Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Kepala Desa Labuaja Diduga Simpangkan Dana Perbaikan Jalan, Warga Geram dan Desak Perbaikan!

875
×

Kepala Desa Labuaja Diduga Simpangkan Dana Perbaikan Jalan, Warga Geram dan Desak Perbaikan!

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id – Kepala Desa Labua­ja, Keca­matan Cen­rana, Kabu­pat­en Maros, berin­isial AS, War­ga kem­bali men­ja­di ger­am sete­lah diduga ada peny­im­pan­gan dana per­baikan jalan untuk “kepentin­gan­nya” kini men­cu­at ke per­mukaan.

Dana yang seharus­nya digu­nakan untuk mem­per­bai­ki jalan rusak aki­bat aktiv­i­tas kendaraan pen­gangkut mate­r­i­al tam­bang dari penam­ban­gan ile­gal batu gunung di wilayah terse­but, war­ga kini per­tanyakan peng­gu­naan­nya.

Menu­rut infor­masi yang diper­oleh, AS diduga mener­i­ma sejum­lah uang dari pelak­sana kegiatan penam­ban­gan ile­gal den­gan dal­ih untuk per­baikan jalan yang men­gala­mi kerusakan cukup parah.

Namun, sete­lah berbu­lan-bulan itu berlalu, jalan rusak tak kun­jung diper­bai­ki.

Saat dikon­fir­masi, AS hanya mem­berikan alasan bah­wa mate­r­i­al sudah terse­dia, tetapi peker­jaan ter­tun­da kare­na kon­disi cua­ca yang sem­pat dilan­da hujan.

Hal itu, war­ga mulai mer­agukan keju­ju­ran perny­ataan Kepala Desa Labua­ja. “Sudah lama dana itu katanya ada, mate­r­i­al pun sudah disi­ap­kan. Tapi kena­pa sam­pai sekarang tidak ada perkem­ban­gan..?

  Amukan Sijago Merah Kembali Lahap Tempat Masak Minyak IIIegal atau Rivenery di Babat Toman

“Ini sudah musim kema­rau, hujan tidak lagi jadi alasan. Kami jus­tru men­duga dana terse­but sudah dialokasikan ke hal lain yang lebih men­gun­tungkan secara prib­a­di,” ujar seo­rang war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya.

Ker­aguan ini bukan tan­pa alasan. Menu­rut beber­a­pa war­ga, belakan­gan ter­li­hat adanya peruba­han gaya hidup dari AS yang dini­lai tidak sesuai den­gan kon­disi keuan­gan seo­rang kepala desa.

“Kami ser­ing meli­hat beli­au meng­gu­nakan kendaraan baru dan melakukan ren­o­vasi rumah yang ter­bilang besar. Ini san­gat men­gun­dang tanya, apakah dana per­baikan jalan itu dis­e­lewengkan untuk kepentin­gan prib­a­di,” tam­bah war­ga lain­nya bertanya.

Jalan yang rusak terse­but memi­li­ki per­an pent­ing seba­gai akses penghubung antar dusun di Desa Labua­ja. Kon­disinya yang semakin parah telah meng­gang­gu aktiv­i­tas war­ga yang sehari-hari bergan­tung pada jalan terse­but.

“Ini bukan sekadar jalan biasa, ini akses uta­ma kami untuk bek­er­ja, men­gan­tar anak seko­lah, dan berjualan. Jika terus dib­iarkan rusak, beban kami makin berat,” ungkap war­ga den­gan penuh kesal

Meskipun musim hujan sem­pat men­ja­di alasan penun­daan, keny­ataan­nya musim kema­rau telah tiba, dan kon­disi cua­ca sekarang sudah men­dukung per­baikan jalan.

  Membongkar Dugaan Praktik Pungli dan Penyelewengan Dana BOS SMK Jaya Krama Beringin Deli Serdang

Namun, hing­ga kini belum ada tan­da-tan­da akan dim­u­lainya proyek per­baikan. War­ga semakin mende­sak Kepala Desa AS untuk segera mere­al­isas­ikan jan­ji per­baikan yang telah lama dinan­ti.

Kemara­han war­ga kian memu­ncak. “Kami sudah jen­gah den­gan jan­ji-jan­ji pal­su. Kalau memang dana itu dis­alah­gu­nakan, Kepala Desa harus bertang­gung jawab..!

Jika per­lu, kami akan laporkan ke pihak yang berwe­nang agar dana yang telah diam­bil untuk per­baikan jalan itu bisa dikem­ba­likan ke desa,” tegas seo­rang war­ga den­gan nada kesal.

Selain itu, war­ga juga men­gan­cam akan men­ga­jukan petisi kepa­da pemer­in­tah kabu­pat­en agar dap­at mem­berikan per­ha­t­ian ter­hadap kon­disi Desa Labua­ja yang kini bera­da dalam pen­gawasan atas dugaan penyelewen­gan dana pub­lik oleh kepala desa.

Mere­ka berharap adanya tin­dakan nya­ta dan segera dari pihak terkait untuk menye­lidi­ki kasus ini.

Jika dugaan ini ter­buk­ti, war­ga tidak hanya menun­tut per­baikan jalan, tetapi juga mende­sak agar Kepala Desa AS men­da­p­at sanksi tegas atas penyalah­gu­naan dana pub­lik untuk kepentin­gan prib­adinya.

  Diduga Guru Sertifikasi Korban Pungli, Pemeliharaan Gedung KWK Kecamatan Lebaksiu Tak Tranparan

Mere­ka berharap den­gan adanya per­ha­t­ian dari pihak berwe­nang, kasus ini bisa dis­e­le­saikan secepat­nya agar fasil­i­tas yang men­ja­di kebu­tuhan uta­ma masyarakat dap­at segera diper­bai­ki.

Polemik ini juga men­gun­dang komen­tar dari beber­a­pa tokoh masyarakat yang menyayangkan keja­di­an terse­but. Salah satu tokoh masyarakat menu­turkan.

“Kepala desa seharus­nya men­ja­di con­toh, Dan pemimpin yang bertang­gung jawab. Jika benar dugaan ini ter­ja­di maka, ini meru­pakan ben­tuk pengkhi­anatan ter­hadap keper­cayaan masyarakat yang telah memil­i­h­nya.”

Den­gan semakin mem­anas­nya reak­si war­ga, beein­isial As dihara­p­kan segera mem­berikan klar­i­fikasi yang lebih transparan terkait dana per­baikan jalan ini dan bertang­gung jawab atas jan­jinya.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, AS belum mem­berikan tang­ga­pan lebih lan­jut men­ge­nai dugaan peng­gu­naan dana yang diduga kepentin­gan prib­a­di, mes­ki war­ga sudah mende­sak adanya tin­dakan nya­ta.

War­ga kini hanya bisa berharap, tekanan yang diberikan melalui pem­ber­i­taan ini bisa men­dorong Kepala Desa Labua­ja untuk mem­per­bai­ki jalan terse­but secepat­nya.

Bagi mere­ka, jalan penghubung ini bukan sekadar fasil­i­tas, tapi juga sim­bol jan­ji yang kini dihara­p­kan segera ditepati tan­pa alasan. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *