Berita Peristiwa

Longsor Hantam Kawasan Industri Piyungan, Batu Raksasa 8 Meter Timpa Jalan

179
×

Longsor Hantam Kawasan Industri Piyungan, Batu Raksasa 8 Meter Timpa Jalan

Sebarkan artikel ini

Ban­tul, SniperNew.id – Hujan deras yang meng­guyur wilayah Ban­tul pada Selasa malam men­gak­i­batkan ben­cana long­sor di kawasan Indus­tri Piyun­gan, Kabu­pat­en Ban­tul, Daer­ah Istime­wa Yogyakar­ta. Dampak long­sor yang ter­ja­di pada Rabu (20/8/2025) itu menim­bulkan peri­s­ti­wa cukup menge­jutkan, yakni run­tuh­nya batu rak­sasa berdiam­e­ter sek­i­tar dela­pan meter yang meng­han­tam pagar pem­bat­as jalan kawasan indus­tri setem­pat.

Peri­s­ti­wa terse­but dila­porkan lang­sung oleh akun res­mi Pemer­in­tah Kabu­pat­en Ban­tul melalui media sosial, den­gan mengutip sum­ber dari Tim Reak­si Cepat Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Ban­tul. Dalam keteran­gan resminya, long­sor ini dipicu oleh inten­si­tas hujan yang ting­gi pada hari sebelum­nya. Air hujan yang terus meng­guyur menye­babkan struk­tur bebat­u­an di atas tebing men­gala­mi kere­takan dan tidak mam­pu lagi mena­han beban, hing­ga akhirnya long­sor ter­ja­di.

“Hal­lo sedu­lur Ban­tul, telah ter­ja­di long­sor yang berdampak batu berdiam­e­ter 8 m meng­han­tam pagar pem­bat­as jalan kawasan Indus­tri Piyun­gan pada Rabu 20 Agus­tus 2025. Dise­babkan hujan ter­ja­di pada hari Selasa ser­ta struk­tur bat­u­an di atas sudah men­gala­mi kere­takan,” tulis keteran­gan res­mi Pemkab Ban­tul melalui akun media sosial, Rabu siang.

Dari pan­tauan di lapan­gan, sebuah batu beruku­ran rak­sasa tam­pak ter­hempas ke badan jalan sete­lah long­sor. Batu terse­but menut­up seba­gian akses jalan di kawasan indus­tri, tepat di dekat pagar pem­bat­as berwar­na hijau den­gan orna­men khas. Mate­r­i­al long­so­ran juga menye­bar ke area jalan, mem­bu­at kon­disi jalan tidak bisa dilalui den­gan aman oleh kendaraan.

  Puluhan Warga Terjebak di Puncak Hutanabolon Akibat Longsor 

Dalam sebuah foto yang diung­gah Pemkab Ban­tul, ter­li­hat batu besar den­gan war­na keabu-abuan dan bercak tanah meng­ha­lan­gi jalan. Di sek­i­tar lokasi, tam­pak beber­a­pa war­ga bersama petu­gas berdiri menga­mati kon­disi long­sor. Kerusakan ter­li­hat pada bagian pagar pem­bat­as jalan yang roboh aki­bat han­ta­man batu berdiam­e­ter dela­pan meter terse­but.

Situ­asi ini cukup menyi­ta per­ha­t­ian masyarakat sek­i­tar. Mes­ki demikian, berdasarkan infor­masi dari BPBD Ban­tul, hing­ga kini belum ada lapo­ran men­ge­nai kor­ban jiwa maupun luka-luka aki­bat peri­s­ti­wa terse­but.

Tim Reak­si Cepat BPBD Ban­tul segera diter­junkan ke lokasi keja­di­an untuk melakukan ases­men cepat dan memas­tikan kon­disi sek­i­tar aman dari poten­si long­sor susu­lan. Dalam video yang juga beredar, sejum­lah petu­gas BPBD tam­pak men­ge­nakan ser­agam oranye ten­gah memerik­sa kon­disi tebing di atas lokasi long­sor. Mere­ka berdiri di atas bebat­u­an yang diduga men­ja­di titik awal perg­er­akan long­sor, bersama seo­rang war­ga yang turut menun­jukkan area rawan.

Petu­gas tam­pak melakukan komu­nikasi inten­sif untuk menen­tukan langkah penan­ganan lan­ju­tan, ter­ma­suk upaya mem­ber­sihkan mate­r­i­al long­so­ran ser­ta meman­tau kon­disi bat­u­an di sek­i­tar lokasi. Hal ini pent­ing mengin­gat struk­tur tanah dan bebat­u­an di wilayah terse­but masih berpoten­si kem­bali long­sor jika hujan deras turun lagi.

  Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Sei Rampah, Sejumlah Titik Terendam dan Arus Lalu Lintas Melambat

Kepala BPBD Ban­tul (hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an belum dise­butkan namanya dalam rilis res­mi) menekankan bah­wa penan­ganan harus segera dilakukan, mengin­gat batu beruku­ran rak­sasa itu meng­ha­lan­gi akses jalan kawasan indus­tri dan bisa mem­ba­hayakan masyarakat. Selain itu, pem­ber­si­han mate­r­i­al long­so­ran juga per­lu dilakukan agar tidak meng­gang­gu aktiv­i­tas lalu lin­tas kendaraan.

Pemkab Ban­tul melalui media sosial mengim­bau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melin­tas di wilayah rawan long­sor, khusus­nya di kawasan Indus­tri Piyun­gan. Peringatan dini ini dihara­p­kan dap­at mem­i­ni­mal­isir risiko kece­lakaan maupun keru­gian materi­il yang lebih besar.

War­ga sek­i­tar yang dite­mui di lokasi juga menyam­paikan kekhawati­ran­nya. “Ini baru per­ta­ma kali batu sebe­sar ini jatuh. Jalan jadi ter­tut­up, kami khawatir kalau ada hujan lagi bisa ada long­sor susu­lan,” ujar salah seo­rang war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya.

Beber­a­pa war­ga lain juga ter­li­hat ikut mem­ban­tu mem­ber­sihkan mate­r­i­al kecil yang berser­akan di jalan, sem­bari menung­gu langkah res­mi dari pihak berwe­nang.

Fenom­e­na long­sor di Ban­tul sebe­narnya bukan peri­s­ti­wa baru. Kon­disi geografis Ban­tul, teruta­ma di wilayah per­buk­i­tan dan kawasan indus­tri Piyun­gan yang berbatasan den­gan tebing, memang rawan men­gala­mi long­sor saat curah hujan ting­gi. Retakan pada struk­tur bat­u­an yang sudah lama ter­ben­tuk akan semakin mele­bar keti­ka air hujan mere­sap ke dalam­nya, hing­ga akhirnya memicu run­tuhan besar.

Para ahli geolo­gi juga ser­ing mengin­gatkan bah­wa kawasan den­gan kon­tur tanah mir­ing dan tebing bat­u­an rapuh san­gat rentan ter­hadap perg­er­akan tanah. Oleh kare­na itu, mit­i­gasi ben­cana men­ja­di langkah pent­ing yang harus dilakukan, seper­ti pemetaan daer­ah rawan long­sor, pemasan­gan ram­bu peringatan, ser­ta pem­ban­gu­nan dind­ing pena­han tebing pada titik rawan.

  Banjir Kilat Kepung Langsa

Hing­ga sore hari sete­lah keja­di­an, BPBD Ban­tul masih melakukan ases­men di lapan­gan. Pros­es evakuasi batu rak­sasa den­gan uku­ran dela­pan meter terse­but diperki­rakan akan memer­lukan alat berat, mengin­gat bobot­nya yang san­gat besar dan tidak mungkin dipin­dahkan secara man­u­al.

Petu­gas juga masih menut­up seba­gian akses jalan untuk memas­tikan kese­la­matan masyarakat. Jalur alter­natif dis­arankan bagi peng­gu­na jalan yang biasa melin­tasi kawasan indus­tri terse­but.

Pemkab Ban­tul ber­jan­ji akan terus mem­berikan infor­masi ter­baru terkait perkem­ban­gan penan­ganan long­sor ini melalui kanal res­mi mere­ka. War­ga dim­inta untuk tetap was­pa­da, teruta­ma saat melin­tas di wilayah per­buk­i­tan yang rawan long­sor.

Peri­s­ti­wa long­sor yang ter­ja­di di kawasan Indus­tri Piyun­gan, Ban­tul, pada Rabu (20/8/2025) men­ja­di pengin­gat pent­ing bah­wa anca­man ben­cana bisa datang sewak­tu-wak­tu, teruta­ma di musim hujan. Mes­ki tidak menim­bulkan kor­ban jiwa, keja­di­an ini menim­bulkan keru­gian mate­r­i­al dan menut­up akses jalan aki­bat run­tuhan batu rak­sasa berdiam­e­ter dela­pan meter.

Ker­ja cepat tim BPBD Ban­tul patut diapre­si­asi dalam melakukan penan­ganan awal. Namun, lebih dari itu, kewas­padaan masyarakat ser­ta upaya mit­i­gasi dari pemer­in­tah daer­ah per­lu terus dit­ingkatkan agar ben­cana seru­pa tidak kem­bali menim­bulkan keru­gian yang lebih besar di kemu­di­an hari.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *