Muara Teweh, SniperNew.id — Minggu 19 Agustus 2025 Kepolisian Resor (Polres) Barito Utara kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kesejahteraan warga.
Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), Polres Barito Utara menyalurkan 1 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kepada masyarakat di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Selasa pagi (19/8/2025).
Kegiatan yang digelar sejak pukul 07.30 WIB hingga 11.10 WIB ini diselenggarakan melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Barito Utara, bekerja sama dengan Perum Bulog Kabupaten Barito Utara. Sasaran utama program adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, khususnya warga RT 6 Kelurahan Jingah yang rentan terdampak gejolak harga bahan pokok.
Sejak pagi buta, warga sudah mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Dengan membawa kupon yang sebelumnya telah disebarkan, mereka berbaris rapi untuk membeli beras dengan harga terjangkau. Total sebanyak 200 sak beras atau setara 1.000 kilogram habis terjual hanya dalam beberapa jam. Sekitar 175 warga tercatat mendapatkan manfaat langsung dari program ini.
Seorang warga Kelurahan Jingah, Siti Aminah (46), mengaku sangat terbantu dengan adanya program pangan murah ini.
“Alhamdulillah, harga beras di sini lebih murah daripada di pasaran. Ini sangat membantu kami, apalagi harga-harga sekarang sedang naik. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Kegiatan GPM yang diinisiasi Polres Barito Utara tidak hanya sekadar penyaluran bahan pokok. Sat Binmas juga menjadikannya sebagai ajang untuk pembinaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, polisi membagikan sarana kontak tali asih, sekaligus memberikan penyuluhan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).
Materi penyuluhan difokuskan pada pentingnya menjaga keamanan lingkungan, khususnya pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Tahun 2025 yang baru saja berlangsung. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi, dan lebih peduli terhadap stabilitas di lingkungannya.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P, yang hadir mewakili Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud sinergi antara Polres Barito Utara dengan Bulog. Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk membantu menstabilkan harga beras serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” jelas Iptu Novendra.
Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat bukan hanya sebatas aparat penegak hukum, melainkan juga sebagai mitra strategis pembangunan. Kehadiran polisi dalam aspek sosial-ekonomi diyakini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hubungan antara warga dan aparat keamanan.
Fenomena naik-turunnya harga beras dan kebutuhan pokok lain di pasaran seringkali menimbulkan keresahan. Lonjakan harga bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari berkurangnya pasokan, kendala distribusi, hingga kondisi cuaca yang memengaruhi hasil panen.
Dalam konteks inilah, GPM hadir sebagai solusi konkret. Dengan menjual beras SPHP yang harganya lebih terjangkau, Polres Barito Utara bersama Bulog berupaya menekan dampak inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Program semacam ini juga berfungsi sebagai instrumen untuk mendistribusikan beras dengan tepat sasaran, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Gerakan Pangan Murah sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan kolaborasi antara Polri, Bulog, dan masyarakat, stabilitas harga kebutuhan pokok dapat lebih terjaga.
Beberapa warga yang ditemui di lokasi berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada momentum tertentu, melainkan bisa digelar secara berkelanjutan.
“Kami ingin setiap bulan ada kegiatan seperti ini, supaya masyarakat kecil bisa terbantu. Apalagi sekarang anak-anak sekolah butuh biaya banyak, jadi kebutuhan pangan yang terjangkau sangat berarti,” kata Rahman, salah satu warga RT 6.
Polres Barito Utara menyadari bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa dilepaskan dari kedekatan dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti GPM, polisi dapat hadir lebih humanis, dekat dengan warga, dan mendapatkan ruang untuk membangun komunikasi dua arah.
Selain menyalurkan pangan murah, kesempatan ini juga dimanfaatkan polisi untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, dan masukan warga. Hal ini menjadi bekal penting dalam merumuskan strategi keamanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto menegaskan bahwa Polres berkomitmen mendukung semua upaya pemerintah daerah dan pusat dalam menguatkan ketahanan pangan.
“Polres Barito Utara siap bersinergi dalam setiap langkah yang dapat membantu masyarakat, baik di bidang keamanan maupun kesejahteraan sosial-ekonomi. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Jingah ini menegaskan bahwa Polres Barito Utara tidak hanya fokus pada fungsi pengamanan, tetapi juga mampu memainkan peran penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan menyalurkan 1 ton beras SPHP, Polres berhasil meringankan beban ratusan warga, sekaligus menunjukkan wajah Polri yang lebih humanis dan solutif. Ke depan, diharapkan program serupa terus digalakkan di berbagai wilayah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Gerakan kecil ini membuktikan bahwa kepolisian dan masyarakat dapat berjalan beriringan, saling mendukung dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Penulis: (Hendryanus)













