Banggai Kepulauan, SniperNew.id – Pada Rabu siang, 17 September 2025, jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan akun Threads @yusuffaisal909 yang menyebutkan adanya ratusan siswa sekolah diduga mengalami keracunan makanan program MBG. Para siswa disebut telah dilarikan ke UGD RS Trikora Salakan di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Dikutip Kamis 18 September 2025 dari Unggahan video yang dibagikan menunjukkan seorang siswa SMA terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang infus dan oksigen, sementara beberapa orang berdiri di sekelilingnya.
Dalam video itu, tertulis teks. “Anak SMA yg Keracunan Makanan MBG di Sekolah nya siang tadi masuk UGD 🙏”.
Keterangan unggahan asli berbunyi. “Ratusan Anak Sekolah di duga Keracunan makanan MBG di sekolahnya siang tadi di larikan ke UGD RS Trikora Salakan Kab. Banggai Kepulauan, Rabu 17 September 2025”.
#fyp #reelsfyp #viral #trending #mb.
Unggahan ini memicu banyak komentar dari pengguna Threads lain. Berikut kutipan komentar yang relevan:
kibordis (10 jam lalu). “betull ini.. ini di kabupaten sebelah… kabarnya sampe sekarang korban terus bertambah….”
irmamomzah (10 jam lalu). “Itu korban MBG, seragam sekolah mana begitu??”
likha09 (9 jam lalu). “Berita ga jelas di publish, hati-hati banyak cari panggung.”
soft.qsii (7 jam lalu). “Ada yang MENSABOTASE MBG ❗ TNI DAN DAMKAR WAJIB MENCARI TAHU SIAPA DALANG KEJAHATAN SABOTASE MBG DAN TANGKAP PENJAHAT ITU ❗🔥🔥🔥”
sukma_ammrya (8 jam lalu). “ya Allah.. sampai udah banyak korban keracunan masih aja pemerintah tutup mata. Zholim!!”
joe.mantoro (6 jam lalu). “Apakah sama dengan pengalaman Anda, Bung @zul.hasan? Seperti di berita ini cnnindonesia.com/nasio…?”
xoxogitman (9 jam lalu). “Ini keracunan apa kesurupan yak.. sy kira klo keracunan tuh muntah-muntah atau diare dll ga sampe kejang, cmiiw.”
robiajichandra (1 jam lalu). “Ada aja orang yang mau menghancurkan program MBG ya. Sampai mereka rela meracuni orang lain dengan cara menyabotase seperti ini. Kasian untuk korban yang tak bersalah. Pihak vendor harus bertanggung jawab, seharusnya tiap vendor menyediakan ahli gizi dan melakukan pengujian sebelum diserahkan ke siswa.”
rnjyniee (11 jam lalu).b“Ati-ati klo nyebar berita apa sudah jelas kebenarannya.”
Pengguna lain, madinahgiftlove (1 jam lalu), membagikan foto surat perjanjian kerja sama bertajuk “Surat Perjanjian Kerjasama SPPG Dengan Sekolah Pemberian Makanan Bergizi Gratis” bertanggal Tabalong, September 2025, dengan catatan. “Sedangkan ada surat perjanjian ini. Poin no 7.”
Walau foto surat itu menunjukkan adanya kesepakatan tentang penyediaan makanan bergizi gratis, kebenaran isi surat serta kaitannya dengan peristiwa di Banggai Kepulauan belum bisa dipastikan secara resmi.
Ratusan siswa sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah diduga mengonsumsi paket makanan MBG (Makanan Bergizi Gratis). Video yang beredar menampilkan korban dibawa ke ruang UGD RS Trikora Salakan. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah terkait jumlah korban maupun penyebab pasti.
Korban: Siswa SMA di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pihak terkait: Akun Threads @yusuffaisal909 yang pertama kali menyebarkan informasi; warganet yang memberikan komentar; vendor penyedia MBG (belum disebutkan identitasnya dalam unggahan); RS Trikora Salakan.
Pemerintah daerah dan pihak berwenang kemungkinan akan melakukan penyelidikan, namun belum ada pernyataan resmi.
Rabu, 17 September 2025, siang hari. Unggahan ini diunggah sekitar 12 jam sebelum tangkapan layar diambil, yang berarti kabar ini menyebar cepat di media sosial dalam hitungan jam.
Di sebuah sekolah di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Para korban kemudian dilarikan ke UGD RS Trikora Salakan.
Dugaan awal menurut unggahan adalah keracunan makanan MBG. Namun beberapa komentar warganet mengajukan berbagai kemungkinan, mulai dari spekulasi sabotase hingga kritik terhadap pengawasan program. Penting digarisbawahi bahwa hingga saat ini penyebab pasti belum diverifikasi.
Berdasarkan unggahan, siswa mengonsumsi makanan MBG di sekolah siang hari, kemudian menunjukkan gejala sakit yang serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ada yang berspekulasi tentang gejala kejang, muntah, atau diare. Namun, tidak ada rincian medis resmi yang dipublikasikan.
Kasus ini belum memiliki konfirmasi resmi dari pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, RS Trikora, atau pemerintah daerah. Sejumlah komentar memperingatkan untuk berhati-hati menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Komentar pengguna likha09 dan rnjyniee mengingatkan agar masyarakat tidak gegabah mempublikasikan berita yang belum jelas.
Komentar pengguna robiajichandra menyoroti pentingnya pengawasan vendor penyedia makanan bergizi. Sementara komentar soft.qsii menuduh adanya sabotase, tuduhan ini masih berupa spekulasi pribadi dan tidak dapat dipastikan.
Foto surat perjanjian kerja sama
yang diunggah pengguna madinahgiftlove juga belum dapat diverifikasi kebenarannya. Dokumen itu memuat ketentuan kerja sama pemberian makanan bergizi gratis antara SPPG dan pihak sekolah, berlaku mulai September 2025 hingga September 2026, dan menyebut tanggung jawab pihak vendor dalam memastikan kelayakan makanan. Namun, tidak ada bukti langsung bahwa surat ini terkait langsung dengan kasus keracunan di Banggai Kepulauan.
Peristiwa ini memicu kepanikan warganet dan masyarakat. Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum dan dinas kesehatan untuk segera menyelidiki kasus ini. Beberapa komentar mengekspresikan kemarahan terhadap pihak berwenang yang dianggap lambat merespons. Ada juga warganet yang mengaitkan kasus ini dengan pengalaman serupa di daerah lain, meski belum jelas hubungannya.
Bagi warga Banggai Kepulauan, informasi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi orang tua siswa. Kekhawatiran meningkat terkait keamanan program MBG yang seharusnya membantu pemenuhan gizi anak sekolah.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi publik untuk: Menunggu pernyataan resmi dari RS Trikora Salakan atau Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.
Tidak menyebarkan spekulasi atau tuduhan yang belum terbukti.
Memastikan setiap unggahan di media sosial bersumber dari pihak yang kompeten.
Mengedepankan empati kepada para korban dan keluarganya.
Peristiwa dugaan keracunan makanan MBG di Banggai Kepulauan pada 17 September 2025 telah menarik perhatian luas di media sosial. Ratusan siswa dilaporkan dilarikan ke RS Trikora Salakan, meskipun penyebab pasti belum diverifikasi.
Unggahan Threads dan komentar warganet mencerminkan kekhawatiran publik dan tuntutan transparansi. Saat ini, masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang untuk memastikan kebenaran dan penyelesaian kasus ini.
Catatan Redaksi: Semua informasi di atas bersumber dari unggahan Threads dan komentar pengguna. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit, pemerintah daerah, atau penyedia program MBG. Publik disarankan menunggu perkembangan dan klarifikasi lebih lanjut.







