Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

“Konsep Sawah Bapokok Murah Viral di Sumbar, Netizen: Hemat Biaya, Panen Maksimal, Tapi Kenapa Belum Merata?”

687
×

“Konsep Sawah Bapokok Murah Viral di Sumbar, Netizen: Hemat Biaya, Panen Maksimal, Tapi Kenapa Belum Merata?”

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id — Apa itu Sawah Bapokok Murah dan Men­ga­pa Jadi Perbin­can­gan Hangat Petani Sumat­era Barat?, Rabu 18 Juni 2025.

Penasaran den­gan kon­sep “Sawah Bapokok Murah”, akun Face­book Vosko­ru­saimy turun lang­sung ke lapan­gan dan menya­pa petani yang sudah men­co­ba sis­tem ini. Dalam ung­ga­han­nya yang kini ramai dibicarakan, ia meny­im­pulkan: “Biaya bisa ditekan, hasil tetap mak­si­mal. Petani untung, sis­tem­nya sim­pel.”

Namun, muncul per­tanyaan tajam: “Kalau memang seba­gus itu, kena­pa belum banyak dit­er­ap­kan di Sumat­era Barat?”

Per­tanyaan ini son­tak menyu­lut antu­si­asme neti­zen dan pelaku per­tan­ian. Ung­ga­han terse­but lang­sung diban­jiri komen­tar dukun­gan, kri­tik mem­ban­gun, dan tawaran nya­ta untuk men­jadikan pro­gram ini seba­gai pilot project di sejum­lah daer­ah.

  Gang 14C Masih Berlapis Lumpur: Kesaksian Warga Glugur Usai Banjir 3 Meter Bikin Publik Terkejut

Sawah Bapokok Murah adalah metode bertani yang menekankan efisien­si biaya pro­duk­si tan­pa men­gu­ran­gi hasil panen. Sis­tem ini men­gan­dalkan bahan-bahan lokal, pen­go­la­han lahan yang efek­tif, dan pen­er­a­pan teknik seder­hana yang mudah diadop­si petani. Hasil­nya: biaya tanam lebih ren­dah, hasil panen tetap mak­si­mal.

Salah satu komen­tar yang pal­ing men­curi per­ha­t­ian datang dari akun Mus­par­di Dt Man­tiko Sati, seo­rang akademisi sekali­gus prak­tisi per­tan­ian. Ia men­gusulkan lang­sung agar pro­gram ini dijadikan proyek per­con­to­han di Kabu­pat­en Sijun­jung, Keca­matan Sumpur Kudus, Nagari Tan­jung Bonai Aur Sela­tan, Jorong Aur Seri­au.

Ia men­je­laskan secara men­dalam men­ga­pa sis­tem ini belum melu­as di Sum­bar, mes­ki hasil­nya men­jan­jikan:

1. Kurangnya sosial­isasi secara masif kepa­da petani.

2. Min­im­nya pen­dampin­gan tek­nis di lapan­gan.

3. Sis­tem per­tan­ian yang masih ter­frag­men­tasi, banyak petani bek­er­ja sendiri tan­pa dukun­gan kelem­ba­gaan kuat.

  Bandar Lampung Gerakkan Solidaritas Kemanusiaan Antar Daerah

4. Keter­gan­tun­gan pada input kimia seper­ti pupuk sub­si­di dan pestisi­da.

5. Dukun­gan pemer­in­tah yang belum mak­si­mal.

6. Mind­set petani yang cen­derung takut gagal.

“Sawah Bapokok Murah bukan tidak efek­tif, tapi butuh eko­sis­tem pen­dukung yang siap: infor­masi, pen­dampin­gan, keper­cayaan, dan doron­gan kebi­jakan,” tulis Mus­par­di, yang telah men­da­p­at lebih dari 225 likes.

Sejum­lah war­ganet juga men­ga­jukan daer­ah­nya seba­gai lokasi per­cobaan. Komen­tar dari akun Soleh Mak­mur mis­al­nya, menanyakan langkah awal secara tek­nis — mulai dari pen­go­la­han lahan hing­ga peng­gu­naan her­bisi­da.

“Saya san­gat ter­tarik den­gan sis­tem ini, tapi butuh tuto­r­i­al dari awal. Mungkin sis­tem ini tidak bisa dit­er­ap­kan di sawah tadah hujan. Mohon pencer­a­han.”

Belum ada kepas­t­ian dari pemer­in­tah daer­ah kapan pro­gram ini akan difor­mal­isasi secara luas. Namun, doron­gan dari masyarakat dan komu­ni­tas per­tan­ian semakin kuat. Den­gan semakin banyaknya per­ha­t­ian di media sosial, besar hara­pan agar sis­tem per­tan­ian ini segera diadop­si lebih luas.

  Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun Nasional

Vosko­ru­saimy menut­up ung­ga­han­nya den­gan ajakan ter­bu­ka:
“Kalau benar ter­buk­ti efek­tif, yuk kita dorong bareng untuk petani kita.”

Tagar #vasko­ru­seimy mulai bermuncu­lan di berba­gai grup per­tan­ian dar­ing. Dukun­gan nya­ta dari akademisi, petani lokal, hing­ga prak­tisi men­ja­di buk­ti bah­wa sis­tem ini pun­ya poten­si men­gubah wajah per­tan­ian Sum­bar.

Kon­sep Sawah Bapokok Murah mem­bu­ka pelu­ang besar bagi petani Sum­bar untuk bertani lebih efisien dan men­gun­tungkan. Namun agar sis­tem ini benar-benar mem­bu­mi, dibu­tuhkan ker­jasama mul­ti­p­i­hak — petani, pemer­in­tah, penyu­luh, dan masyarakat luas. Sosial­isasi, pen­dampin­gan, dan dukun­gan kebi­jakan men­ja­di kun­ci uta­ma agar metode ini tidak hanya viral di media sosial, tapi juga nya­ta di lapan­gan.

[Redak­si Liputan Raky­at Tani Dig­i­tal]

Untuk kuti­pan atau infor­masi lebih lan­jut, silakan kun­jun­gi akun res­mi Face­book: Vosko­ru­saimy

Sawah Bapokok Murah, Per­ta­ni­an­Sum­bar, Petani Bangkit,Voskorusaimy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *