Berita Daerah

Wapres Gibran Temui Perwakilan Ojol di Istana, Aspirasi Komunitas Disampaikan Langsung

251
×

Wapres Gibran Temui Perwakilan Ojol di Istana, Aspirasi Komunitas Disampaikan Langsung

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Wak­il Pres­i­den Repub­lik Indone­sia, Gibran Rak­abum­ing Raka, mener­i­ma per­wak­i­lan komu­ni­tas ojek online (ojol) di Istana Wak­il Pres­i­den pada Ming­gu (31/8/2025). Perte­muan ini meng­hadirkan dela­pan orang per­wak­i­lan penge­mu­di ojol yang datang dari berba­gai plat­form besar, antara lain Gojek, Grab, Max­im, dan inDrive.

Dalam ung­ga­han res­mi yang dibagikan Gibran melalui akun media sosial prib­adinya, ia menyam­paikan bah­wa perte­muan terse­but berlang­sung dalam suasana penuh keter­bukaan. Para per­wak­i­lan komu­ni­tas ojol duduk mel­ingkar bersama Wak­il Pres­i­den untuk menyam­paikan aspi­rasi, keluhan, dan juga masukan terkait kon­disi ker­ja para mitra penge­mu­di di lapan­gan.

“Wak­il Pres­i­den Gibran Rak­abum­ing Raka men­e­mui per­wak­i­lan ojek online (ojol) di Istana Wapres pada Ming­gu (31/8/2025). Dela­pan orang per­wak­i­lan komu­ni­tas ojol yang ter­diri dari Gojek, Grab,

Max­im, dan inDrive duduk mel­ingkar bersama Gibran untuk menyam­paikan aspi­rasinya. Tetap diin­gatkan untuk #sal­ing­ja­ga demi kea­manan bersama!” tulis ung­ga­han terse­but.

Perte­muan ini men­da­p­at sorotan luas di berba­gai media dan jagat maya, mengin­gat ojek online kini men­ja­di salah satu tulang pung­gung trans­portasi dan layanan har­i­an masyarakat perko­taan. Kehadi­ran mere­ka dalam diskusi lang­sung den­gan pemer­in­tah pusat menan­dakan bah­wa isu-isu sep­utar kese­jahter­aan, reg­u­lasi, hing­ga kese­la­matan ker­ja para penge­mu­di ojol men­da­p­at per­ha­t­ian serius.

Dalam poton­gan video yang ditayangkan sta­si­un tele­visi Beri­taSatu dan terse­bar di media sosial, ter­li­hat Gibran duduk berhada­pan den­gan para per­wak­i­lan ojol yang men­ge­nakan atribut mas­ing-mas­ing perusa­haan aplikasi. Beber­a­pa memakai jaket hijau khas Gojek, ada yang den­gan jaket Grab berwar­na hijau tua den­gan garis reflek­tif, ser­ta ser­agam war­na kun­ing dari Max­im. Suasana tam­pak cair keti­ka Gibran menyala­mi satu per satu per­wak­i­lan penge­mu­di sebelum mem­u­lai diskusi.

  Ungkap Kasus Narkoba di Aek Kanopan, Polisi Amankan Sabu dan Timbangan

Label Break­ing News yang muncul dalam tayan­gan tele­visi semakin mene­gaskan pent­ingnya momen ini. Di layar, ter­pam­pang keteran­gan “Wak­il Pres­i­den Gibran Rak­abum­ing Raka Temui Per­wak­i­lan Ojek Online”. Perte­muan terse­but digam­barkan berlang­sung dalam for­mat diskusi ter­bu­ka di sebuah ruang rap­at res­mi, den­gan meja bun­dar berisi air minum ser­ta hidan­gan ringan.

Tak lama sete­lah ung­ga­han terse­but dipub­likasikan, ribuan war­ganet ikut mem­berikan tang­ga­pan. Beber­a­pa komen­tar men­dukung langkah Gibran, semen­tara yang lain menyam­paikan pan­dan­gan kri­tis.

Seo­rang peng­gu­na media sosial den­gan nama akun terralovytri_utami menulis, “Itu yang pakai kaca­ma­ta jaket Grab itu sudah ser­ing dipang­gil ke istana wak­tu sama Pres­i­den Jokowi juga per­nah. Ini sekarang dipang­gil juga. Semoga benar mewak­ili suara kawan-kawan Gojek, ojol, dan lain-lain ya, Kak.”

Komen­tar ini meny­oroti salah satu per­wak­i­lan ojol yang tam­pak hadir dalam perte­muan. Menu­rut­nya, tokoh terse­but per­nah pula dipang­gil saat Pres­i­den Joko Wido­do masih men­ja­bat. Ia berharap agar keter­wak­i­lan kali ini benar-benar menyuarakan kepentin­gan dan aspi­rasi rekan-rekan sesama penge­mu­di di lapan­gan, bukan hanya segelin­tir pihak.

Semen­tara itu, peng­gu­na lain den­gan akun fer­ryyahya mem­berikan komen­tar bernu­ansa religius. Ia mengin­gatkan bah­wa seo­rang pemimpin pada hakikat­nya adalah cer­mi­nan dari raky­at yang dip­impin­nya. “Pemimpin adalah cer­mi­nan dari raky­at. Sadar­lah! Sesung­guh­nya yang aku takutkan atas umatku adalah (berkuasanya) para pemimpin yang menye­satkan,” tulis­nya sam­bil mengutip sebuah hadis. Ia menam­bahkan bah­wa kon­disi masyarakat dan pemimpin­nya sal­ing berkai­tan, sehing­ga kual­i­tas kepemimp­inan san­gat dipen­garuhi oleh amal dan per­i­laku raky­at. Komen­tarnya ditut­up den­gan peringatan ten­tang fenom­e­na akhir zaman yang ditandai den­gan banyaknya pemimpin pen­dus­ta.

Berbe­da den­gan dua komen­tar terse­but, peng­gu­na lain berna­ma mari­arit­tahu­ber­tine lebih menekankan dukun­gan­nya ter­hadap Gibran. Ia menulis, “Maju terus Mas Gibran, tun­jukkan kalau kau bek­er­ja tulus untuk raky­at. Bukan seper­ti otak piki­ran asum­si mere­ka yang mem­bencimu. Tuhan Maha Adil untuk orang yang benar.” Komen­tar ini mencer­minkan hara­pan agar Gibran tetap fokus bek­er­ja demi kepentin­gan raky­at meskipun ada pihak-pihak yang mungkin mer­agukan niat­nya.

  Bayi Meninggal dalam Kandungan, Keluarga Keluhkan Penolakan Layanan RS di Kutai Barat

Perte­muan res­mi antara Wak­il Pres­i­den dan komu­ni­tas ojol ini memi­li­ki mak­na yang cukup besar. Sejak muncul sek­i­tar satu dekade lalu, ojek online telah berkem­bang men­ja­di salah satu sek­tor ekono­mi berba­sis aplikasi terbe­sar di Indone­sia. Jutaan masyarakat bergan­tung pada jasa trans­portasi online, baik seba­gai peng­gu­na maupun seba­gai penge­mu­di yang men­jadikan­nya mata penc­a­har­i­an uta­ma.

Namun, di balik pop­u­lar­i­tas­nya, para mitra penge­mu­di ojol ker­ap meng­hadapi sejum­lah per­soalan serius, mulai dari tarif yang diang­gap tidak adil, sis­tem insen­tif yang berubah-ubah, hing­ga per­soalan kea­manan di jalan. Tak jarang pula mere­ka harus meng­hadapi per­sain­gan ketat, risiko kece­lakaan, ser­ta beban biaya opera­sion­al yang semakin ting­gi.

Den­gan adanya forum perte­muan lang­sung bersama pemer­in­tah, para penge­mu­di berharap aspi­rasi mere­ka bisa diden­gar dan ditin­dak­lan­ju­ti. Diskusi yang meli­batkan Gojek, Grab, Max­im, hing­ga inDrive menan­dakan bah­wa pem­ba­hasan tidak hanya menyasar satu plat­form, melainkan keselu­ruhan eko­sis­tem trans­portasi dar­ing.

Meskipun dalam ung­ga­han singkat­nya Gibran tidak men­jabarkan secara detail poin-poin yang dibicarakan, pesan #sal­ing­ja­ga yang ia ser­takan cukup menekankan pent­ingnya sol­i­dar­i­tas dan kea­manan bersama. Pesan terse­but dap­at dimak­nai seba­gai ajakan untuk men­ja­ga ketert­iban, baik di jalan maupun dalam menyuarakan aspi­rasi.

Pesan ini juga bisa dipa­ha­mi seba­gai seru­an agar para penge­mu­di ojol tetap sal­ing men­dukung di ten­gah per­sain­gan ketat, ser­ta tidak ter­pec­ah oleh kepentin­gan berbe­da. Den­gan demikian, suara mere­ka seba­gai komu­ni­tas besar bisa lebih sol­id dan ber­daya guna keti­ka dis­am­paikan kepa­da pem­bu­at kebi­jakan.

Perte­muan ini tidak hanya pent­ing bagi komu­ni­tas ojol, tetapi juga pun­ya rel­e­van­si poli­tik. Kehadi­ran Wak­il Pres­i­den dalam forum dia­log den­gan komu­ni­tas peker­ja trans­portasi dar­ing dap­at dimak­nai seba­gai langkah mem­ban­gun kedekatan antara pemer­in­tah den­gan kelom­pok masyarakat akar rumput.

Bagi Gibran, yang dike­nal seba­gai tokoh muda di pang­gung poli­tik nasion­al, perte­muan ini juga bisa dil­i­hat seba­gai upaya mem­perku­at cit­ra kepemimp­inan­nya. Melalui forum seper­ti ini, ia dap­at menun­jukkan bah­wa dirinya ter­bu­ka ter­hadap masukan raky­at dan tidak segan turun lang­sung berdia­log den­gan kelom­pok-kelom­pok masyarakat, ter­ma­suk yang bek­er­ja di sek­tor infor­mal.

  Prosesi Adat Penghormatan Terakhir Jenazah Tonaas Um Banua

Respons Beragam, Dukun­gan dan Kri­tik

Fenom­e­na komen­tar war­ganet mencer­minkan bah­wa seti­ap kebi­jakan dan langkah peja­bat pub­lik selalu men­da­p­at beragam respons. Ada yang men­dukung penuh dan men­gang­gap perte­muan terse­but seba­gai langkah posi­tif, ada pula yang lebih berhati-hati den­gan hara­pan keter­wak­i­lan komu­ni­tas benar-benar menyuarakan kepentin­gan semua pihak.

Komen­tar bernu­ansa religius bahkan mem­peringatkan agar pemimpin tidak ter­je­bak pada kesala­han, sekali­gus mengin­gatkan raky­at untuk lebih bijak kare­na kual­i­tas pemimpin san­gat terkait den­gan kon­disi masyarakat itu sendiri.

Semen­tara komen­tar yang penuh dukun­gan mem­per­li­hatkan bah­wa seba­gian masyarakat masih menaruh hara­pan besar pada Gibran untuk tetap bek­er­ja den­gan tulus dan berpi­hak kepa­da raky­at, meskipun ada suara-suara sinis yang mewar­nai ruang pub­lik.

Perte­muan antara Wak­il Pres­i­den Gibran Rak­abum­ing Raka den­gan per­wak­i­lan komu­ni­tas ojol men­ja­di momen­tum pent­ing bagi penge­mu­di trans­portasi dar­ing di Indone­sia. Perte­muan ini menandai adanya ruang dia­log lang­sung antara pemer­in­tah pusat den­gan peker­ja sek­tor infor­mal yang jum­lah­nya san­gat besar.

Mes­ki belum ada perny­ataan res­mi men­ge­nai hasil konkret dari diskusi terse­but, langkah mem­bu­ka ruang komu­nikasi jelas men­ja­di sinyal posi­tif. Aspi­rasi yang dis­am­paikan komu­ni­tas ojol dihara­p­kan dap­at diako­modasi dalam kebi­jakan pemer­in­tah, teruta­ma terkait kese­jahter­aan, kese­la­matan ker­ja, dan keber­lan­ju­tan eko­sis­tem trans­portasi dar­ing di Indone­sia.

Di sisi lain, dinami­ka komen­tar pub­lik juga menun­jukkan bah­wa seti­ap langkah pemimpin selalu bera­da di bawah sorotan masyarakat. Dukun­gan, kri­tik, hing­ga pesan moral dan religius muncul bersamaan, mencer­minkan keber­aga­man pan­dan­gan raky­at.

Namun, pesan seder­hana yang dit­ulis Gibran dalam ung­ga­han­nya – #sal­ing­ja­ga demi kea­manan bersama – bisa men­ja­di kun­ci. Baik bagi pemer­in­tah, komu­ni­tas ojol, maupun masyarakat luas, seman­gat sal­ing men­ja­ga meru­pakan fon­dasi pent­ing untuk men­cip­takan kehidu­pan yang lebih aman, adil, dan sejahtera.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *