Jakarta, SniperNew.d - Dalam upaya meredam gejolak harga dan menjaga ketersediaan pangan strategis, pemerintah terus bergerak cepat. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), sebanyak 1,3 juta ton beras SPHP resmi disalurkan ke seluruh penjuru Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai aksi konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat luas, Sabtu 19 Juli 2025.
Pantauan di sejumlah titik distribusi, tumpukan karung-karung beras dengan label SPHP terlihat mulai membanjiri pasar-pasar rakyat hingga gudang-gudang logistik milik pemerintah. Tak hanya beras, tampak pula produk kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng dan gula pasir dijajakan dengan harga yang terjangkau, menjadi simbol komitmen kuat pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional.
“Ini bukan sekadar distribusi beras biasa. Ini adalah pesan tegas bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi sulit sekalipun,” ujar seorang petugas Dinas Ketahanan Pangan yang ditemui saat peluncuran GPM di wilayah Jabodetabek.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog menggencarkan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebagai bentuk respons atas tekanan inflasi pangan yang sempat terjadi akibat faktor cuaca ekstrem dan dinamika global. Dengan harga yang ditekan jauh di bawah pasar, masyarakat kini bisa bernapas lega di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi.
Upaya ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. “Alhamdulillah sekarang beras SPHP bisa dibeli di dekat rumah. Harganya jauh lebih murah dan kualitasnya bagus,” ujar Ibu Nani, warga Bekasi yang mengaku rutin membeli beras SPHP untuk kebutuhan sehari-hari.
Langkah penyelamatan harga pangan ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI yang meminta jajarannya untuk terus menjaga kestabilan bahan pokok, terutama menjelang momentum besar nasional seperti Hari Kemerdekaan dan tahun ajaran baru sekolah yang biasanya mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga.
Tidak hanya fokus pada distribusi, pemerintah juga aktif melakukan operasi pasar, menggandeng retail modern, dan memperluas titik-titik penjualan beras murah. Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat dampak positif gerakan ini.
Dengan terpenuhinya stok dan terkendalinya harga, diharapkan daya beli masyarakat dapat terjaga, inflasi bisa ditekan, serta kesejahteraan petani tidak terganggu. Sumber: (@Kementrian)/.



















