Berita Daerah

Viral! Mobil Jenazah Berlampu Disko, Hilangkan Seram Jadi Tontonan Warga

519
×

Viral! Mobil Jenazah Berlampu Disko, Hilangkan Seram Jadi Tontonan Warga

Sebarkan artikel ini

Mobil jenazah sela­ma ini selalu iden­tik den­gan suasana ser­am. Kendaraan ini berfungsi khusus untuk men­gan­tar jenazah dari rumah duka menu­ju tem­pat pemaka­man atau peri­s­ti­ra­hatan ter­akhir, Jumat (05/09/2025)

Tak her­an jika banyak masyarakat yang men­gang­gap mobil jenazah meng­hadirkan kesan angk­er, sebab kendaraan ini erat kai­tan­nya den­gan kema­t­ian.

Namun baru-baru ini, sebuah ung­ga­han di media sosial Threads den­gan nama akun penduduk.jakarta mem­per­li­hatkan fenom­e­na unik yang cukup men­gun­dang per­ha­t­ian pub­lik. Dalam ung­ga­han terse­but, tam­pak sebuah mobil jenazah yang telah dimod­i­fikasi den­gan memasang lam­pu war­na-warni menyeru­pai lam­pu disko. Cahaya lam­pu berwar­na mer­ah, biru, dan ungu sil­ih bergan­ti menyala terang di dalam kabin mobil jenazah yang ten­gah ter­parkir di ping­gir jalan.

Tulisan yang meny­er­tai ung­ga­han itu menye­butkan bah­wa seo­rang sopir mobil jenazah berin­isi­atif melakukan mod­i­fikasi pada kendaraan­nya. Tujuan­nya adalah untuk menghi­langkan kesan ser­am yang melekat pada mobil jenazah. Den­gan lam­pu gemer­lap terse­but, suasana di dalam mobil jenazah seo­lah berubah, bukan lagi angk­er, melainkan jus­tru menarik per­ha­t­ian seper­ti layaknya kendaraan hibu­ran.

Ung­ga­han terse­but berbun­yi. “Mobil jenazah memang iden­tik den­gan kesan ser­am, kare­na ser­ing digu­nakan untuk men­gan­tar may­at yang telah mening­gal. Namun untuk men­gusir kesan angk­er pada mobil jenazah seo­rang sopir melakukan mod­i­fikasi mobil­nya meng­gu­nakan lam­pu disko. Dalam video terse­but ter­li­hat gemer­lap cahaya lam­pu war­na-warni yang sil­ih bergan­ti men­eran­gi kabin mobil jenazah yang ten­gah ter­parkir.”

Ung­ga­han itu kemu­di­an ditut­up den­gan tan­da sum­ber dan tagar: “sc : sjnddnsnnskdm­sksk

  Tegas dan Proporsional: Pengawasan Dana BOS Dipertanyakan, Kinerja Kacabdin Pringsewu Perlu Dievaluasi

#mobil­je­nazah”

Di dalam video tangka­pan layar yang meny­er­tai ung­ga­han, ter­li­hat jelas bagian belakang mobil jenazah meman­tulkan cahaya ungu, biru, dan mer­ah menyala terang di malam hari. Peman­dan­gan ini ten­tu tak biasa, sebab masyarakat umum­nya ter­biasa meli­hat mobil jenazah den­gan suasana yang suram, lam­pu seadanya, dan nuansa hen­ing.

Fenom­e­na mobil jenazah berlam­pu disko itu son­tak men­u­ai beragam reak­si war­ganet. Ada yang menang­gapinya den­gan tawa, menye­but mod­i­fikasi itu seba­gai ben­tuk kre­at­i­fi­tas unik. Seba­gian lain merasa her­an, kare­na menu­rut mere­ka, mobil jenazah seharus­nya dija­ga kesakralan­nya mengin­gat fungsinya yang berkai­tan den­gan pros­esi peng­hor­matan ter­akhir kepa­da sese­o­rang yang telah mening­gal.

Di kolom komen­tar akun media sosial, sejum­lah war­ganet menuliskan respons kocak. Ada yang beru­jar, “Bisa-bisa nan­ti orang malah nggak takut naik mobil jenazah,” atau komen­tar lain, “Kayak mau par­ty, bukan ngan­tar orang mening­gal.” Namun ada juga komen­tar yang berna­da serius, mengin­gatkan agar hal-hal yang berkai­tan den­gan jenazah tetap dija­ga den­gan sikap hor­mat.

Kendati demikian, ter­lepas dari pro dan kon­tra, ung­ga­han itu berhasil menarik per­ha­t­ian ribuan peng­gu­na media sosial dalam wak­tu singkat. Video yang mem­per­li­hatkan cahaya gemer­lap di dalam mobil jenazah itu men­ja­di viral dan terse­bar di berba­gai plat­form.

Dalam masyarakat Indone­sia, mobil jenazah tidak hanya berfungsi seba­gai alat trans­portasi. Kendaraan ini juga memi­li­ki mak­na sim­bo­lik yang erat kai­tan­nya den­gan duka cita, peng­hor­matan, dan rasa kehi­lan­gan. Kare­na itu, mobil jenazah biasanya dija­ga kesan for­mal dan khid­mat­nya.

Kesan ser­am pada mobil jenazah sejatinya muncul kare­na asosi­asinya den­gan kema­t­ian, bukan kare­na ben­tuk kendaraan itu sendiri. Banyak orang yang eng­gan mendekati mobil jenazah kare­na merasa takut, atau bahkan hanya sekadar menat­ap lama saja sudah menim­bulkan rasa merind­ing.

  Klarifikasi Kacabdin Soal Chat Tipikor

Ino­vasi sopir yang memasang lam­pu disko pada mobil jenazah­nya bisa dipan­dang dari dua sisi. Dari sisi posi­tif, mod­i­fikasi ini diang­gap mam­pu mere­duk­si rasa takut dan stig­ma negatif masyarakat ter­hadap mobil jenazah. Namun dari sisi lain, langkah itu bisa menim­bulkan perde­batan kare­na berpoten­si diang­gap menyalahi nor­ma kesakralan pros­esi pemaka­man.

Bila meni­lik lebih jauh, mod­i­fikasi kendaraan di Indone­sia memang cukup pop­uler. Mulai dari truk hias hing­ga angku­tan kota yang dilengkapi speak­er musik, semuanya meru­pakan ben­tuk ekspre­si kre­atif dari para penge­mu­di. Dalam kon­teks mobil jenazah berlam­pu disko, hal ini bisa dil­i­hat seba­gai bagian dari tren seru­pa, di mana sopir men­co­ba meng­hadirkan sesu­atu yang berbe­da dari kebi­asaan.

Walau demikian, ten­tu ter­da­p­at batas eti­ka yang harus dija­ga. Mobil jenazah bukan­lah kendaraan biasa, melainkan sarana yang digu­nakan dalam momen duka. Kreativ­i­tas memang patut diapre­si­asi, tetapi tetap harus mem­per­hatikan nilai-nilai kesopanan, adat, ser­ta nor­ma masyarakat.

Video mobil jenazah berlam­pu disko ini hanyalah salah satu con­toh bagaimana media sosial dap­at den­gan cepat men­gangkat fenom­e­na unik men­ja­di viral. Dalam hitun­gan jam, ung­ga­han di Threads itu diton­ton ratu­san kali, dibagikan ulang ke plat­form lain, dan men­ja­di bahan perbin­can­gan di jagat maya.

Fenom­e­na viral semacam ini mencer­minkan beta­pa masyarakat kita mudah ter­tarik pada hal-hal yang tidak biasa, apala­gi jika menyangkut sesu­atu yang dekat den­gan kehidu­pan sehari-hari, namun tampil den­gan wajah berbe­da. Mobil jenazah yang biasanya diam di sudut rumah sak­it den­gan nuansa sendu, kini jus­tru muncul den­gan cahaya war­na-warni seper­ti are­na hibu­ran malam.

Seo­rang sosi­olog yang dihubun­gi media meni­lai fenom­e­na ini seba­gai ben­tuk “pem­ba­likan mak­na”. Menu­rut­nya, sesu­atu yang biasanya iden­tik den­gan kesedi­han diubah men­ja­di sesu­atu yang men­gun­dang tawa atau rasa kagum. Hal ini bisa diang­gap seba­gai strate­gi masyarakat untuk meng­hadapi rasa takut dan kema­t­ian den­gan cara yang lebih ringan.

  Berbagi Berkah Ramadhan, Ketum WLC Turun Langsung Pimpin Baksos di Tiga Titik Bandar Lampung

Namun ia juga mengin­gatkan, “Per­lu diin­gat bah­wa kema­t­ian adalah sesu­atu yang sakral. Kita bisa saja men­co­ba men­ertawakan rasa takut, tapi jan­gan sam­pai mele­cehkan pros­esi atau men­gu­ran­gi rasa hor­mat kepa­da yang telah mening­gal.”

Fenom­e­na mobil jenazah berlam­pu disko ini men­ja­di pengin­gat bah­wa kreativ­i­tas di ruang pub­lik memi­li­ki batasan etis. Ter­lebih lagi jika berhubun­gan den­gan hal-hal yang sakral dan menyen­tuh perasaan banyak orang. Meskipun mod­i­fikasi itu mungkin dimak­sud­kan untuk sekadar men­gusir kesan ser­am, namun tetap harus diper­tim­bangkan dampaknya ter­hadap kelu­ar­ga yang sedang berdu­ka.

Pemasan­gan lam­pu war­na-warni di dalam mobil jenazah barangkali menim­bulkan kesan lucu dan unik bagi orang-orang yang meli­hat­nya lewat media sosial. Akan tetapi, bayangkan jika lam­pu-lam­pu itu digu­nakan saat benar-benar men­gan­tar jenazah ke tem­pat peri­s­ti­ra­hatan ter­akhir. Situ­asi itu ten­tu bisa menim­bulkan salah paham, bahkan diang­gap tidak sopan oleh seba­gian pihak.

Mobil jenazah yang dimod­i­fikasi den­gan lam­pu disko kini men­ja­di fenom­e­na viral di media sosial. Video yang diung­gah akun penduduk.jakarta mem­per­li­hatkan cahaya gemer­lap yang menghi­asi kabin kendaraan, seakan men­gubah kesan ser­am men­ja­di ton­to­nan menghibur.

Fenom­e­na ini menun­jukkan bagaimana kreativ­i­tas masyarakat bisa melahirkan sesu­atu yang unik, namun juga meng­hadirkan perde­batan eti­ka. Di satu sisi, mobil jenazah berlam­pu disko bisa mem­bu­at orang tidak lagi merasa takut. Di sisi lain, ia bisa memicu kon­tro­ver­si kare­na diang­gap menyalahi nor­ma kesakralan yang seharus­nya dija­ga.

Pada akhirnya, mobil jenazah berlam­pu disko men­ja­di gam­baran nya­ta bagaimana dunia dig­i­tal mem­per­cepat penye­baran fenom­e­na unik, sekali­gus mem­bu­ka ruang diskusi ten­tang batas antara kreativ­i­tas, eti­ka, dan kesakralan.

Edi­tor (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *