Berita Kriminal

Dinilai Rawan Narkoba, Aktivis Desak Polisi Razia Nes Restobar

190
×

Dinilai Rawan Narkoba, Aktivis Desak Polisi Razia Nes Restobar

Sebarkan artikel ini

PEMATANG SIANTAR, SNIPERNEW.id — Aktivis pemerhati tempat hiburan malam, Hendri Surya Saputra, mendesak Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pematangsiantar untuk segera melakukan razia di Nes Restobar, Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar. Desakan itu disampaikan menyusul rencana digelarnya acara hiburan malam bertajuk “Never Ending Summer” pada Sabtu, 13 Desember 2025, yang dinilai berpotensi rawan peredaran narkoba.


Desakan terse­but muncul sete­lah beredarnya materi pro­mosi acara di media sosial. Dalam poster pro­mosi dise­butkan bah­wa acara “Nev­er End­ing Sum­mer” akan meng­hadirkan Band Nuansa ser­ta penampi­lan DJ Dila Ong, den­gan kon­sep hibu­ran malam yang dike­mas dalam for­mat resto­bar, pre­mi­um pool, dan karaoke.

  Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pengeroyokan, Penetapan Status Tersangka Dipersoalkan

Menu­rut Hen­dri, kegiatan hibu­ran malam den­gan kon­sep musik keras, band, dan disc jock­ey ker­ap men­ja­di celah masuknya peredaran narkoti­ka, khusus­nya pil ekstasi, yang menyasar kalan­gan muda. Ia meni­lai aparat kepolisian tidak boleh keco­lon­gan dan harus melakukan langkah anti­si­patif sebelum kegiatan terse­but berlang­sung.

“Berdasarkan pen­gala­man dan banyak kasus yang ter­ja­di di berba­gai daer­ah, tem­pat hibu­ran malam den­gan DJ san­gat rawan dijadikan lokasi transak­si dan penyalah­gu­naan narko­ba. Polisi harus melakukan razia dan pen­gawasan ketat, bahkan bila per­lu mem­bubarkan acara,” tegas Hen­dri kepa­da wartawan, Sab­tu (13/12/2025).

  Diduga Dilepas, Warga MBG Protes Kasus Narkoba

Tak hanya kepa­da kepolisian, Hen­dri juga mende­sak Pemer­in­tah Kota (Pemko) Pematangsiantar untuk turun tan­gan mengeval­u­asi legal­i­tas dan per­iz­inan Nes Resto­bar. Ia men­duga tem­pat hibu­ran terse­but belum ten­tu men­gan­ton­gi izin usa­ha yang lengkap, mulai dari izin opera­sion­al, izin seba­gai tem­pat hibu­ran malam, hing­ga izin pen­jualan minu­man beralko­hol.

Kalau izin­nya tidak lengkap, Pemko harus tegas. Jan­gan ada pem­biaran hanya kare­na kepentin­gan bis­nis, semen­tara dampak sosial­nya bisa merusak gen­erasi muda dan ketert­iban masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Hen­dri juga mem­inta Bea Cukai dili­batkan dalam razia ter­padu. Menu­rut­nya, keter­li­batan Bea Cukai pent­ing untuk memas­tikan tidak adanya peredaran minu­man beralko­hol ile­gal atau tan­pa pita cukai, yang ker­ap dite­mukan di tem­pat hibu­ran malam.

  Uang Rp19,5 Juta Digondol, Kasus Pencurian di Lumajang Berakhir di Polsek

Ia berharap razia gabun­gan antara Satres­narko­ba Pol­res Pematangsiantar, Pemko Pematangsiantar, dan Bea Cukai dap­at dilakukan baik sebelum maupun saat acara “Nev­er End­ing Sum­mer” berlang­sung. Langkah terse­but dini­lai pent­ing seba­gai ben­tuk pence­ga­han dini dan pene­gakan hukum agar Pematangsiantar tidak men­ja­di lokasi sub­ur peredaran narko­ba.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak pen­gelo­la Nes Resto­bar belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait ren­cana acara, dugaan ker­awanan narko­ba, maupun kelengka­pan per­iz­inan usa­ha. Masyarakat kini menung­gu langkah konkret aparat pene­gak hukum dan pemer­in­tah daer­ah dalam menin­dak­lan­ju­ti desakan terse­but.

Penulis: [IS/BS].


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *