Berita Peristiwa

Dua Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput Kasus Keracunan di SDN 01 Gedong

760
×

Dua Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput Kasus Keracunan di SDN 01 Gedong

Sebarkan artikel ini
Gambar yang diduga pegawai dapur unggahan akun media sosial Threads bernama @suaraakarrumputt pada Senin (30/9/2025).

Jakar­ta, SniperNew.id  – Dugaan kasus ker­a­cu­nan makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakar­ta Timur, kem­bali menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik. Bukan hanya kare­na peri­s­ti­wa yang diduga menye­babkan sejum­lah siswa men­gala­mi gejala ker­a­cu­nan, tetapi juga lan­taran muncul insi­d­en lain yang menim­pa dua wartawan yang sedang meliput kasus terse­but, Selasa (30/09).

Dua jur­nalis, mas­ing-mas­ing berasal dari Warta Kota dan MNCTV, dila­porkan men­gala­mi tin­dak pen­ga­ni­ayaan oleh seo­rang oknum yang dise­but seba­gai pegawai dapur SPPG Gedong 2. Infor­masi itu terungkap melalui ung­ga­han akun media sosial Threads berna­ma @suaraakarrumputt pada Senin (30/9/2025).

Dalam ung­ga­han terse­but, dise­butkan bah­wa ked­ua wartawan yang ten­gah melakukan peliputan sep­utar kasus ker­a­cu­nan jus­tru men­da­p­atkan per­lakuan tidak menye­nangkan. Tin­dakan kek­erasan itu memicu sorotan tajam ter­hadap isu kebe­basan pers dan per­lin­dun­gan jur­nalis di lapan­gan.

Insi­d­en bermu­la saat sejum­lah jur­nalis meliput perkem­ban­gan kasus dugaan ker­a­cu­nan makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di SDN 01 Gedong, Pasar Rebo. Pro­gram MBG sendiri dike­nal seba­gai salah satu upaya pemer­in­tah daer­ah dalam menye­di­akan gizi tam­ba­han bagi siswa seko­lah dasar. Namun, pada kesem­patan itu, muncul lapo­ran bah­wa beber­a­pa siswa men­gala­mi gejala mual hing­ga muntah sete­lah men­gon­sum­si makanan yang dibagikan.

  Banjir Susulan Terjang Bener Meriah, Sungai Cukup Deras Bawa Lumpur dan Gelondongan Kayu

Keti­ka para jur­nalis men­co­ba mengumpulkan keteran­gan di lapan­gan, dua wartawan dise­but men­da­p­at per­lakuan kasar dari oknum yang diduga meru­pakan pegawai dapur SPPG Gedong 2. Dalam infor­masi yang beredar, ked­u­anya diduga men­gala­mi tin­dak pen­ga­ni­ayaan yang menim­bulkan luka fisik maupun trau­ma psikis.

Ung­ga­han Threads terse­but juga meny­er­takan poton­gan video yang mem­per­li­hatkan seo­rang pria berkaos hitam dan men­ge­nakan peci hitam, bera­da di sebuah area ter­bu­ka den­gan latar rumah dan sepe­da motor. Di video itu ter­li­hat suasana tegang, meskipun tidak secara eksplisit menampilkan aksi kek­erasan.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun, ada tiga pihak uta­ma yang ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini:

1. Dua wartawan – mas­ing-mas­ing dari media Warta Kota dan MNCTV – yang men­ja­di kor­ban dugaan pen­ga­ni­ayaan.

2. Oknum pegawai dapur SPPG Gedong 2 – yang dise­but seba­gai pelaku tin­dakan kek­erasan. Iden­ti­tas lebih lan­jut dari oknum terse­but belum dikon­fir­masi secara res­mi.

3. Pihak seko­lah SDN 01 Gedong – lokasi di mana kasus dugaan ker­a­cu­nan MBG ter­ja­di sekali­gus tem­pat insi­d­en pen­ga­ni­ayaan ter­hadap jur­nalis berlang­sung.

Insi­d­en ini lang­sung men­u­ai per­ha­t­ian war­ganet dan kalan­gan pers. Di media sosial, tagar #mbg, #ker­a­cu­nan, #pen­ga­ni­ayaan, dan #sppg ramai digu­nakan untuk meny­oroti peri­s­ti­wa terse­but. Banyak pihak menge­cam keras adanya tin­dakan intim­i­dasi maupun kek­erasan ter­hadap wartawan yang sedang men­jalankan tugas jur­nal­is­tik.

  Banjir Galodo Hantam Kawasan Danau Singkarak, Warga Mengungsi Tinggalkan Kampung

Kebe­basan pers, yang dijamin dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, dini­lai kem­bali ter­an­cam den­gan adanya kasus ini. Per­lin­dun­gan jur­nalis di lapan­gan dipan­dang harus men­ja­di pri­or­i­tas, ter­lebih keti­ka mere­ka meliput kasus yang menyangkut kepentin­gan pub­lik, seper­ti dugaan ker­a­cu­nan makanan di seko­lah.

Penga­mat media dari Uni­ver­si­tas Indone­sia, Rizky Ard­hana, meni­lai bah­wa kasus ini mene­gaskan masih rentan­nya posisi jur­nalis di lapan­gan. “Wartawan seharus­nya diberi akses dan per­lin­dun­gan dalam melakukan ker­ja-ker­ja jur­nal­is­tik. Kek­erasan seper­ti ini tidak bisa ditol­er­an­si. Jika benar ada pen­ga­ni­ayaan, aparat harus segera turun tan­gan,” ujarnya.

Semen­tara itu, Lem­ba­ga Ban­tu­an Hukum Pers (LBH Pers) melalui keteran­gan singkat­nya mene­gaskan bah­wa pihaknya siap mem­berikan pen­dampin­gan hukum kepa­da para jur­nalis kor­ban insi­d­en terse­but. LBH Pers juga mende­sak polisi untuk segera menye­lidi­ki kasus ini secara transparan.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak SDN 01 Gedong maupun man­a­je­men SPPG Gedong 2 belum mem­berikan keteran­gan res­mi. Upaya kon­fir­masi masih terus dilakukan oleh sejum­lah media, ter­ma­suk soal detail kro­nolo­gi dan kon­disi para siswa yang dise­but men­gala­mi ker­a­cu­nan.

Namun, beber­a­pa sum­ber inter­nal seko­lah menye­butkan bah­wa pihaknya sedang berko­or­di­nasi den­gan dinas terkait untuk menan­gani kasus dugaan ker­a­cu­nan. Terkait insi­d­en pen­ga­ni­ayaan wartawan, mere­ka men­gaku masih menung­gu klar­i­fikasi res­mi dari pihak-pihak yang bersangku­tan.

  Kucing Oren Bertahan Tiga Minggu di Pohon Sawit, Berhasil Dievakuasi Relawan di Aceh Tamiang

Ada seti­daknya dua alasan uta­ma men­ga­pa kasus ini memicu sorotan pub­lik:

1. Kasus ker­a­cu­nan makanan di seko­lah dasar – yang menyangkut kese­la­matan anak-anak dan kual­i­tas pro­gram makanan bergizi gratis.

2. Pen­ga­ni­ayaan ter­hadap jur­nalis – yang men­ja­di isu serius ten­tang kebe­basan pers dan per­lin­dun­gan ter­hadap peker­ja media.

Dua isu ini sal­ing berkai­tan, sebab tan­pa keber­adaan wartawan yang bebas meliput, infor­masi soal kasus ker­a­cu­nan bisa saja ter­tut­up rap­at dan tidak sam­pai ke masyarakat.

Kasus ini diperki­rakan akan terus bergulir. Polisi dim­inta segera men­gusut dugaan pen­ga­ni­ayaan, semen­tara Dinas Pen­didikan dan Dinas Kese­hatan DKI Jakar­ta juga dihara­p­kan segera mem­berikan keteran­gan res­mi soal dugaan ker­a­cu­nan di SDN 01 Gedong.

Bagi masyarakat, kasus ini dihara­p­kan bisa men­ja­di pela­jaran berhar­ga ten­tang pent­ingnya memas­tikan kual­i­tas makanan dalam pro­gram pemer­in­tah. Di sisi lain, pemer­in­tah juga ditun­tut untuk mem­perku­at reg­u­lasi dan per­lin­dun­gan ter­hadap jur­nalis agar peri­s­ti­wa seru­pa tidak teru­lang.

Insi­d­en dugaan pen­ga­ni­ayaan dua wartawan di Pasar Rebo mem­bu­ka dua isu sekali­gus: kese­hatan pub­lik lewat kasus ker­a­cu­nan makanan, dan kebe­basan pers melalui per­lakuan intim­i­datif ter­hadap jur­nalis.

Apapun hasil inves­ti­gasi nan­ti­nya, kasus ini sudah men­ja­di pengin­gat bah­wa ker­ja jur­nal­is­tik tidak boleh diha­lan­gi, apala­gi den­gan kek­erasan. Pers adalah pilar demokrasi, dan tugas mere­ka mem­bawa infor­masi aku­rat kepa­da pub­lik harus dihor­mati. (Ahm/add).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *