Berita Nasional

Prabowo Tinjau Barang Rampasan Negara di Bangka Belitung, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Sumber Daya Alam

753
×

Prabowo Tinjau Barang Rampasan Negara di Bangka Belitung, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Sumber Daya Alam

Sebarkan artikel ini

Bang­ka Ten­gah, SniperNew.id — Pres­i­den Prabowo Subianto tiba di Ban­dar Udara Depati Amir, Kabu­pat­en Bang­ka Ten­gah, Provin­si Kepu­lauan Bang­ka Beli­tung, pada Senin, 6 Okto­ber 2025, dalam rang­ka kun­jun­gan ker­ja menin­jau lang­sung pen­gelo­laan aset negara hasil pene­gakan hukum di sek­tor per­tam­ban­gan.

Kedatan­gan Kepala Negara dis­am­but lang­sung oleh Menteri Ener­gi dan Sum­ber Daya Min­er­al (ESDM) Bahlil Lahadalia, Guber­nur Kepu­lauan Bang­ka Beli­tung Hiday­at Arsani, Pang­dam II/Sriwijaya May­jen TNI Ujang Dar­wis, ser­ta Kapol­da Kepu­lauan Bang­ka Beli­tung Irjen Pol Hen­dro Pandowo.

Dari ban­dara, Pres­i­den Prabowo lang­sung menu­ju PT Tinin­do Inter­nusa, salah satu lokasi peny­im­panan barang ram­pasan negara yang berasal dari hasil pene­gakan hukum ter­hadap pelang­garan pen­gelo­laan sum­ber daya alam, khusus­nya di bidang per­tam­ban­gan timah di wilayah Bang­ka Beli­tung.

Kun­jun­gan Pres­i­den ke PT Tinin­do Inter­nusa meru­pakan bagian dari upaya pemer­in­tah pusat untuk memas­tikan barang ram­pasan negara dikelo­la secara transparan, akunt­abel, dan mem­beri man­faat bagi kepentin­gan nasion­al.

Dalam kesem­patan itu, Pres­i­den menin­jau area peny­im­panan barang ram­pasan hasil pene­gakan hukum oleh Sat­u­an Tugas Pen­ert­iban Kawasan Hutan (Sat­gas PKH) yang bek­er­ja lin­tas kementer­ian dan lem­ba­ga, ter­ma­suk Kementer­ian ESDM, Kementer­ian Lingkun­gan Hidup dan Kehutanan, ser­ta aparat pene­gak hukum.

Pres­i­den Prabowo mene­gaskan, negara tidak boleh lemah dalam mene­gakkan hukum ter­hadap pelaku pelang­garan di sek­tor sum­ber daya alam. Ia mengin­gatkan bah­wa kekayaan alam Indone­sia harus dikelo­la untuk sebe­sar-besarnya kemak­mu­ran raky­at, bukan untuk kepentin­gan kelom­pok ter­ten­tu.

“Barang ram­pasan ini adalah aset negara. Kita harus pastikan dikelo­la den­gan benar, agar bisa mem­berikan man­faat nya­ta bagi masyarakat dan pem­ban­gu­nan nasion­al,” ujar Pres­i­den Prabowo dalam ara­han­nya kepa­da peja­bat dan aparat yang hadir di lokasi pen­in­jauan.

  Besok, BARA HATI Akan Gelar Konferensi Pers, Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Ajak Lintas Agama Bersatu Desak Penutupan Evo Star

Kegiatan Pres­i­den di Bang­ka Beli­tung ini juga men­ja­di bagian dari eval­u­asi kin­er­ja Sat­gas Pen­ert­iban Kawasan Hutan (Sat­gas PKH), yang dalam beber­a­pa tahun ter­akhir gen­car melakukan pen­ert­iban ter­hadap aktiv­i­tas tam­bang ile­gal di kawasan hutan dan wilayah izin yang bermasalah.

Sejak diben­tuk, Sat­gas PKH telah melakukan berba­gai operasi ter­padu yang meli­batkan unsur TNI, Pol­ri, Kementer­ian ESDM, dan aparat daer­ah. Hasil dari operasi terse­but antara lain beru­pa peny­i­taan alat berat, hasil tam­bang, dan mate­r­i­al timah yang kini men­ja­di barang ram­pasan negara.

Menu­rut lapo­ran yang diter­i­ma Pres­i­den, seba­gian dari barang ram­pasan terse­but dis­im­pan di gudang milik PT Tinin­do Inter­nusa seba­gai tem­pat penam­pun­gan semen­tara sebelum dipros­es lebih lan­jut oleh negara.

“Kita ingin memas­tikan semua aset yang telah diram­pas benar-benar ter­catat, dija­ga, dan dikelo­la secara pro­fe­sion­al. Tidak boleh ada kebo­co­ran sedik­it pun,” tegas Pres­i­den.

Dalam ara­han­nya, Pres­i­den Prabowo juga mene­gaskan bah­wa pemer­in­ta­han­nya berkomit­men penuh untuk mem­perku­at tata kelo­la sum­ber daya alam (SDA) agar tidak lagi men­ja­di sum­ber kebo­co­ran keuan­gan negara.

Prabowo menye­but, sela­ma ini banyak poten­si kekayaan alam Indone­sia yang hilang kare­na prak­tik per­tam­ban­gan ile­gal dan lemah­nya pen­gawasan di lapan­gan. Oleh kare­na itu, negara harus hadir untuk memas­tikan seti­ap jengkal kekayaan alam digu­nakan secara sah dan berke­lan­ju­tan.

“Kita tidak boleh lagi kehi­lan­gan sum­ber daya kare­na kelala­ian. Seti­ap hasil tam­bang, seti­ap ton timah, seti­ap hek­tare hutan harus ter­ja­ga dan mem­beri nilai tam­bah bagi raky­at,” kata Pres­i­den.

Ia menam­bahkan, pen­gelo­laan hasil ram­pasan negara harus dis­er­tai mekanisme yang jelas agar barang-barang terse­but dap­at digu­nakan kem­bali dalam pro­gram strate­gis pemer­in­tah, mis­al­nya untuk pem­ban­gu­nan infra­struk­tur, pen­didikan, atau pen­ingkatan kese­jahter­aan masyarakat di daer­ah peng­hasil sum­ber daya.

Pres­i­den Prabowo juga menekankan pent­ingnya sin­er­gi antara pemer­in­tah pusat dan daer­ah dalam men­ja­ga dan men­gelo­la sum­ber daya alam, teruta­ma di wilayah kepu­lauan seper­ti Bang­ka Beli­tung yang kaya min­er­al timah.

  "Razia di Kamboja: Turis Indonesia Diminta Bayar Denda hingga 300 USD, Ini Alasannya"

Kepa­da Guber­nur Bang­ka Beli­tung Hiday­at Arsani dan jajaran­nya, Pres­i­den berpe­san agar pemer­in­tah daer­ah aktif men­dukung upaya pen­ert­iban tam­bang ile­gal dan mem­perku­at reg­u­lasi daer­ah untuk menghin­dari tumpang tindih izin.

“Kita harus bek­er­ja bersama. Pemer­in­tah pusat tidak bisa sendiri. Dukun­gan dari pemer­in­tah daer­ah, aparat, dan masyarakat san­gat pent­ing agar tata kelo­la per­tam­ban­gan kita benar-benar bersih dan berkead­i­lan,” ujar Prabowo.

Semen­tara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam lapo­ran­nya menyam­paikan bah­wa kementer­ian terus mem­perku­at koor­di­nasi lin­tas sek­tor dalam men­gawasi kegiatan per­tam­ban­gan di daer­ah. Bahlil juga mene­gaskan bah­wa seti­ap pelang­garan ter­hadap atu­ran per­tam­ban­gan akan ditin­dak tegas tan­pa pan­dang bulu.

> “Sesuai ara­han Pres­i­den, kami akan terus mem­per­ke­tat pen­gawasan dan memas­tikan bah­wa tidak ada lagi prak­tik tam­bang ile­gal yang merugikan negara,” kata Bahlil.

Keber­adaan Sat­gas PKH yang diben­tuk oleh pemer­in­tah men­ja­di salah satu instru­men pent­ing dalam upaya pene­gakan hukum di sek­tor kehutanan dan per­tam­ban­gan. Sat­gas ini tidak hanya men­ert­ibkan aktiv­i­tas ile­gal, tetapi juga memas­tikan pemuli­han kawasan yang rusak aki­bat eksploitasi berlebi­han.

Dalam kun­jun­gan terse­but, Pres­i­den mener­i­ma lapo­ran hasil ker­ja Sat­gas PKH di wilayah Bang­ka Beli­tung, ter­ma­suk jum­lah barang ram­pasan, lahan hutan yang berhasil dip­ulihkan, ser­ta langkah-langkah tin­dak lan­jut yang ten­gah ber­jalan.

Pres­i­den meni­lai langkah Sat­gas PKH per­lu terus diperku­at, baik dari sisi sum­ber daya manu­sia, anggaran, maupun dukun­gan hukum. Pemer­in­tah, kata dia, akan terus melakukan eval­u­asi ter­hadap mekanisme ker­ja Sat­gas agar semakin efek­tif dan berdampak lang­sung pada per­baikan tata kelo­la SDA nasion­al.

Kun­jun­gan Pres­i­den Prabowo ke Bang­ka Beli­tung juga men­ja­di sim­bol pent­ing dari arah kebi­jakan pemer­in­tah dalam lima tahun ke depan: pen­gelo­laan sum­ber daya alam yang berdaulat, berkead­i­lan, dan berke­lan­ju­tan.

Dalam beber­a­pa kesem­patan sebelum­nya, Pres­i­den telah mene­gaskan bah­wa kekayaan alam Indone­sia bukan hanya sum­ber pen­da­p­atan, tetapi juga fon­dasi kemandiri­an ekono­mi bangsa. Oleh sebab itu, selu­ruh kementer­ian dan lem­ba­ga diin­struk­sikan untuk mem­perku­at pen­gawasan ser­ta mem­per­cepat refor­masi birokrasi di sek­tor strate­gis seper­ti per­tam­ban­gan, ener­gi, dan kehutanan.

  Prabowo Resmikan RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono: Simbol Lompatan Layanan Kesehatan

“Kita harus pastikan kekayaan alam kita tidak lagi men­ja­di kutukan, tetapi berkah. Negara ini besar dan kaya, tugas kita adalah men­gelolanya den­gan bijak untuk gen­erasi men­datang,” ujar Pres­i­den menut­up ara­han­nya.

Dalam pener­ban­gan menu­ju Bang­ka Beli­tung, Pres­i­den Prabowo turut didampin­gi oleh Menteri Sekre­taris Negara Prase­tyo Hadi, Sekre­taris Kabi­net Ted­dy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komu­nikasi Pemer­in­tah Angga Raka Prabowo.

Rom­bon­gan Pres­i­den dis­am­but den­gan upacara penyambu­tan seder­hana di ban­dara, dilan­jutkan den­gan pen­gara­han singkat kepa­da jajaran Forkopim­da Bang­ka Beli­tung sebelum menu­ju lokasi pen­in­jauan.

Kun­jun­gan ker­ja Pres­i­den ke Bang­ka Beli­tung ini dijad­walkan berlang­sung satu hari, den­gan agen­da uta­ma pen­in­jauan lapan­gan dan perte­muan ter­batas bersama sejum­lah pemangku kepentin­gan di sek­tor per­tam­ban­gan.

Kun­jun­gan ini dini­lai seba­gai pesan kuat dari Pres­i­den Prabowo bah­wa pemer­in­ta­han­nya serius dalam mene­gakkan tata kelo­la yang bersih dan transparan di sek­tor sum­ber daya alam. Selain menun­jukkan per­ha­t­ian ter­hadap Bang­ka Beli­tung seba­gai wilayah peng­hasil timah terbe­sar di Indone­sia, langkah ini juga men­ja­di wujud nya­ta dari komit­men pemer­in­tah untuk mengem­ba­likan mar­wah hukum dan kead­i­lan dalam pen­gelo­laan kekayaan alam nasion­al.

Den­gan pen­gawasan yang lebih ketat, koor­di­nasi lin­tas lem­ba­ga yang sol­id, dan keter­li­batan aktif masyarakat, pemer­in­tah berharap selu­ruh aset negara dap­at mem­berikan nilai tam­bah bagi perekono­mi­an nasion­al sekali­gus mem­perku­at kese­jahter­aan masyarakat di daer­ah.

> “Negara harus hadir, men­gawasi, dan memas­tikan tidak ada lagi prak­tik yang merugikan raky­at,” tut­up Pres­i­den Prabowo dalam perny­ataan­nya di akhir kun­jun­gan.

📰Edi­tor: Media Online Indone­sia
📅 Tang­gal Ter­bit: 6 Okto­ber 2025
📍 Lokasi: Bang­ka Ten­gah, Kepu­lauan Bang­ka Beli­tung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *