Berita Daerah

Gotong Royong Tangani Darurat Longsor Jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari

125
×

Gotong Royong Tangani Darurat Longsor Jalan Kadakajaya-Cijambu Tanjungsari

Sebarkan artikel ini

Sumedang, SniperNew.id – Sebuah ben­cana long­sor yang ter­ja­di di ruas Jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu, Keca­matan Tan­jungsari, Kabu­pat­en Sumedang, meman­tik aksi gotong roy­ong war­ga bersama pemer­in­tah untuk melakukan penan­ganan daru­rat. Infor­masi ini terungkap dari ung­ga­han media sosial @donyahmad.munir yang menye­butkan langkah-langkah cepat yang telah dilakukan guna memulihkan akses jalan sekali­gus mence­gah long­sor susu­lan, Jumat (22/08/25).

Dalam ung­ga­han­nya, dit­uliskan. “Penan­ganan daru­rat long­sor Jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu Tan­jungsari. Pemasan­gan pasan­gan batu dan penut­up salu­ran beru­pa plat beton seba­gai penga­man sehing­ga jalan bisa dilalui. Mem­bu­at salu­ran pen­garah air agar ali­ran kem­bali ter­atur untuk mence­gah poten­si long­sor susu­lan.”

Lebih lan­jut, penye­bab long­sor dije­laskan dipicu oleh salu­ran gorong-gorong di ping­gir jalan yang ter­tut­up ban­gu­nan. Aki­bat­nya, ali­ran air tidak lan­car dan memicu ter­jadinya perg­er­akan tanah di sek­i­tar badan jalan.

Masih dalam ung­ga­han terse­but, ter­tulis. “Penye­bab long­sor dipicu oleh salu­ran gorong-gorong di ping­gir jalan ter­tut­up ban­gu­nan. Pemer­in­tah desa maupun keca­matan untuk men­ert­ibkan ban­gu­nan-ban­gu­nan yang berdiri di atas salu­ran air.”

  Lurah Binaraga Curhat, DiKantornya Tanpa Seklur

Tak berhen­ti di situ, sebuah video yang dibagikan akun berna­ma Julianti turut mem­per­li­hatkan seman­gat keber­samaan masyarakat. Dalam tayan­gan video terse­but, tam­pak war­ga bersama per­son­el Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) dan relawan melakukan gotong roy­ong di lokasi long­sor.

Tulisan yang meny­er­tai video itu berbun­yi. “Gotong roy­ong penan­ganan daru­rat jalan long­sor ruas jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu Tan­jungsari.”

Den­gan per­ala­tan seder­hana, ter­ma­suk bam­bu dan kayu, war­ga ser­ta petu­gas bahu-mem­bahu mem­perku­at struk­tur tanah yang long­sor. Mere­ka tam­pak bek­er­ja sama mem­ban­gun pena­han daru­rat untuk men­gan­tisi­pasi long­so­ran yang lebih besar. Kehadi­ran petu­gas BPBD den­gan helm dan rompi oranye turut menam­bah keyak­i­nan war­ga bah­wa upaya daru­rat ini bisa segera men­sta­bilkan kon­disi.

Ben­cana alam yang ker­ap melan­da kawasan per­buk­i­tan memang menun­tut sin­er­gi berba­gai pihak. Dalam kasus di Jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu, pemer­in­tah desa, keca­matan, hing­ga aparat daer­ah, berg­er­ak cepat men­ga­jak masyarakat untuk bersama-sama melakukan tin­dakan daru­rat.

Pemasan­gan pasan­gan batu dan plat beton yang dise­but dalam ung­ga­han men­ja­di langkah tek­nis pent­ing. Batu berfungsi seba­gai pena­han dan pen­guat badan jalan, semen­tara plat beton menut­up salu­ran agar aman dilalui kendaraan. Selain itu, dibu­at pula salu­ran pen­garah air untuk memas­tikan ali­ran kem­bali lan­car, mence­gah genan­gan, sekali­gus men­gu­ran­gi risiko long­sor susu­lan.

  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sidak Tambang di Sukabumi, Sopir dan Penambang Kaget

Upaya men­ert­ibkan ban­gu­nan yang berdiri di atas salu­ran air juga men­ja­di poin pent­ing. Tan­pa kesadaran bersama, pem­ban­gu­nan yang menut­up jalur air jus­tru mem­perbe­sar poten­si ben­cana di kemu­di­an hari. Hal ini dis­oroti lang­sung dalam ung­ga­han yang menekankan per­lun­ya pemer­in­tah desa maupun keca­matan bertin­dak tegas men­ert­ibkan ban­gu­nan liar.

Mes­ki penan­ganan daru­rat telah dilakukan, tan­ta­n­gan tetap ada. Jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu meru­pakan jalur vital yang menghubungkan beber­a­pa wilayah di Keca­matan Tan­jungsari. Aktiv­i­tas war­ga, baik dalam sek­tor ekono­mi maupun pen­didikan, san­gat bergan­tung pada akses jalan ini.

Long­sor yang menut­up jalur ten­tu berdampak pada mobil­i­tas war­ga. Oleh sebab itu, gotong roy­ong yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pem­bukaan akses, melainkan juga mem­perku­at struk­tur tanah agar jalan bisa digu­nakan kem­bali secara aman.

Dalam kon­teks jang­ka pan­jang, dibu­tuhkan pem­ban­gu­nan infra­struk­tur yang lebih kuat ser­ta sis­tem drainase yang baik. Pen­gen­dalian ali­ran air hujan dan pemeli­haraan gorong-gorong men­ja­di kun­ci untuk men­gu­ran­gi poten­si long­sor beru­lang.

Momen gotong roy­ong war­ga dalam video men­ja­di cer­mi­nan nya­ta seman­gat keber­samaan masyarakat Indone­sia. Mes­ki meng­hadapi situ­asi sulit, mere­ka tidak ting­gal diam. Den­gan alat seder­hana, mere­ka bergan­den­gan tan­gan bersama aparat untuk melawan ben­cana.

  Masjid di Depok Digembok Gegara Anak-anak Main, Mantan Marbot Ungkap Kekecewaan: "Dulu Minta Remaja Aktif, Sekarang Malah Ditutup"

Keikut­ser­taan relawan, BPBD, hing­ga war­ga dari berba­gai usia menun­jukkan bah­wa penan­ganan ben­cana tidak bisa dilakukan sendiri­an. Dibu­tuhkan ker­ja kolek­tif agar dampak ben­cana bisa dimin­i­malkan.

Penan­ganan daru­rat long­sor di Jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu dihara­p­kan men­ja­di momen­tum bagi semua pihak untuk lebih peduli ter­hadap tata kelo­la lingkun­gan. Salu­ran air harus dipeli­hara den­gan baik, ban­gu­nan liar di atas gorong-gorong harus ditert­ibkan, ser­ta masyarakat terus diberikan edukasi ten­tang pent­ingnya men­ja­ga kese­im­ban­gan alam.

Selain itu, pemer­in­tah dihara­p­kan dap­at mem­berikan per­ha­t­ian lebih den­gan menyi­ap­kan anggaran per­baikan per­ma­nen. Jalan dan salu­ran air yang kokoh akan men­ja­di inves­tasi jang­ka pan­jang demi kese­la­matan masyarakat.

Keja­di­an long­sor di Jalan Kadaka­jaya-Cijam­bu Tan­jungsari men­ja­di pengin­gat bah­wa ben­cana ser­ing kali beraw­al dari hal-hal kecil yang dia­baikan, seper­ti ter­sum­bat­nya salu­ran gorong-gorong. Namun di balik ben­cana, selalu ada pela­jaran berhar­ga. Gotong roy­ong war­ga dan sin­er­gi pemer­in­tah men­ja­di kun­ci penan­ganan daru­rat.

Seman­gat ker­ja sama ini­lah yang patut terus dipeli­hara. Kare­na pada akhirnya, meng­hadapi ben­cana tidak hanya soal teknolo­gi dan infra­struk­tur, tetapi juga soal sol­i­dar­i­tas dan kepedu­lian sesama.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *