Berita Daerah

Ribuan Ojol Iringi Rekan ke Peristirahatan Terakhir, Jalan Protokol Jakarta Memutih oleh Solidaritas

371
×

Ribuan Ojol Iringi Rekan ke Peristirahatan Terakhir, Jalan Protokol Jakarta Memutih oleh Solidaritas

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Suasana haru dan duka menye­limu­ti kawasan pusat ibu kota pada Jumat (29/08//2025) siang. Ribuan penge­mu­di ojek online (ojol) tam­pak memenuhi ruas jalan pro­tokol untuk men­gan­tarkan rekan sepro­fe­si mere­ka yang mening­gal dunia ke tem­pat peri­s­ti­ra­hatan ter­akhir di TPU Karet Bivak, Jakar­ta Pusat.

Arak-arakan iring-iringan ojol ini men­ja­di per­ha­t­ian war­ga dan peker­ja di sek­i­taran Jalan Jen­der­al Sudirman hing­ga kawasan Tanah Abang. Ratu­san bahkan ribuan sepe­da motor berkon­voi den­gan tert­ib, menandai per­pisa­han ter­akhir den­gan saha­bat seper­juan­gan mere­ka yang diber­i­takan tewas aki­bat insi­d­en kece­lakaan den­gan mobil tak­tis milik aparat kepolisian pada malam sebelum­nya.

Ung­ga­han di media sosial, salah sat­un­ya melalui akun Threads den­gan nama davidscott.tampubolon, mem­per­li­hatkan bagaimana pan­jangnya iring-iringan ojol yang berg­er­ak menu­ju TPU Karet Bivak. Dalam ung­ga­han terse­but, penulis men­gungkap­kan rasa haru dan takjub meli­hat sol­i­dar­i­tas luar biasa dari para penge­mu­di ojek online.

“Merind­ing liat­nya, ribuan ojol men­gan­tarkan rekan­nya yang tewas semalam dilin­das mobil rantis Brimob ke peri­s­ti­ra­hatan ter­akhir di kubu­ran Karet Bivak, seberang Aparte­men Sudirman Park tem­pat saya bek­er­ja. Semoga Indone­sia damai, senan­ti­asa dalam naun­gan kasih Tuhan Yang Mahakuasa. Amin,” tulis akun terse­but.

Ung­ga­han ini pun cepat menye­bar dan men­ja­di perbin­can­gan pub­lik. Video singkat yang dia­badikan dari sisi jalan mem­per­li­hatkan barisan pan­jang motor ber­jaket hijau dan hitam melin­tas den­gan rapi, seakan men­ja­di sim­bol per­sat­u­an dan sol­i­dar­i­tas dalam duka.

  LSM Pakar Toba Menanggapi Kegiatan Pematangan Lahan di Siboruon Jangan Merasa Kebal Hukum*

Berdasarkan keteran­gan yang beredar, insi­d­en bermu­la keti­ka seo­rang penge­mu­di ojek online men­gala­mi kece­lakaan dan mening­gal dunia usai ter­li­bat insi­d­en den­gan mobil tak­tis (rantis) milik sat­u­an Brimob. Peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di pada malam sebelum­nya dan lang­sung menim­bulkan gelom­bang duka men­dalam di kalan­gan komu­ni­tas ojol.

Belum ada keteran­gan res­mi secara detail dari pihak berwe­nang men­ge­nai kro­nolo­gi penuh peri­s­ti­wa terse­but. Namun, kabar men­ge­nai insi­d­en cepat menye­bar di kalan­gan penge­mu­di ojek online yang ter­gabung dalam berba­gai komu­ni­tas dan grup komu­nikasi dar­ing.

Keesokan harinya, ribuan penge­mu­di ojol secara spon­tan berkumpul dan bersep­a­kat untuk men­girin­gi jenazah rekan mere­ka menu­ju pemaka­man. Aksi ini tidak hanya men­ja­di ben­tuk peng­hor­matan ter­akhir, tetapi juga pesan sol­i­dar­i­tas yang kuat bah­wa sesama penge­mu­di sal­ing menopang dalam suka maupun duka.

Dari pan­tauan di lapan­gan, jalanan pro­tokol yang biasanya dipa­dati kendaraan prib­a­di dan trans­portasi umum, siang itu seakan men­ja­di lau­tan helm dan jaket ojol. Para penge­mu­di tam­pak tert­ib, men­ja­ga kecepatan, ser­ta mem­beri ruang bagi kendaraan lain agar tidak ter­ja­di kemac­etan parah.

Beber­a­pa pen­gen­dara motor yang ikut iring-iringan bahkan mem­bawa bun­ga tabur dan pita hitam seba­gai tan­da duka cita. Klak­son kendaraan sesekali ter­den­gar, namun tidak dalam nada bis­ing melainkan seba­gai isyarat peng­hor­matan.

Sejum­lah war­ga yang melin­tas atau bek­er­ja di gedung-gedung sek­i­tar Jalan Jen­der­al Sudirman sem­pat menghen­tikan aktiv­i­tas mere­ka untuk menyak­sikan iring-iringan terse­but. Beber­a­pa mengabadikan momen itu melalui gawai dan mem­bagikan­nya di media sosial.

“Jarang sekali kita meli­hat sol­i­dar­i­tas sebe­sar ini. Walaupun mere­ka hanya rekan ker­ja di jalan, tapi terny­a­ta ikatan mere­ka san­gat kuat. Saya sendiri ikut merind­ing meli­hat­nya,” ujar salah satu karyawan perkan­toran di Sudirman Park.

Tidak butuh wak­tu lama, ung­ga­han men­ge­nai iring-iringan ribuan ojol ini men­ja­di viral. Banyak war­ganet menyam­paikan rasa bela­sungkawa dan apre­si­asi ter­hadap kekom­pakan penge­mu­di ojek online.

  Serah Terima Dua unit Sepeda Motor Berjalan Sukses oleh BRI Balige

“Sol­i­dar­i­tas yang luar biasa. Semoga almarhum diter­i­ma di sisi Tuhan dan kelu­ar­ga yang dit­ing­galkan diberi ketaba­han,” tulis seo­rang peng­gu­na media sosial di kolom komen­tar.

“Semoga peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat kita semua bah­wa di balik jaket hijau, mere­ka adalah manu­sia yang pun­ya kelu­ar­ga dan rasa per­saudaraan yang kuat,” tam­bah komen­tar lain.

Ung­ga­han terse­but juga memu­nculkan diskusi men­ge­nai kese­la­matan penge­mu­di ojol yang ker­ap kali meng­hadapi risiko ting­gi di jalan raya. Banyak pihak menyerukan agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang lagi, sekali­gus men­dorong adanya penye­lidikan yang transparan.

Fenom­e­na sol­i­dar­i­tas ribuan ojol ini bukan­lah yang per­ta­ma kali ter­ja­di. Komu­ni­tas penge­mu­di ojek online dike­nal memi­li­ki ikatan sosial yang erat meskipun mere­ka bek­er­ja secara indi­vidu. Seti­ap kali ada rekan yang men­gala­mi musi­bah, baik kece­lakaan maupun mening­gal dunia, sesama ojol biasanya akan berin­isi­atif untuk mem­ban­tu, baik secara moral, tena­ga, maupun materi.

Menu­rut penga­mat sosial perko­taan, fenom­e­na ini mencer­minkan bah­wa ojek online bukan sekadar pro­fe­si, melainkan juga komu­ni­tas yang hidup den­gan nilai keber­samaan.

“Dalam kehidu­pan perko­taan yang cen­derung indi­vid­u­al­is­tis, sol­i­dar­i­tas ojol ini jus­tru men­ja­di oase. Mere­ka bek­er­ja sendiri, tetapi ikatan sosial­nya san­gat kuat. Apa yang kita lihat di jalan itu adalah buk­ti nya­ta per­saudaraan,” jelas seo­rang sosi­olog dari salah satu uni­ver­si­tas di Jakar­ta.

Dalam ung­ga­han Threads yang viral, ter­da­p­at pula doa agar Indone­sia senan­ti­asa damai di bawah naun­gan kasih Tuhan Yang Mahakuasa. Kali­mat ini men­da­p­at banyak apre­si­asi kare­na menyi­ratkan hara­pan agar insi­d­en duka ini tidak beru­jung pada per­pec­a­han atau kon­flik, melainkan jus­tru mem­perku­at rasa keber­samaan seba­gai bangsa.

Pesan damai terse­but dirasa pent­ing, mengin­gat insi­d­en meli­batkan kendaraan tak­tis milik aparat, yang berpoten­si menim­bulkan kete­gan­gan. Namun, pub­lik diim­bau untuk tetap menung­gu pen­je­lasan res­mi dari pihak berwe­nang sekali­gus men­ja­ga suasana tetap kon­dusif.

  Maraton Meriah HUT RI ke-80: Kambing Jadi Hadiah Utama Desa Karang Wuluh

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak kepolisian belum mer­ilis keteran­gan res­mi lengkap terkait insi­d­en yang menewaskan seo­rang penge­mu­di ojol terse­but. Namun, aparat ber­jan­ji akan menye­lidi­ki kasus ini secara transparan dan meng­in­for­masikan perkem­ban­gan ter­baru kepa­da pub­lik.

“Kami mema­ha­mi adanya per­ha­t­ian pub­lik ter­hadap peri­s­ti­wa ini. Pihak berwe­nang akan melakukan pemerik­saan men­dalam untuk menge­tahui kro­nolo­gi sebe­narnya. Kami juga menyam­paikan bela­sungkawa yang men­dalam kepa­da kelu­ar­ga kor­ban,” ujar seo­rang peja­bat kepolisian yang eng­gan dise­butkan namanya.

Sejum­lah organ­isasi masyarakat sip­il juga menyerukan agar insi­d­en ini ditan­gani den­gan serius. Mere­ka menekankan pent­ingnya per­lin­dun­gan ter­hadap penge­mu­di ojek online yang men­ja­di salah satu tulang pung­gung trans­portasi perko­taan.

“Penge­mu­di ojol adalah pahlawan trans­portasi yang seti­ap hari berjibaku di jalan. Sudah sep­a­tut­nya negara hadir mem­berikan jam­i­nan kese­la­matan bagi mere­ka. Jan­gan sam­pai ada kor­ban sia-sia tan­pa per­tang­gung­jawa­ban,” kata seo­rang aktivis per­lin­dun­gan peker­ja infor­mal.

Kini, almarhum penge­mu­di ojol telah dimakamkan di TPU Karet Bivak. Doa dan tangis men­girin­gi keper­gian­nya, namun sol­i­dar­i­tas yang ditun­jukkan ribuan rekan sepro­fe­si men­ja­di warisan moral yang mem­bekas di hati banyak orang.

Lebih dari sekadar pros­esi pemaka­man, iring-iringan ojol ini telah meng­hadirkan pela­jaran pent­ing ten­tang arti keber­samaan, per­saudaraan, dan peng­hor­matan ter­akhir kepa­da sesama.

Hara­pan semua pihak, ke depan insi­d­en seru­pa tidak teru­lang lagi. Selain itu, sol­i­dar­i­tas yang ditun­jukkan para penge­mu­di ojol dap­at men­ja­di inspi­rasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli dan sal­ing menopang dalam kehidu­pan sehari-hari.

Seper­ti doa yang ter­tulis dalam ung­ga­han viral terse­but, “Semoga Indone­sia Damai, senan­ti­asa dalam naun­gan kasih Tuhan Yang Mahakuasa. Amin.” (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *