PRINGSEWU, SNIPERNEW.id – Keluhan warga terkait kerusakan jalan dan jembatan kembali mencuat di Kabupaten Pringsewu. Kali ini, sorotan tertuju pada Jembatan Way Sekampung II, jalur vital yang menghubungkan Sukoharjo menuju Pringsewu, Lampung, Minggu (11/1/2026).
Keluhan tersebut diunggah akun Facebook Pringsewu Story yang menampilkan foto kondisi jalan di atas jembatan disertai pesan permohonan kepada pemerintah.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan: “Mohon diupayakan untuk perbaikan jalan di lokasi ini ya Pak, semalam ada mobil muatan sawit harus lawan arah / lewat jembatan sebelah karena takut mobilnya oleng.”
Unggahan tersebut juga menyebutkan lokasi secara jelas: “Jembatan Way Sekampung II arah dari Sukoharjo menuju Pringsewu, Lampung.” Serta disertai tagar #fyp #viral #foto #jalan.
Dari foto yang beredar, kondisi permukaan jalan tampak tidak rata dan mengalami kerusakan, sehingga dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan bermuatan berat. Bahkan, menurut keterangan unggahan tersebut, sebuah mobil pengangkut sawit terpaksa melintas lawan arah demi menghindari risiko terguling.
Pantauan SNIPERNEW.id
Tak hanya di jembatan, pantauan SNIPERNEW.id di ruas jalan tepat di depan Kantor Pekon Sukoharjo 1 menunjukkan kondisi yang tak kalah memprihatinkan. Jalan terlihat berlubang di sejumlah titik dan berpotensi membahayakan pengendara.
Sejumlah warga setempat menyebutkan bahwa ruas jalan tersebut baru diperbaiki pada tahun 2024, namun kerusakan kembali muncul dalam waktu relatif singkat.
“Baru diperbaiki tahun kemarin, tapi belum lama sudah rusak lagi. Belum umur jagung,” ujar seorang warga kepada SNIPERNEW.id.
Desakan Warga.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan laporan administratif, melainkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari uang rakyat.
Jalan dan jembatan ini merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sehingga kondisinya sangat menentukan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Catatan Redaksi.
SNIPERNEW.id menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan sebelumnya. Perbaikan tambal sulam tanpa perencanaan matang hanya akan mengulang siklus kerusakan dan membebani anggaran daerah.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah nyata dengan melakukan pengecekan teknis, perbaikan ulang yang berkualitas, serta pengawasan ketat agar kerusakan serupa tidak terus terulang.
Penulis: (iskandar).






