Berita Peristiwa

Truk Tronton Alami Rem Blong, Hantam Gerbang Tol Ciawi

455
×

Truk Tronton Alami Rem Blong, Hantam Gerbang Tol Ciawi

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id – Kece­lakaan lalu lin­tas kem­bali ter­ja­di di kawasan Ger­bang Tol (GT) Ciawi, Bogor, Kamis (4/9/2025) dini hari. Sebuah truk tron­ton den­gan nomor polisi B 9647 UEL dila­porkan men­gala­mi rem blong hing­ga menabrak pin­tu masuk tol, beton pem­bat­as, ser­ta kendaraan lain yang ada di depan­nya, Kamis (04/09/2025).

Peri­s­ti­wa nahas ini ter­ja­di sek­i­tar pukul 02.30 WIB di pin­tu masuk Tol Ciawi 2. Berdasarkan keteran­gan yang dihim­pun dari sejum­lah sak­si, truk kon­tain­er terse­but datang dari arah Ciawi menu­ju Jakar­ta. Saat hen­dak mema­su­ki GT Ciawi 2, kendaraan berat itu diduga men­gala­mi rem blong sehing­ga tidak dap­at dik­enda­likan oleh penge­mudinya.

Truk yang mela­ju den­gan kecepatan cukup ting­gi itu kemu­di­an menabrak beton pem­bat­as ger­bang tol dan meng­han­tam sebuah truk Colt Diesel den­gan nomor polisi F 8643 VE yang sedang bera­da di depan­nya. Ben­tu­ran keras tidak hanya menim­bulkan kerusakan pada fasil­i­tas tol, tetapi juga mem­bu­at sejum­lah petu­gas tol men­gala­mi luka-luka aki­bat terke­na imbas tabrakan. Para petu­gas yang ter­lu­ka lang­sung dilarikan ke rumah sak­it ter­dekat untuk men­da­p­atkan per­awatan medis.

Semen­tara itu, sopir truk tron­ton dila­porkan melarikan diri usai keja­di­an. Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak kepolisian masih melakukan pen­car­i­an ter­hadap penge­mu­di terse­but.

Kendaraan per­ta­ma: Truk kon­tain­er tron­ton B 9647 UEL (datang dari arah Ciawi menu­ju Jakar­ta).

  "Gempar! Mayat Pria Misterius Ditemukan Tertelungkup di Teras Ruko Cikembang, Warga Ungkap Kebiasaan Tak Biasa"

Kendaraan ked­ua: Truk Colt Diesel F 8643 VE yang bera­da di depan pin­tu tol.

Kor­ban: Sejum­lah petu­gas ger­bang tol GT Ciawi men­gala­mi luka-luka.

Pihak terkait: Polisi lalu lin­tas, pen­gelo­la jalan tol, ser­ta sak­si mata yang bera­da di lokasi keja­di­an.

Penye­bab uta­ma kece­lakaan diduga kare­na truk tron­ton men­gala­mi rem blong saat mema­su­ki GT Ciawi 2. Lokasi GT Ciawi memang men­ja­di sorotan kare­na posisinya bera­da di jalur lurus dan menu­run, sehing­ga rawan bagi kendaraan besar yang men­gala­mi gang­guan fungsi rem.

Dalam kolom komen­tar war­ganet di media sosial, beber­a­pa peng­gu­na meny­oroti fak­tor lain yang turut berkon­tribusi ter­hadap ser­ingnya kece­lakaan di GT Ciawi. Ada yang men­duga per­awatan kendaraan yang kurang mak­si­mal, masalah sis­tem uji kelayakan kendaraan (KIR), hing­ga desain pin­tu tol yang dini­lai tidak tepat.

Kece­lakaan di GT Ciawi ini ramai diperbin­cangkan di media sosial. Sejum­lah akun men­go­men­tari peri­s­ti­wa terse­but den­gan nada pri­hatin sekali­gus kri­tis.

Seo­rang war­ganet den­gan akun @aditya_bisma21 menulis bah­wa keja­di­an seru­pa sudah beber­a­pa kali ter­ja­di. “Bah ini kok keja­di­an­nya di sini lagi ya. Kalau dihi­tung kurang lebih sudah 4 kali keja­di­an truk tabrak ger­bang tol Ciawi,” tulis­nya.

Komen­tar lain dari @nataprawira men­gaitkan peri­s­ti­wa ini den­gan per­soalan uji KIR kendaraan. “KIR korup lagi kan…” singkat­nya.

Peng­gu­na lain, @kazunori86, menuliskan keluhan­nya soal kasus rem blong yang terus beru­lang. “Ampasss… Ampasss… Always REM BLOONNGGG,” ungkap­nya.

Semen­tara itu, akun @b8067hc mem­berikan anal­i­sis tek­nis terkait posisi ger­bang tol. Menu­rut­nya, desain pin­tu tol sekarang salah besar kare­na ditem­patkan sete­lah trek lurus dan menu­run. “GT Ciawi yang lama sudah tepat, kare­na kon­disi menan­jak. Untuk kendaraan besar lebih aman,” tulis­nya.

  Siswa SMP Negeri 26 Palembang Ditemukan Meninggal di Parit 

Akun @aditbipta juga menuliskan kepri­hati­nan­nya, “Innalil­lahi. Keja­di­an lagi aja di GT Ciawi.”

Komen­tar seru­pa datang dari @aan.amrin, “Duh keja­di­an lagi…” dan @danangwhyd, “Gua seti­ap lewat sini pasti liat belakang mulu sebelum­nya eh malah udah keja­di­an lagi aja.”

Peng­gu­na lain, @arwanstrisno, mengin­gatkan bah­wa peri­s­ti­wa seper­ti ini bukan sekali ter­ja­di. “Gw inget­nya baru 2x keja­di­an ini. Lama-lama digeser itu posisi GTO,” katanya.

Rangka­ian komen­tar terse­but menun­jukkan bah­wa masyarakat sudah cukup resah den­gan ser­ingnya kece­lakaan di GT Ciawi, teruta­ma yang meli­batkan truk bermu­atan besar.

Aki­bat keja­di­an ini, arus lalu lin­tas di sek­i­tar GT Ciawi sem­pat ter­gang­gu. Pros­es evakuasi kendaraan memakan wak­tu cukup lama mengin­gat uku­ran truk tron­ton yang besar ser­ta kerusakan yang ditim­bulkan­nya.

Petu­gas kepolisian lalu lin­tas dari Pol­res Bogor bersama pen­gelo­la tol segera melakukan pen­gat­u­ran arus kendaraan agar tidak ter­ja­di kemac­etan pan­jang. Selain itu, petu­gas melakukan olah tem­pat keja­di­an perkara (TKP) untuk menge­tahui secara pasti penye­bab kece­lakaan.

Man­a­je­men oper­a­tor tol juga lang­sung melakukan per­baikan pada fasil­i­tas ger­bang yang rusak aki­bat ben­tu­ran.

Kece­lakaan truk den­gan penye­bab rem blong bukan­lah hal baru di Indone­sia. Fak­tor penye­bab­nya bisa beragam, mulai dari per­awatan kendaraan yang kurang, beban muatan berlebih, kon­disi jalan, hing­ga kelala­ian penge­mu­di.

GT Ciawi sendiri beber­a­pa kali men­ja­di sorotan pub­lik kare­na lokasi dan desain pin­tu tol yang diang­gap rawan. Jalur menu­ju ger­bang tol bera­da pada kon­disi jalan yang menu­run, sehing­ga risiko bagi kendaraan besar cukup ting­gi.

  Tujuh Mobil Mewah Ludes Terbakar di Garasi Eks Anggota DPR Surabaya

Beber­a­pa pihak meni­lai per­lu adanya eval­u­asi menyelu­ruh, baik dari sisi desain infra­struk­tur maupun pen­gawasan ter­hadap kendaraan berat. Per­baikan sis­tem uji KIR dan pene­gakan atu­ran muatan juga men­ja­di sorotan masyarakat agar kece­lakaan seru­pa tidak terus beru­lang.

Pakar trans­portasi men­yarankan beber­a­pa langkah untuk mem­i­ni­mal­isasi kece­lakaan seru­pa:

1. Eval­u­asi desain pin­tu tol – Pin­tu tol yang bera­da di jalur menu­run sebaiknya dit­in­jau ulang agar tidak men­ja­di titik rawan kece­lakaan.

2. Per­ke­tat uji KIR kendaraan – Pen­gawasan uji kelayakan kendaraan harus dilakukan secara transparan dan tegas, tan­pa adanya prak­tik pung­utan liar atau manip­u­lasi data.

3. Pemerik­saan muatan – Kendaraan berat harus dipastikan tidak mem­bawa muatan melebi­hi kap­a­sitas.

4. Pen­ingkatan kesadaran penge­mu­di – Penge­mu­di truk wajib mema­ha­mi risiko jalur yang dilalui ser­ta melakukan penge­cekan kendaraan sebelum berop­erasi.

5. Pen­em­patan jalur daru­rat – Seper­ti hal­nya di beber­a­pa jalur tol menu­run, dis­arankan adanya jalur penye­la­mat (escape lane) agar truk yang men­gala­mi masalah bisa dial­ihkan.

Kece­lakaan truk tron­ton di GT Ciawi pada Kamis dini hari men­ja­di alarm bagi semua pihak bah­wa fak­tor kese­la­matan di jalan raya, khusus­nya jalur tol, harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma. Peri­s­ti­wa ini tidak hanya menim­bulkan keru­gian materi aki­bat rusaknya fasil­i­tas tol dan kendaraan, tetapi juga men­gak­i­batkan kor­ban luka dari pihak petu­gas tol.

Masyarakat berharap ada eval­u­asi menyelu­ruh, baik ter­hadap kon­disi jalan, desain pin­tu tol, maupun penge­tatan uji kelayakan kendaraan. Tan­pa adanya langkah nya­ta, dikhawatirkan keja­di­an seru­pa akan terus beru­lang dan menim­bulkan kor­ban lebih banyak di masa depan. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *