Berita Peristiwa

Pembongkaran Warung di Perbatasan Tangkuban Parahu

446
×

Pembongkaran Warung di Perbatasan Tangkuban Parahu

Sebarkan artikel ini

Sub­ang, SniperNew.id – Sejum­lah ban­gu­nan warung yang bera­da di atas lahan milik pemer­in­tah di kawasan per­batasan Jalan Raya Tangkuban Parahu, wilayah Kabu­pat­en Sub­ang, Jawa Barat, dibongkar aparat gabun­gan pada Senin (11/8/2025).

Pan­tauan di lokasi menun­jukkan, pem­bongkaran dilakukan meng­gu­nakan alat berat yang didatangkan khusus untuk mem­per­cepat pros­es pen­ert­iban. Selain itu, per­son­el Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kabu­pat­en Sub­ang juga turut menga­mankan jalan­nya kegiatan bersama aparat Kepolisian Resor (Pol­res) Sub­ang.

Infor­masi yang dibagikan akun media sosial info­jawabarat menun­jukkan suasana terki­ni pas­ca-pem­bongkaran. Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menulis:

“Ada yang pun­ya kenan­gan di sini? Potret terki­ni pas­ca pem­bongkaran beber­a­pa ban­gu­nan warung yang berdiri di atas tanah milik pemer­in­tah di per­batasan Jalan Raya Tangkuban Parahu, wilayah Sub­ang. Pem­bongkaran dilakukan meng­gu­nakan alat berat yang didatangkan bersama per­son­el Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kabu­pat­en Sub­ang dan Pol­res Sub­ang.”

Video yang diung­gah mem­per­li­hatkan sejum­lah ban­gu­nan berwar­na hijau dan kun­ing yang sebelum­nya difungsikan seba­gai warung makan dan tem­pat isti­ra­hat wisa­tawan. Tam­pak beber­a­pa peker­ja bera­da di atap ban­gu­nan, mem­bongkar bagian atap dan rang­ka secara man­u­al. Semen­tara di bawah­nya, per­ala­tan makan dan barang-barang milik pemi­lik warung telah dikelu­arkan ke area depan.

  Isu Etika Viral, Oknum Perangkat Desa Wangandalem Pilih Mundur

Di sek­i­tar lokasi, beber­a­pa sepe­da motor dan kur­si-kur­si plas­tik ter­li­hat dipin­dahkan. Sejum­lah tana­man dalam pot ikut ters­ingkir dari teras ban­gu­nan, menan­dakan bah­wa pem­bongkaran dilakukan menyelu­ruh hing­ga ban­gu­nan benar-benar kosong.

Menu­rut keteran­gan yang beredar, pem­bongkaran ini meru­pakan bagian dari pen­ert­iban ban­gu­nan yang berdiri di lahan milik negara dan dini­lai melang­gar atu­ran tata ruang. Kawasan Jalan Raya Tangkuban Parahu meru­pakan jalur strate­gis yang menghubungkan wilayah Ban­dung den­gan Sub­ang dan ker­ap men­ja­di des­ti­nasi wisa­ta kare­na bera­da di jalur menu­ju Gunung Tangkuban Parahu.

Pemer­in­tah daer­ah sebelum­nya telah mem­berikan surat peringatan kepa­da para pemi­lik warung untuk mem­bongkar ban­gu­nan­nya secara mandiri. Namun, kare­na tidak selu­ruh pemi­lik mematuhi imbauan terse­but, tim gabun­gan Sat­pol PP dan kepolisian akhirnya melakukan pem­bongkaran lang­sung di lokasi.

Pem­bongkaran dilakukan secara berta­hap. Ban­gu­nan yang bera­da pal­ing dekat den­gan jalan raya men­ja­di pri­or­i­tas awal. Alat berat digu­nakan untuk mer­obohkan dind­ing dan tiang penyang­ga, semen­tara petu­gas Sat­pol PP men­gawasi jalan­nya pros­es agar berlang­sung aman dan tert­ib.

War­ga setem­pat dan peng­gu­na jalan yang melin­tas sem­pat berhen­ti untuk menyak­sikan pros­es pem­bongkaran ini. Beber­a­pa di antaranya men­gaku memi­li­ki kenan­gan den­gan warung-warung terse­but, teruta­ma bagi mere­ka yang ser­ing singgah saat beper­gian dari Sub­ang menu­ju Ban­dung atau seba­liknya.

“Warung-warung ini dulu ramai sekali, apala­gi di akhir pekan atau libur pan­jang. Banyak wisa­tawan yang berhen­ti di sini untuk makan, minum, atau sekadar beri­s­ti­ra­hat,” ujar seo­rang war­ga yang eng­gan dise­but namanya.

  Akses Sibolga Lumpuh: Warga Nekat Tempuh Jalur Aceh Demi Cari Kabar Keluarga

Bagi para pemi­lik warung, pem­bongkaran ini ten­tu mem­bawa dampak besar, teruta­ma dari sisi ekono­mi. Beber­a­pa peda­gang men­gaku belum memi­li­ki ren­cana lan­ju­tan terkait usa­ha mere­ka ke depan. Ada yang berharap bisa men­da­p­atkan tem­pat relokasi dari pemer­in­tah daer­ah agar tetap dap­at berjualan, semen­tara lain­nya memil­ih men­cari lokasi sewa di sek­i­tar jalur wisa­ta.

Kepala Sat­pol PP Kabu­pat­en Sub­ang, yang memimpin lang­sung jalan­nya pen­ert­iban, menyam­paikan bah­wa pihaknya hanya men­jalankan atu­ran yang berlaku. Ia mene­gaskan, pem­bongkaran dilakukan sete­lah melalui prose­dur pan­jang, ter­ma­suk pem­ber­ian peringatan ter­tulis kepa­da pemi­lik ban­gu­nan.

“Ban­gu­nan-ban­gu­nan ini berdiri di atas tanah milik negara dan tidak memi­li­ki izin. Kami sudah mem­berikan surat peringatan beber­a­pa kali. Kare­na tidak ada tin­dak lan­jut dari pemi­lik untuk mem­bongkar sendiri, maka kami lakukan pem­bongkaran bersama aparat gabun­gan,” ujarnya.

Ia menam­bahkan, langkah ini dilakukan demi men­ja­ga ketert­iban, kese­la­matan, dan kenya­manan peng­gu­na jalan ser­ta men­ja­ga kelestar­i­an kawasan wisa­ta Tangkuban Parahu. “Kami juga berharap ke depan, masyarakat bisa mematuhi atu­ran dan men­em­pati lokasi yang sesuai den­gan perun­tukan­nya,” katanya.

Semen­tara itu, pihak kepolisian memas­tikan bah­wa pros­es pem­bongkaran ber­jalan kon­dusif. Tidak ada insi­d­en ben­trokan antara petu­gas dan pemi­lik warung, meskipun ada beber­a­pa peda­gang yang tam­pak kece­wa den­gan kepu­tu­san terse­but.

“Kami di sini memas­tikan kea­manan sela­ma pros­es berlang­sung. Semua ber­jalan den­gan baik dan tidak ada gang­guan berar­ti,” ujar seo­rang per­wira Pol­res Sub­ang yang ikut men­gawasi jalan­nya kegiatan.

  Diduga Charger HP Picu Kebakaran, Rumah Warga Banyurip Nyaris Ludes Berita Peristiwa

Mes­ki demikian, beber­a­pa war­ganet yang meli­hat ung­ga­han info­jawabarat men­gaku sedih den­gan hilangnya dere­tan warung terse­but. Mere­ka men­gungkap­kan bah­wa tem­pat itu telah men­ja­di bagian dari kenan­gan per­jalanan mere­ka sela­ma bertahun-tahun.

Ung­ga­han terse­but pun men­da­p­at per­ha­t­ian cukup luas di media sosial, den­gan ribuan penayan­gan hanya dalam wak­tu singkat. Banyak komen­tar yang men­gungkap­kan kerind­u­an ter­hadap suasana warung di per­batasan terse­but, yang dike­nal menya­jikan peman­dan­gan indah pegu­nun­gan dan udara sejuk khas kawasan Tangkuban Parahu.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada keteran­gan res­mi terkait ren­cana pemer­in­tah daer­ah dalam meman­faatkan kem­bali lahan bekas warung yang dibongkar terse­but. Namun, sejum­lah pihak men­duga bah­wa area terse­but akan dikem­ba­likan fungsinya seba­gai ruang ter­bu­ka atau fasil­i­tas umum penun­jang wisa­ta.

Pem­bongkaran ini men­ja­di pengin­gat bah­wa ban­gu­nan yang berdiri di atas lahan milik negara tan­pa izin res­mi sewak­tu-wak­tu dap­at ditert­ibkan. Pemer­in­tah daer­ah mengim­bau war­ga dan pelaku usa­ha untuk selalu memas­tikan legal­i­tas lahan sebelum mendirikan ban­gu­nan, agar tidak men­gala­mi keru­gian di kemu­di­an hari.

Bagi seba­gian orang, pem­bongkaran ini mungkin sekadar pen­ert­iban biasa. Namun, bagi mere­ka yang per­nah singgah dan merasakan suasana hangat di warung-warung terse­but, hilangnya ban­gu­nan ini meny­isakan rasa kehi­lan­gan yang men­dalam. Kini, peman­dan­gan di per­batasan Jalan Raya Tangkuban Parahu-Sub­ang telah berubah, mening­galkan ceri­ta dan kenan­gan yang hanya ter­sisa dalam ingatan. (Abd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *