Berita Kriminal

Dugaan Pungli dan Pemerasan di Lembaga Rehabilitasi Bandung, Warganet Minta Aparat Usut Tuntas

1285
×

Dugaan Pungli dan Pemerasan di Lembaga Rehabilitasi Bandung, Warganet Minta Aparat Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

Ban­dung, SniperNew.id – Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads memicu per­ha­t­ian pub­lik terkait dugaan pung­utan liar (pungli) dan pemerasan di salah satu yayasan reha­bil­i­tasi narko­ba swasta di Kota Ban­dung. Dalam ung­ga­han terse­but, seo­rang peng­gu­na akun jepe_stera menandai man­tan Bupati Pur­wakar­ta dan aktivis sosial Dedi Mulya­di (@dedimulyadi71) ser­ta akun Insta­gram @cakrasehatijabar, mem­inta agar prak­tik ile­gal ini segera diusut.

Dalam kuti­pan ung­ga­han­nya, peng­gu­na itu menulis. “Dgn hor­mat pak @dedimulyadi71 mhn diusut yysn swasta naRkoboy diB­DG @cakrasehatijabar byk pungli„kasian kelu­ar­ga kor­ban byk di peras dgn tarif yg TDK manu­si­awi puluhan JT„diduga KUAT ada’y pemerasan Ter­hdp KELUARGA kor­ban, usut mrka byk oknum2 pokis yg nakal, bek­er­jasama. bis­nis rehab NARKOBA yg sekrg dah men­ja­di bis­nis jual beli org/NEGO, men­ja­di tmpt bis­nis para oknum berdasi yg meng­gi­iurkan pak KDM. DAH BYK KORBAN DAH VIRAL DI TIKTOK @Jeslin stera shop,. Kami sgt mem­o­hon demi sila ke 5 🥺🙏.”

Ung­ga­han ini meny­oroti dugaan bah­wa kelu­ar­ga kor­ban kecan­d­u­an narko­ba yang ten­gah men­jalani reha­bil­i­tasi telah diperas den­gan tarif tidak manu­si­awi, men­ca­pai puluhan juta rupi­ah. Selain itu, dise­butkan adanya dugaan keter­li­batan oknum-oknum nakal dari aparat kepolisian yang bek­er­ja sama den­gan pihak yayasan, men­jadikan reha­bil­i­tasi narko­ba seba­gai bis­nis yang meng­giurkan.

  GMPJ Sumut Desak Polisi Tindak Judi Offline Cemara

Ung­ga­han ini berasal dari akun media sosial berna­ma jepe_stera. Ia men­garahkan per­mo­ho­nan kepa­da Dedi Mulya­di, sosok pub­lik yang dike­nal aktif menyuarakan isu-isu sosial dan mem­ban­tu masyarakat kecil. Nama akun Insta­gram @cakrasehatijabar dise­but seba­gai pihak terkait yayasan yang diduga bermasalah. Tidak dise­butkan nama indi­vidu ter­ten­tu seba­gai pelaku, namun dise­butkan “oknum berdasi” dan “oknum pokis” (diduga mak­sud­nya aparat kepolisian) seba­gai pihak yang diduga ter­li­bat.

Selain itu, ung­ga­han ini juga menye­but adanya banyak kor­ban yang telah viral di Tik­Tok. Ungka­pan “kami sgt mem­o­hon demi sila ke 5” menun­jukkan bah­wa per­mintaan ini datang atas nama kead­i­lan sosial, sesuai den­gan sila keli­ma Pan­casi­la.

Masalah yang diangkat adalah dugaan pungli dan pemerasan ter­hadap kelu­ar­ga kor­ban kecan­d­u­an narko­ba yang sedang men­jalani reha­bil­i­tasi di sebuah yayasan swasta di Ban­dung. Pemi­lik akun menud­ing adanya prak­tik “jual beli orang/nego” dalam bis­nis reha­bil­i­tasi narko­ba, yang diang­gap telah melen­ceng dari tujuan sosial­nya men­ja­di murni bis­nis komer­sial. Tarif yang dise­but men­ca­pai puluhan juta rupi­ah diang­gap tidak manu­si­awi, menam­bah beban kelu­ar­ga kor­ban.

Ung­ga­han ini juga menud­ing adanya ker­ja sama antara pihak yayasan den­gan oknum aparat kepolisian. Dugaan prak­tik ile­gal ini telah mem­bu­at banyak kor­ban dan dise­but sudah ramai dibicarakan di media sosial Tik­Tok.

Ung­ga­han terse­but dipub­likasikan lima jam sebelum tangka­pan layar diam­bil, sehing­ga diperki­rakan ter­ja­di pada hari yang sama. Tidak ada infor­masi pasti men­ge­nai sejak kapan dugaan prak­tik pungli itu ter­ja­di, tetapi perny­ataan “DAH BYK KORBAN DAH VIRAL DI TIKTOK” menun­jukkan bah­wa isu ini sudah lama beredar di dunia maya dan belakan­gan semakin ramai dibicarakan.

Lokasi dugaan kasus adalah Ban­dung, Jawa Barat. Dise­butkan secara spe­si­fik “yayasan swasta naRkoboy diB­DG” (Ban­dung). Akun Insta­gram @cakrasehatijabar dise­but terkait dalam kon­teks wilayah Jawa Barat. Media sosial Threads digu­nakan seba­gai plat­form untuk menyam­paikan keluhan dan mem­inta per­ha­t­ian pub­lik.

  Ungkap Narkoba di Semester I 2024, Polda Sumsel Selamatkan 2,2 Juta Jiwa

Menu­rut ung­ga­han terse­but, dugaan pungli dan pemerasan dilakukan kare­na reha­bil­i­tasi narko­ba yang seharus­nya men­ja­di tem­pat pemuli­han jus­tru dijadikan ajang bis­nis yang men­gun­tungkan. Bis­nis ini dise­but “meng­giurkan” bagi oknum berdasi dan pihak-pihak nakal kare­na meli­batkan negosi­asi dan transak­si besar, men­ca­pai puluhan juta rupi­ah per kor­ban.

Keluhan ini diangkat ke pub­lik kare­na diduga banyak kor­ban sudah men­gala­mi keru­gian, namun belum ada tin­dakan tegas dari pihak berwe­nang. Den­gan menandai Dedi Mulya­di dan menye­but sila keli­ma Pan­casi­la, pen­gung­gah berharap aparat pene­gak hukum maupun tokoh pub­lik akan mem­per­hatikan per­soalan ini demi kead­i­lan sosial.

Pen­gung­gah menyam­paikan masalah ini melalui media sosial agar viral dan men­da­p­at per­ha­t­ian lebih luas. Ia men­ga­jak pub­lik untuk menyadari dugaan prak­tik tidak manu­si­awi yang menim­pa kelu­ar­ga kor­ban narko­ba. Dalam ung­ga­han terse­but, ter­li­hat strate­gi untuk meli­batkan tokoh terke­nal (Dedi Mulya­di) ser­ta menye­but akun terkait (@cakrasehatijabar, @Jeslin stera shop) guna menarik per­ha­t­ian media dan pene­gak hukum.

Ungka­pan “kami sgt mem­o­hon demi sila ke 5” menekankan bah­wa hara­pan mere­ka bukan hanya untuk kead­i­lan indi­vidu tetapi juga untuk nilai-nilai dasar bangsa. Peng­gu­naan emotikon menangis dan tan­gan berdoa menun­jukkan kepu­tusasaan dan hara­pan besar agar masalah ini segera ditan­gani.

Ung­ga­han seper­ti ini, mes­ki belum dap­at diver­i­fikasi kebe­naran­nya, mencer­minkan kere­sa­han masyarakat terkait dugaan penyalah­gu­naan wewe­nang dalam pros­es reha­bil­i­tasi narko­ba. Di Indone­sia, reha­bil­i­tasi narko­ba adalah salah satu pro­gram pent­ing pemer­in­tah dan lem­ba­ga swasta untuk mem­ban­tu kor­ban kecan­d­u­an. Namun, jika benar ter­ja­di pungli atau pemerasan, prak­tik ini dap­at merusak keper­cayaan pub­lik dan meng­ham­bat tujuan reha­bil­i­tasi.

  Jaringan Narkoba di Muara Enim: Diringkus oleh Satresnarkoba Polres Muara Enim

Isu ini juga meny­oroti pent­ingnya pen­gawasan ketat ter­hadap yayasan-yayasan swasta yang berg­er­ak di bidang reha­bil­i­tasi. Lem­ba­ga swasta ker­ap dili­batkan untuk mem­ban­tu beban pemer­in­tah, tetapi tan­pa pen­gawasan yang tepat, ada risiko prak­tik meny­im­pang seper­ti pungli, pemerasan, atau eksploitasi kor­ban.

Peng­gu­naan media sosial seper­ti Threads dan Tik­Tok menun­jukkan bagaimana masyarakat kini meng­gu­nakan plat­form dig­i­tal seba­gai sarana advokasi dan pen­gawasan sosial. Kasus ini juga menun­jukkan bah­wa pub­lik semakin berani mela­porkan dugaan pelang­garan melalui jalur infor­mal untuk menarik per­ha­t­ian.

Pihak-pihak terkait, ter­ma­suk aparat kepolisian dan lem­ba­ga pen­gawas sosial di Jawa Barat, kemu­ngk­i­nan besar akan dim­inta mem­berikan klar­i­fikasi atau melakukan penye­lidikan. Jika benar ter­ja­di pelang­garan, tin­dakan hukum per­lu dilakukan agar tidak ada lagi kor­ban yang men­gala­mi keru­gian seru­pa.

Ung­ga­han akun jepe_stera di Threads memu­nculkan dugaan serius ten­tang prak­tik pungli dan pemerasan di sebuah yayasan reha­bil­i­tasi narko­ba swasta di Ban­dung. Den­gan menandai tokoh pub­lik dan menye­but nilai-nilai Pan­casi­la, pen­gung­gah berharap aparat dan masyarakat luas mem­beri per­ha­t­ian. Meskipun kebe­naran infor­masi ini per­lu diver­i­fikasi lebih lan­jut, ung­ga­han ini mene­gaskan pent­ingnya pen­gawasan, transparan­si, dan pene­gakan hukum dalam layanan reha­bil­i­tasi narko­ba.

Kasus ini juga men­ja­di pengin­gat bah­wa kelu­ar­ga kor­ban narko­ba ser­ing bera­da dalam posisi rentan, sehing­ga per­lin­dun­gan ter­hadap mere­ka san­gat pent­ing.

Tin­dakan cepat dan tegas dari pihak berwe­nang akan men­ja­di langkah kru­sial untuk mence­gah prak­tik yang merugikan masyarakat ser­ta men­ja­ga integri­tas pro­gram reha­bil­i­tasi di Indone­sia. (abd/Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *