Berita Peristiwa

Siswa SMAN 1 Kampak Soroti Dugaan Pemotongan Dana PIP

200
×

Siswa SMAN 1 Kampak Soroti Dugaan Pemotongan Dana PIP

Sebarkan artikel ini

Treng­galek, SniperNew.id  – Polemik pen­gelo­laan dana di SMAN 1 Kam­pak, Kabu­pat­en Treng­galek, Jawa Timur, ten­gah men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah men­cu­at dugaan pemo­ton­gan dana ban­tu­an Pro­gram Indone­sia Pin­tar (PIP) yang seharus­nya sepenuh­nya men­ja­di hak siswa, Rabu (27/08).

Dugaan prak­tik terse­but memicu reak­si keras dari kalan­gan pela­jar hing­ga melu­as men­ja­di isu transparan­si pen­gelo­laan dana di lingkun­gan seko­lah.

Infor­masi dugaan pemo­ton­gan dana PIP di SMAN 1 Kam­pak per­ta­ma kali ramai diperbin­cangkan di media sosial sete­lah sejum­lah siswa menyuarakan keluhan mere­ka. Ung­ga­han akun s.setopbox di plat­form Threads, yang dibagikan pada Rabu (26/8), mem­per­li­hatkan suasana diskusi ter­bu­ka siswa den­gan sejum­lah pihak seko­lah. Dalam video yang beredar, para pela­jar duduk berkelom­pok, seba­gian men­ge­nakan ser­agam hitam, dan secara ter­bu­ka mem­bicarakan soal pen­gelo­laan ban­tu­an pen­didikan.

Ung­ga­han terse­but menuliskan:

Siswa SMAN 1 Kam­pak Bongkar Dugaan Pemo­ton­gan Dana PIP, Kepala Seko­lah Mulai Beral­i­bi. Polemik pen­gelo­laan dana di SMAN 1 Kam­pak, Kabu­pat­en Treng­galek, terus mem­anas. Sete­lah isu transparan­si sum­ban­gan komite, kini muncul dugaan pemo­ton­gan dana ban­tu­an Pro­gram Indone­sia Pin­tar atau PIP, yang seharus­nya murni hak siswa. Dugaan pemo­ton­gan ini dilakukan den­gan dal­ih pem­ba­yaran iuran SPP hing­ga sum­ban­gan.”

Ung­ga­han terse­but telah men­u­ai ribuan reak­si, komen­tar, dan dibagikan ratu­san kali. Fenom­e­na ini menun­jukkan bah­wa isu terse­but men­da­p­at per­ha­t­ian besar, tidak hanya dari kalan­gan pela­jar dan orang tua, tetapi juga masyarakat luas.

Pro­gram Indone­sia Pin­tar (PIP) meru­pakan ban­tu­an dari pemer­in­tah pusat melalui Kementer­ian Pen­didikan, Kebu­dayaan, Riset, dan Teknolo­gi (Kemendik­bu­dris­tek) yang diberikan kepa­da siswa dari kelu­ar­ga tidak mam­pu. Dana ini ditu­jukan untuk meringankan beban biaya pen­didikan, mulai dari pem­be­lian per­lengka­pan seko­lah, trans­portasi, uang saku, hing­ga penun­jang kebu­tuhan bela­jar lain­nya.

  Duka Ciomas: Majelis Taklim Runtuh, Pemerintah Salurkan Santunan dan Dukungan Psikososial

Besaran dana PIP bervari­asi, ter­gan­tung jen­jang pen­didikan. Untuk tingkat SMA/SMK, siswa pener­i­ma bisa men­da­p­atkan ban­tu­an sebe­sar Rp1 juta per tahun. Dana ini sepenuh­nya men­ja­di hak siswa pener­i­ma tan­pa boleh dipo­tong oleh pihak man­a­pun, ter­ma­suk seko­lah.

Menu­rut keteran­gan sejum­lah siswa yang dihim­pun dari reka­man video, dugaan pemo­ton­gan dana PIP muncul sete­lah mere­ka mener­i­ma ban­tu­an yang tidak sesuai jum­lah seharus­nya. Ada siswa yang men­gaku dana ban­tu­an dipo­tong den­gan alasan untuk pem­ba­yaran iuran seko­lah, sum­ban­gan komite, hing­ga biaya admin­is­trasi lain.

“Seharus­nya dana itu utuh kami ter­i­ma. Tapi ada poton­gan yang katanya untuk iuran dan sum­ban­gan,” ujar seo­rang siswa yang terekam dalam diskusi terse­but.

Kabar ini pun lang­sung melu­as ke kalan­gan masyarakat. Sejum­lah orang tua murid mem­per­tanyakan alasan pemo­ton­gan terse­but. Beber­a­pa di antaranya bahkan merasa keber­atan jika ban­tu­an pemer­in­tah yang dipe­run­tukkan lang­sung bagi siswa jus­tru diku­ran­gi.

Kepala SMAN 1 Kam­pak yang namanya dise­but dalam ung­ga­han mulai mem­berikan klar­i­fikasi. Menu­rut pen­je­lasan­nya, tidak ada prak­tik pemo­ton­gan dana secara sepi­hak. Dana yang diter­i­ma siswa, kata dia, memang digu­nakan seba­gian untuk menut­up kebu­tuhan iuran komite atau biaya penun­jang lain yang sudah men­ja­di kesep­a­katan bersama.

Namun, alasan ini tidak ser­ta-mer­ta meredam kere­sa­han siswa. Pasal­nya, banyak yang meni­lai bah­wa dana PIP bukan­lah sum­ber dana yang bisa dial­ihkan untuk kebu­tuhan komite maupun pem­ba­yaran iuran. Ban­tu­an itu meru­pakan hak penuh siswa sesuai atu­ran dari pemer­in­tah.

Dalam video yang beredar, puluhan siswa tam­pak berkumpul di hala­man seko­lah. Beber­a­pa duduk di tanah, semen­tara yang lain berdiri mem­per­hatikan jalan­nya diskusi. Suasana ter­li­hat serius mes­ki berlang­sung tert­ib.

Salah seo­rang siswa bahkan ter­li­hat meng­gu­nakan pon­sel untuk merekam jalan­nya diskusi. Ada pula yang men­gangkat tan­gan, seakan ingin menyam­paikan pen­da­p­at­nya. Kehadi­ran siswa dalam jum­lah banyak terse­but menan­dakan adanya kesadaran bersama untuk mem­per­juangkan hak mere­ka terkait dana pen­didikan.

  Hujan Badai Terjang Serpong, Pohon Tumbang Sebabkan Kemacetan Panjang di Rawabuntu

Momen ini men­ja­di sorotan pub­lik, kare­na jarang sekali siswa di daer­ah berani menyuarakan dugaan penyalah­gu­naan dana seko­lah secara ter­bu­ka. Banyak pihak meni­lai keberan­ian siswa SMAN 1 Kam­pak patut diapre­si­asi, mes­ki tetap harus ditem­puh den­gan cara yang sesuai atu­ran.

Isu dugaan pemo­ton­gan dana PIP ini menim­bulkan reak­si luas. Di kolom komen­tar ung­ga­han terse­but, ribuan neti­zen menyam­paikan pen­da­p­at mere­ka. Seba­gian besar mem­berikan dukun­gan moral kepa­da siswa agar tidak takut mem­per­juangkan haknya.

Kalau benar ada pemo­ton­gan, harus diusut tun­tas. Itu hak anak-anak,” tulis seo­rang war­ganet.

Ada pula komen­tar yang men­yarankan agar kasus ini dila­porkan lang­sung ke Dinas Pen­didikan Provin­si Jawa Timur, bahkan ke aparat pene­gak hukum. Sebab, jika ter­buk­ti benar, pemo­ton­gan dana PIP ter­ma­suk dalam kat­e­gori pung­utan liar (pungli).

Meru­juk pada Per­at­u­ran Menteri Pen­didikan dan Kebu­dayaan Nomor 10 Tahun 2020, dana PIP tidak boleh dipo­tong den­gan alasan apapun. Peman­faatan dana harus sesuai kebu­tuhan siswa. Bila ada pihak yang mem­o­tong atau men­gal­ihkan dana terse­but untuk kepentin­gan lain, maka tin­dakan itu masuk kat­e­gori pungli dan dap­at dike­nakan sanksi hukum.

Selain itu, Komisi Pem­ber­an­tasan Korup­si (KPK) per­nah mene­gaskan bah­wa dana ban­tu­an pen­didikan adalah hak mut­lak pener­i­ma, sehing­ga tidak boleh dial­ihkan untuk pem­ba­yaran iuran seko­lah, komite, maupun biaya lain.

Kasus yang men­cu­at di SMAN 1 Kam­pak semakin menam­bah pan­jang daf­tar per­soalan transparan­si dana pen­didikan di berba­gai seko­lah. Sebelum­nya, masyarakat juga sem­pat mem­per­masalahkan iuran komite yang diang­gap mem­ber­atkan orang tua.

Aktivis pen­didikan meni­lai, peri­s­ti­wa ini men­ja­di alarm pent­ing bagi pemer­in­tah daer­ah dan dinas terkait untuk mem­per­ke­tat pen­gawasan. Seko­lah dihara­p­kan lebih transparan dalam men­gelo­la seti­ap ben­tuk ban­tu­an agar tidak menim­bulkan kecuri­gaan maupun polemik berkepan­jan­gan.

Transparan­si adalah kun­ci. Jika dana dikelo­la ter­bu­ka, siswa dan orang tua akan lebih per­caya. Jan­gan sam­pai ban­tu­an yang seharus­nya meno­long jus­tru menim­bulkan masalah baru,” ungkap seo­rang pemer­hati pen­didikan di Treng­galek.

Hing­ga kini, masyarakat masih menung­gu tin­dak lan­jut dari pihak seko­lah maupun Dinas Pen­didikan Jawa Timur. Desakan agar kasus ini segera diin­ves­ti­gasi semakin kuat, ter­lebih kare­na menyangkut hak lang­sung siswa.

  Penjaga Kontrakan di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Dalam Toren Air

Sejum­lah organ­isasi masyarakat sip­il bahkan mulai menyuarakan dukun­gan agar siswa tidak takut mela­por ke lem­ba­ga res­mi, seper­ti Ombuds­man RI atau aparat pene­gak hukum.

Jika benar ter­ja­di pemo­ton­gan, pub­lik berharap ada tin­dakan tegas agar kasus seru­pa tidak teru­lang di seko­lah lain. Namun, bila dugaan itu tidak ter­buk­ti, pihak seko­lah juga per­lu mengk­lar­i­fikasi secara transparan untuk men­ja­ga keper­cayaan masyarakat.

Bagi siswa, per­soalan ini bukan sema­ta ten­tang jum­lah uang, tetapi ten­tang hak dan rasa kead­i­lan. Dana PIP diang­gap san­gat mem­ban­tu, teruta­ma bagi pela­jar dari kelu­ar­ga kurang mam­pu. Den­gan adanya dana terse­but, mere­ka bisa mem­be­li buku, ser­agam, maupun menu­tupi kebu­tuhan har­i­an di seko­lah.

Kalau dipo­tong, kami yang dirugikan. Pada­hal uang itu untuk kebu­tuhan bela­jar,” kata salah satu siswa.

Orang tua pun berharap agar masalah ini segera men­e­mukan titik terang. Mere­ka ingin dana ban­tu­an pen­didikan benar-benar bisa dirasakan man­faat­nya tan­pa ada pen­gu­ran­gan.

Kasus dugaan pemo­ton­gan dana PIP di SMAN 1 Kam­pak, Treng­galek, kini men­ja­di per­ha­t­ian serius masyarakat. Polemik ini men­cu­at sete­lah siswa berani menyuarakan keti­dakpuasan mere­ka secara ter­bu­ka, bahkan viral di media sosial.

Mes­ki pihak seko­lah telah mem­berikan klar­i­fikasi den­gan menye­but dana dipakai untuk kebu­tuhan iuran dan sum­ban­gan, pub­lik meni­lai alasan terse­but tidak sejalan den­gan atu­ran yang berlaku. Dana PIP adalah hak penuh siswa dan tidak boleh dipo­tong oleh pihak man­a­pun.

Ke depan, dihara­p­kan ada langkah tegas dari dinas terkait untuk men­gusut tun­tas dugaan ini, sekali­gus men­dorong semua seko­lah di Indone­sia agar lebih transparan dalam men­gelo­la ban­tu­an pemer­in­tah. Bagi siswa, kasus ini men­ja­di pem­be­la­jaran pent­ing bah­wa menyuarakan kebe­naran adalah hak sekali­gus kewa­jiban, asalkan tetap dalam kori­dor yang tert­ib dan sesuai atu­ran.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *