Berita Daerah

Usul Pecalang Versi Jakarta, Gagasan Wagub Rano Karno Picu Perdebatan Publik

346
×

Usul Pecalang Versi Jakarta, Gagasan Wagub Rano Karno Picu Perdebatan Publik

Sebarkan artikel ini

Usulan Rano Karno ini menjadi topik hangat di media sosial hari ini, Jumat (7/11/2025), dan masih terus menuai pro dan kontra dari publik Jakarta.

Jakarta, SniperNew.id – Gagasan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, agar Ibu Kota memiliki pecalang seperti di Bali untuk mencegah konflik sosial, menuai beragam tanggapan publik. Dalam unggahan akun media sosial @ajmgrup_ig, Rano disebut mengusulkan agar Pemprov Jakarta dapat meresmikan organisasi masyarakat (ormas) tertentu menjadi pecalang, guna menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat yang heterogen.

Pemikiran yang kreatif dari pak Wagub Jakarta. Eksekusinya gampang, tinggal diresmikan saja yang selama ini sudah ada,” tulis unggahan tersebut.

Namun, ide tersebut justru memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Sejumlah netizen menilai konsep pecalang ala Bali tidak cocok diterapkan di Jakarta yang masyarakatnya sangat majemuk.

Akun @lestat_7477 menulis, “Jakarta sangat heterogen, mau ada gesekan di jalan? Ntar ujung-ujungnya orang Betawi yang diusulkan.”

Sementara akun @timtpgbn menegaskan, “Penduduk Jakarta sangat beragam, tidak bisa disamakan dengan Bali.”

Komentar senada datang dari @mariamonikasilly, yang menyebut, “Jangan samakan Bali dengan Jakarta, Bali kental dengan budaya, sedangkan di Jakarta bahkan polisi PP saja tidak dihargai.”

Ada pula yang menanggapinya dengan nada sindiran, seperti @cyril_yuhendra yang berkomentar, “Lu kira ini sinetron?” serta @tomproject_09 yang menyarankan, “Gunakan aparat polisi, biar nggak gabut.”

Meski mendapat kritik, sebagian warganet menilai ide tersebut menunjukkan inisiatif baru dalam penataan sosial masyarakat perkotaan, meski implementasinya dinilai perlu kajian mendalam agar tidak menimbulkan gesekan antarwarga.

Usulan Rano Karno ini menjadi topik hangat di media sosial hari ini, Jumat (7/11/2025), dan masih terus menuai pro dan kontra dari publik Jakarta.

Penulis: (iskandar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *