Berita Hukum

Direktur TP Oharda pada JAM PIDUM Menyetujui 5 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

261
×

Direktur TP Oharda pada JAM PIDUM Menyetujui 5 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Direk­tur Tin­dak Pidana Ter­hadap Orang dan Har­ta Ben­da (TP Ohar­da) pada Jak­sa Agung Muda Bidang Tin­dak Pidana Umum (JAM PIDUM) Nanang Ibrahim Soleh, S.H., M.H. memimpin ekspose dalam rang­ka menyetu­jui 5 per­mo­ho­nan penghent­ian penun­tu­tan berdasarkan kead­i­lan restoratif, Senin 13 Mei 2024.

  BUMDESMA Sei Bamban Diduga Jadi Sarang Korupsi: Dana Ketapang Rp1,9 Miliar, Suap Wartawan, dan Konflik Kepentingan

Ter­sang­ka Alfi­an Haris bin Suy­at­no dari Kejak­saan Negeri Tapin, yang disang­ka melang­gar Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 ten­tang Peng­ha­pu­san Kek­erasan Dalam Rumah Tang­ga atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP ten­tang Pen­ga­ni­ayaan.

Ter­sang­ka Gio Fer­nan­des pgl Andes bin Syah­budin dari Kejak­saan Negeri Dhar­mas­raya, yang disang­ka melang­gar Pasal 351 Ayat (1) KUHP ten­tang Pen­ga­ni­ayaan.

Ter­sang­ka Ewin Sapu­tra Siburi­an pgl Ewin dari Kejak­saan Negeri Dhar­mas­raya, yang disang­ka melang­gar Pasal 374 KUHP ten­tang Pengge­la­pan dalam Jabatan jo. Pasal 372 KUHP ten­tang Pengge­la­pan.

Ter­sang­ka Oyorlis Boi bin (Alm) Mulia­n­is dari Kejak­saan Negeri Dhar­mas­raya, yang disang­ka melang­gar Pasal 378 KUHP ten­tang Penipuan atau Pasal 372 KUHP ten­tang Pengge­la­pan.

  DPD LIRA Desak Polres Tebing Tinggi Usut Tata Kelola PDAM

Ter­sang­ka Chero­lus Pelealu dari Kejak­saan Negeri Mina­hasa Sela­tan, yang disang­ka melang­gar Pasal 351 Ayat (1) KUHP ten­tang Pen­ga­ni­ayaan.

Alasan pem­ber­ian penghent­ian penun­tu­tan berdasarkan kead­i­lan restoratif ini diberikan antara lain:
Telah dilak­sanakan pros­es per­dama­ian dimana Ter­sang­ka telah mem­inta maaf dan kor­ban sudah mem­berikan per­mo­ho­nan maaf.

Ter­sang­ka belum per­nah dihukum;
Ter­sang­ka baru per­ta­ma kali melakukan per­bu­atan pidana, Anca­man pidana den­da atau pen­jara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

Ter­sang­ka ber­jan­ji tidak akan lagi men­gu­lan­gi per­bu­atan­nya;
Pros­es per­dama­ian dilakukan secara sukarela den­gan musyawarah untuk mufakat, tan­pa tekanan, pak­saan, dan intim­i­dasi.

  Kasihhati Law Firm Soroti Penanganan Perkara Penganiayaan Polsek Mampang

Ter­sang­ka dan kor­ban setu­ju untuk tidak melan­jutkan per­masala­han ke per­si­dan­gan kare­na tidak akan mem­bawa man­faat yang lebih besar, Per­tim­ban­gan sosi­ol­o­gis;
Masyarakat mere­spon posi­tif.

Selan­jut­nya, Direk­tur Tin­dak Pidana Ohar­da memer­in­tahkan kepa­da Para Kepala Kejak­saan Negeri untuk mener­bitkan Surat Kete­ta­pan Penghent­ian Penun­tu­tan (SKP2) Berdasarkan Kead­i­lan Restoratif sesuai Per­at­u­ran Kejak­saan Repub­lik Indone­sia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tang­gal 10 Feb­ru­ari 2022 ten­tang Pelak­sanaan Penghent­ian Penun­tu­tan Berdasarkan Kead­i­lan Restoratif seba­gai per­wu­ju­dan kepas­t­ian hukum. (K.3.3.1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *