Berita Peristiwa

Kelok 9 Kembali Lancar: Material Longsor Disapu Bersih dalam Hitungan Jam

636
×

Kelok 9 Kembali Lancar: Material Longsor Disapu Bersih dalam Hitungan Jam

Sebarkan artikel ini

Lima Puluh Kota, SniperNew.id  – Jalur uta­ma penghubung Provin­si Sumat­era Barat (Sum­bar) den­gan Riau melalui kawasan ikonik Kelok 9 kem­bali dap­at dilalui kendaraan pada Jumat pagi, 19 Sep­tem­ber 2025. Arus lalu lin­tas sem­pat ter­gang­gu aki­bat long­sor yang menut­up seba­gian badan jalan, namun berkat ger­ak cepat tim penan­ganan, mate­r­i­al long­sor berhasil diber­sihkan dalam hitun­gan jam.

Infor­masi ini awal­nya dike­tahui dari ung­ga­han akun Face­book Inyi­ak Tala­go, yang kemu­di­an dise­barkan ulang oleh beber­a­pa kanal infor­masi pub­lik, ter­ma­suk @sumbar_bersuara dan @info_lintassumbar di media sosial. Dalam ung­ga­han terse­but, ter­li­hat video yang mem­per­li­hatkan aktiv­i­tas pem­ber­si­han mate­r­i­al long­sor di ruas jalan Kelok 9, Kabu­pat­en Lima Puluh Kota.

Sek­i­tar pukul 06.35 WIB, Jumat (19/9), long­sor ter­ja­di di salah satu titik Kelok 9. Mate­r­i­al beru­pa tanah dan bebat­u­an menut­up seba­gian jalur, mem­bu­at kendaraan yang hen­dak melin­tas ter­pak­sa mem­per­lam­bat laju dan menung­gu pros­es pem­ber­si­han.

  Ledakan Gegerkan Masjid SMA 72 Jakarta, Polisi Selidiki Temuan Senjata Rakitan

Untungnya, keja­di­an ini tidak menim­bulkan kor­ban jiwa. Kendaraan hanya ter­ta­han beber­a­pa saat sebelum jalur benar-benar diber­sihkan. Sete­lah tim gabun­gan turun ke lokasi, alat berat lang­sung dik­er­ahkan untuk men­gangkat mate­r­i­al long­sor.

Sek­i­tar dua jam kemu­di­an, kon­disi jalan kem­bali nor­mal. Kendaraan dari arah Sum­bar menu­ju Riau maupun seba­liknya sudah bisa melin­tas den­gan lan­car.

Kelok 9 dike­nal seba­gai jalur vital penghubung Sumbar–Riau. Jalur ini bukan sekadar jalur trans­portasi biasa, melainkan urat nadi perekono­mi­an antarprovin­si. Ribuan kendaraan barang, ter­ma­suk truk logis­tik, seti­ap hari melin­tasi jalan berkelok den­gan peman­dan­gan menawan ini.

Sejak diresmikan den­gan kon­struk­si fly­over mod­ern, Kelok 9 men­ja­di ikon infra­struk­tur Sumat­era Barat. Mes­ki begi­tu, kawasan ini tetap rawan long­sor mengin­gat kon­disi geografis­nya yang bera­da di per­buk­i­tan den­gan curah hujan ting­gi.

Dalam ung­ga­han yang sama, dije­laskan bah­wa pihak terkait berg­er­ak cepat melakukan penan­ganan. Tim gabun­gan dari pemer­in­tah daer­ah, Dinas PUPR, kepolisian, hing­ga war­ga setem­pat bek­er­ja sama untuk mem­per­cepat pem­ber­si­han mate­r­i­al.

“Kon­disi jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Mate­r­i­al long­sor berhasil diber­sihkan, arus lalu lin­tas kem­bali lan­car,” demikian salah satu keteran­gan yang ter­tulis dalam ung­ga­han terse­but.

  Bendera Merah Putih Robek Saat Gladi HUT TNI di Monas

Langkah cepat ini diapre­si­asi oleh masyarakat peng­gu­na jalan. Banyak penge­mu­di yang sem­pat cemas kare­na khawatir jalur uta­ma Sumbar–Riau lumpuh total, teruta­ma men­je­lang akhir pekan keti­ka vol­ume kendaraan biasanya meningkat.

Video yang mem­per­li­hatkan pem­ber­si­han long­sor di Kelok 9 men­u­ai berba­gai komen­tar dari war­ganet. Seba­gian besar men­gu­cap­kan syukur kare­na tidak ada kor­ban jiwa, sekali­gus men­gapre­si­asi kecepatan penan­ganan oleh pihak terkait.

Bagi seba­gian besar masyarakat Sum­bar dan Riau, jalan ini ibarat “urat nadi” yang tidak boleh putus. Jalur alter­natif memang ada, tetapi memakan wak­tu jauh lebih lama dan kon­disi jalan­nya lebih berisiko.

“Alham­dulil­lah cepat ditan­gani, semoga aman terus jalan­nya,” tulis salah seo­rang peng­gu­na media sosial.
“Semoga ada langkah anti­si­pasi lebih lan­jut biar tidak teru­lang seti­ap musim hujan,” tulis war­ganet lain­nya.

Long­sor menut­up seba­gian jalan di kawasan Kelok 9, Kabu­pat­en Lima Puluh Kota, Sumat­era Barat. Pihak terkait ter­ma­suk pemer­in­tah daer­ah, tim PUPR, kepolisian, ser­ta war­ga setem­pat berg­er­ak cepat melakukan pem­ber­si­han.

Jalan Kelok 9, Kabu­pat­en Lima Puluh Kota, jalur uta­ma penghubung Sumbar–Riau. Jumat, 19 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 06.35 WIB.

  Banjir Denpasar 2025: Tukad Badung Meluap, Rumah Roboh dan Warga Dievakuasi

Diduga aki­bat curah hujan ting­gi yang menye­babkan mate­r­i­al tanah dan batu long­sor menu­tupi badan jalan. Mate­r­i­al long­sor segera diber­sihkan den­gan alat berat, sehing­ga jalan kem­bali bisa dilalui kendaraan hanya dalam beber­a­pa jam.

Mes­ki keja­di­an ini bisa segera ditan­gani, para ahli keben­canaan mengin­gatkan bah­wa kawasan Kelok 9 tetap bera­da di wilayah rawan long­sor. Upaya mit­i­gasi seper­ti pemasan­gan bron­jong, talud pena­han, ser­ta sis­tem drainase yang baik san­gat dibu­tuhkan untuk men­gu­ran­gi risiko di masa men­datang.

Selain itu, sosial­isasi kepa­da peng­gu­na jalan juga pent­ing dilakukan, teruta­ma pada musim hujan. Penge­mu­di diim­bau tetap berhati-hati, mem­per­hatikan ram­bu, ser­ta mengiku­ti ara­han petu­gas jika ter­ja­di insi­d­en seru­pa.

Penut­up

Insi­d­en long­sor di Kelok 9 kali ini men­ja­di pengin­gat bah­wa infra­struk­tur vital sekalipun tetap rentan ter­hadap ben­cana alam. Namun, respons cepat dari berba­gai pihak menun­jukkan adanya kesi­ga­pan dalam men­ja­ga kelan­car­an trans­portasi antarprovin­si.

Jalur uta­ma Sumbar–Riau kini kem­bali lan­car. Mes­ki demikian, kewas­padaan tetap diper­lukan agar peri­s­ti­wa seru­pa tidak meng­gang­gu aktiv­i­tas masyarakat dan roda perekono­mi­an. (Ahm/ABB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *