Pangkalpinang, SniperNew.id – Sosialisasi MediaMIND 2025 yang digelar di Graha Timah, Pangkalpinang, Rabu (27/8), mendapat sambutan hangat dari kalangan mahasiswa dan jurnalis di Bangka Belitung. Kegiatan yang mengusung tema “Menambang Potensi, Menggerakkan Ekonomi” ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kompetisi karya jurnalistik MediaMIND yang terbuka untuk jurnalis, mahasiswa, dan publik di seluruh Indonesia.
Acara yang dikutip dari unggahan akun media sosial Trends “officialtimsh” ini menghadirkan semangat baru untuk mendorong hilirisasi timah sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekonomi berkelanjutan dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Sejak pagi, ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan para jurnalis dari sejumlah media lokal telah memenuhi Graha Timah. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, baik terkait materi sosialisasi maupun peluang kompetisi karya jurnalistik yang ditawarkan.
Menurut panitia, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang potensi industri timah, peluang hilirisasi, dan kontribusinya bagi perekonomian nasional. Selain itu, acara ini juga ingin membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Tema “Menambang Potensi, Menggerakkan Ekonomi” dipilih untuk menggambarkan bahwa sumber daya alam, khususnya timah di Bangka Belitung, harus dimanfaatkan dengan strategi hilirisasi yang tepat agar mampu memberikan nilai tambah yang signifikan. Hilirisasi dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu memproduksi barang jadi bernilai tinggi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum diskusi, sejumlah pembicara menekankan bahwa hilirisasi timah dapat menjadi motor penggerak ekonomi di Bangka Belitung dan Indonesia secara keseluruhan. Industri turunan timah, seperti komponen elektronik, perangkat teknologi, hingga infrastruktur energi, diyakini memiliki prospek pasar global yang cerah.
“Ini bukan hanya soal tambang, tetapi bagaimana kita mengolah potensi yang ada agar memberi manfaat optimal bagi daerah dan bangsa,” ujar salah satu narasumber.
Selain sebagai forum diskusi, acara ini juga memperkenalkan kompetisi karya jurnalistik MediaMIND yang terbuka bagi semua kalangan, mulai dari jurnalis profesional, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kompetisi ini diharapkan melahirkan karya-karya berkualitas yang tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif dalam mengangkat isu-isu seputar pertambangan, hilirisasi, dan pembangunan berkelanjutan.
“Jurnalis dan mahasiswa adalah mitra strategis dalam menyuarakan transformasi ekonomi melalui hilirisasi. Melalui kompetisi ini, kami ingin melihat sudut pandang segar dan kreatif dari berbagai pihak,” ujar perwakilan penyelenggara.
Pihak penyelenggara juga menjelaskan bahwa karya jurnalistik yang dilombakan dapat berupa berita, feature, atau artikel mendalam. Seluruh karya akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari pakar media, praktisi industri, dan akademisi berpengalaman. Pemenang akan mendapatkan penghargaan dan kesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan.
Bangka Belitung dikenal sebagai “Negeri Laskar Pelangi” berkat keindahan alam dan kekayaan budayanya yang diabadikan dalam karya sastra populer. Kini, daerah ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi transformasi sektor pertambangan Indonesia.
Hilirisasi timah diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana sumber daya alam dikelola tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga untuk membangun fondasi ekonomi yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, masyarakat Bangka Belitung diharapkan dapat merasakan langsung manfaat pembangunan dan peningkatan kualitas hidup.
“Pembangunan berkelanjutan bukan hanya slogan, tetapi arah masa depan. Kami ingin menjadikan timah sebagai kekuatan ekonomi sekaligus warisan bagi generasi mendatang,” kata salah satu akademisi yang hadir dalam acara tersebut.
Visi Indonesia Emas 2045, yakni mewujudkan negara maju pada usia satu abad kemerdekaan, menjadi latar penting bagi seluruh upaya pembangunan nasional, termasuk hilirisasi sektor pertambangan. MediaMIND 2025 hadir sebagai bagian dari rangkaian program yang mendukung visi tersebut dengan melibatkan media sebagai mitra edukasi publik.
Diskusi dalam acara ini menekankan bahwa peran jurnalis dan mahasiswa sangat krusial untuk menyampaikan informasi akurat, mengawal kebijakan, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai tambah sumber daya alam.
“Media bukan sekadar pelapor peristiwa, tetapi agen perubahan. Dengan karya jurnalistik yang baik, publik bisa memahami mengapa hilirisasi diperlukan dan bagaimana hal ini berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujar perwakilan MediaMIND.
Melalui MediaMIND 2025, penyelenggara berharap lahir sinergi yang kuat antara industri, pemerintah, akademisi, dan media dalam mendorong hilirisasi timah. Mereka juga mengajak seluruh peserta kompetisi untuk menghadirkan karya yang tidak hanya menarik dibaca, tetapi juga mengandung pesan konstruktif bagi pembangunan nasional.
“Kami ingin MediaMIND menjadi wadah untuk bertukar gagasan, sekaligus memacu kreativitas jurnalis dan mahasiswa Indonesia dalam menyampaikan informasi yang membangun,” tutur panitia.
Selain sesi sosialisasi, acara juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif, pameran produk hilirisasi, dan pembagian materi informasi seputar kompetisi jurnalistik.
Banyaknya mahasiswa dan jurnalis yang hadir menunjukkan tingginya minat masyarakat Bangka Belitung terhadap isu hilirisasi dan keberlanjutan. Beberapa peserta mengaku tertarik mengikuti kompetisi jurnalistik karena ingin menyumbangkan gagasan sekaligus meningkatkan kemampuan menulis mereka.
“Saya ingin mengangkat cerita tentang masyarakat penambang lokal yang terdampak langsung oleh kebijakan hilirisasi,” kata salah seorang mahasiswa.
Seorang jurnalis lokal menambahkan, “Ini kesempatan untuk memperdalam wawasan tentang timah dan melihat langsung peluang industri ke depan. Kompetisi seperti ini memacu kami menghasilkan liputan yang lebih mendalam.
Melihat respon positif, penyelenggara membuka peluang menjadikan MediaMIND sebagai agenda rutin tahunan yang digelar di berbagai daerah. Dengan begitu, diskusi tentang hilirisasi dan ekonomi berkelanjutan dapat menjangkau lebih banyak kalangan di seluruh Indonesia.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di Pangkalpinang, tetapi juga bisa hadir di daerah lain untuk memperluas wawasan dan membangun kesadaran bersama,” ujar salah satu peserta.
Sosialisasi MediaMIND 2025 di Graha Timah Pangkalpinang menjadi bukti nyata bahwa isu hilirisasi dan pembangunan berkelanjutan mendapat perhatian luas, khususnya dari kalangan muda dan pelaku media. Melalui kompetisi jurnalistik, diharapkan lahir karya-karya bermutu yang mengedukasi publik sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat dari Negeri Laskar Pelangi, MediaMIND 2025 mengajak semua pihak untuk bersama-sama menambang potensi, menggerakkan ekonomi, dan membangun masa depan yang lebih cerah. (Redaksi).












