Berita Peristiwa

Koalisi Online Banyumas Serukan Audensi dengan DPRD Terkait Zona Merah di Purwokerto

314
×

Koalisi Online Banyumas Serukan Audensi dengan DPRD Terkait Zona Merah di Purwokerto

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id – Pada Jumat, 22 Agustus 2025, Koalisi Online Bersatu Banyumas menggelar aksi di kantor DPRD Banyumas untuk menyuarakan aspirasi terkait masalah zona merah yang berkembang di wilayah Purwokerto. Dalam aksi tersebut, sejumlah perwakilan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam koalisi ini mendesak pertemuan langsung dengan wakil rakyat di DPRD untuk membahas persoalan yang mengganggu para pengemudi ojol di kawasan tersebut.

Melalui audiensi yang digelar, koalisi ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai masalah yang ditimbulkan akibat adanya penetapan zona merah di beberapa area penting di Purwokerto, yang berdampak langsung pada operasional ojol dan kelangsungan pekerjaan para mitra pengemudi transportasi online ini. Penetapan zona merah dinilai sebagai hambatan yang merugikan para pengemudi ojol yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Sejumlah pengemudi ojol, yang menghadiri aksi tersebut, menyatakan bahwa kebijakan zona merah di beberapa titik tertentu di Purwokerto menghambat akses mereka untuk mencari pelanggan dan memberikan layanan antar-jemput. Salah satu pengemudi, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut memperburuk keadaan yang sudah sulit bagi para ojol, terlebih di tengah persaingan antar platform ojek online yang semakin ketat.

  Tanggul Kali Jebol, Lampu Merah Hek Jakarta Timur Terendam Banjir

“Aksi ini kami lakukan untuk menyuarakan keluhan yang sudah lama kami rasakan. Dengan adanya pembatasan kawasan atau zona merah, penghasilan kami semakin berkurang, sementara biaya operasional semakin tinggi,” ungkap salah seorang pengemudi yang turut hadir dalam aksi tersebut.

Selain itu, koalisi ini juga berupaya agar DPRD Banyumas lebih mendengar dan merespons langsung keluhan para pengemudi ojol. Mereka berharap wakil rakyat dapat menjadi jembatan untuk memperjuangkan hak mereka yang terabaikan akibat kebijakan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, mereka juga berharap agar ada langkah konkret dari pemerintah daerah yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi ojol, yang selama ini menjadi bagian dari solusi transportasi di kota Purwokerto.

Perwakilan dari Koalisi Online Bersatu Banyumas menyampaikan bahwa mereka menuntut agar kebijakan zona merah yang selama ini diterapkan di beberapa titik di Purwokerto untuk segera dievaluasi. Mereka menginginkan adanya dialog antara pihak pemerintah dan pengemudi ojol agar solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dapat tercapai.

Selain pengemudi ojol, sejumlah elemen masyarakat yang mendukung aksi ini juga hadir untuk memberikan solidaritas kepada para pengemudi yang merasa dirugikan. Mereka menilai bahwa sektor ojek online merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas warga, dan kebijakan yang merugikan pengemudi tidak boleh dibiarkan begitu saja.

  Sekian Lama Hilang, Warga Desa Manis Mata Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sementara itu, pihak DPRD Banyumas, yang diwakili oleh beberapa anggota, telah menerima aspirasi tersebut dan berjanji akan membawa masalah ini ke dalam pembahasan lebih lanjut. Salah seorang anggota DPRD Banyumas, yang menemui para pengemudi, menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan dan akan melakukan pertemuan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik.

“DPRD Banyumas berkomitmen untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi dari masyarakat, termasuk para pengemudi ojol. Kami akan membawa isu ini ke rapat DPRD dan segera mengundang pihak terkait untuk berdiskusi lebih lanjut,” ungkap anggota DPRD yang menemui pengemudi ojol.

Dalam video yang dibagikan oleh akun media sosial @infobanyumas, tampak suasana aksi yang berlangsung di depan kantor DPRD Banyumas. Para pengemudi ojol membawa spanduk dan berteriak lantang untuk menyuarakan tuntutannya. Keberadaan video ini semakin memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada publik bahwa isu zona merah di Purwokerto memang menjadi perhatian serius bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang bergantung pada pendapatan dari sektor transportasi online.

Seiring dengan berjalannya waktu, Koalisi Online Bersatu Banyumas berharap agar aksi ini tidak hanya menjadi sebuah protes, tetapi juga membuka ruang untuk dialog yang konstruktif antara masyarakat dan pemerintah. Mereka ingin agar kebijakan yang diterapkan lebih memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojol, yang merupakan pekerja keras di era digital ini.

  Warga Rante Balla Palang Jalan, Tuntut Perusahaan Tambang Pekerjakan Tenaga Lokal

Sementara itu, untuk terus menyebarkan informasi terkait perkembangan aksi ini, Koalisi Online Bersatu Banyumas juga mengajak masyarakat untuk ikut berbagi informasi melalui media sosial. Mereka menyarankan agar masyarakat mengirimkan informasi lebih lanjut kepada @infobanyumas melalui DM, mention story, atau WhatsApp sesuai dengan informasi yang tertera di bio akun media sosial tersebut.

“Untuk terus memantau perkembangan ini, kami mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi yang kami bagikan dan berbagi cerita melalui platform sosial media,” ujar perwakilan Koalisi Online Bersatu Banyumas.

Aksi ini menjadi salah satu contoh dari upaya masyarakat untuk memperjuangkan hak mereka dalam menghadapi kebijakan yang dirasa merugikan. Para pengemudi ojol di Purwokerto berharap agar masalah ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat, sehingga dapat menemukan solusi yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan aksi ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pengemudi ojol dan masyarakat Purwokerto secara keseluruhan.

Editor Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *