Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Unggahan Viral: Soroti Kerusakan Alam di Papua dan Kalimantan, Warganet Pertanyakan Standar Ganda Penegakan Hukum Lingkungan

696
×

Unggahan Viral: Soroti Kerusakan Alam di Papua dan Kalimantan, Warganet Pertanyakan Standar Ganda Penegakan Hukum Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Seo­rang peng­gu­na media sosial X den­gan nama akun @Ilhampid kem­bali menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik pada Senin, 9 Juni 2025, sete­lah men­gung­gah perny­ataan kri­tis terkait isu kerusakan lingkun­gan di berba­gai wilayah Indone­sia. Dalam cui­tan­nya, @Ilhampid mem­band­ingkan penan­ganan hukum atas kasus kerusakan lingkun­gan di Provin­si Bang­ka Beli­tung den­gan situ­asi seru­pa yang ter­ja­di di Papua dan Kali­man­tan.

Ingat kasus PT Timah yg merusak Babel. Kalau kerusakan alam bisa jadi delik keru­gian negara (korup­si), men­ga­pa dalam kasus di Papua dan Kali­man­tan tidak bisa??? Apakah ada raja Jawa dan Bahlil yg berlin­dung dalam kata kebi­jakan..???” tulis @Ilhampid dalam ung­ga­han terse­but.

  Dugaan Kasus tali air di lingkungan disdukcapil menjadi darah daging GWI minta bupati evaluasi seluruh non ASN Dan ASN di lingkungan disdukcapil

Cui­tan ini lang­sung men­ja­di perbin­can­gan war­ganet dan memicu gelom­bang diskusi luas den­gan tagar #SavePapua dan #Sav­eR­a­jaAm­pat yang kem­bali trend­ing di plat­form terse­but.

Ung­ga­han terse­but meru­juk pada kasus kerusakan lingkun­gan yang meli­batkan PT Timah di Bang­ka Beli­tung, yang beber­a­pa wak­tu lalu dite­tap­kan seba­gai kasus dugaan tin­dak pidana korup­si oleh Kejak­saan Agung RI. Kasus ini dise­but menim­bulkan keru­gian negara tril­i­u­nan rupi­ah aki­bat eksploitasi sum­ber daya alam yang tidak terk­endali.

Namun, dalam cui­tan­nya, @Ilhampid mem­per­tanyakan men­ga­pa pen­dekatan hukum seru­pa tidak dit­er­ap­kan ter­hadap kerusakan lingkun­gan di Papua dan Kali­man­tan, dua wilayah yang juga men­gala­mi dampak ekol­o­gis serius aki­bat aktiv­i­tas indus­tri ekstrak­tif.

  Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat Bantah Isu Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag di Hadapan Menteri Bahlil

Perny­ataan terse­but secara ter­sir­at menye­but tokoh-tokoh berpen­garuh, salah sat­un­ya Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, ser­ta isti­lah “raja Jawa” yang belum jelas meru­juk kepa­da sia­pa, namun diduga meru­juk pada elite-elite poli­tik dari Pulau Jawa yang diang­gap memi­li­ki pen­garuh besar dalam pengam­bi­lan kebi­jakan nasion­al.

Cui­tan itu diung­gah pada hari Senin, 9 Juni 2025 dan lang­sung menye­bar luas di plat­form X (dulu Twit­ter). Isu yang diba­has berkai­tan erat den­gan wilayah Papua, Kali­man­tan, ser­ta Bang­ka Beli­tung seba­gai lokasi ter­dampak kerusakan lingkun­gan.

Ung­ga­han ini meny­oroti dugaan adanya stan­dar gan­da dalam pene­gakan hukum atas kerusakan lingkun­gan di Indone­sia. Banyak pihak men­dukung pan­dan­gan terse­but dan mem­inta agar semua kasus lingkun­gan, tan­pa terke­cuali, dipros­es secara adil dan transparan tan­pa pen­garuh kepentin­gan poli­tik atau ekono­mi.

  Usul Pecalang Versi Jakarta, Gagasan Wagub Rano Karno Picu Perdebatan Publik

Kena­pa hanya PT Timah yang dis­eret ke pen­gadi­lan? Bagaimana den­gan kerusakan di Papua aki­bat tam­bang emas atau di Kali­man­tan kare­na perke­bunan saw­it? Harus adil dong,” tulis seo­rang peng­gu­na X yang mere­spons cui­tan terse­but.

Tang­ga­pan pub­lik terba­gi. Seba­gian besar men­dukung desakan agar pemer­in­tah bertin­dak lebih tegas ter­hadap pelaku perusakan lingkun­gan di selu­ruh wilayah Indone­sia, tan­pa diskrim­i­nasi. Beber­a­pa pihak lain menyayangkan penyebu­tan nama tokoh tan­pa buk­ti konkret, mengin­gat poten­si pence­maran nama baik.

Semen­tara itu, belum ada tang­ga­pan res­mi dari pihak-pihak yang dise­but dalam ung­ga­han terse­but, ter­ma­suk dari Kementer­ian Inves­tasi maupun Kejak­saan Agung.

Edi­tor: Abdd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *