Lima Puluh Kota, SniperNew.id – Jalur utama penghubung Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan Riau melalui kawasan ikonik Kelok 9 kembali dapat dilalui kendaraan pada Jumat pagi, 19 September 2025. Arus lalu lintas sempat terganggu akibat longsor yang menutup sebagian badan jalan, namun berkat gerak cepat tim penanganan, material longsor berhasil dibersihkan dalam hitungan jam.
Informasi ini awalnya diketahui dari unggahan akun Facebook Inyiak Talago, yang kemudian disebarkan ulang oleh beberapa kanal informasi publik, termasuk @sumbar_bersuara dan @info_lintassumbar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat video yang memperlihatkan aktivitas pembersihan material longsor di ruas jalan Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Sekitar pukul 06.35 WIB, Jumat (19/9), longsor terjadi di salah satu titik Kelok 9. Material berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian jalur, membuat kendaraan yang hendak melintas terpaksa memperlambat laju dan menunggu proses pembersihan.
Untungnya, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kendaraan hanya tertahan beberapa saat sebelum jalur benar-benar dibersihkan. Setelah tim gabungan turun ke lokasi, alat berat langsung dikerahkan untuk mengangkat material longsor.
Sekitar dua jam kemudian, kondisi jalan kembali normal. Kendaraan dari arah Sumbar menuju Riau maupun sebaliknya sudah bisa melintas dengan lancar.
Kelok 9 dikenal sebagai jalur vital penghubung Sumbar–Riau. Jalur ini bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan urat nadi perekonomian antarprovinsi. Ribuan kendaraan barang, termasuk truk logistik, setiap hari melintasi jalan berkelok dengan pemandangan menawan ini.
Sejak diresmikan dengan konstruksi flyover modern, Kelok 9 menjadi ikon infrastruktur Sumatera Barat. Meski begitu, kawasan ini tetap rawan longsor mengingat kondisi geografisnya yang berada di perbukitan dengan curah hujan tinggi.
Dalam unggahan yang sama, dijelaskan bahwa pihak terkait bergerak cepat melakukan penanganan. Tim gabungan dari pemerintah daerah, Dinas PUPR, kepolisian, hingga warga setempat bekerja sama untuk mempercepat pembersihan material.
“Kondisi jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Material longsor berhasil dibersihkan, arus lalu lintas kembali lancar,” demikian salah satu keterangan yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Langkah cepat ini diapresiasi oleh masyarakat pengguna jalan. Banyak pengemudi yang sempat cemas karena khawatir jalur utama Sumbar–Riau lumpuh total, terutama menjelang akhir pekan ketika volume kendaraan biasanya meningkat.
Video yang memperlihatkan pembersihan longsor di Kelok 9 menuai berbagai komentar dari warganet. Sebagian besar mengucapkan syukur karena tidak ada korban jiwa, sekaligus mengapresiasi kecepatan penanganan oleh pihak terkait.
Bagi sebagian besar masyarakat Sumbar dan Riau, jalan ini ibarat “urat nadi” yang tidak boleh putus. Jalur alternatif memang ada, tetapi memakan waktu jauh lebih lama dan kondisi jalannya lebih berisiko.
“Alhamdulillah cepat ditangani, semoga aman terus jalannya,” tulis salah seorang pengguna media sosial.
“Semoga ada langkah antisipasi lebih lanjut biar tidak terulang setiap musim hujan,” tulis warganet lainnya.
Longsor menutup sebagian jalan di kawasan Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Pihak terkait termasuk pemerintah daerah, tim PUPR, kepolisian, serta warga setempat bergerak cepat melakukan pembersihan.
Jalan Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota, jalur utama penghubung Sumbar–Riau. Jumat, 19 September 2025, sekitar pukul 06.35 WIB.
Diduga akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan material tanah dan batu longsor menutupi badan jalan. Material longsor segera dibersihkan dengan alat berat, sehingga jalan kembali bisa dilalui kendaraan hanya dalam beberapa jam.
Meski kejadian ini bisa segera ditangani, para ahli kebencanaan mengingatkan bahwa kawasan Kelok 9 tetap berada di wilayah rawan longsor. Upaya mitigasi seperti pemasangan bronjong, talud penahan, serta sistem drainase yang baik sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Selain itu, sosialisasi kepada pengguna jalan juga penting dilakukan, terutama pada musim hujan. Pengemudi diimbau tetap berhati-hati, memperhatikan rambu, serta mengikuti arahan petugas jika terjadi insiden serupa.
Penutup
Insiden longsor di Kelok 9 kali ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur vital sekalipun tetap rentan terhadap bencana alam. Namun, respons cepat dari berbagai pihak menunjukkan adanya kesigapan dalam menjaga kelancaran transportasi antarprovinsi.
Jalur utama Sumbar–Riau kini kembali lancar. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar peristiwa serupa tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan roda perekonomian. (Ahm/ABB).













