Berita DaerahBerita Peristiwa

Warga Rante Balla Palang Jalan, Tuntut Perusahaan Tambang Pekerjakan Tenaga Lokal

512
×

Warga Rante Balla Palang Jalan, Tuntut Perusahaan Tambang Pekerjakan Tenaga Lokal

Sebarkan artikel ini

Luwu, SniperNew.id  – Aksi protes kem­bali ter­ja­di di Keca­matan Lati­mo­jong, Kabu­pat­en Luwu, Sulawe­si Sela­tan. War­ga Desa Rante Bal­la mem­blokir akses jalan menu­ju lokasi per­tam­ban­gan emas pada Jumat (6/9/2025). Aksi itu dilakukan seba­gai ben­tuk keke­ce­waan war­ga kare­na perusa­haan tam­bang emas yang berop­erasi di wilayah terse­but dini­lai belum menepati kesep­a­katan yang per­nah dibu­at den­gan masyarakat, khusus­nya terkait kewa­jiban mem­peker­jakan tena­ga ker­ja lokal.

Infor­masi ini per­ta­ma kali men­cu­at lewat sebuah ung­ga­han di media sosial Threads oleh akun @andreli_48 yang menuliskan bah­wa masyarakat Rante Bal­la, Keca­matan Lati­mo­jong, Kabu­pat­en Luwu, melakukan pemalan­gan jalan seba­gai aksi protes. Dalam ung­ga­han itu, dise­butkan bah­wa war­ga menun­tut perusa­haan tam­bang emas untuk mem­berikan pri­or­i­tas peker­jaan kepa­da masyarakat sek­i­tar tam­bang.

“War­ga Rante Bal­la Kec. Lati­mo­jong Kab. Luwu, palang jalan menun­tut perusa­haan tam­bang emas untuk mem­peker­jakan war­ga lokal. Aksi ini dilakukan kare­na war­ga meni­lai perusa­haan belum memenuhi kesep­a­katan den­gan war­ga yang per­nah dibu­at,” tulis akun terse­but.

Ung­ga­han itu juga meny­er­takan sebuah video yang mem­per­li­hatkan beber­a­pa war­ga bera­da di sebuah jalan yang tam­pak dike­lilin­gi pepo­ho­nan. Dalam video, seo­rang pria berba­ju hitam tam­pak berdiri di depan dan men­gangkat tan­gan­nya seo­lah mem­inta situ­asi tetap kon­dusif. Di sek­i­tarnya ter­li­hat sejum­lah war­ga lain dan beber­a­pa sepe­da motor yang ter­parkir.

Pemalan­gan jalan oleh masyarakat ini bukan­lah tan­pa alasan. Menu­rut war­ga, sejak awal masuknya perusa­haan tam­bang emas ke wilayah Rante Bal­la, per­nah dibu­at kesep­a­katan bersama den­gan masyarakat. Isi kesep­a­katan itu antara lain, perusa­haan wajib mem­pri­or­i­taskan perekru­tan tena­ga ker­ja dari kalan­gan war­ga lokal.

Namun, keny­ataan di lapan­gan dini­lai tidak sesuai den­gan per­jan­jian terse­but. War­ga menye­but, seba­gian besar tena­ga ker­ja yang dipeker­jakan oleh perusa­haan jus­tru berasal dari luar daer­ah. Hal ini menim­bulkan rasa keti­dakpuasan, mengin­gat kehadi­ran tam­bang dihara­p­kan mam­pu mem­berikan dampak ekono­mi lang­sung kepa­da masyarakat sek­i­tar.

  Hujan Deras Picu Banjir di Bumiayu, Warga Diminta Waspada

“Kami sudah lama bersabar. Dari dulu sudah dijan­jikan bah­wa war­ga lokal akan diber­dayakan. Tapi sam­pai sekarang jan­ji itu tidak kun­jung dipenuhi,” ujar salah seo­rang war­ga yang turut dalam aksi, seba­gaimana terekam dalam video yang beredar.

Tun­tu­tan uta­ma masyarakat Rante Bal­la dalam aksi terse­but adalah agar perusa­haan tam­bang segera mere­al­isas­ikan perekru­tan tena­ga ker­ja lokal sesuai den­gan jum­lah yang telah dis­ep­a­kati sebelum­nya. War­ga meni­lai, jika perusa­haan benar-benar beri­tikad baik, maka seharus­nya jan­ji itu bisa segera dipenuhi tan­pa per­lu ada aksi pemalan­gan jalan.

Selain itu, war­ga juga mem­inta adanya transparan­si terkait pro­gram-pro­gram tang­gung jawab sosial perusa­haan (CSR). Menu­rut mere­ka, sejauh ini kon­tribusi nya­ta yang dirasakan oleh masyarakat masih san­gat min­im. Beber­a­pa war­ga bahkan men­gaku belum per­nah menge­tahui secara jelas pro­gram CSR apa saja yang sudah dilakukan perusa­haan di desa mere­ka.

“Kami tidak meno­lak tam­bang, asal ada keje­lasan dan kead­i­lan. Jan­gan hanya mengam­bil hasil bumi kami, tapi masyarakat sek­i­tar tidak diberi kesem­patan untuk bek­er­ja dan ikut merasakan man­faat,” tegas war­ga lain­nya.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun dari video dan keteran­gan war­ga, aksi pemalan­gan jalan dim­u­lai sejak pagi hari. War­ga berkumpul di ruas jalan uta­ma yang biasa digu­nakan seba­gai jalur kelu­ar masuk kendaraan perusa­haan tam­bang. Mere­ka kemu­di­an memasang peng­ha­lang seder­hana dari kayu dan batu agar kendaraan perusa­haan tidak bisa melin­tas.

Situ­asi sem­pat mem­anas keti­ka beber­a­pa pihak men­co­ba bernegosi­asi. Namun, secara umum aksi berlang­sung damai. War­ga lebih banyak menyam­paikan aspi­rasi mere­ka secara ter­bu­ka. Sejum­lah aparat kepolisian dan perangkat desa juga tam­pak hadir untuk men­ja­ga kea­manan agar aksi tidak berkem­bang men­ja­di ker­icuhan.

Dalam video yang beredar, seo­rang pria berba­ju hitam tam­pak berusa­ha mene­nangkan mas­sa. Ia men­gangkat tan­gan sam­bil berbicara den­gan nada tegas, diduga men­co­ba men­gatur agar situ­asi tetap tert­ib. Di belakangnya ter­li­hat war­ga lain, ter­ma­suk beber­a­pa pemu­da dan orang tua.

  Semangat Nasionalisme Berkobar di Upacara Hari Pahlawan BRI Kanca Perdagangan

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak kepolisian setem­pat masih melakukan upaya medi­asi antara war­ga den­gan per­wak­i­lan perusa­haan tam­bang. Kepala Desa Rante Bal­la dik­abarkan telah mengge­lar perte­muan den­gan tokoh masyarakat dan aparat kea­manan guna meru­muskan langkah lan­ju­tan.

“Kami berusa­ha mem­fasil­i­tasi aspi­rasi masyarakat agar bisa dis­am­paikan secara res­mi ke pihak perusa­haan. Hara­pan kami, semua pihak bisa mena­han diri, jan­gan sam­pai aksi ini merugikan masyarakat sendiri,” ujar Kepala Desa Rante Bal­la dalam keteran­gan­nya.

Pihak kepolisian juga mene­gaskan bah­wa mere­ka akan men­gaw­al pros­es penyam­pa­ian aspi­rasi war­ga agar ber­jalan aman dan tert­ib. “Kami tidak melarang masyarakat menyam­paikan pen­da­p­at. Namun kami minta dilakukan den­gan cara damai dan tidak meng­gang­gu ketert­iban umum,” kata seo­rang aparat kepolisian yang ber­ja­ga di lokasi.

Hing­ga kini, perusa­haan tam­bang yang berop­erasi di wilayah Lati­mo­jong belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi terkait aksi pemalan­gan jalan oleh war­ga Rante Bal­la. Namun, sum­ber inter­nal perusa­haan menye­butkan bah­wa pihak man­a­je­men sedang menyi­ap­kan klar­i­fikasi dan beren­cana berte­mu lang­sung den­gan per­wak­i­lan masyarakat.

Sejum­lah pihak mende­sak agar perusa­haan segera mem­bu­ka ruang dia­log den­gan masyarakat untuk men­cari solusi. Penun­daan respons hanya akan mem­perbe­sar poten­si kon­flik berkepan­jan­gan.

“Kalau dib­iarkan berlarut-larut, war­ga bisa semakin kehi­lan­gan keper­cayaan. Ini harus segera ditin­dak­lan­ju­ti,” ujar seo­rang aktivis lingkun­gan yang mengiku­ti perkem­ban­gan kasus ini.

Pemalan­gan jalan oleh war­ga ten­tu berdampak lang­sung ter­hadap aktiv­i­tas opera­sion­al perusa­haan tam­bang. Sejum­lah kendaraan yang hen­dak kelu­ar masuk area tam­bang dila­porkan ter­ta­han kare­na jalur akses uta­ma ditut­up war­ga.

Selain itu, aksi ini juga berpoten­si memen­garuhi hubun­gan antara perusa­haan dan masyarakat setem­pat. Jika tun­tu­tan tidak segera ditang­gapi, bukan tidak mungkin akan muncul aksi-aksi lan­ju­tan yang lebih besar.

Di sisi lain, pemer­in­tah daer­ah Kabu­pat­en Luwu dihadap­kan pada dile­ma. Di satu sisi, keber­adaan perusa­haan tam­bang diang­gap pent­ing untuk meningkatkan pen­da­p­atan daer­ah. Namun di sisi lain, mere­ka juga tidak bisa mengabaikan aspi­rasi masyarakat yang merasa dirugikan.

Beber­a­pa war­ga yang dite­mui di lokasi aksi menyam­paikan hara­pan­nya agar perusa­haan benar-benar menepati jan­ji. Mere­ka men­gaku tidak menginginkan kon­flik berkepan­jan­gan, namun juga tidak bisa mener­i­ma jika hanya men­ja­di penon­ton di tanah mere­ka sendiri.

  Kebakaran Depan SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin Berhasil Dipadamkan 

“Kami ingin anak-anak muda di sini pun­ya kesem­patan ker­ja. Jan­gan semua diam­bil orang luar. Kalau seper­ti ini terus, apa gunanya ada tam­bang di kam­pung kami?” kata seo­rang war­ga.

War­ga lain menam­bahkan, mere­ka siap mem­bu­ka akses jalan kem­bali jika perusa­haan menun­jukkan komit­men nya­ta untuk merekrut tena­ga ker­ja lokal. “Kami tidak menut­up diri. Kalau ada keseriu­san, kami pasti dukung. Tapi kalau jan­ji hanya jan­ji, kami akan terus bersuara,” ujarnya.

Kasus yang ter­ja­di di Rante Bal­la, Keca­matan Lati­mo­jong, ini menun­jukkan bagaimana hubun­gan antara perusa­haan tam­bang dan masyarakat lokal masih rentan kon­flik. Masalah uta­ma biasanya berakar pada keti­dak­je­lasan komu­nikasi dan tidak kon­sis­ten­nya pelak­sanaan kesep­a­katan yang dibu­at di awal.

Kehadi­ran perusa­haan tam­bang di suatu wilayah semestinya mem­bawa dampak posi­tif bagi masyarakat sek­i­tar, baik melalui lapan­gan ker­ja maupun pro­gram-pro­gram pem­ber­dayaan. Namun, keti­ka jan­ji terse­but tidak ditepati, keke­ce­waan masyarakat dap­at beru­jung pada aksi-aksi protes seper­ti yang ter­ja­di di Luwu.

Dalam kon­teks eti­ka bis­nis dan tang­gung jawab sosial perusa­haan, keper­cayaan masyarakat adalah aset pent­ing yang harus dija­ga. Perusa­haan harus transparan dalam perekru­tan tena­ga ker­ja, mem­berikan por­si yang adil bagi masyarakat lokal, ser­ta mela­porkan secara ter­bu­ka seti­ap pro­gram CSR yang dijalankan.

Aksi pemalan­gan jalan oleh war­ga Desa Rante Bal­la, Keca­matan Lati­mo­jong, Kabu­pat­en Luwu, men­ja­di peringatan keras bagi perusa­haan tam­bang emas di wilayah terse­but. Aspi­rasi masyarakat jelas: mere­ka menun­tut kead­i­lan dan pemenuhan jan­ji, khusus­nya dalam hal kesem­patan ker­ja bagi war­ga lokal.

Jika perusa­haan segera mere­spons den­gan langkah konkret, kon­flik ini bisa dis­e­le­saikan den­gan damai. Namun jika tidak, poten­si kete­gan­gan lebih besar bisa saja ter­ja­di di kemu­di­an hari.

Untuk semen­tara, war­ga masih berta­han di lokasi pemalan­gan jalan. Mere­ka mene­gaskan tidak akan mem­bu­ka akses sebelum ada kepas­t­ian dari perusa­haan. Situ­asi ini men­ja­di ujian bagi semua pihak- perusa­haan, masyarakat, dan pemer­in­tah-untuk men­e­mukan solusi yang adil dan berke­lan­ju­tan. (Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *