Berita Peristiwa

Ojol Kepung Markas Pomdam XI Tanjungpura, Tuntut Keadilan untuk Rekan Seprofesi

477
×

Ojol Kepung Markas Pomdam XI Tanjungpura, Tuntut Keadilan untuk Rekan Seprofesi

Sebarkan artikel ini

Pon­tianak, SniperNew.id - Situ­asi tidak biasa ter­ja­di di Kota Pon­tianak, Kali­man­tan Barat, pada malam hari. Puluhan penge­mu­di ojek online (ojol) berkumpul di depan Markas Polisi Militer Kodam (Pom­dam) XI Tan­jung­pu­ra, yang ter­letak di Jalan Raha­di Usman, Sab­tu (20/09/2025).

Mas­sa ojol ini datang untuk menyuarakan tun­tu­tan kead­i­lan bagi salah seo­rang rekan mere­ka yang dik­abarkan men­gala­mi kasus ter­ten­tu dan mem­bu­tuhkan per­ha­t­ian serius dari pihak berwe­nang.

Keja­di­an ini men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik lan­taran berlang­sung di salah satu pusat koman­do militer pent­ing di wilayah Kali­man­tan Barat. Momen terse­but bahkan terekam dalam ung­ga­han media sosial den­gan keteran­gan bah­wa komu­ni­tas ojol men­datan­gi markas untuk mem­inta kead­i­lan.

Keja­di­an yang berlang­sung adalah aksi kedatan­gan komu­ni­tas ojol ke markas Pom­dam XI Tan­jung­pu­ra. Mere­ka berkumpul den­gan tujuan mem­inta klar­i­fikasi sekali­gus kead­i­lan atas kasus yang menim­pa seo­rang dri­ver ojol. Walau belum ada perny­ataan res­mi terkait detail kasus terse­but, situ­asi malam itu cukup menarik per­ha­t­ian kare­na mas­sa ojol hadir dalam jum­lah besar den­gan atribut lengkap, mulai dari jaket hing­ga helm ker­ja mere­ka.

Dalam video yang beredar, tam­pak para penge­mu­di ojol berkeru­mun di depan gedung markas. Mere­ka berdiri rap­at, seba­gian berbin­cang serius, semen­tara yang lain menyalakan kam­era pon­sel untuk merekam situ­asi. Dari ekspre­si wajah dan ges­tur tubuh yang terekam, ter­li­hat adanya suasana tegang bercam­pur den­gan sol­i­dar­i­tas.

  Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Warga Tana Tidung

Pihak-pihak yang ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini adalah:

1. Komu­ni­tas Ojek Online (Ojol):
Mere­ka meru­pakan kelom­pok besar penge­mu­di aplikasi trans­portasi dar­ing di Pon­tianak. Komu­ni­tas ini dike­nal sol­id dalam menang­gapi per­soalan yang menim­pa salah satu anggota.

Iden­ti­tas lengkap belum dipub­likasikan, namun dise­butkan bah­wa salah seo­rang dri­ver ojol men­gala­mi kasus ter­ten­tu hing­ga memicu gelom­bang sol­i­dar­i­tas dari rekan-rekan­nya.

Seba­gai markas polisi militer, lem­ba­ga ini men­ja­di lokasi tujuan aksi para ojol. Kehadi­ran mere­ka menan­dakan adanya dugaan kasus yang bers­ing­gun­gan den­gan insti­tusi atau per­son­el militer, sehing­ga komu­ni­tas memil­ih jalur lang­sung ke markas untuk menyam­paikan aspi­rasi.

War­ga yang melin­tas maupun ting­gal di sek­i­tar Jalan Raha­di Usman turut men­ja­di sak­si kera­ma­ian malam itu. Keja­di­an seper­ti ini ten­tu menarik per­ha­t­ian kare­na jarang sekali sekelom­pok besar masyarakat men­datan­gi markas militer den­gan tujuan menun­tut kead­i­lan.

Lokasi keja­di­an adalah Markas Pom­dam XI Tan­jung­pu­ra yang ter­letak di Jalan Raha­di Usman, Kota Pon­tianak, Kali­man­tan Barat. Jalan ini meru­pakan salah satu jalur uta­ma dan ramai di kota terse­but. Markas Pom­dam sendiri adalah bagian dari struk­tur Kodam XII Tan­jung­pu­ra yang mem­bawahi wilayah Kali­man­tan Barat.

Lokasi terse­but biasanya iden­tik den­gan kegiatan militer, penga­manan, dan pene­gakan disi­plin inter­nal TNI. Namun pada malam itu, peman­dan­gan berbe­da ter­li­hat keti­ka komu­ni­tas ojol datang dalam jum­lah banyak.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di pada malam hari. Ung­ga­han di media sosial menun­jukkan situ­asi terki­ni hanya 10 menit sete­lah keja­di­an berlang­sung. Mes­ki tang­gal pasti tidak dise­butkan dalam keteran­gan, momen ini masih san­gat hangat dan viral di kalan­gan war­ganet, teruta­ma di Pon­tianak.

Malam hari dip­il­ih oleh komu­ni­tas ojol untuk berkumpul, kemu­ngk­i­nan besar kare­na seba­gian besar dari mere­ka baru sele­sai bek­er­ja. Wak­tu malam juga ker­ap diman­faatkan oleh komu­ni­tas ojol untuk melakukan kon­sol­i­dasi atau aksi sol­i­dar­i­tas kare­na jum­lah par­tisi­pan bisa lebih banyak.

  Warga Dua Desa Bangun Jembatan Darurat demi Sampaikan Kabar

Sol­i­dar­i­tas Komu­ni­tas Ojol:
Dalam banyak kasus, penge­mu­di ojol dike­nal memi­li­ki sol­i­dar­i­tas ting­gi. Apa­bi­la satu orang anggota men­gala­mi masalah hukum, kece­lakaan, atau insi­d­en den­gan pihak ter­ten­tu, rekan-rekan­nya biasanya segera mem­berikan dukun­gan moral maupun fisik.

Komu­ni­tas ojol merasa ada keti­dakadi­lan yang menim­pa salah seo­rang rekan mere­ka. Den­gan datang lang­sung ke markas Pom­dam, mere­ka ingin memas­tikan kasus terse­but ditan­gani secara transparan dan adil, teruta­ma jika meli­batkan aparat.

Bagi dri­ver ojol, kasus yang menim­pa seo­rang rekan bisa men­ja­di reflek­si anca­man yang berpoten­si menim­pa sia­pa saja. Kare­na itu, mere­ka men­gang­gap pent­ing untuk mem­per­juangkan penye­le­sa­ian yang jelas dan tun­tas.

Berdasarkan infor­masi semen­tara yang beredar di media sosial, berikut gam­baran kro­nolo­gi:

Kasus yang menim­pa seo­rang dri­ver ojol per­ta­ma kali dike­tahui melalui komu­ni­tas inter­nal. Infor­masi terse­but kemu­di­an menye­bar cepat di grup-grup komu­nikasi ojol Pon­tianak.

Sete­lah adanya kabar terse­but, para dri­ver ojol berko­or­di­nasi untuk mengam­bil langkah bersama. Aksi kemu­di­an dipu­tuskan den­gan men­datan­gi markas Pom­dam XI Tan­jung­pu­ra di Jalan Raha­di Usman.

Pada malam hari, puluhan dri­ver ojol berkumpul di depan markas. Mere­ka tam­pak men­ge­nakan jaket berwar­na hijau khas ojol dan mem­bawa ser­ta per­lengka­pan ker­ja.

Mas­sa ojol berkumpul den­gan tert­ib meskipun jum­lah mere­ka cukup banyak. Tidak tam­pak adanya tin­dakan anarkis, namun atmos­fer malam itu terasa serius. Beber­a­pa dri­ver men­gangkat pon­sel untuk merekam situ­asi, yang kemu­di­an diung­gah ke media sosial dan cepat menye­bar.

Komu­ni­tas ojol mem­inta kead­i­lan terkait kasus yang menim­pa salah satu rekan mere­ka. Hara­pan­nya, den­gan langkah ini pihak berwe­nang dap­at mem­berikan pen­je­lasan dan solusi yang adil tan­pa merugikan pihak mana pun.

  Kebakaran Kalibata Pecah Usai Kericuhan, Mobil Listrik Terbakar

Video yang diung­gah ke media sosial cepat menye­bar den­gan berba­gai tang­ga­pan dari war­ganet. Banyak yang mem­berikan dukun­gan moral kepa­da komu­ni­tas ojol atas sol­i­dar­i­tas mere­ka, semen­tara seba­gian lain meny­oroti pent­ingnya men­ja­ga ketert­iban saat menyam­paikan aspi­rasi di lingkun­gan markas militer.

Hash­tag #Pon­tianak dan #Kalbar digu­nakan untuk menandai ung­ga­han, sehing­ga infor­masi ini den­gan cepat men­jangkau audi­ens yang lebih luas, tidak hanya di Kali­man­tan Barat tetapi juga di luar daer­ah.

Fenom­e­na ini bukan kali per­ta­ma komu­ni­tas ojol melakukan aksi sol­i­dar­i­tas. Di berba­gai kota di Indone­sia, aksi seru­pa ker­ap ter­ja­di keti­ka salah satu anggota men­gala­mi masalah serius. Hal ini menun­jukkan bah­wa komu­ni­tas ojol tidak hanya sekadar kelom­pok peker­ja trans­portasi dar­ing, tetapi juga jaringan sosial yang memi­li­ki rasa keber­samaan ting­gi.

Di sisi lain, kehadi­ran mere­ka di markas Pom­dam menan­dakan adanya isu yang meli­batkan aparat, sehing­ga jalur komu­nikasi for­mal dirasa per­lu dilakukan lang­sung ke insti­tusi militer.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak Pom­dam XI Tan­jung­pu­ra men­ge­nai detail kasus yang memicu aksi komu­ni­tas ojol. Namun, peri­s­ti­wa ini men­ja­di catatan pent­ing bagaimana kelom­pok masyarakat sip­il, khusus­nya penge­mu­di ojol, berani menyuarakan aspi­rasi dan menun­tut kead­i­lan secara kolek­tif.

Perkem­ban­gan lebih lan­jut dari kasus ini masih ditung­gu, teruta­ma terkait respon dari pihak berwe­nang ter­hadap tun­tu­tan komu­ni­tas ojol. Pub­lik berharap semua pihak dap­at mengede­pankan jalur dia­log dan penye­le­sa­ian yang adil, sehing­ga kete­gan­gan tidak berkem­bang men­ja­di kon­flik yang lebih besar. (Red/Ahm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *