Berita Daerah

Kapolri Tinjau GPM Banten, 27 Ton Beras Murah Disalurkan ke Warga

208
×

Kapolri Tinjau GPM Banten, 27 Ton Beras Murah Disalurkan ke Warga

Sebarkan artikel ini

Ban­ten, SniperNew.id – Kepolisian Repub­lik Indone­sia (Pol­ri) terus mem­perku­at per­an aktifnya dalam men­ja­ga sta­bil­i­tas pasokan dan har­ga pan­gan di ten­gah masyarakat. Salah satu langkah nyatanya ter­li­hat keti­ka Kapol­ri Jen­der­al Listyo Sig­it Prabowo menin­jau lang­sung pelak­sanaan Ger­akan Pan­gan Murah (GPM) yang dige­lar Pol­da Ban­ten, Selasa (12/8/2025).

Dalam pen­in­jauan terse­but, Kapol­ri meman­tau pros­es pendis­tribu­sian beras Sta­bil­isasi Pasokan dan Har­ga Pan­gan (SPHP) kepa­da masyarakat. Pro­gram ini meru­pakan bagian dari upaya pemer­in­tah untuk menekan gejo­lak har­ga beras di pasaran sekali­gus memas­tikan kebu­tuhan pan­gan masyarakat tetap ter­penuhi den­gan har­ga ter­jangkau.

“Baru saja saya menge­cek lang­sung kegiatan pendis­tribu­sian beras SPHP yang dilak­sanakan Pol­da Ban­ten,” ujar Jen­der­al Sig­it usai kegiatan.

Tak hanya meman­tau, Kapol­ri juga menyem­patkan diri untuk berin­ter­ak­si lang­sung den­gan war­ga pener­i­ma man­faat. Ia ingin menden­gar lang­sung aspi­rasi, keluhan, dan masukan dari masyarakat terkait pro­gram ini.

Dari hasil lapo­ran yang dite­r­i­manya, Kapol­ri menye­but pada kegiatan hari ini saja, total beras SPHP yang dis­alurkan Pol­da Ban­ten men­ca­pai 27 ton. “Selain paket beras, war­ga juga bisa men­da­p­atkan paket minyak goreng merek Minyaki­ta dan gula pasir, yang semuanya dijual den­gan har­ga di bawah Har­ga Ecer­an Tert­ing­gi (HET),” ungkap­nya.

  Karnaval Meriah HUT RI ke-80 di Desa Kesadikan, Menangkan Sepeda Motor sebagai Hadiah Utama

Jen­der­al Sig­it mene­gaskan, GPM bukan hanya sekadar kegiatan ser­e­mo­ni­al, tetapi meru­pakan buk­ti komit­men Pol­ri dalam men­dukung penuh pro­gram pemer­in­tah di sek­tor keta­hanan pan­gan. Hing­ga saat ini, Pol­ri telah menyalurkan sek­i­tar 2.225 ton beras SPHP ke berba­gai wilayah Indone­sia.

“Besok, kegiatan ini akan dilak­sanakan serentak mulai dari tingkat polsek di keca­matan, tingkat pol­res di kabupaten/kota, hing­ga pol­da di selu­ruh provin­si. Tujuan­nya, memak­si­malkan dis­tribusi beras SPHP agar har­ga beras, baik kual­i­tas medi­um maupun pre­mi­um, tetap sesuai stan­dar pemer­in­tah. Bahkan kalau bisa, har­ganya di bawah HET,” ujarnya.

Menu­rut Kapol­ri, langkah ini diam­bil untuk men­gan­tisi­pasi fluk­tu­asi har­ga beras aki­bat dinami­ka pasar. Den­gan pasokan yang cukup dan dis­tribusi yang mer­a­ta, dihara­p­kan har­ga beras tetap sta­bil dan ter­jangkau.

Dalam kesem­patan terse­but, Kapol­ri juga men­gungkap­kan bah­wa stok beras SPHP yang akan dis­alurkan masih cukup besar, yakni sek­i­tar 1,3 juta ton hing­ga akhir tahun. Angka ini diyaki­ni cukup untuk memenuhi kebu­tuhan masyarakat, asalkan dis­tribusinya dilakukan tepat sasaran dan tepat wak­tu.

“Pol­ri akan terus bersin­er­gi den­gan pemer­in­tah daer­ah, Perum Bulog, para tokoh aga­ma, dan selu­ruh ele­men masyarakat untuk men­jalankan kebi­jakan ini. Intinya, kami ingin memas­tikan pelayanan ter­baik untuk masyarakat, teruta­ma dalam hal kebu­tuhan pokok,” kata Sig­it.

  Stadion Sumpah Pemuda Siap Sambut Bhayangkara FC di Liga 1

Kehadi­ran Kapol­ri di lokasi GPM Pol­da Ban­ten men­da­p­at sambu­tan antu­sias dari war­ga. Banyak yang men­gapre­si­asi langkah Pol­ri dalam mem­ban­tu meringankan beban ekono­mi masyarakat, khusus­nya di ten­gah naik-turun­nya har­ga kebu­tuhan pokok.

Salah satu war­ga, Siti Maryam (45), men­gaku senang bisa men­da­p­atkan beras SPHP den­gan har­ga ter­jangkau. “Alham­dulil­lah, beras­nya bagus, har­ganya juga lebih murah dari pasar. Ter­i­ma kasih untuk Pol­ri yang sudah mem­ban­tu,” ujarnya sam­bil mem­bawa dua karung beras.

Hal sena­da diungkap­kan oleh Rudi Hartono (38), seo­rang peda­gang kecil di Serang. Menu­rut­nya, har­ga beras yang sta­bil akan mem­ban­tu para peda­gang mem­per­ta­hankan har­ga jual di tingkat ecer­an. “Kalau har­ga dari dis­trib­u­tor sta­bil, kita juga bisa jual ke pem­be­li den­gan har­ga nor­mal. Semoga pro­gram ini terus ber­jalan,” katanya.

Pro­gram GPM ini tidak hanya meli­batkan Pol­ri, tetapi juga meng­gan­deng Bulog seba­gai penye­dia beras, pemer­in­tah daer­ah untuk koor­di­nasi lapan­gan, ser­ta per­an tokoh masyarakat dalam meng­in­for­masikan kepa­da war­ga. Sin­er­gi ini dihara­p­kan mem­bu­at pendis­tribu­sian lebih efek­tif dan mer­a­ta, teruta­ma di wilayah-wilayah yang rawan inflasi.

Jen­der­al Sig­it menam­bahkan, pihaknya akan terus meman­tau perkem­ban­gan di lapan­gan, ter­ma­suk jika ada lapo­ran kendala dis­tribusi atau poten­si penyelewen­gan. “Kami ingin memas­tikan tidak ada ham­bat­an dari gudang sam­pai ke tan­gan masyarakat. Semua harus transparan dan sesuai prose­dur,” tegas­nya.

  Dipasena: Dari Tambak Emas ke Ladang Harapan Baru

Di ten­gah keti­dak­pas­t­ian ekono­mi glob­al, sta­bil­i­tas har­ga pan­gan men­ja­di salah satu kun­ci men­ja­ga daya beli masyarakat. Fluk­tu­asi har­ga beras, seba­gai makanan pokok may­ori­tas raky­at Indone­sia, memi­li­ki dampak lang­sung pada inflasi dan kese­jahter­aan war­ga.

Melalui pro­gram GPM dan dis­tribusi beras SPHP ini, pemer­in­tah bersama Pol­ri berharap dap­at mena­han laju kenaikan har­ga sekali­gus mem­berikan akses yang adil bagi selu­ruh lapisan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mem­ban­tu dari sisi ekono­mi, tetapi juga mem­perku­at rasa keber­samaan antara Pol­ri dan masyarakat,” ujar Sig­it.

Sejak awal tahun, GPM sudah dige­lar di berba­gai daer­ah dan ter­buk­ti mem­ban­tu menekan har­ga di pasaran. Ke depan, Pol­ri beren­cana meningkatkan inten­si­tas dan caku­pan pro­gram, ter­ma­suk mem­per­lu­as jenis bahan pokok yang dijual den­gan har­ga ter­jangkau.

Jen­der­al Sig­it menut­up kun­jun­gan ker­janya di Ban­ten den­gan pesan bah­wa keber­hasi­lan pro­gram ini bergan­tung pada kolab­o­rasi semua pihak. “Tidak mungkin hanya Pol­ri atau pemer­in­tah yang bek­er­ja sendiri. Semua harus berg­er­ak bersama untuk men­ja­ga keta­hanan pan­gan nasion­al,” pungkas­nya.

Den­gan adanya langkah konkret ini, masyarakat Ban­ten dan daer­ah lain di Indone­sia dihara­p­kan bisa merasakan lang­sung man­faat­nya: har­ga pan­gan yang sta­bil, pasokan yang aman, dan rasa aman dari ulu­ran tan­gan aparat negara. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *