Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Kriminal

Tiga Tahun Motor Tak Kembali, Warga Pesawaran Laporkan Kasus Penggelapan ke Polsek Gading Rejo

1362
×

Tiga Tahun Motor Tak Kembali, Warga Pesawaran Laporkan Kasus Penggelapan ke Polsek Gading Rejo

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, SniperNew.id - Kasus dugaan tin­dak pidana pengge­la­pan kem­bali men­cu­at di Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung. Seo­rang war­ga asal Desa Sukara­ja, Keca­matan Gedong Tataan, Kabu­pat­en Pesawaran, Provin­si Lam­pung berin­isial RF, akhirnya mela­porkan peri­s­ti­wa hilangnya sepe­da motor miliknya ke Polsek Gad­ing Rejo.

Lapo­ran res­mi terse­but ter­catat den­gan nomor: LP / B / 68 / IX / 2025 / POLSEK GADING REJO / POLRES PRINGSEWU / POLDA LAMPUNG, yang dibu­at pada 19 Sep­tem­ber 2025.

RF mela­porkan dugaan pengge­la­pan sepe­da motor Kawasa­ki Nin­ja RR war­na putih den­gan nomor polisi BE 2610 RM yang telah ia titip­kan sejak Agus­tus 2022 namun tak kun­jung dikem­ba­likan. Keru­gian aki­bat kasus ini ditak­sir men­ca­pai Rp20 juta.

Pihak yang ter­li­bat dalam perkara ini adalah. Kor­ban, RF, war­ga Desa Sukara­ja, Keca­matan Gedong Tataan, Kabu­pat­en Pesawaran, Lam­pung.

Ter­la­por: Elang, anak dari seo­rang rekan­nya berna­ma Erni, war­ga Dusun II, Pekon Sido­da­di, Kelu­ra­han Wates Timur, Keca­matan Gad­ing Rejo, Kabu­pat­en Pringsewu.

Sak­si awal: Erni, rekan kor­ban yang saat keja­di­an ikut men­dampin­gi RF ke sebuah tem­pat hibu­ran kare­na ked­u­anya berpro­fe­si seba­gai musisi organ tung­gal.

Menu­rut penu­tu­ran kor­ban, motor terse­but awal­nya diti­tip­kan di rumah Erni, namun kemu­di­an dipakai oleh anaknya, Elang. Hing­ga kini, sete­lah lebih dari tiga tahun, motor tak juga dikem­ba­likan mes­ki sudah beru­lang kali dim­inta.

  Helm Berpindah Tangan, Ceritanya Keburu Viral

Peri­s­ti­wa ini bermu­la di rumah Erni di Dusun II, Pekon Sido­da­di, Kelu­ra­han Wates Timur, Keca­matan Gad­ing Rejo, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung.

Lokasi ini­lah yang men­ja­di tem­pat kor­ban meni­tip­kan motor pada Agus­tus 2022 sebelum ia per­gi bersama Erni ke sebuah tem­pat hibu­ran den­gan meng­gu­nakan mobil. Namun sepu­langnya dari acara, motor kor­ban sudah tidak ada di rumah terse­but kare­na telah dipakai oleh Elang.

Kro­nol­o­gis peri­s­ti­wa dim­u­lai pada Agus­tus 2022 sek­i­tar pukul 12.00 WIB. Saat itu, kor­ban datang meng­gu­nakan sepe­da motor Kawasa­ki Nin­ja RR war­na putih dan meni­tip­kan­nya di rumah Erni.

Sete­lah tiga tahun lamanya motor tak kun­jung dikem­ba­likan, kor­ban akhirnya memu­tuskan men­em­puh jalur hukum den­gan mem­bu­at lapo­ran res­mi ke Polsek Gad­ing Rejo pada 19 Sep­tem­ber 2025.

RF men­gaku sela­ma ham­pir tiga tahun hanya men­da­p­atkan jan­ji-jan­ji kosong dari Elang men­ge­nai pengem­balian motornya.

Awal­nya, Elang berdal­ih bah­wa motor terse­but masih rusak sehing­ga belum bisa dikem­ba­likan. Namun, semakin lama, komu­nikasi antara kor­ban den­gan pihak ter­la­por semakin sulit. Bahkan, nomor tele­pon kor­ban diduga telah diblokir oleh Elang maupun Erni, sehing­ga kor­ban tidak bisa lagi menanyakan lang­sung keber­adaan motornya.

Upaya kor­ban untuk menghubun­gi ked­u­anya melalui nomor saudara juga tidak mem­buahkan hasil kare­na pesan dan tele­pon tidak per­nah dibalas.

Keti­dak­je­lasan itikad baik ini­lah yang akhirnya men­dorong RF mela­por ke pihak kepolisian. Ia berharap, langkah hukum ini bisa men­ja­di jalan kelu­ar untuk men­da­p­atkan kem­bali haknya sekali­gus mem­beri efek jera bagi pelaku.

  Diduga Demi Dibeli Murah, Tujuh Sapi Warga Nganjuk Diracun

Berdasarkan lapo­ran kor­ban, kro­nolo­gi keja­di­an berlang­sung seba­gai berikut. RF datang ke rumah Erni di Dusun II, Pekon Sido­da­di, den­gan men­gen­darai motor Kawasa­ki Nin­ja RR war­na putih. Motor beser­ta kuncinya ia titip­kan di rumah Erni. Sete­lah itu, RF bersama Erni per­gi meng­gu­nakan mobil milik Erni ke sebuah tem­pat hibu­ran, mengin­gat ked­u­anya berpro­fe­si seba­gai musisi organ tung­gal.

Saat kem­bali ke rumah, motor RF sudah tidak ada. Terny­a­ta motor dipakai oleh anak Erni, yakni Elang. Keti­ka RF menanyakan motornya, Elang jus­tru menyu­ruh RF meng­gu­nakan mobil Kijang LGX yang ada di rumah­nya. Motor dijan­jikan akan segera dikem­ba­likan, namun hing­ga kini jan­ji terse­but tidak ditepati.

Dalam beber­a­pa kesem­patan, Elang berdal­ih bah­wa motor masih rusak. Namun, kecuri­gaan kor­ban semakin kuat kare­na Elang tidak kun­jung mem­per­li­hatkan motor terse­but.

Nomor tele­pon RF akhirnya diblokir oleh Erni dan Elang. Upaya menghubun­gi mere­ka lewat nomor lain tidak men­da­p­atkan tang­ga­pan.

Sete­lah ham­pir tiga tahun tan­pa hasil, RF memu­tuskan mela­porkan kasus ini ke Polsek Gad­ing Rejo pada 19 Sep­tem­ber 2025.

Polsek Gad­ing Rejo melalui lapo­ran yang diter­i­ma memas­tikan bah­wa kasus ini akan segera ditin­dak­lan­ju­ti sesuai prose­dur hukum. Aparat kepolisian meny­atakan akan melakukan pemang­gi­lan ter­hadap pihak ter­la­por untuk dim­intai keteran­gan dan men­gusut lebih jauh dugaan tin­dak pidana pengge­la­pan ini.

  Uang Rp19,5 Juta Digondol, Kasus Pencurian di Lumajang Berakhir di Polsek

Kasus ini men­ja­di per­ha­t­ian kare­na mem­per­li­hatkan bagaimana kor­ban sela­ma bertahun-tahun harus menung­gu kepas­t­ian tan­pa adanya itikad baik dari ter­la­por.

Atas peri­s­ti­wa ini, RF men­gala­mi keru­gian materi­il sebe­sar Rp20 juta. Nilai keru­gian dihi­tung berdasarkan esti­masi har­ga motor Kawasa­ki Nin­ja RR miliknya yang hilang.

Selain keru­gian materi, kor­ban juga men­gala­mi keru­gian moral kare­na harus menung­gu ter­lalu lama den­gan jan­ji-jan­ji kosong dari pelaku, ser­ta kehi­lan­gan keper­cayaan aki­bat diper­lakukan tidak adil oleh orang yang ia per­caya.

Atas dugaan per­bu­atan­nya, pelaku dap­at dijer­at den­gan KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) pasal pengge­la­pan den­gan anca­man huku­man mak­si­mal 4 tahun pen­jara dan/atau den­da hing­ga Rp200 juta.

Pen­er­a­pan atu­ran ini dihara­p­kan bisa men­ja­di lan­dasan hukum yang kuat agar kasus pengge­la­pan barang milik orang lain tidak diang­gap sepele.

Kor­ban berharap lapo­ran ini bisa men­ja­di pin­tu kead­i­lan untuk men­da­p­atkan kem­bali motornya yang sudah bertahun-tahun tak kun­jung kem­bali.

Selain itu, RF juga berharap kasus­nya dap­at men­ja­di pela­jaran bagi masyarakat lain agar lebih berhati-hati saat mem­in­jamkan barang berhar­ga, ter­ma­suk kendaraan, kepa­da orang lain, sekalipun kepa­da teman dekat.

Kasus ini menun­jukkan pent­ingnya kesadaran hukum di ten­gah masyarakat. Barang yang dip­in­jam den­gan niat baik harus dikem­ba­likan sesuai kesep­a­katan. Keti­ka hal terse­but dilang­gar, maka jalur hukum adalah langkah yang sah dan tepat.

Pihak kepolisian pun dihara­p­kan bisa menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran ini secara pro­fe­sion­al agar hak kor­ban segera dip­ulihkan. (Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *