Berita Ekonomi

Gubernur Lampung Tinjau Penggilingan Padi dan Produksi Pupuk Organik di Lampung Timur

399
×

Gubernur Lampung Tinjau Penggilingan Padi dan Produksi Pupuk Organik di Lampung Timur

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Timur, SniperNew.id – Guber­nur Lam­pung, Rah­mat Mirzani Djausal, melakukan kun­jun­gan ker­ja ke Kabu­pat­en Lam­pung Timur pada Selasa, 26 Agus­tus 2025. Dalam agen­da terse­but, Guber­nur menin­jau pros­es peng­gilin­gan ser­ta pen­geringan padi (dry­er) sekali­gus meli­hat lang­sung pro­duk­si pupuk organik cair yang dikem­bangkan oleh para petani setem­pat, Rabu (27/08).

Kun­jun­gan ker­ja ini tidak hanya sekadar ser­e­mo­ni­al, melainkan juga seba­gai ben­tuk dukun­gan nya­ta Pemer­in­tah Provin­si Lam­pung ter­hadap pen­ingkatan kese­jahter­aan petani. Dalam kesem­patan itu, Guber­nur berdia­log lang­sung den­gan para petani di Desa Taman Asri, Lam­pung Timur.

“Pemer­in­tah Provin­si men­dorong kese­jahter­aan petani lewat ino­vasi pas­capa­nen dan peman­faatan pupuk ramah lingkun­gan. Hal ini sejalan den­gan komit­men kita men­jadikan Lam­pung seba­gai daer­ah per­tan­ian yang maju dan berke­lan­ju­tan,” ujar Guber­nur Rah­mat Mirzani Djausal.

Per­masala­han klasik yang ser­ing dihadapi petani di berba­gai daer­ah, ter­ma­suk di Lam­pung, adalah anjloknya har­ga gabah saat musim panen raya. Hal ini dise­babkan oleh menumpuknya pasokan gabah yang tidak diim­ban­gi den­gan daya ser­ap pasar. Aki­bat­nya, petani ker­ap meru­gi kare­na biaya pro­duk­si tidak seband­ing den­gan hasil pen­jualan.

Untuk men­gatasi hal terse­but, Guber­nur mene­gaskan pent­ingnya fasil­i­tas pas­capa­nen, seper­ti peng­gilin­gan mod­ern dan mesin pen­ger­ing padi. Den­gan adanya fasil­i­tas ini, kual­i­tas gabah dan beras dap­at ter­ja­ga, sehing­ga nilai jual­nya di pasar tetap ting­gi.

“Pas­capa­nen adalah salah satu kun­ci agar petani tidak terus bera­da pada posisi yang lemah. Den­gan dry­er dan peng­gilin­gan mod­ern, gabah bisa dis­im­pan lebih lama den­gan kual­i­tas baik, sehing­ga petani pun­ya ruang wak­tu untuk men­jual den­gan har­ga lebih kom­peti­tif,” jelas­nya.

Selain menin­jau peng­gilin­gan padi, Guber­nur juga mem­beri per­ha­t­ian khusus ter­hadap pro­duk­si pupuk organik cair. Menu­rut­nya, keter­gan­tun­gan petani pada pupuk kimia harus mulai diku­ran­gi kare­na selain mahal, juga berdampak negatif ter­hadap kesub­u­ran tanah dalam jang­ka pan­jang.

  Bank Nobu Tawarkan Bonus Saldo Lima Puluh Ribu

Pemer­in­tah Provin­si Lam­pung saat ini ten­gah gen­car men­dorong peng­gu­naan pupuk organik cair. Ino­vasi ini dihara­p­kan mam­pu men­ja­di solusi berke­lan­ju­tan untuk meningkatkan pro­duk­tiv­i­tas per­tan­ian sekali­gus men­ja­ga kelestar­i­an lingkun­gan.

“Pupuk organik cair adalah langkah nya­ta menu­ju per­tan­ian berke­lan­ju­tan. Selain ramah lingkun­gan, pupuk ini dap­at dipro­duk­si lang­sung oleh kelom­pok tani, sehing­ga men­gu­ran­gi biaya pro­duk­si,” ungkap Rah­mat Mirzani Djausal dalam dia­log bersama petani.

Kehadi­ran Guber­nur Rah­mat Mirzani Djausal dis­am­but antu­sias oleh para petani di Desa Taman Asri. Mere­ka menyam­paikan beragam aspi­rasi, mulai dari kebu­tuhan sarana pro­duk­si, akses modal, hing­ga pemasaran hasil per­tan­ian.

Salah seo­rang petani men­gungkap­kan hara­pan­nya agar pemer­in­tah lebih ser­ing turun ke lapan­gan menden­gar keluhan mere­ka. “Kami san­gat senang Pak Guber­nur datang lang­sung. Ini artinya pemer­in­tah peduli dan mau menden­garkan apa yang kami ala­mi. Semoga fasil­i­tas seper­ti dry­er dan pupuk organik bisa lebih banyak lagi,” ujar seo­rang petani setem­pat.

  BNI Sinergikan Bantuan Banjir Demi Pemulihan Warga Sumatera

Provin­si Lam­pung dike­nal seba­gai salah satu daer­ah lum­bung pan­gan nasion­al. Komod­i­tas padi, jagung, singkong, hing­ga kopi men­ja­di penopang uta­ma perekono­mi­an daer­ah. Oleh kare­na itu, dukun­gan pemer­in­tah ter­hadap sek­tor per­tan­ian san­gat pent­ing agar pro­duk­si tetap sta­bil dan kese­jahter­aan petani meningkat.

Guber­nur mene­gaskan bah­wa visi pem­ban­gu­nan per­tan­ian di Lam­pung adalah men­cip­takan kese­jahter­aan petani yang berke­lan­ju­tan. Pemer­in­tah berkomit­men meng­hadirkan pro­gram-pro­gram ino­vatif yang men­jawab tan­ta­n­gan zaman, mulai dari mod­ernisasi per­tan­ian, hilirisasi pro­duk, hing­ga dig­i­tal­isasi pemasaran.

Dalam kesem­patan terse­but, Guber­nur Rah­mat Mirzani Djausal menekankan pent­ingnya kolab­o­rasi antara pemer­in­tah, petani, ser­ta sek­tor swasta. Menu­rut­nya, keber­hasi­lan pem­ban­gu­nan per­tan­ian tidak bisa hanya bertumpu pada satu pihak saja.

“Petani adalah ujung tombak, tetapi pemer­in­tah harus hadir mem­berikan dukun­gan, baik beru­pa reg­u­lasi, teknolo­gi, maupun akses per­modalan. Selain itu, dunia usa­ha juga per­lu ter­li­bat dalam menam­pung dan men­go­lah hasil per­tan­ian agar memi­li­ki nilai tam­bah,” ujarnya.

Isu lingkun­gan juga men­ja­di sorotan dalam kun­jun­gan Guber­nur kali ini. Den­gan peng­gu­naan pupuk organik cair, dihara­p­kan tanah per­tan­ian Lam­pung tetap sub­ur dalam jang­ka pan­jang. Selain itu, lim­bah per­tan­ian bisa diman­faatkan kem­bali seba­gai bahan baku pupuk organik, sehing­ga men­gu­ran­gi pence­maran.

“Kon­sep per­tan­ian mod­ern bukan hanya soal meningkatkan pro­duk­si, tetapi juga bagaimana men­ja­ga lingkun­gan agar tetap lestari. Kita ingin Lam­pung maju, tapi den­gan cara yang ramah lingkun­gan,” tegas Guber­nur.

Dalam dia­log bersama petani, Guber­nur juga menyam­paikan pent­ingnya keter­li­batan gen­erasi muda di sek­tor per­tan­ian. Menu­rut­nya, mod­ernisasi per­tan­ian den­gan teknolo­gi cang­gih harus menarik minat anak muda untuk ikut bertani.

  Gudang Penuh Stok Lauk Donasi Retort Harga Khusus

“Per­tan­ian tidak lagi harus iden­tik den­gan peker­jaan berat dan kotor. Den­gan ino­vasi teknolo­gi, per­tan­ian bisa men­ja­di sek­tor yang men­jan­jikan bagi anak muda. Saya ingin anak-anak muda Lam­pung meli­hat per­tan­ian seba­gai pelu­ang masa depan,” katanya.

Pro­gram-pro­gram ino­vasi per­tan­ian di Lam­pung sejalan den­gan agen­da nasion­al pemer­in­tah pusat yang men­dorong kemandiri­an pan­gan. Lam­pung seba­gai salah satu lum­bung pan­gan strate­gis dihara­p­kan bisa terus meningkatkan kon­tribusinya dalam men­ja­ga keta­hanan pan­gan Indone­sia.

Dalam seman­gat mem­peringati 80 tahun Indone­sia merde­ka den­gan tema “Bersatu Berdaulat, Raky­at Sejahtera, Indone­sia Maju”, Guber­nur mene­gaskan bah­wa sek­tor per­tan­ian tetap men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma pem­ban­gu­nan daer­ah.

Kun­jun­gan Guber­nur Lam­pung Rah­mat Mirzani Djausal ke Lam­pung Timur men­ja­di momen­tum pent­ing dalam mem­perku­at komit­men pemer­in­tah ter­hadap kese­jahter­aan petani. Den­gan fokus pada peng­gilin­gan padi mod­ern, pen­geringan gabah, ser­ta pro­duk­si pupuk organik cair, dihara­p­kan petani Lam­pung dap­at lebih sejahtera dan lingkun­gan tetap ter­ja­ga.

Kehadi­ran Guber­nur yang berdia­log lang­sung den­gan petani juga menun­jukkan bah­wa pemer­in­tah ingin menden­gar aspi­rasi masyarakat secara nya­ta. Hara­pan besar pun muncul agar Lam­pung semakin maju dan mam­pu men­ja­di con­toh daer­ah yang suk­ses mengem­bangkan per­tan­ian mod­ern, ramah lingkun­gan, ser­ta berke­lan­ju­tan. (Lin­da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *