menun­jukkan tum­buh­nya kesadaran gen­erasi muda untuk mem­per­juangkan haknya.

Di sisi lain, kemam­puan pub­lic speak­ing siswa SMAN 5 Bengku­lu yang viral ini juga men­ja­di sisi posi­tif. Mere­ka berani menyuarakan aspi­rasi secara ter­bu­ka, sebuah keter­ampi­lan yang san­gat dibu­tuhkan di era demokrasi mod­ern.

Kasus siswa SMAN 5 Bengku­lu yang dikelu­arkan kare­na tidak terdaf­tar di Dapodik mencer­minkan lemah­nya sis­tem admin­is­trasi pen­didikan yang masih rentan menim­bulkan kor­ban. Mes­ki demikian, keberan­ian siswa menyam­paikan aspi­rasi lang­sung kepa­da guber­nur patut diapre­si­asi seba­gai wujud par­tisi­pasi aktif gen­erasi muda.

Masyarakat kini menung­gu langkah konkret dari pemer­in­tah daer­ah maupun pusat untuk menye­le­saikan masalah ini. Yang pal­ing pent­ing, jan­gan sam­pai anak-anak men­ja­di kor­ban kelala­ian orang dewasa. Pen­didikan adalah hak dasar, bukan hadi­ah yang bisa diberikan atau dicabut sesu­ka hati. (Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *