Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Kriminal

Dugaan Pungli dan Pemerasan di Lembaga Rehabilitasi Bandung, Warganet Minta Aparat Usut Tuntas

1262
×

Dugaan Pungli dan Pemerasan di Lembaga Rehabilitasi Bandung, Warganet Minta Aparat Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

Ban­dung, SniperNew.id – Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads memicu per­ha­t­ian pub­lik terkait dugaan pung­utan liar (pungli) dan pemerasan di salah satu yayasan reha­bil­i­tasi narko­ba swasta di Kota Ban­dung. Dalam ung­ga­han terse­but, seo­rang peng­gu­na akun jepe_stera menandai man­tan Bupati Pur­wakar­ta dan aktivis sosial Dedi Mulya­di (@dedimulyadi71) ser­ta akun Insta­gram @cakrasehatijabar, mem­inta agar prak­tik ile­gal ini segera diusut.

Dalam kuti­pan ung­ga­han­nya, peng­gu­na itu menulis. “Dgn hor­mat pak @dedimulyadi71 mhn diusut yysn swasta naRkoboy diB­DG @cakrasehatijabar byk pungli„kasian kelu­ar­ga kor­ban byk di peras dgn tarif yg TDK manu­si­awi puluhan JT„diduga KUAT ada’y pemerasan Ter­hdp KELUARGA kor­ban, usut mrka byk oknum2 pokis yg nakal, bek­er­jasama. bis­nis rehab NARKOBA yg sekrg dah men­ja­di bis­nis jual beli org/NEGO, men­ja­di tmpt bis­nis para oknum berdasi yg meng­gi­iurkan pak KDM. DAH BYK KORBAN DAH VIRAL DI TIKTOK @Jeslin stera shop,. Kami sgt mem­o­hon demi sila ke 5 🥺🙏.”

Ung­ga­han ini meny­oroti dugaan bah­wa kelu­ar­ga kor­ban kecan­d­u­an narko­ba yang ten­gah men­jalani reha­bil­i­tasi telah diperas den­gan tarif tidak manu­si­awi, men­ca­pai puluhan juta rupi­ah. Selain itu, dise­butkan adanya dugaan keter­li­batan oknum-oknum nakal dari aparat kepolisian yang bek­er­ja sama den­gan pihak yayasan, men­jadikan reha­bil­i­tasi narko­ba seba­gai bis­nis yang meng­giurkan.

  GMPJ Sumut Desak Polisi Tindak Judi Offline Cemara

Ung­ga­han ini berasal dari akun media sosial berna­ma jepe_stera. Ia men­garahkan per­mo­ho­nan kepa­da Dedi Mulya­di, sosok pub­lik yang dike­nal aktif menyuarakan isu-isu sosial dan mem­ban­tu masyarakat kecil. Nama akun Insta­gram @cakrasehatijabar dise­but seba­gai pihak terkait yayasan yang diduga bermasalah. Tidak dise­butkan nama indi­vidu ter­ten­tu seba­gai pelaku, namun dise­butkan “oknum berdasi” dan “oknum pokis” (diduga mak­sud­nya aparat kepolisian) seba­gai pihak yang diduga ter­li­bat.

Selain itu, ung­ga­han ini juga menye­but adanya banyak kor­ban yang telah viral di Tik­Tok. Ungka­pan “kami sgt mem­o­hon demi sila ke 5” menun­jukkan bah­wa per­mintaan ini datang atas nama kead­i­lan sosial, sesuai den­gan sila keli­ma Pan­casi­la.

Masalah yang diangkat adalah dugaan pungli dan pemerasan ter­hadap kelu­ar­ga kor­ban kecan­d­u­an narko­ba yang sedang men­jalani reha­bil­i­tasi di sebuah yayasan swasta di Ban­dung. Pemi­lik akun menud­ing adanya prak­tik “jual beli orang/nego” dalam bis­nis reha­bil­i­tasi narko­ba, yang diang­gap telah melen­ceng dari tujuan sosial­nya men­ja­di murni bis­nis komer­sial. Tarif yang dise­but men­ca­pai puluhan juta rupi­ah diang­gap tidak manu­si­awi, menam­bah beban kelu­ar­ga kor­ban.

Ung­ga­han ini juga menud­ing adanya ker­ja sama antara pihak yayasan den­gan oknum aparat kepolisian. Dugaan prak­tik ile­gal ini telah mem­bu­at banyak kor­ban dan dise­but sudah ramai dibicarakan di media sosial Tik­Tok.

Ung­ga­han terse­but dipub­likasikan lima jam sebelum tangka­pan layar diam­bil, sehing­ga diperki­rakan ter­ja­di pada hari yang sama. Tidak ada infor­masi pasti men­ge­nai sejak kapan dugaan prak­tik pungli itu ter­ja­di, tetapi perny­ataan “DAH BYK KORBAN DAH VIRAL DI TIKTOK” menun­jukkan bah­wa isu ini sudah lama beredar di dunia maya dan belakan­gan semakin ramai dibicarakan.

Lokasi dugaan kasus adalah Ban­dung, Jawa Barat. Dise­butkan secara spe­si­fik “yayasan swasta naRkoboy diB­DG” (Ban­dung). Akun Insta­gram @cakrasehatijabar dise­but terkait dalam kon­teks wilayah Jawa Barat. Media sosial Threads digu­nakan seba­gai plat­form untuk menyam­paikan keluhan dan mem­inta per­ha­t­ian pub­lik.

  Ungkap Narkoba di Semester I 2024, Polda Sumsel Selamatkan 2,2 Juta Jiwa

Menu­rut ung­ga­han terse­but, dugaan pungli dan pemerasan dilakukan kare­na reha­bil­i­tasi narko­ba yang seharus­nya men­ja­di tem­pat pemuli­han jus­tru dijadikan ajang bis­nis yang men­gun­tungkan. Bis­nis ini dise­but “meng­giurkan” bagi oknum berdasi dan pihak-pihak nakal kare­na meli­batkan negosi­asi dan transak­si besar, men­ca­pai puluhan juta rupi­ah per kor­ban.

Keluhan ini diangkat ke pub­lik kare­na diduga banyak kor­ban sudah men­gala­mi keru­gian, namun belum ada tin­dakan tegas dari pihak berwe­nang. Den­gan menandai Dedi Mulya­di dan menye­but sila keli­ma Pan­casi­la, pen­gung­gah berharap aparat pene­gak hukum maupun tokoh pub­lik akan mem­per­hatikan per­soalan ini demi kead­i­lan sosial.

Pen­gung­gah menyam­paikan masalah ini melalui media sosial agar viral dan men­da­p­at per­ha­t­ian lebih luas. Ia men­ga­jak pub­lik untuk menyadari dugaan prak­tik tidak manu­si­awi yang menim­pa kelu­ar­ga kor­ban narko­ba. Dalam ung­ga­han terse­but, ter­li­hat strate­gi untuk meli­batkan tokoh terke­nal (Dedi Mulya­di) ser­ta menye­but akun terkait (@cakrasehatijabar, @Jeslin stera shop) guna menarik per­ha­t­ian media dan pene­gak hukum.

Ungka­pan “kami sgt mem­o­hon demi sila ke 5” menekankan bah­wa hara­pan mere­ka bukan hanya untuk kead­i­lan indi­vidu tetapi juga untuk nilai-nilai dasar bangsa. Peng­gu­naan emotikon menangis dan tan­gan berdoa menun­jukkan kepu­tusasaan dan hara­pan besar agar masalah ini segera ditan­gani.

Ung­ga­han seper­ti ini, mes­ki belum dap­at diver­i­fikasi kebe­naran­nya, mencer­minkan kere­sa­han masyarakat terkait dugaan penyalah­gu­naan wewe­nang dalam pros­es reha­bil­i­tasi narko­ba. Di Indone­sia, reha­bil­i­tasi narko­ba adalah salah satu pro­gram pent­ing pemer­in­tah dan lem­ba­ga swasta untuk mem­ban­tu kor­ban kecan­d­u­an. Namun, jika benar ter­ja­di pungli atau pemerasan, prak­tik ini dap­at merusak keper­cayaan pub­lik dan meng­ham­bat tujuan reha­bil­i­tasi.

  Jaringan Narkoba di Muara Enim: Diringkus oleh Satresnarkoba Polres Muara Enim

Isu ini juga meny­oroti pent­ingnya pen­gawasan ketat ter­hadap yayasan-yayasan swasta yang berg­er­ak di bidang reha­bil­i­tasi. Lem­ba­ga swasta ker­ap dili­batkan untuk mem­ban­tu beban pemer­in­tah, tetapi tan­pa pen­gawasan yang tepat, ada risiko prak­tik meny­im­pang seper­ti pungli, pemerasan, atau eksploitasi kor­ban.

Peng­gu­naan media sosial seper­ti Threads dan Tik­Tok menun­jukkan bagaimana masyarakat kini meng­gu­nakan plat­form dig­i­tal seba­gai sarana advokasi dan pen­gawasan sosial. Kasus ini juga menun­jukkan bah­wa pub­lik semakin berani mela­porkan dugaan pelang­garan melalui jalur infor­mal untuk menarik per­ha­t­ian.

Pihak-pihak terkait, ter­ma­suk aparat kepolisian dan lem­ba­ga pen­gawas sosial di Jawa Barat, kemu­ngk­i­nan besar akan dim­inta mem­berikan klar­i­fikasi atau melakukan penye­lidikan. Jika benar ter­ja­di pelang­garan, tin­dakan hukum per­lu dilakukan agar tidak ada lagi kor­ban yang men­gala­mi keru­gian seru­pa.

Ung­ga­han akun jepe_stera di Threads memu­nculkan dugaan serius ten­tang prak­tik pungli dan pemerasan di sebuah yayasan reha­bil­i­tasi narko­ba swasta di Ban­dung. Den­gan menandai tokoh pub­lik dan menye­but nilai-nilai Pan­casi­la, pen­gung­gah berharap aparat dan masyarakat luas mem­beri per­ha­t­ian. Meskipun kebe­naran infor­masi ini per­lu diver­i­fikasi lebih lan­jut, ung­ga­han ini mene­gaskan pent­ingnya pen­gawasan, transparan­si, dan pene­gakan hukum dalam layanan reha­bil­i­tasi narko­ba.

Kasus ini juga men­ja­di pengin­gat bah­wa kelu­ar­ga kor­ban narko­ba ser­ing bera­da dalam posisi rentan, sehing­ga per­lin­dun­gan ter­hadap mere­ka san­gat pent­ing.

Tin­dakan cepat dan tegas dari pihak berwe­nang akan men­ja­di langkah kru­sial untuk mence­gah prak­tik yang merugikan masyarakat ser­ta men­ja­ga integri­tas pro­gram reha­bil­i­tasi di Indone­sia. (abd/Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *