Berita Peristiwa

Yogya Bersatu, Aksi Solidaritas Ojol untuk Keadilan Rekan yang Gugur

375
×

Yogya Bersatu, Aksi Solidaritas Ojol untuk Keadilan Rekan yang Gugur

Sebarkan artikel ini
Gambar Unggahan dari akun media sosial infojatim.co.id, Jumat (29/08).

Yogyakar­ta, SniperNew.id – Kota pela­jar Yogyakar­ta bersi­ap mengge­lar sebuah aksi sol­i­dar­i­tas besar-besaran dari para penge­mu­di ojek online (ojol). Aksi ini akan men­ja­di ben­tuk peng­hor­matan sekali­gus dukun­gan moral ter­hadap rekan sejawat mere­ka yang mening­gal dunia saat mengiku­ti aksi unjuk rasa di Jakar­ta beber­a­pa wak­tu lalu, Jumat (29/08).

Ung­ga­han dari akun media sosial infojatim.co.id yang beredar di plat­form Threads menye­butkan bah­wa aksi sol­i­dar­i­tas terse­but ren­cananya akan diiku­ti oleh berba­gai komu­ni­tas ojol dari wilayah Yogyakar­ta.

Tujuan uta­ma kegiatan ini bukan hanya untuk men­ge­nang almarhum, melainkan juga untuk menyuarakan rasa duka, sol­i­dar­i­tas, ser­ta menun­tut kead­i­lan atas peri­s­ti­wa tragis yang menim­pa rekan mere­ka.

Dalam ung­ga­han terse­but, ter­li­hat jelas nuansa emo­sion­al yang menye­limu­ti para penge­mu­di ojol. Narasi yang dit­ulis menye­butkan bah­wa mere­ka tidak hanya berangkat seba­gai peker­ja trans­portasi dar­ing, melainkan juga seba­gai kelu­ar­ga besar yang sal­ing men­guatkan satu sama lain.

Yogyakar­ta bersi­ap mengge­lar aksi sol­i­dar­i­tas untuk men­ge­nang rekan penge­mu­di ojek online (ojol) yang mening­gal dunia saat mengiku­ti unjuk rasa di Jakar­ta. 😢 Aksi ini bertu­juan untuk menyuarakan rasa duka dan menun­tut kead­i­lan bagi almarhum,” demikian bun­yi keteran­gan ung­ga­han terse­but.

Keteran­gan ini mene­gaskan bah­wa para ojol di Yogyakar­ta tidak ingin trage­di ini berlalu begi­tu saja. Mere­ka berharap agar suara mere­ka diden­gar oleh pemer­in­tah, aparat pene­gak hukum, ser­ta masyarakat luas, bah­wa per­juan­gan seo­rang ojol yang gugur saat mem­per­juangkan haknya patut men­da­p­atkan per­ha­t­ian dan tin­dak lan­jut.

  Banjir Meningkat Cepat di Klambir V, Warga Berjuang Selamatkan Diri

Ren­cana aksi ini dis­am­but luas oleh komu­ni­tas-komu­ni­tas ojol di berba­gai sudut Yogyakar­ta. Seba­gai kota den­gan jum­lah penge­mu­di ojol yang cukup besar, Yogyakar­ta ker­ap dike­nal memi­li­ki sol­i­dar­i­tas yang kuat di kalan­gan para dri­ver.

Ung­ga­han infojatim.co.id menye­butkan bah­wa aksi sol­i­dar­i­tas ini akan diiku­ti oleh berba­gai komu­ni­tas ojol. Artinya, bukan hanya satu atau dua kelom­pok saja yang akan turun, melainkan puluhan hing­ga ratu­san penge­mu­di diperki­rakan turut ser­ta. Hal ini mem­per­li­hatkan beta­pa kuat­nya ikatan emo­sion­al yang ter­jalin di antara para ojol, meskipun mere­ka berasal dari aplikasi berbe­da maupun komu­ni­tas yang beragam.

Dalam foto yang dis­er­takan, tam­pak sejum­lah penge­mu­di ojol sedang berbin­cang den­gan raut wajah serius. Mere­ka men­ge­nakan atribut khas, seper­ti jaket hijau yang men­ja­di iden­ti­tas para ojol, ser­ta rompi komu­ni­tas yang menun­jukkan kekom­pakan mere­ka. Momen ini men­ja­di sim­bol keber­samaan dan keku­atan moral untuk menyuarakan kepedu­lian ter­hadap rekan mere­ka yang telah tia­da.

Aksi sol­i­dar­i­tas ini kemu­di­an dipop­ulerkan melalui berba­gai tan­da pagar (tagar) yang digu­nakan, antara lain:

#AksiSol­i­dar­i­ta­sO­jol

#OjolJog­jaB­er­du­ka

#Sol­i­dar­i­tas­Tan­pa­Batas

#YogyakartaB­er­du­ka

#OjekOn­line

#Kead­i­la­nUn­tukO­jol

Tagar-tagar ini bukan hanya sekadar sim­bol dig­i­tal, melainkan ben­tuk pengikat emosi yang mem­perku­at pesan per­juan­gan mere­ka. Melalui media sosial, isu ini semakin melu­as dan men­ja­di sorotan pub­lik. Dukun­gan tidak hanya datang dari sesama ojol, melainkan juga masyarakat umum yang bersim­pati ter­hadap per­juan­gan kaum peker­ja trans­portasi dar­ing.

Peri­s­ti­wa yang melatar­be­lakan­gi aksi sol­i­dar­i­tas ini beraw­al dari aksi unjuk rasa para penge­mu­di ojol di Jakar­ta. Aksi terse­but menun­tut sejum­lah kebi­jakan yang diang­gap merugikan dri­ver, salah sat­un­ya terkait den­gan reg­u­lasi tarif dan kebi­jakan perusa­haan aplikasi.

Namun, di ten­gah aksi terse­but, seo­rang penge­mu­di ojol dila­porkan mening­gal dunia. Kabar duka ini menye­bar den­gan cepat ke berba­gai daer­ah, ter­ma­suk Yogyakar­ta. Rasa duka men­dalam menye­limu­ti para dri­ver yang merasa bah­wa almarhum adalah bagian dari kelu­ar­ga besar ojol di selu­ruh Indone­sia.

  Kuda Andong Malioboro Tumbang, Publik Soroti Kesejahteraan Hewan

Kema­t­ian terse­but kemu­di­an men­ja­di sim­bol per­juan­gan sekali­gus pengin­gat bah­wa kese­jahter­aan dan kese­la­matan para ojol harus lebih diper­hatikan. Oleh sebab itu, rekan-rekan sejawat­nya di Yogyakar­ta bersep­a­kat untuk mengge­lar aksi sol­i­dar­i­tas, agar kasus ini tidak dipan­dang sebe­lah mata.

Salah satu tujuan uta­ma dari aksi sol­i­dar­i­tas ini adalah menun­tut kead­i­lan bagi almarhum. Bagi para ojol, kema­t­ian seo­rang rekan dalam aksi per­juan­gan adalah peri­s­ti­wa besar yang tidak boleh diang­gap biasa. Mere­ka menun­tut adanya keje­lasan, inves­ti­gasi, ser­ta langkah nya­ta dari pihak berwe­nang untuk memas­tikan tidak ada lagi keja­di­an seru­pa di masa depan.

Selain itu, aksi ini juga men­ja­di sarana untuk menyuarakan kepedu­lian ter­hadap kon­disi ker­ja para penge­mu­di ojol. Seper­ti dike­tahui, pro­fe­si seba­gai dri­ver ojek online memi­li­ki risiko ting­gi di jalan raya, mulai dari kece­lakaan lalu lin­tas, tin­dak krim­i­nal­i­tas, hing­ga tekanan ekono­mi aki­bat per­sain­gan dan kebi­jakan tarif.

Para ojol berharap, melalui aksi ini, pemer­in­tah maupun perusa­haan aplikasi trans­portasi dar­ing dap­at menden­gar aspi­rasi mere­ka den­gan lebih serius.

Tidak mengher­ankan jika Yogyakar­ta men­ja­di salah satu daer­ah yang berg­er­ak cepat dalam mere­spons kabar duka ini. Seba­gai kota yang dike­nal den­gan nilai-nilai keber­samaan dan sol­i­dar­i­tas, Yogyakar­ta ser­ing kali men­ja­di pusat ger­akan sosial.

Komu­ni­tas ojol di kota ini ker­ap men­gadakan berba­gai kegiatan keber­samaan, mulai dari bak­ti sosial, peng­galan­gan dana untuk sesama dri­ver yang terke­na musi­bah, hing­ga aksi sol­i­dar­i­tas seper­ti yang diren­canakan saat ini. Hal ini mem­buk­tikan bah­wa sol­i­dar­i­tas bukan hanya jar­gon, tetapi benar-benar ter­wu­jud dalam tin­dakan nya­ta.

  Warga Sibolga Pesantren Terisolasi Usai Banjir, Bantuan Belum Tersalurkan

Mes­ki ren­cana aksi ini men­da­p­at dukun­gan luas, pihak kepolisian dan pemer­in­tah daer­ah diperki­rakan akan melakukan koor­di­nasi untuk memas­tikan kegiatan ber­jalan tert­ib dan damai. Aksi sol­i­dar­i­tas semacam ini biasanya meli­batkan jum­lah mas­sa yang cukup besar, sehing­ga pent­ing untuk men­ja­ga kea­manan dan kelan­car­an lalu lin­tas di Yogyakar­ta.

Di sisi lain, para ojol juga berkomit­men untuk men­ja­ga agar aksi ini berlang­sung damai. Fokus mere­ka adalah menyam­paikan pesan sol­i­dar­i­tas, peng­hor­matan kepa­da almarhum, dan tun­tu­tan kead­i­lan, bukan untuk men­cip­takan ker­icuhan.

Aksi sol­i­dar­i­tas ojol di Yogyakar­ta ini sejatinya bukan hanya soal duka cita atas mening­gal­nya seo­rang rekan. Lebih dari itu, aksi ini meru­pakan reflek­si dari kon­disi sosial peker­ja trans­portasi dar­ing yang sela­ma ini berjuang di jalanan demi menghidupi kelu­ar­ga.

Masyarakat dia­jak untuk lebih meng­har­gai per­juan­gan para ojol. Mere­ka bukan sekadar pen­gan­tar makanan atau jasa trans­portasi, melainkan juga tulang pung­gung kelu­ar­ga yang bek­er­ja keras meng­hadapi risiko seti­ap hari.

Aksi sol­i­dar­i­tas ini juga bisa men­ja­di momen­tum untuk mem­per­erat hubun­gan antara masyarakat, pemer­in­tah, dan perusa­haan aplikasi agar lebih peduli ter­hadap kese­jahter­aan dri­ver ojol.

Kabar men­ge­nai ren­cana aksi sol­i­dar­i­tas penge­mu­di ojol di Yogyakar­ta telah menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik. Beraw­al dari kabar duka atas gugurnya seo­rang rekan di Jakar­ta, aksi ini men­jel­ma men­ja­di sim­bol keber­samaan dan suara kead­i­lan bagi para penge­mu­di ojek online.

Den­gan men­gusung seman­gat Sol­i­dar­i­tas Tan­pa Batas, para dri­ver di Yogyakar­ta berharap agar per­juan­gan almarhum tidak sia-sia, dan tun­tu­tan mere­ka bisa diden­gar ser­ta ditin­dak­lan­ju­ti.

Yogyakar­ta kem­bali menun­jukkan wajah­nya seba­gai kota yang penuh sol­i­dar­i­tas, tem­pat di mana kepedu­lian sosial dan keber­samaan masih men­ja­di nilai uta­ma dalam kehidu­pan sehari-hari. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *