Berita Daerah

Media Online Disorot Usai Diduga Lakukan Pemberitaan Tak Berimbang Terkait Tambang Pasir Lokal di Sergai

314
×

Media Online Disorot Usai Diduga Lakukan Pemberitaan Tak Berimbang Terkait Tambang Pasir Lokal di Sergai

Sebarkan artikel ini

SnipeNew.id | Ser­dang Beda­gai, Sab­tu 13 Juli 2025 Prak­tik pem­ber­i­taan yang seharus­nya men­jun­jung ting­gi kode etik jur­nal­is­tik kini kem­bali ter­coreng. Sebuah media online men­ja­di sorotan tajam sete­lah mener­bitkan beri­ta kon­tro­ver­sial terkait aktiv­i­tas tam­bang pasir lokal di Desa Sei Belu­tu, Keca­matan Sei Bam­ban, Kabu­pat­en Ser­dang Beda­gai (Ser­gai), Sumat­era Utara.

  Pasar Caringin Bandung Disorot Publik, Sampah Menumpuk dan Ganggu Aktivitas Warga

BACA JUGA, KLIK LRBIH PANAS!

Beri­ta terse­but menud­ing tam­bang pasir yang dikelo­la masyarakat setem­pat seba­gai “galian C ile­gal”, hanya kare­na peng­gu­naan mesin dom­peng seder­hana. Pada­hal, fak­ta di lapan­gan menye­butkan bah­wa aktiv­i­tas tam­bang terse­but jus­tru berskala kecil dan ditu­jukan untuk memenuhi kebu­tuhan war­ga lokal.

Miris­nya, pem­ber­i­taan itu dini­lai tidak berim­bang, bahkan terke­san menyudutkan salah satu pihak demi kepentin­gan ter­ten­tu. Ket­ua Ikatan Wartawan Online (IWO), Rid­wan Sia­haan, angkat bicara tegas menang­gapi dugaan manip­u­lasi narasi dalam pem­ber­i­taan terse­but.

“Kalau mesin dom­peng saja dise­but merusak lingkun­gan, bagaimana den­gan tam­bang galian C ile­gal lain di Ser­gai yang pakai alat berat?” sindir Rid­wan den­gan nada tajam.

Rid­wan juga men­gungkap adanya dugaan prak­tik tak etis oleh oknum yang men­gaku wartawan. Berdasarkan infor­masi dari pen­gelo­la tam­bang, Naiba­ho, wartawan terse­but sem­pat datang ke lokasi tam­bang dan mem­inta uang “koor­di­nasi”. Kare­na per­mintaan tidak dipenuhi, muncul­lah beri­ta yang menge­sankan adanya pelang­garan berat di lokasi terse­but.

“Yang lebih jang­gal lagi, wartawan itu menulis seo­lah sudah kon­fir­masi ke pemi­lik tam­bang, masyarakat, dan kepala desa. Pada­hal tidak satu pun dari mere­ka per­nah dihubun­gi,” ungkap Rid­wan.

Naiba­ho, selaku pen­gelo­la tam­bang, bahkan sudah mem­berikan kon­tribusi rutin sebe­sar Rp15.000 per trip untuk per­baikan jalan desa. Dalam sehari, tam­bang terse­but hanya melayani 3 hing­ga 4 truk — jauh dari skala indus­tri.

  Tradisi Mendio Saruran di Desa Pundilemo Tetap Lestari Turun-Temurun

Rid­wan mene­gaskan, pro­fe­si wartawan bukan alat untuk menekan atau men­jatuhkan pihak ter­ten­tu demi keun­tun­gan prib­a­di. Wartawan adalah pilar keem­pat demokrasi yang tugas­nya menya­jikan infor­masi aku­rat, berim­bang, dan dap­at diper­tang­gung­jawabkan.

  Tiga Tersangka Dugaan Tidak Pidana Korupsi Ditetapkan Kejati Sumsel

BACA JUGA, KLIK LRBIH PANAS!

“Kalau media itu mengk­laim seba­gai kon­trol sosial, ya sam­paikan fak­ta, bukan hasu­tan,” tegas Rid­wan.

Kasus ini mem­bu­ka mata akan pent­ingnya men­ja­ga mar­wah jur­nal­is­tik dari penyalah­gu­naan kewe­nan­gan yang jus­tru menced­erai keper­cayaan pub­lik ter­hadap media.

Edi­tor: SnipeNew.id | (Bt/Tim Redak­si)
Bersama Suara Masyarakat, Untuk Kead­i­lan yang Nyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *