Lampung Timur, SniperNew.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur pada Selasa, 26 Agustus 2025. Dalam agenda tersebut, Gubernur meninjau proses penggilingan serta pengeringan padi (dryer) sekaligus melihat langsung produksi pupuk organik cair yang dikembangkan oleh para petani setempat, Rabu (27/08).
Kunjungan kerja ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan juga sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Lampung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Dalam kesempatan itu, Gubernur berdialog langsung dengan para petani di Desa Taman Asri, Lampung Timur.
“Pemerintah Provinsi mendorong kesejahteraan petani lewat inovasi pascapanen dan pemanfaatan pupuk ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kita menjadikan Lampung sebagai daerah pertanian yang maju dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Permasalahan klasik yang sering dihadapi petani di berbagai daerah, termasuk di Lampung, adalah anjloknya harga gabah saat musim panen raya. Hal ini disebabkan oleh menumpuknya pasokan gabah yang tidak diimbangi dengan daya serap pasar. Akibatnya, petani kerap merugi karena biaya produksi tidak sebanding dengan hasil penjualan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya fasilitas pascapanen, seperti penggilingan modern dan mesin pengering padi. Dengan adanya fasilitas ini, kualitas gabah dan beras dapat terjaga, sehingga nilai jualnya di pasar tetap tinggi.
“Pascapanen adalah salah satu kunci agar petani tidak terus berada pada posisi yang lemah. Dengan dryer dan penggilingan modern, gabah bisa disimpan lebih lama dengan kualitas baik, sehingga petani punya ruang waktu untuk menjual dengan harga lebih kompetitif,” jelasnya.
Selain meninjau penggilingan padi, Gubernur juga memberi perhatian khusus terhadap produksi pupuk organik cair. Menurutnya, ketergantungan petani pada pupuk kimia harus mulai dikurangi karena selain mahal, juga berdampak negatif terhadap kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah gencar mendorong penggunaan pupuk organik cair. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Pupuk organik cair adalah langkah nyata menuju pertanian berkelanjutan. Selain ramah lingkungan, pupuk ini dapat diproduksi langsung oleh kelompok tani, sehingga mengurangi biaya produksi,” ungkap Rahmat Mirzani Djausal dalam dialog bersama petani.
Kehadiran Gubernur Rahmat Mirzani Djausal disambut antusias oleh para petani di Desa Taman Asri. Mereka menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari kebutuhan sarana produksi, akses modal, hingga pemasaran hasil pertanian.
Salah seorang petani mengungkapkan harapannya agar pemerintah lebih sering turun ke lapangan mendengar keluhan mereka. “Kami sangat senang Pak Gubernur datang langsung. Ini artinya pemerintah peduli dan mau mendengarkan apa yang kami alami. Semoga fasilitas seperti dryer dan pupuk organik bisa lebih banyak lagi,” ujar seorang petani setempat.
Provinsi Lampung dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional. Komoditas padi, jagung, singkong, hingga kopi menjadi penopang utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian sangat penting agar produksi tetap stabil dan kesejahteraan petani meningkat.
Gubernur menegaskan bahwa visi pembangunan pertanian di Lampung adalah menciptakan kesejahteraan petani yang berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang menjawab tantangan zaman, mulai dari modernisasi pertanian, hilirisasi produk, hingga digitalisasi pemasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, serta sektor swasta. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak bisa hanya bertumpu pada satu pihak saja.
“Petani adalah ujung tombak, tetapi pemerintah harus hadir memberikan dukungan, baik berupa regulasi, teknologi, maupun akses permodalan. Selain itu, dunia usaha juga perlu terlibat dalam menampung dan mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Isu lingkungan juga menjadi sorotan dalam kunjungan Gubernur kali ini. Dengan penggunaan pupuk organik cair, diharapkan tanah pertanian Lampung tetap subur dalam jangka panjang. Selain itu, limbah pertanian bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pupuk organik, sehingga mengurangi pencemaran.
“Konsep pertanian modern bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kita ingin Lampung maju, tapi dengan cara yang ramah lingkungan,” tegas Gubernur.
Dalam dialog bersama petani, Gubernur juga menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Menurutnya, modernisasi pertanian dengan teknologi canggih harus menarik minat anak muda untuk ikut bertani.
“Pertanian tidak lagi harus identik dengan pekerjaan berat dan kotor. Dengan inovasi teknologi, pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan bagi anak muda. Saya ingin anak-anak muda Lampung melihat pertanian sebagai peluang masa depan,” katanya.
Program-program inovasi pertanian di Lampung sejalan dengan agenda nasional pemerintah pusat yang mendorong kemandirian pangan. Lampung sebagai salah satu lumbung pangan strategis diharapkan bisa terus meningkatkan kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Dalam semangat memperingati 80 tahun Indonesia merdeka dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Gubernur menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Kunjungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ke Lampung Timur menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan petani. Dengan fokus pada penggilingan padi modern, pengeringan gabah, serta produksi pupuk organik cair, diharapkan petani Lampung dapat lebih sejahtera dan lingkungan tetap terjaga.
Kehadiran Gubernur yang berdialog langsung dengan petani juga menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendengar aspirasi masyarakat secara nyata. Harapan besar pun muncul agar Lampung semakin maju dan mampu menjadi contoh daerah yang sukses mengembangkan pertanian modern, ramah lingkungan, serta berkelanjutan. (Linda)













