Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Rujak Berdasi, Cita Rasa Ekonomi Kelas Eksekutif: Aksi Unik Pedagang Buah Ini Curi Perhatian Netizen

412
×

Rujak Berdasi, Cita Rasa Ekonomi Kelas Eksekutif: Aksi Unik Pedagang Buah Ini Curi Perhatian Netizen

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Di ten­gah hiruk-pikuk dunia bis­nis dan per­sain­gan ekono­mi dig­i­tal yang semakin ketat, seo­rang peda­gang rujak tampil men­curi per­ha­t­ian pub­lik den­gan gaya yang tak biasa. Men­ge­nakan keme­ja hitam rapi, lengkap den­gan dasi mer­ah for­mal, pria ini jus­tru sibuk men­gu­pas dan memarut buah di atas ger­obak dagan­gan­nya. Bukan di pusat perkan­toran atau di event kor­po­rat, tapi di sebuah lapak seder­hana ping­gir jalan den­gan suasana ala­mi dan pot-pot tana­man di belakangnya, Rabu 16 Juli 2025.

  WePlay Hadirkan Pengalaman Game Sosial Interaktif yang Makin Seru untuk Generasi Muda

Penampi­lan­nya yang nyen­trik seo­lah menyu­lap kesan jualan rujak men­ja­di layaknya layanan kater­ing kelas ekseku­tif. Dalam video yang beredar luas dan diung­gah akun SniperNew.id, pria berdasi ini tam­pak ter­ampil meng­gu­nakan paru­tan besi besar, memarut buah segar—kemungkinan bengkuang atau mentimun—dengan ger­akan cepat dan pro­fe­sion­al. Ia juga men­ge­nakan sarung tan­gan plas­tik, menun­jukkan kesadaran ting­gi ter­hadap higien­i­tas dan stan­dar pelayanan.

Neti­zen lang­sung mem­ban­jiri kolom komen­tar den­gan pujian dan kek­agu­man. “Ini baru namanya rujak pre­mi­um,” tulis akun @makanterus. Semen­tara itu, peng­gu­na lain berko­men­tar, “Berdasi demi reje­ki halal, salut bang!” Bahkan, tidak sedik­it yang menye­but­nya seba­gai “CEO of Rujak” kare­na gayanya yang lebih mirip ekseku­tif muda ketim­bang peda­gang kaki lima.

Fenom­e­na ini men­ja­di menarik dalam kon­teks ekono­mi kre­atif. Di era di mana brand­ing men­ja­di segalanya, penampi­lan peda­gang ini mem­beri pela­jaran pent­ing: difer­en­si­asi adalah kun­ci. Mes­ki men­jual pro­duk seder­hana seper­ti rujak, ia berhasil men­cip­takan nilai tam­bah den­gan gaya berjualan yang unik dan penuh karak­ter. Ini bukan hanya soal makanan, tapi pen­gala­man visu­al dan emo­sion­al bagi pem­be­li.

  SnackVideo, Aplikasi Video Pendek yang Kian Mantap dan Ngetren: Ekspresikan Dirimu dan Jadi Beken!

Menu­rut penga­mat ekono­mi UMKM, Dr. Rani Sutris­no, gaya berda­gang seper­ti ini bisa meningkatkan daya tarik kon­sumen dan mem­per­lu­as jangkauan pasar. “Kon­sumen sekarang tidak hanya mem­be­li rasa, tapi juga ceri­ta. Keti­ka gaya berda­gang jadi bahan viral, itu adalah ben­tuk pemasaran gratis yang luar biasa,” jelas­nya.

Peda­gang rujak berdasi ini secara tidak lang­sung telah men­er­ap­kan strate­gi pemasaran mod­ern: sto­ry­telling, visu­al brand­ing, dan kon­sis­ten­si dalam pelayanan. Ia bukan sekadar men­jual rujak, tapi men­jual seman­gat ker­ja keras den­gan gaya yang tak biasa. Dari balik dasinya, terselip pesan bah­wa peker­jaan apapun bisa ter­li­hat ter­hor­mat dan ele­gan, asal dilakukan den­gan sepenuh hati dan keu­nikan.

  Filter Rokok dari Daun Nanas, Mahasiswa UMS Sabet Emas di Kancah Dunia!

Fenom­e­na ini juga menan­dakan bah­wa pelaku usa­ha mikro tidak harus mengiku­ti pola lama. Den­gan kreativ­i­tas, UMKM bisa ber­saing bahkan di ten­gah dom­i­nasi restoran besar dan plat­form online. Ino­vasi kecil seper­ti berpaka­ian for­mal saat berjualan terny­a­ta mam­pu men­ja­di viral mag­net yang memikat sim­pati pub­lik sekali­gus meningkatkan pen­jualan.

Kini, banyak yang berharap sang peda­gang bisa mengem­bangkan usa­hanya lebih luas, bahkan mem­bu­ka fran­chise Rujak Berdasi yang mem­bawa seman­gat baru dalam dunia kulin­er jalanan.

Jika tren seper­ti ini terus berkem­bang, bukan tidak mungkin ke depan kita akan menyak­sikan lebih banyak “wirausa­ha berdasi” di berba­gai lini UMKM — mulai dari tukang bak­so hing­ga peda­gang es kela­pa, yang tampil ele­gan namun tetap mem­bu­mi.

Rujak boleh seder­hana. Tapi caranya men­jual? Kelas ekseku­tif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *