Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Pembangunan Bronjong Desa Teluk Jaya Diduga Asal-Asalan, Warga Khawatir Ancam Keselamatan

1345
×

Pembangunan Bronjong Desa Teluk Jaya Diduga Asal-Asalan, Warga Khawatir Ancam Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Muara Enim, Snipernew.id – Pem­ban­gu­nan bron­jong di Desa Teluk Jaya, Keca­matan Kelekar, Kabu­pat­en Muara Enim, men­u­ai sorotan tajam dari masyarakat. Alih-alih meng­hadirkan rasa aman, proyek yang dik­er­jakan oleh CV Air Bom itu jus­tru memu­nculkan kekhawati­ran serius akan kese­la­matan peng­gu­na jalan dan masyarakat sek­i­tar, Sab­tu (13/09/2025).

Bron­jong, yang seharus­nya men­ja­di dind­ing pena­han tanah untuk mence­gah long­sor ser­ta pen­gen­dali erosi, kini men­ja­di perbin­can­gan hangat. Pasal­nya, masyarakat men­duga proyek terse­but dik­er­jakan secara asal-asalan, mulai dari pemil­i­han mate­r­i­al batu, kawat bron­jong, hing­ga vol­ume peker­jaan yang diang­gap tidak sesuai spe­si­fikasi.

Bron­jong meru­pakan kon­struk­si pent­ing dalam infra­struk­tur, teruta­ma di daer­ah rawan long­sor dan tepi sun­gai. Struk­tur ini ter­bu­at dari anya­man kawat baja berben­tuk kotak yang diisi den­gan batu beruku­ran ter­ten­tu. Fungsinya adalah mena­han tanah agar tidak long­sor, mem­perku­at tebing, melin­dun­gi tang­gul dari erosi, dan bahkan mem­perindah lan­skap.

Dalam peker­jaan kon­struk­si, pemil­i­han mate­r­i­al dan pemasan­gan harus dilakukan sesuai stan­dar tek­nis. Batu yang dipakai harus beruku­ran ser­agam, tidak mudah pec­ah, dan dipa­datkan den­gan baik agar bron­jong kokoh. Semen­tara kawat bron­jong harus berba­han gal­va­nis agar tahan karat dan mam­pu berta­han dalam jang­ka pan­jang.

  Proyek Jalan Dipertanyakan, DPRD Pringsewu Sidak Jalan Rusak di Way Ngison

Namun, yang ter­ja­di di Desa Teluk Jaya jus­tru seba­liknya. Hasil peman­tauan awak media di lokasi menun­jukkan adanya dugaan keti­dak­sesua­ian dalam beber­a­pa aspek tek­nis, sehing­ga memicu kere­sa­han masyarakat.

AD, salah satu war­ga Desa Teluk Jaya, men­gungkap­kan keke­ce­waan­nya saat dite­mui awak media Pewarta Gelum­bang Raya (PGR) di lokasi pada Sab­tu (13/9/2025).

“Bisa dil­i­hat dari mate­r­i­al batu yang digu­nakan. Saya goyang sedik­it saja sudah bergeser. Ini jelas berba­haya, kare­na kalau roboh bisa mem­ba­hayakan pen­gen­dara yang melin­tas di atas jem­bat­an,” tegas AD.

Ia juga meni­lai vol­ume peker­jaan patut diper­tanyakan. Menu­rut­nya, dugaan keku­ran­gan vol­ume bisa men­gu­ran­gi keku­atan kon­struk­si secara keselu­ruhan.

“Per­lu diper­tanyakan juga vol­u­menya. Dugaan kami itu kurang dari yang seharus­nya. Kalau memang benar, berar­ti ada poten­si peker­jaan ini tidak sesuai spe­si­fikasi,” lan­jut­nya.

Selain batu, AD juga meny­oroti kual­i­tas kawat yang digu­nakan. Dalam stan­dar umum kon­struk­si, kawat bron­jong harus meng­gu­nakan jenis gal­va­nis agar tahan ter­hadap korosi dan dap­at berta­han lama. Namun, war­ga men­e­mukan indikasi kawat yang digu­nakan jus­tru mudah berkarat.

“Biasanya kawat untuk bron­jong itu gal­va­nis, tetapi ini kok sudah karatan pada­hal peker­jaan baru ber­jalan. Ini jelas menim­bulkan tan­da tanya soal kual­i­tas mate­r­i­al yang dipakai,” ungkap AD den­gan nada her­an.

Bagi masyarakat, isu ini bukan hanya soal kual­i­tas proyek, tetapi juga menyangkut kese­la­matan jiwa. Jalan yang dilin­dun­gi bron­jong terse­but meru­pakan akses pent­ing bagi masyarakat sek­i­tar. Jika kon­struk­si ambruk, bukan hanya meng­gang­gu trans­portasi, tetapi juga berpoten­si menim­bulkan kor­ban jiwa.

  Jalan Rusak Tak Kunjung Tuntas, Warga Sukoharjo–Pringsewu Minta Pemerintah Turun Lapangan, Bukan Sekadar Terima Laporan

“Kare­na ini sudah menyangkut kea­manan, sebaiknya pihak berwe­nang segera turun tan­gan sebelum ada keja­di­an yang tidak diinginkan,” pungkas AD.

Berdasarkan hasil peman­tauan awak media Pewarta Gelum­bang Raya (PGR), bron­jong memang ter­li­hat meng­gu­nakan batu beruku­ran kecil yang tidak ser­agam. Saat dis­en­tuh, beber­a­pa bagian terasa goyang dan tidak rap­at.

Selain itu, pada beber­a­pa titik ter­li­hat kawat yang sudah berkarat meskipun proyek masih relatif baru. Kon­disi ini memicu dugaan bah­wa mate­r­i­al yang digu­nakan tidak memenuhi stan­dar kual­i­tas yang diten­tukan dalam kon­trak ker­ja.

Masyarakat mem­inta agar Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabu­pat­en Muara Enim maupun Aparat Pene­gak Hukum (APH) turun lang­sung menin­jau lokasi. Inves­ti­gasi mende­tail diper­lukan untuk memas­tikan apakah proyek ini sesuai den­gan doku­men peren­canaan dan kon­trak ker­ja.

Keter­li­batan lem­ba­ga pen­gawas diang­gap pent­ing agar tidak ada penyalah­gu­naan anggaran dan masyarakat men­da­p­atkan jam­i­nan kese­la­matan. Proyek bron­jong yang seharus­nya men­ja­di solusi jus­tru bisa men­ja­di sum­ber masalah jika dik­er­jakan tan­pa pen­gawasan yang ketat.

CV Air Bom seba­gai pelak­sana proyek dihara­p­kan segera mem­berikan klar­i­fikasi. Masyarakat berhak menge­tahui apakah mate­r­i­al dan metode yang digu­nakan telah sesuai spe­si­fikasi. Transparan­si dalam proyek pemer­in­tah men­ja­di salah satu ben­tuk per­tang­gung­jawa­ban kepa­da pub­lik.

Selain itu, pihak kon­sul­tan pen­gawas juga per­lu dis­orot. Pen­gawasan ketat dari kon­sul­tan meru­pakan kewa­jiban agar hasil peker­jaan sesuai stan­dar mutu dan dap­at berfungsi opti­mal sesuai umur ren­cana.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

Pence­ga­han kerusakan sedi­ni mungkin jauh lebih baik dari­pa­da menung­gu hing­ga ter­ja­di kerun­tuhan yang berpoten­si memakan kor­ban. Kerusakan bron­jong tidak hanya berdampak pada keru­gian mate­r­i­al, tetapi juga dap­at men­gak­i­batkan kece­lakaan lalu lin­tas, teruta­ma bagi pen­gen­dara roda dua yang melin­tas di area terse­but.

Den­gan kon­disi geografis Desa Teluk Jaya yang rawan erosi, keber­adaan bron­jong meru­pakan infra­struk­tur vital. Apa­bi­la kual­i­tas­nya diragukan, maka fungsinya seba­gai pelin­dung tebing men­ja­di tidak efek­tif.

Masyarakat berharap Pemer­in­tah Kabu­pat­en Muara Enim segera menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran war­ga. Pen­in­jauan lapan­gan, eval­u­asi tek­nis, dan pengam­bi­lan sam­pel mate­r­i­al per­lu dilakukan. Jika dite­mukan peny­im­pan­gan, langkah tegas harus diam­bil agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang pada proyek lain di masa men­datang.

Kasus dugaan pem­ban­gu­nan bron­jong asal-asalan di Desa Teluk Jaya ini men­ja­di alarm pent­ing bagi pemer­in­tah dan kon­trak­tor. Infra­struk­tur bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut kese­la­matan dan kese­jahter­aan masyarakat.

Pen­gawasan ketat, peng­gu­naan mate­r­i­al sesuai spe­si­fikasi, dan transparan­si anggaran adalah kun­ci agar proyek pemer­in­tah benar-benar berman­faat. Masyarakat pun berhak men­da­p­atkan jam­i­nan bah­wa uang raky­at digu­nakan den­gan benar dan hasil­nya tidak mem­ba­hayakan kese­la­matan pub­lik.

Sorotan tajam ter­hadap proyek ini men­ja­di pela­jaran pent­ing agar semua pihak terkait lebih berhati-hati, menguta­makan kual­i­tas, dan bertang­gung jawab atas hasil peker­jaan. Sebab, jika proyek gagal, yang pal­ing dirugikan adalah masyarakat seba­gai peng­gu­na fasil­i­tas.

Lapo­ran: (teguh) / Edi­tor: (Tim Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *