Berita Peristiwa

Warga Balongan Demo Pertamina Soal Penghentian Bantuan Susu CSR

410
×

Warga Balongan Demo Pertamina Soal Penghentian Bantuan Susu CSR

Sebarkan artikel ini

Indramayu, SniperNew.id – Ratusan warga Balongan menggelar aksi demonstrasi di depan area fasilitas Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (23/9/2025). Aksi tersebut dipicu penghentian program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan susu yang selama ini diterima warga sebagai bentuk kompensasi dari kegiatan operasional perusahaan energi milik negara tersebut.

Informasi terkait demo ini pertama kali beredar melalui unggahan akun media sosial “indramayuupdate” di platform Threads. Dalam unggahan tersebut, tertulis bahwa masyarakat Balongan geruduk Pertamina karena kompensasi susu yang sudah bertahun-tahun diterima warga tidak lagi diberikan. “Masyarakat Balongan demo geruduk Pertamina. Demo ini didasari oleh bantuan CSR berupa susu yang selama ini diterima sebagai bentuk kompensasi tidak lagi diterima warga,” tulis akun tersebut.

Lebih lanjut, akun itu juga menambahkan, “Dari informasi yang diterima Pertamina akan mengganti program CSR tersebut dengan program lain.” Hashtag yang digunakan dalam unggahan tersebut antara lain #indramayu #indramayuupdate #demo #pertamina #susu #balongan.

Video yang disertakan menunjukkan sejumlah perempuan membawa spanduk dan poster dengan tuntutan mereka. Beberapa tulisan pada poster di antaranya berbunyi, “PERTAMINA WAJIB MEMBERIKAN AKSES KESEHATAN GRATIS KEPADA MASYARAKAT BALONGAN” dan “SUSU WAJIB DIBERIKAN LEBIH LAYAK UNTUK WARGA.” Warga terlihat berdiskusi dan memegang poster di depan pagar pembatas berwarna abu-abu, dengan suasana terik siang hari.

Aksi demo tersebut merupakan bentuk protes warga Balongan terhadap penghentian bantuan susu CSR dari Pertamina. Bantuan susu ini sebelumnya dianggap sebagai kompensasi rutin bagi masyarakat sekitar kilang minyak Balongan. Mereka menuntut kejelasan program pengganti dan mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan warga terdampak.

 

Pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa ini meliputi:

1. Warga Balongan – Masyarakat sekitar yang selama ini menerima bantuan susu CSR. Mereka mayoritas adalah warga desa yang hidup berdampingan dengan kawasan industri Pertamina.

2. Pertamina RU VI Balongan – Unit bisnis Pertamina yang mengelola kilang minyak Balongan. Sebagai perusahaan BUMN, Pertamina memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar melalui program CSR.

3. Akun Media Sosial “indramayuupdate” – Akun ini menjadi salah satu sumber informasi awal terkait demo warga dan menyebarkan berita melalui platform Threads.

Aksi demo berlangsung di area sekitar kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Balongan sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penting bagi Pertamina karena menjadi lokasi kilang minyak strategis.

Unggahan di Threads menyebutkan informasi ini dipublikasikan tiga jam sebelum tangkapan layar beredar, yang berarti demo kemungkinan berlangsung pada Senin siang, 23 September 2025.

Akar permasalahan adalah penghentian distribusi susu sebagai bagian dari program CSR Pertamina. Warga merasa bantuan susu tersebut penting untuk mendukung gizi keluarga dan dianggap sebagai kompensasi langsung dari aktivitas industri kilang. Ketika program dihentikan tanpa sosialisasi yang memadai, warga merasa hak mereka diabaikan.

Pertamina disebutkan dalam unggahan akan mengganti program CSR lama dengan program lain, tetapi belum ada kejelasan terkait bentuk program baru tersebut. Kurangnya komunikasi dan penjelasan rinci memicu keresahan dan aksi protes warga.

Bagaimana Peristiwa Berlangsung (How)

Demo dimulai dengan kumpulnya puluhan hingga ratusan warga Balongan di depan pagar pembatas kilang Pertamina. Mereka membawa poster dengan tuntutan, di antaranya mengenai akses kesehatan gratis dan distribusi susu yang lebih layak. Dalam foto yang beredar, terlihat beberapa warga mengenakan pakaian santai, topi, dan kerudung untuk melindungi diri dari terik matahari.

Meskipun tidak ada laporan tentang bentrokan fisik atau kericuhan, aksi ini menegaskan ketegangan hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Sejumlah warga terlihat berdialog dengan pihak lain yang diduga koordinator lapangan atau perwakilan media. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina di media massa besar, selain informasi yang disampaikan melalui akun Threads tersebut.

Latar Belakang Bantuan CSR Susu

Program CSR berupa susu ini telah berjalan bertahun-tahun. Pertamina Balongan sebelumnya dikenal menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial, seperti kesehatan, pendidikan, dan bantuan nutrisi untuk masyarakat sekitar kilang. Bantuan susu dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan asupan gizi anak-anak serta keluarga di wilayah terdampak industri.

Namun, perubahan kebijakan CSR di perusahaan BUMN ini tampaknya memengaruhi keberlanjutan program-program tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak BUMN termasuk Pertamina mengubah strategi CSR mereka agar lebih berkelanjutan dan terarah, misalnya dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelatihan usaha, atau pengembangan infrastruktur.

Sejumlah warga Balongan yang hadir dalam demo menyatakan bahwa bantuan susu bukan sekadar pemberian, melainkan bentuk kompensasi atas dampak lingkungan dan kesehatan yang mereka rasakan. Mereka menilai penghentian bantuan ini dilakukan secara sepihak dan tanpa sosialisasi yang memadai.

Beberapa tuntutan yang terlihat dari spanduk dan poster warga antara lain:

Kewajiban Pertamina memberi akses kesehatan gratis untuk masyarakat Balongan.

Distribusi susu dengan kualitas dan jumlah yang layak sebagai hak warga yang tinggal di sekitar kilang.

Transparansi program CSR pengganti yang akan dijalankan Pertamina agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kemudian hari.

Warga juga berharap Pertamina dapat melibatkan masyarakat dalam perencanaan program CSR baru agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung.

Aksi demo ini mencerminkan hubungan yang rapuh antara industri besar dan komunitas lokal. Jika tidak segera ditangani, ketidakpuasan masyarakat dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang merugikan reputasi perusahaan dan memengaruhi kelancaran operasional kilang. Di sisi lain, penghentian bantuan susu tanpa komunikasi yang baik dapat menimbulkan kesan negatif terhadap komitmen tanggung jawab sosial Pertamina.

Bagi warga, hilangnya bantuan susu juga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan anak-anak kecil. Bantuan susu selama ini dianggap membantu meringankan beban ekonomi, apalagi di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

CSR bukan sekadar kegiatan amal, tetapi kewajiban hukum bagi perusahaan besar, termasuk BUMN, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Lingkungan Hidup. Program CSR seharusnya dirancang untuk memberikan dampak positif jangka panjang kepada masyarakat sekitar.

Pakar CSR menilai, perubahan program memang bisa dilakukan, tetapi harus melalui konsultasi dengan masyarakat dan sosialisasi yang jelas. Program pengganti sebaiknya relevan dengan kebutuhan warga, misalnya pengembangan usaha mikro, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, atau infrastruktur desa.

Warga Balongan berharap Pertamina segera memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian bantuan susu dan mempercepat realisasi program pengganti. Mereka menekankan pentingnya transparansi dan dialog antara perusahaan dan masyarakat.

Pemerintah daerah Indramayu dan aparat terkait juga diharapkan turun tangan memediasi kedua pihak agar masalah tidak berlarut-larut. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan hubungan Pertamina dan warga dapat kembali harmonis dan program CSR dapat berjalan efektif.

Aksi demonstrasi warga Balongan terhadap Pertamina Balongan merupakan cerminan tuntutan masyarakat agar perusahaan besar lebih memperhatikan dampak sosial dari aktivitas industrinya. Penghentian bantuan susu tanpa penjelasan rinci dinilai memicu keresahan dan protes warga. Pertamina disebut akan mengganti program tersebut, tetapi warga menginginkan kejelasan dan partisipasi dalam penentuan program baru.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan tanggung jawab sosial yang transparan dalam menjaga hubungan baik antara industri strategis dan komunitas lokal. Pertamina kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan komitmennya terhadap kesejahteraan warga Balongan, sekaligus memastikan program CSR-nya relevan, bermanfaat, dan berkelanjutan. (abd/Ahm).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *