Berita Daerah

Satpol PP Tertibkan PKL di Pasar Ciruas, Warga Diminta Jaga Kenyamanan Trotoar

168
×

Satpol PP Tertibkan PKL di Pasar Ciruas, Warga Diminta Jaga Kenyamanan Trotoar

Sebarkan artikel ini

Serang, SniperNew.id  – Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kabu­pat­en Serang melakukan pen­ert­iban ter­hadap Peda­gang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas tro­toar hing­ga bahu jalan di sek­i­tar Pasar Ciruas. Pen­ert­iban ini dilakukan demi men­ja­ga ketert­iban umum dan memas­tikan kenya­manan ser­ta kese­la­matan para peng­gu­na jalan maupun pejalan kaki, Kamis (04/09/2025).

Melalui ung­ga­han res­mi di akun media sosial Threads den­gan nama peng­gu­na @satpolpp.serangkab, Sat­pol PP Kabu­pat­en Serang mene­gaskan bah­wa pihaknya tidak melarang masyarakat berda­gang, namun mengim­bau agar para peda­gang mematuhi atu­ran den­gan tidak meng­gu­nakan fasil­i­tas umum seper­ti tro­toar seba­gai lapak jualan.

Ung­ga­han terse­but berbun­yi. “Pen­ert­iban Peda­gang Kaki Lima (PKL) di sek­i­tar Pasar Ciruas ter­hadap peda­gang yang menaruh lapak dagan­gan­nya di atas tro­toar bahkan ke bahu jalan… Agar masyarakat merasa nya­man maka dihim­bau kepa­da selu­ruh peda­gang untuk men­taati per­at­u­ran, bah­wa fasil­i­tas umum seper­ti tro­toar dap­at diman­faatkan bagi pejalan kaki dan tidak meng­gang­gu peng­gu­na jalan lain­nya… Indah­nya ketert­iban…”

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai cup­likan video yang mem­per­li­hatkan sejum­lah petu­gas Sat­pol PP ten­gah men­ert­ibkan para peda­gang di lokasi. Dalam video, tam­pak beber­a­pa peda­gang yang meng­gu­nakan payung war­na-warni ser­ta men­ja­jakan barang dagan­gan mere­ka di sek­i­tar area pasar. Petu­gas kemu­di­an mem­berikan ara­han ser­ta melakukan pen­ert­iban agar aktiv­i­tas berda­gang tidak lagi meng­gang­gu akses pub­lik.

  Tinjau Huntara, Bobby Nasution Pastikan Relokasi Segera Tuntas

Pen­ert­iban dilakukan oleh Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kabu­pat­en Serang. Sat­pol PP seba­gai aparat pene­gak Per­at­u­ran Daer­ah (Per­da) memi­li­ki kewa­jiban men­ja­ga ketert­iban umum dan keten­tra­man masyarakat.

Dalam hal ini, Sat­pol PP Kabu­pat­en Serang turun lang­sung ke lapan­gan untuk men­ert­ibkan PKL yang berjualan di area yang tidak semestinya, yaitu tro­toar dan bahu jalan.

Yang men­ja­di fokus pen­ert­iban adalah Peda­gang Kaki Lima (PKL) di sek­i­tar Pasar Ciruas. Banyak peda­gang yang menaruh lapak dagan­gan­nya di atas tro­toar hing­ga ke bahu jalan. Kon­disi terse­but menim­bulkan gang­guan bagi peng­gu­na jalan, baik kendaraan bermo­tor maupun pejalan kaki, kare­na area pub­lik yang seharus­nya digu­nakan untuk akses umum jus­tru dipenuhi lapak dagan­gan.

Lokasi pen­ert­iban dilakukan di sek­i­tar Pasar Ciruas, Kabu­pat­en Serang, Provin­si Ban­ten. Pasar Ciruas dike­nal seba­gai salah satu pusat aktiv­i­tas ekono­mi masyarakat setem­pat. Seti­ap hari, ratu­san peda­gang dan pem­be­li berak­tiv­i­tas di area pasar terse­but.

Namun, tingginya aktiv­i­tas dagang ser­ing kali mem­bu­at para peda­gang melu­ber hing­ga ke area tro­toar dan bahu jalan. Aki­bat­nya, lalu lin­tas men­ja­di macet dan pejalan kaki kehi­lan­gan hak ruang untuk ber­jalan den­gan aman.

Dalam ung­ga­han media sosial Sat­pol PP Kabu­pat­en Serang dise­butkan bah­wa kegiatan pen­ert­iban ini dilakukan pada hari Kamis (tang­gal tidak dican­tumkan) dan dipub­likasikan melalui akun Threads res­mi sek­i­tar dua jam sebelum tangka­pan layar dibu­at.

Pen­ert­iban PKL sendiri memang rutin dilakukan oleh Sat­pol PP di sejum­lah titik, teruta­ma di kawasan pasar tra­di­sion­al, untuk mene­gakkan atu­ran dan men­ja­ga ketert­iban umum.

Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa Sat­pol PP Kabu­pat­en Serang melakukan pen­ert­iban, di antaranya:

  Pringsewu Torehkan Inovasi Nasional Lewat IGA 2025

1. Men­ja­ga kenya­manan masyarakat
Tro­toar adalah fasil­i­tas umum yang seharus­nya digu­nakan oleh pejalan kaki. Jika tro­toar digu­nakan untuk berda­gang, maka pejalan kaki ter­pak­sa ber­jalan di badan jalan yang bisa mem­ba­hayakan kese­la­matan mere­ka.

2. Men­gu­ran­gi kemac­etan lalu lin­tas
Peda­gang yang berjualan hing­ga ke bahu jalan menye­babkan penyem­pi­tan jalur lalu lin­tas. Kon­disi ini mem­per­parah kemac­etan, apala­gi pada jam sibuk pasar.

3. Mene­gakkan atu­ran
Pemer­in­tah Kabu­pat­en Serang telah memi­li­ki per­at­u­ran daer­ah terkait ketert­iban umum. Sat­pol PP seba­gai pelak­sana memi­li­ki tugas memas­tikan atu­ran ini dipatuhi, ter­ma­suk men­ert­ibkan PKL yang berjualan di area ter­larang.

4. Men­ja­ga kein­da­han dan ker­api­an kota
Lapak yang sem­rawut di tro­toar dan jalan meng­gang­gu esteti­ka ser­ta menim­bulkan kesan kumuh. Den­gan adanya pen­ert­iban, dihara­p­kan suasana pasar lebih ter­ta­ta dan rapi.

Berdasarkan cup­likan video yang diung­gah, pen­ert­iban dilakukan den­gan cara per­suasif. Petu­gas Sat­pol PP ter­li­hat men­datan­gi area peda­gang dan mem­berikan ara­han agar mere­ka tidak lagi berjualan di tro­toar maupun bahu jalan.

Tidak tam­pak adanya tin­dakan repre­sif atau kek­erasan dalam pros­es pen­ert­iban. Petu­gas lebih menekankan pada pen­dekatan huma­n­is, yakni den­gan mengim­bau para peda­gang untuk segera memindahkan lapaknya ke lokasi yang telah diten­tukan.

Sat­pol PP juga men­ga­jak masyarakat untuk ikut men­ja­ga ketert­iban den­gan tidak meman­faatkan tro­toar seba­gai tem­pat berda­gang. Hal ini sejalan den­gan pesan yang dit­uliskan dalam ung­ga­han media sosial mere­ka: “Indah­nya ketert­iban…”

Pen­ert­iban PKL di Pasar Ciruas ten­tu menim­bulkan pro dan kon­tra di kalan­gan masyarakat.

Pejalan kaki kem­bali bisa meng­gu­nakan tro­toar den­gan aman. Lalu lin­tas di sek­i­tar pasar men­ja­di lebih lan­car. Pasar ter­li­hat lebih rapi dan tidak sem­rawut. Menum­buhkan kesadaran peda­gang akan pent­ingnya tert­ib atu­ran.

  Melalui Empat Pilar MPR RI Putih Sari Teguhkan Komitmen Masyarakat Menjaga NKRI

Seba­gian peda­gang merasa kehi­lan­gan tem­pat strate­gis untuk berda­gang.

Pen­jualan peda­gang bisa menu­run kare­na harus pin­dah ke lokasi baru yang mungkin kurang ramai.

Namun, Sat­pol PP menekankan bah­wa pen­ert­iban bukan untuk mematikan usa­ha kecil masyarakat, melainkan untuk men­ja­ga kese­im­ban­gan antara aktiv­i­tas ekono­mi den­gan ketert­iban umum.

Beber­a­pa war­ga meni­lai langkah Sat­pol PP ini tepat kare­na dap­at men­gu­ran­gi kesem­rawu­tan di sek­i­tar Pasar Ciruas. Mere­ka berharap pen­ert­iban dilakukan secara kon­sis­ten agar kon­disi pasar tidak kem­bali sem­rawut.

Semen­tara itu, seba­gian peda­gang mem­inta pemer­in­tah menye­di­akan solusi beru­pa lokasi alter­natif yang lebih layak dan strate­gis agar mere­ka tetap bisa berda­gang tan­pa harus melang­gar atu­ran.

Pen­ert­iban Peda­gang Kaki Lima (PKL) oleh Sat­pol PP Kabu­pat­en Serang di sek­i­tar Pasar Ciruas meru­pakan langkah nya­ta pemer­in­tah daer­ah dalam men­ja­ga ketert­iban umum dan kenya­manan masyarakat.

Den­gan pen­dekatan per­suasif, Sat­pol PP mengim­bau para peda­gang untuk menaati per­at­u­ran dan tidak lagi meng­gu­nakan tro­toar maupun bahu jalan seba­gai tem­pat berjualan. Tujuan uta­ma dari kebi­jakan ini adalah agar fasil­i­tas umum dap­at diman­faatkan sesuai fungsinya, yakni tro­toar untuk pejalan kaki dan jalan untuk kendaraan.

Sat­pol PP berharap masyarakat, baik peda­gang maupun peng­gu­na jalan, dap­at mema­ha­mi pent­ingnya ketert­iban demi men­cip­takan suasana pasar yang aman, nya­man, dan indah.

“Indah­nya ketert­iban…” men­ja­di pesan penut­up yang ditekankan Sat­pol PP Kabu­pat­en Serang dalam ung­ga­han­nya, seba­gai ajakan bersama untuk men­ja­ga ketert­iban di ruang pub­lik.

—Edi­tor: (Ahmad)—

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *