Berita DaerahBerita InvestigasiDaerah

Jalan Rusak Tak Kunjung Tuntas, Warga Sukoharjo–Pringsewu Minta Pemerintah Turun Lapangan, Bukan Sekadar Terima Laporan

376
×

Jalan Rusak Tak Kunjung Tuntas, Warga Sukoharjo–Pringsewu Minta Pemerintah Turun Lapangan, Bukan Sekadar Terima Laporan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar: Kondisi Jembatan Way Sekampung II jalur Sukoharjo–Pringsewu yang dikeluhkan warga akibat kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

PRINGSEWU, SNIPERNEW.id – Keluhan war­ga terkait kerusakan jalan dan jem­bat­an kem­bali men­cu­at di Kabu­pat­en Pringsewu. Kali ini, sorotan ter­tu­ju pada Jem­bat­an Way Sekam­pung II, jalur vital yang menghubungkan Suko­har­jo menu­ju Pringsewu, Lam­pung, Ming­gu (11/1/2026).

Keluhan terse­but diung­gah akun Face­book Pringsewu Sto­ry yang menampilkan foto kon­disi jalan di atas jem­bat­an dis­er­tai pesan per­mo­ho­nan kepa­da pemer­in­tah.

  Pasar Pringsewu Sepi, Warga Pertanyakan Arah Pembangunan: “Dulu Kecamatan Ramai, Sekarang Kabupaten Malah Sepi”

Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menuliskan: “Mohon diu­payakan untuk per­baikan jalan di lokasi ini ya Pak, semalam ada mobil muatan saw­it harus lawan arah / lewat jem­bat­an sebe­lah kare­na takut mobil­nya oleng.”

Ung­ga­han terse­but juga menye­butkan lokasi secara jelas: “Jem­bat­an Way Sekam­pung II arah dari Suko­har­jo menu­ju Pringsewu, Lam­pung.” Ser­ta dis­er­tai tagar #fyp #viral #foto #jalan.

Dari foto yang beredar, kon­disi per­mukaan jalan tam­pak tidak rata dan men­gala­mi kerusakan, sehing­ga dini­lai berisiko bagi kese­la­matan peng­gu­na jalan, khusus­nya kendaraan bermu­atan berat. Bahkan, menu­rut keteran­gan ung­ga­han terse­but, sebuah mobil pen­gangkut saw­it ter­pak­sa melin­tas lawan arah demi menghin­dari risiko ter­gul­ing.

  Diduga Anggaran DAU Pembagunan Penampungan Air Bersih di SMKN 3 Ketapang 2024 Mangkrak

Pan­tauan SNIPERNEW.id
Tak hanya di jem­bat­an, pan­tauan SNIPERNEW.id di ruas jalan tepat di depan Kan­tor Pekon Suko­har­jo 1 menun­jukkan kon­disi yang tak kalah mem­pri­hatinkan. Jalan ter­li­hat berlubang di sejum­lah titik dan berpoten­si mem­ba­hayakan pen­gen­dara.

Sejum­lah war­ga setem­pat menye­butkan bah­wa ruas jalan terse­but baru diper­bai­ki pada tahun 2024, namun kerusakan kem­bali muncul dalam wak­tu relatif singkat.

“Baru diper­bai­ki tahun kemarin, tapi belum lama sudah rusak lagi. Belum umur jagung,” ujar seo­rang war­ga kepa­da SNIPERNEW.id.
Desakan War­ga.

War­ga berharap pemer­in­tah daer­ah tidak hanya men­gan­dalkan lapo­ran admin­is­tratif, melainkan turun lang­sung ke lapan­gan untuk memas­tikan kual­i­tas pem­ban­gu­nan infra­struk­tur yang dib­i­ayai dari uang raky­at.

  Polda Sumut Jalin Silaturahmi Sebagai Penyejuk Bersama Ratusan Jurnalis di Mako Aula Tribrata

Jalan dan jem­bat­an ini meru­pakan akses pent­ing bagi aktiv­i­tas ekono­mi war­ga, ter­ma­suk dis­tribusi hasil per­tan­ian dan perke­bunan, sehing­ga kon­disinya san­gat menen­tukan kese­la­matan dan kelan­car­an aktiv­i­tas masyarakat.
Catatan Redak­si.

SNIPERNEW.id meni­lai per­lu adanya eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap kual­i­tas peker­jaan per­baikan jalan yang dilakukan sebelum­nya. Per­baikan tam­bal sulam tan­pa peren­canaan matang hanya akan men­gu­lang sik­lus kerusakan dan mem­be­bani anggaran daer­ah.

Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera mengam­bil langkah nya­ta den­gan melakukan penge­cekan tek­nis, per­baikan ulang yang berkual­i­tas, ser­ta pen­gawasan ketat agar kerusakan seru­pa tidak terus teru­lang.

Penulis: (iskan­dar).