Jakarta, SniperNew.id – Suasana haru dan duka menyelimuti kawasan pusat ibu kota pada Jumat (29/08//2025) siang. Ribuan pengemudi ojek online (ojol) tampak memenuhi ruas jalan protokol untuk mengantarkan rekan seprofesi mereka yang meninggal dunia ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Arak-arakan iring-iringan ojol ini menjadi perhatian warga dan pekerja di sekitaran Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Tanah Abang. Ratusan bahkan ribuan sepeda motor berkonvoi dengan tertib, menandai perpisahan terakhir dengan sahabat seperjuangan mereka yang diberitakan tewas akibat insiden kecelakaan dengan mobil taktis milik aparat kepolisian pada malam sebelumnya.
Unggahan di media sosial, salah satunya melalui akun Threads dengan nama davidscott.tampubolon, memperlihatkan bagaimana panjangnya iring-iringan ojol yang bergerak menuju TPU Karet Bivak. Dalam unggahan tersebut, penulis mengungkapkan rasa haru dan takjub melihat solidaritas luar biasa dari para pengemudi ojek online.
“Merinding liatnya, ribuan ojol mengantarkan rekannya yang tewas semalam dilindas mobil rantis Brimob ke peristirahatan terakhir di kuburan Karet Bivak, seberang Apartemen Sudirman Park tempat saya bekerja. Semoga Indonesia damai, senantiasa dalam naungan kasih Tuhan Yang Mahakuasa. Amin,” tulis akun tersebut.
Unggahan ini pun cepat menyebar dan menjadi perbincangan publik. Video singkat yang diabadikan dari sisi jalan memperlihatkan barisan panjang motor berjaket hijau dan hitam melintas dengan rapi, seakan menjadi simbol persatuan dan solidaritas dalam duka.
Berdasarkan keterangan yang beredar, insiden bermula ketika seorang pengemudi ojek online mengalami kecelakaan dan meninggal dunia usai terlibat insiden dengan mobil taktis (rantis) milik satuan Brimob. Peristiwa tersebut terjadi pada malam sebelumnya dan langsung menimbulkan gelombang duka mendalam di kalangan komunitas ojol.
Belum ada keterangan resmi secara detail dari pihak berwenang mengenai kronologi penuh peristiwa tersebut. Namun, kabar mengenai insiden cepat menyebar di kalangan pengemudi ojek online yang tergabung dalam berbagai komunitas dan grup komunikasi daring.
Keesokan harinya, ribuan pengemudi ojol secara spontan berkumpul dan bersepakat untuk mengiringi jenazah rekan mereka menuju pemakaman. Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga pesan solidaritas yang kuat bahwa sesama pengemudi saling menopang dalam suka maupun duka.
Dari pantauan di lapangan, jalanan protokol yang biasanya dipadati kendaraan pribadi dan transportasi umum, siang itu seakan menjadi lautan helm dan jaket ojol. Para pengemudi tampak tertib, menjaga kecepatan, serta memberi ruang bagi kendaraan lain agar tidak terjadi kemacetan parah.
Beberapa pengendara motor yang ikut iring-iringan bahkan membawa bunga tabur dan pita hitam sebagai tanda duka cita. Klakson kendaraan sesekali terdengar, namun tidak dalam nada bising melainkan sebagai isyarat penghormatan.
Sejumlah warga yang melintas atau bekerja di gedung-gedung sekitar Jalan Jenderal Sudirman sempat menghentikan aktivitas mereka untuk menyaksikan iring-iringan tersebut. Beberapa mengabadikan momen itu melalui gawai dan membagikannya di media sosial.
“Jarang sekali kita melihat solidaritas sebesar ini. Walaupun mereka hanya rekan kerja di jalan, tapi ternyata ikatan mereka sangat kuat. Saya sendiri ikut merinding melihatnya,” ujar salah satu karyawan perkantoran di Sudirman Park.
Tidak butuh waktu lama, unggahan mengenai iring-iringan ribuan ojol ini menjadi viral. Banyak warganet menyampaikan rasa belasungkawa dan apresiasi terhadap kekompakan pengemudi ojek online.
“Solidaritas yang luar biasa. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis seorang pengguna media sosial di kolom komentar.
“Semoga peristiwa ini menjadi pengingat kita semua bahwa di balik jaket hijau, mereka adalah manusia yang punya keluarga dan rasa persaudaraan yang kuat,” tambah komentar lain.
Unggahan tersebut juga memunculkan diskusi mengenai keselamatan pengemudi ojol yang kerap kali menghadapi risiko tinggi di jalan raya. Banyak pihak menyerukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi, sekaligus mendorong adanya penyelidikan yang transparan.
Fenomena solidaritas ribuan ojol ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Komunitas pengemudi ojek online dikenal memiliki ikatan sosial yang erat meskipun mereka bekerja secara individu. Setiap kali ada rekan yang mengalami musibah, baik kecelakaan maupun meninggal dunia, sesama ojol biasanya akan berinisiatif untuk membantu, baik secara moral, tenaga, maupun materi.
Menurut pengamat sosial perkotaan, fenomena ini mencerminkan bahwa ojek online bukan sekadar profesi, melainkan juga komunitas yang hidup dengan nilai kebersamaan.
“Dalam kehidupan perkotaan yang cenderung individualistis, solidaritas ojol ini justru menjadi oase. Mereka bekerja sendiri, tetapi ikatan sosialnya sangat kuat. Apa yang kita lihat di jalan itu adalah bukti nyata persaudaraan,” jelas seorang sosiolog dari salah satu universitas di Jakarta.
Dalam unggahan Threads yang viral, terdapat pula doa agar Indonesia senantiasa damai di bawah naungan kasih Tuhan Yang Mahakuasa. Kalimat ini mendapat banyak apresiasi karena menyiratkan harapan agar insiden duka ini tidak berujung pada perpecahan atau konflik, melainkan justru memperkuat rasa kebersamaan sebagai bangsa.
Pesan damai tersebut dirasa penting, mengingat insiden melibatkan kendaraan taktis milik aparat, yang berpotensi menimbulkan ketegangan. Namun, publik diimbau untuk tetap menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang sekaligus menjaga suasana tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi lengkap terkait insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojol tersebut. Namun, aparat berjanji akan menyelidiki kasus ini secara transparan dan menginformasikan perkembangan terbaru kepada publik.
“Kami memahami adanya perhatian publik terhadap peristiwa ini. Pihak berwenang akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui kronologi sebenarnya. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar seorang pejabat kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil juga menyerukan agar insiden ini ditangani dengan serius. Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap pengemudi ojek online yang menjadi salah satu tulang punggung transportasi perkotaan.
“Pengemudi ojol adalah pahlawan transportasi yang setiap hari berjibaku di jalan. Sudah sepatutnya negara hadir memberikan jaminan keselamatan bagi mereka. Jangan sampai ada korban sia-sia tanpa pertanggungjawaban,” kata seorang aktivis perlindungan pekerja informal.
Kini, almarhum pengemudi ojol telah dimakamkan di TPU Karet Bivak. Doa dan tangis mengiringi kepergiannya, namun solidaritas yang ditunjukkan ribuan rekan seprofesi menjadi warisan moral yang membekas di hati banyak orang.
Lebih dari sekadar prosesi pemakaman, iring-iringan ojol ini telah menghadirkan pelajaran penting tentang arti kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan terakhir kepada sesama.
Harapan semua pihak, ke depan insiden serupa tidak terulang lagi. Selain itu, solidaritas yang ditunjukkan para pengemudi ojol dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli dan saling menopang dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti doa yang tertulis dalam unggahan viral tersebut, “Semoga Indonesia Damai, senantiasa dalam naungan kasih Tuhan Yang Mahakuasa. Amin.” (Dar)













