Makassar, SniperNew.id – Aksi pencurian rumah kembali terjadi di siang bolong. Kali ini, peristiwa pembobolan menimpa seorang pegawai kantoran bernama Rahmat Khalil Tanete (29), yang tinggal di Jl Sunu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kejadian tragis ini diunggah akun media sosial @beritat terkini_masyarakat dan menjadi viral di platform Threads.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa rumah korban dibobol pencuri yang berhasil menggondol sejumlah barang berharga. Tak tanggung-tanggung, pelaku membawa kabur mobil jenis Toyota Agya berwarna abu-abu dengan nomor polisi DD 1264 XDY, uang tunai sebesar Rp10 juta, serta sebuah ponsel merek iPhone. Ironisnya, tiga kamera CCTV yang terpasang di dalam rumah pun turut dicuri oleh pelaku.
“Gimana pak @humas_restabesmakassar, sedang kami kami proses apa gimana?” tulis akun tersebut menyindir pihak kepolisian atas lambannya penanganan kasus ini. Unggahan ini pun menyoroti ketidakjelasan proses hukum yang berjalan setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Menurut narasi lanjutan dari akun yang sama, korban sudah melaporkan kejadian ini sejak lima bulan lalu. Namun hingga saat ini, tidak ada perkembangan berarti dari pihak berwajib. Ketika dikonfirmasi, pihak kepolisian hanya memberikan alasan bahwa rekaman CCTV tidak jelas, meskipun beberapa tangkapan kamera memperlihatkan pelaku dengan cukup jelas.
“Mobil & Uang Warga Makassar digondol Maling, 5 bulan Lapor Tak Ada Perkembangan, Polisi: CCTV Nggak Jelas,” tulis keterangan video dalam unggahan itu, yang menampilkan dua rekaman CCTV satu di dalam rumah, satu di jalan depan rumah menunjukkan pelaku memasuki rumah dan mobil yang kabur di jalan sempit kawasan permukiman.
Aksi kejahatan ini memicu respons publik yang frustrasi dan sinis terhadap penegakan hukum. Salah satu komentar warganet, pengguna dengan nama ipoeljadoel, menulis, “lapor DAMKAR,” sebagai bentuk sindiran terhadap tidak berfungsinya aparat penegak hukum dalam kasus ini.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kejahatan rumah yang belum tertangani secara tuntas di Makassar. Warga kini berharap agar aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menyelidiki kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.
— Selesai —












