Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Guru Papua Ini Viral, Bagikan Makanan Bergizi Gratis Demi Anak Didik Tak Sekolah Dalam Keadaan Lapar

563
×

Guru Papua Ini Viral, Bagikan Makanan Bergizi Gratis Demi Anak Didik Tak Sekolah Dalam Keadaan Lapar

Sebarkan artikel ini

Biak, SniperNew.id - Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads dari akun berna­ma @hanna_isjuliasari_ men­ja­di sorotan war­ganet. Dalam ung­ga­han­nya, sang guru mem­bagikan kisah inspi­ratif ten­tang niat tulus­nya mem­berikan makanan bergizi gratis kepa­da para siswa agar mere­ka bisa bela­jar den­gan seman­gat tan­pa merasa lapar. Aksi seder­hana namun penuh mak­na ini son­tak men­u­ai berba­gai respons posi­tif dari peng­gu­na media sosial, Selasa (07/10).

Dalam ung­ga­han yang dipub­likasikan sek­i­tar enam jam lalu, Han­na menulis pesan pan­jang yang menyen­tuh hati ten­tang pent­ingnya asu­pan gizi bagi anak-anak seko­lah. Ia menye­butkan bah­wa tujuan uta­manya bukan sekadar mem­beri makan, tetapi memas­tikan anak-anak bisa bela­jar den­gan nya­man dan pulang dalam keadaan perut kenyang, bukan lapar.

Ia menulis.  “Makanan bergizi gratis, makan sehat gratis, Makanan 4 sehat 5 sem­pur­na atau sekarang lebih dike­nal gizi seim­bang isi pir­ingku, terser­ah apapun namanya, niatan­nya cuma ingin anak-anak senang dan seman­gat ke seko­lah. Seti­daknya kalau dari rumah datang ke seko­lah dalam keadaan lapar, pulang seko­lah mere­ka kenyang bukan hanya ilmu tapi juga perut mere­ka kenyang.”

Ung­ga­han terse­but dis­er­tai foto dirinya yang sedang berbicara di dalam kelas, men­ge­nakan ser­agam dinas guru berwar­na cok­lat dan jil­bab berwar­na sena­da. Di latar belakang tam­pak dind­ing hijau khas ruang kelas seko­lah dasar di wilayah Papua.

  Wina Astuti Resmi lulusan Doktor Pendidikan di Universitas Lampung

Akun @hanna_isjuliasari_ dike­tahui meru­pakan seo­rang guru yang bertu­gas di wilayah Biak, Papua, seba­gaimana ter­li­hat dari peng­gu­naan tan­da pagar (#hash­tag) seper­ti #biak­papua, #ibugu­ruhan­na, #biakhits, dan #papua.

Dalam berba­gai ung­ga­han sebelum­nya, ia ker­ap mem­bagikan aktiv­i­tas­nya seba­gai tena­ga pen­didik yang berdedikasi, ter­ma­suk kegiatan bela­jar men­ga­jar, keber­samaan den­gan murid, ser­ta pesan-pesan moti­vasi untuk dunia pen­didikan di daer­ah ter­pen­cil.

Ung­ga­han terse­but mem­per­li­hatkan keprib­a­di­an Han­na seba­gai guru yang bukan hanya men­didik secara akademik, tetapi juga mem­per­hatikan kese­jahter­aan fisik dan psikol­o­gis murid-murid­nya. Ia tam­pak mema­ha­mi bah­wa anak-anak tidak akan bisa meny­er­ap pela­jaran den­gan baik apa­bi­la datang ke seko­lah dalam kon­disi lapar.

Ung­ga­han terse­but dipub­likasikan sek­i­tar enam jam yang lalu dari wak­tu tangka­pan layar diam­bil, yang berar­ti masih san­gat baru dan men­ja­di perbin­can­gan hangat di media sosial. Dalam wak­tu singkat, postin­gan itu sudah diton­ton lebih dari 10.000 kali, menan­dakan besarnya per­ha­t­ian masyarakat ter­hadap kisah inspi­ratif terse­but.

Dari infor­masi dan tagar yang dis­er­takan, kegiatan sosial itu dilakukan di wilayah Biak, Papua. Meskipun lokasi seko­lah tidak dise­butkan secara spe­si­fik, banyak war­ganet yang menanyakan di mana seko­lah tem­pat Han­na men­ga­jar, seper­ti komen­tar dari akun @jcstore_jpr yang menulis, “Seko­lah mana bun?”.
Hal ini menun­jukkan bah­wa masyarakat ingin tahu lebih banyak ten­tang seko­lah dan kegiatan inspi­ratif yang dilakukan oleh guru terse­but.

Dalam tulisan­nya, Han­na men­je­laskan alasan di balik kegiatan­nya. Ia tidak men­cari pop­u­lar­i­tas atau imbal­an, melainkan sema­ta-mata kare­na kepedu­lian­nya ter­hadap kon­disi murid-murid­nya. Ia ingin memas­tikan anak-anak di Papua bisa bela­jar den­gan gem­bi­ra dan berse­man­gat, tan­pa harus mena­han lapar sela­ma bera­da di seko­lah.

  Roadshow Anti-Bullying Kesbangpol Hadir di SMAN 53 Jakarta

Menu­rut­nya, pen­didikan tidak hanya soal ilmu penge­tahuan, tetapi juga ten­tang memas­tikan kebu­tuhan dasar anak ter­penuhi. Den­gan begi­tu, pros­es bela­jar men­ga­jar bisa ber­jalan den­gan opti­mal.

Han­na menulis den­gan penuh keikhlasan bah­wa “apapun namanya — makanan 4 sehat 5 sem­pur­na atau gizi seim­bang tujuan­nya sama: agar anak-anak tidak lapar di seko­lah.”
Pesan ini menggam­barkan nilai kemanu­si­aan yang dalam ser­ta seman­gat guru di daer­ah pelosok yang terus berjuang demi anak-anak bangsa.

Respons dari peng­gu­na Threads san­gat beragam, kebanyakan berna­da posi­tif dan penuh apre­si­asi. Banyak yang memu­ji ketu­lu­san sang guru, bahkan tak sedik­it yang meny­oroti sosoknya yang diang­gap inspi­ratif. Namun, seba­gian komen­tar juga beral­ih ke nada per­son­al, memu­ji penampi­lan Han­na yang diang­gap menarik.

Berikut beber­a­pa komen­tar dari war­ganet. “Kak spil jam tan­gan ny donk,” tulis akun @bmeryana den­gan nada ringan.

Akun @ahmad_syafii37 menulis, “Klo saya yg dikasih makan sama ibu guru pasti saya akan kasih hbs makanan­nya 😁 ibu guru can­tik banget.”

Akun @rinarudi840 menam­bahkan, “Bu guru can­tik, salam kenal.”

Semen­tara itu @tonyaldinar berko­men­tar, “Jadi pin­gin seko­lah lagi kalau ibu gurun­ya macam ini.”

Meskipun banyak komen­tar yang berna­da pujian prib­a­di, esen­si uta­ma dari ung­ga­han terse­but tetap men­da­p­at sorotan luas: ten­tang ketu­lu­san dan dedikasi seo­rang guru di Papua yang peduli den­gan kese­jahter­aan siswanya.

  Pesan Haru di Threads: Wisuda Tanpa Orang Tua Mengundang Empati Warganet

Ung­ga­han itu pun men­da­p­at ribuan tayan­gan dalam wak­tu singkat, menan­dakan beta­pa kuat­nya res­o­nan­si pesan kemanu­si­aan di ten­gah masyarakat dig­i­tal saat ini.

Aksi Han­na mengin­gatkan pub­lik bah­wa pen­didikan di daer­ah ter­pen­cil masih memi­li­ki banyak tan­ta­n­gan, salah sat­un­ya adalah per­soalan gizi anak-anak seko­lah. Di banyak wilayah di Papua, tidak sedik­it siswa datang ke seko­lah tan­pa sara­pan kare­na keter­batasan ekono­mi kelu­ar­ga.

Langkah yang dilakukan Han­na  mem­berikan makanan sehat gratis  adalah ben­tuk empati nya­ta yang dap­at men­ja­di con­toh bagi tena­ga pen­didik lain di selu­ruh Indone­sia.

Kegiatan seper­ti ini juga sejalan den­gan seman­gat pro­gram pemer­in­tah ten­tang Makanan Bergizi Gratis untuk Anak Seko­lah, yang diga­gas untuk meningkatkan kual­i­tas sum­ber daya manu­sia sejak usia dini. Apa yang dilakukan Han­na menun­jukkan bah­wa meskipun berasal dari inisi­atif prib­a­di, seman­gat gotong roy­ong dalam pen­didikan masih hidup di berba­gai pelosok negeri.

Ung­ga­han Han­na Isju­liasari, guru berdedikasi dari Papua, telah mem­bu­ka mata banyak orang ten­tang pent­ingnya kepedu­lian ter­hadap kebu­tuhan dasar siswa di sekolah.Melalui tin­dakan seder­hana mem­beri makan sehat secara gratis ia menun­jukkan bah­wa peruba­han besar bisa dim­u­lai dari langkah kecil yang tulus.

Aksi ini tidak hanya men­gin­spi­rasi war­ganet, tetapi juga men­ja­di pengin­gat bah­wa pen­didikan sejati bukan hanya men­ga­jarkan penge­tahuan, melainkan juga menum­buhkan kasih dan kepedu­lian.

Han­na telah men­ja­di con­toh nya­ta bagaimana seo­rang guru bisa men­ja­di peli­ta bagi anak-anak di ujung negeri, bukan hanya den­gan kata-kata, tetapi den­gan per­bu­atan. (ahm/Abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *