Berita Daerah

Gotong Royong Tangani Darurat Longsor Jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari

129
×

Gotong Royong Tangani Darurat Longsor Jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari

Sebarkan artikel ini

Sumedang, SniperNew.id – Sebuah bencana longsor yang terjadi di ruas Jalan Kadakajaya-Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, memantik aksi gotong royong warga bersama pemerintah untuk melakukan penanganan darurat. Informasi ini terungkap dari unggahan media sosial @donyahmad.munir yang menyebutkan langkah-langkah cepat yang telah dilakukan guna memulihkan akses jalan sekaligus mencegah longsor susulan, Jumat (22/08/25).

Dalam unggahannya, dituliskan. “Penanganan darurat longsor Jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari. Pemasangan pasangan batu dan penutup saluran berupa plat beton sebagai pengaman sehingga jalan bisa dilalui. Membuat saluran pengarah air agar aliran kembali teratur untuk mencegah potensi longsor susulan.”

Lebih lanjut, penyebab longsor dijelaskan dipicu oleh saluran gorong-gorong di pinggir jalan yang tertutup bangunan. Akibatnya, aliran air tidak lancar dan memicu terjadinya pergerakan tanah di sekitar badan jalan.

Masih dalam unggahan tersebut, tertulis. “Penyebab longsor dipicu oleh saluran gorong-gorong di pinggir jalan tertutup bangunan. Pemerintah desa maupun kecamatan untuk menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran air.”

  Lurah Binaraga Curhat, DiKantornya Tanpa Seklur

Tak berhenti di situ, sebuah video yang dibagikan akun bernama Julianti turut memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat. Dalam tayangan video tersebut, tampak warga bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan melakukan gotong royong di lokasi longsor.

Tulisan yang menyertai video itu berbunyi. “Gotong royong penanganan darurat jalan longsor ruas jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari.”

Dengan peralatan sederhana, termasuk bambu dan kayu, warga serta petugas bahu-membahu memperkuat struktur tanah yang longsor. Mereka tampak bekerja sama membangun penahan darurat untuk mengantisipasi longsoran yang lebih besar. Kehadiran petugas BPBD dengan helm dan rompi oranye turut menambah keyakinan warga bahwa upaya darurat ini bisa segera menstabilkan kondisi.

Bencana alam yang kerap melanda kawasan perbukitan memang menuntut sinergi berbagai pihak. Dalam kasus di Jalan Kadakajaya-Cijambu, pemerintah desa, kecamatan, hingga aparat daerah, bergerak cepat mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan tindakan darurat.

Pemasangan pasangan batu dan plat beton yang disebut dalam unggahan menjadi langkah teknis penting. Batu berfungsi sebagai penahan dan penguat badan jalan, sementara plat beton menutup saluran agar aman dilalui kendaraan. Selain itu, dibuat pula saluran pengarah air untuk memastikan aliran kembali lancar, mencegah genangan, sekaligus mengurangi risiko longsor susulan.

  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sidak Tambang di Sukabumi, Sopir dan Penambang Kaget

Upaya menertibkan bangunan yang berdiri di atas saluran air juga menjadi poin penting. Tanpa kesadaran bersama, pembangunan yang menutup jalur air justru memperbesar potensi bencana di kemudian hari. Hal ini disoroti langsung dalam unggahan yang menekankan perlunya pemerintah desa maupun kecamatan bertindak tegas menertibkan bangunan liar.

Meski penanganan darurat telah dilakukan, tantangan tetap ada. Jalan Kadakajaya-Cijambu merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa wilayah di Kecamatan Tanjungsari. Aktivitas warga, baik dalam sektor ekonomi maupun pendidikan, sangat bergantung pada akses jalan ini.

Longsor yang menutup jalur tentu berdampak pada mobilitas warga. Oleh sebab itu, gotong royong yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembukaan akses, melainkan juga memperkuat struktur tanah agar jalan bisa digunakan kembali secara aman.

Dalam konteks jangka panjang, dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang lebih kuat serta sistem drainase yang baik. Pengendalian aliran air hujan dan pemeliharaan gorong-gorong menjadi kunci untuk mengurangi potensi longsor berulang.

Momen gotong royong warga dalam video menjadi cerminan nyata semangat kebersamaan masyarakat Indonesia. Meski menghadapi situasi sulit, mereka tidak tinggal diam. Dengan alat sederhana, mereka bergandengan tangan bersama aparat untuk melawan bencana.

  Masjid di Depok Digembok Gegara Anak-anak Main, Mantan Marbot Ungkap Kekecewaan: "Dulu Minta Remaja Aktif, Sekarang Malah Ditutup"

Keikutsertaan relawan, BPBD, hingga warga dari berbagai usia menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerja kolektif agar dampak bencana bisa diminimalkan.

Penanganan darurat longsor di Jalan Kadakajaya-Cijambu diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap tata kelola lingkungan. Saluran air harus dipelihara dengan baik, bangunan liar di atas gorong-gorong harus ditertibkan, serta masyarakat terus diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih dengan menyiapkan anggaran perbaikan permanen. Jalan dan saluran air yang kokoh akan menjadi investasi jangka panjang demi keselamatan masyarakat.

Kejadian longsor di Jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari menjadi pengingat bahwa bencana sering kali berawal dari hal-hal kecil yang diabaikan, seperti tersumbatnya saluran gorong-gorong. Namun di balik bencana, selalu ada pelajaran berharga. Gotong royong warga dan sinergi pemerintah menjadi kunci penanganan darurat.

Semangat kerja sama inilah yang patut terus dipelihara. Karena pada akhirnya, menghadapi bencana tidak hanya soal teknologi dan infrastruktur, tetapi juga soal solidaritas dan kepedulian sesama.

Editor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *