Berita Ekonomi

Deretan Kendaraan Mengular di SPBU Pringsewu, Diduga untuk Pengecoran BBM Solar

481
×

Deretan Kendaraan Mengular di SPBU Pringsewu, Diduga untuk Pengecoran BBM Solar

Sebarkan artikel ini
Gambar suasana di lokasi SPBU Pringsewu, malam ini pada, Senin (11/08/25). SniperNew.id.

Pringsewu, SniperNew.id - Suasana malam di Sta­si­un Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Lin­tas Pringsewu–Sukoharjo, Keca­matan Pringsewu, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, pada Senin (11/08/2025) men­dadak men­ja­di sorotan war­ga. Pasal­nya, ter­li­hat antre­an pan­jang kendaraan, may­ori­tas mobil bak ter­bu­ka dan truk, yang men­gu­lar hing­ga kelu­ar area SPBU dan mema­dati ruas jalan uta­ma.

Berdasarkan pan­tauan SniperNew.id di lokasi sek­i­tar pukul 20.30 WIB, barisan kendaraan tam­pak meman­jang dari dalam area SPBU hing­ga ke badan jalan. Mobil-mobil terse­but didom­i­nasi jenis pikap dan truk yang seba­gian besar meng­gu­nakan bak ter­tut­up ter­pal biru maupun hitam. Tidak hanya itu, sejum­lah kendaraan roda dua juga ter­li­hat menung­gu gili­ran di jalur pengisian bahan bakar.

Kon­disi ini menye­babkan arus lalu lin­tas di sek­i­tar SPBU men­ja­di tersendat. Beber­a­pa peng­gu­na jalan ter­pak­sa mem­per­lam­bat laju kendaraan­nya untuk menghin­dari kemac­etan, semen­tara seba­gian lain­nya memil­ih men­cari jalur alter­natif.

Gam­bar kegiatan pengec­o­ran BBM solar, Senin (11/08/2025). Doc. SniperNew.id.

Saat dikon­fir­masi, salah satu karyawan SPBU yang bera­da di lokasi, Fajarisuk, mem­be­narkan bah­wa antre­an pan­jang terse­but meru­pakan imbas dari kegiatan pengec­o­ran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.

  Panen Dana Desa Bangkitkan Sawah Wonosobo

“Mobil men­gantri untuk melakukan pengec­o­ran BBM Solar, dari sebelum Magrib tadi,” ujar Fajarisuk kepa­da SniperNew.id.

Kegiatan pengec­o­ran ini, menu­rut­nya, sudah berlang­sung sejak sore dan terus berlan­jut hing­ga malam hari. Meskipun demikian, ia tidak men­je­laskan lebih rin­ci terkait jum­lah kendaraan yang ter­li­bat maupun tujuan akhir dari pengec­o­ran terse­but.

Isti­lah pengec­o­ran dalam kon­teks ini meru­juk pada pem­be­lian BBM dalam jum­lah besar yang diisikan lang­sung ke dalam tang­ki atau wadah tam­ba­han di kendaraan, untuk kemu­di­an dipin­dahkan atau digu­nakan dalam keper­lu­an ter­ten­tu. Prak­tik ini ker­ap men­ja­di sorotan kare­na berpoten­si meng­gang­gu keterse­di­aan BBM bagi masyarakat umum.

Berdasarkan penga­matan di lapan­gan, pros­es pengisian Solar dilakukan beru­lang pada sejum­lah kendaraan yang tam­pak sudah dimod­i­fikasi pada bagian tang­ki atau baknya. Beber­a­pa sopir ter­li­hat menung­gu di dalam mobil, semen­tara yang lain berdiri di sek­i­tar area pengisian.

Tidak ada petu­gas kea­manan khusus yang ter­li­hat men­gatur jalan­nya antre­an di luar area SPBU. Hal ini mem­bu­at seba­gian peng­gu­na jalan yang melin­tas harus ekstra hati-hati kare­na seba­gian kendaraan memakan badan jalan.

Sejum­lah war­ga sek­i­tar yang eng­gan dise­butkan namanya menyam­paikan keluhan terkait antre­an pan­jang terse­but. Mere­ka meni­lai antre­an aki­bat pengec­o­ran ser­ing kali menim­bulkan kemac­etan, teruta­ma pada jam sibuk sore dan malam.

  Bupati Pesawaran Resmi Lepas Peserta Perlombaan Muktamad RMI Tingkat Provinsi Lampung

“Kalau antre­an pan­jang seper­ti ini, kendaraan lain susah lewat. Kadang sam­pai menut­up seten­gah jalan. Apala­gi kalau ada kendaraan besar yang mau lewat,” ungkap salah seo­rang war­ga yang rumah­nya bera­da tak jauh dari lokasi SPBU.

War­ga lain­nya juga berharap pihak terkait dap­at melakukan pen­gawasan lebih ketat ter­hadap prak­tik pengec­o­ran BBM sub­si­di, mengin­gat Solar meru­pakan bahan bakar yang dis­ub­si­di pemer­in­tah dan dipe­run­tukkan bagi kendaraan ter­ten­tu sesuai keten­tu­an.

Sesuai Per­at­u­ran Pres­i­den (Per­pres) Nomor 191 Tahun 2014 dan Surat Edaran BPH Migas, BBM bersub­si­di jenis Solar hanya dipe­run­tukkan bagi kendaraan ter­ten­tu seper­ti angku­tan umum barang, angku­tan umum penumpang, kendaraan pelayanan umum, dan nelayan. Peng­gu­naan BBM sub­si­di untuk tujuan komer­sial atau dalam jum­lah berlebih tan­pa izin res­mi dap­at dikat­e­gorikan seba­gai pelang­garan.

Jika prak­tik pengec­o­ran ter­buk­ti melang­gar atu­ran dis­tribusi BBM sub­si­di, pelaku dap­at dike­nakan sanksi, mulai dari penghent­ian suplai BBM hing­ga sanksi pidana sesuai Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 ten­tang Minyak dan Gas Bumi.

Dari tiga momen yang berhasil dia­badikan SniperNew.id, tam­pak jelas suasana di SPBU terse­but:

1. Antre­an Mobil Bak dan Truk
Mobil-mobil jenis pikap dan truk den­gan bak ter­tut­up ter­pal biru dan hitam memenuhi jalur pengisian Solar. Beber­a­pa bahkan berhen­ti hing­ga ke luar area SPBU dan mema­su­ki ruas jalan uta­ma.

  PLN Pringsewu Tanggap Darurat, Kabel JTR Turun di Pekon Margakaya Langsung Diperbaiki

2. Aktiv­i­tas War­ga dan Pen­gen­dara Motor
Di sek­i­tar SPBU, sejum­lah pen­gen­dara motor dan war­ga berkumpul, seba­gian menung­gu gili­ran, seba­gian lain bert­e­duh kare­na cua­ca hujan ger­im­is di sore harinya.

3. Pengisian di Malam Hari
Lam­pu SPBU menyala terang, semen­tara di seti­ap jalur pengisian tam­pak petu­gas dan sopir yang sil­ih bergan­ti mengisi BBM. Jalur pengisian khusus Solar ter­li­hat pal­ing padat.

Situ­asi ini memu­nculkan hara­pan agar pihak terkait, baik pemer­in­tah daer­ah, Per­t­a­m­i­na, maupun aparat pene­gak hukum, dap­at melakukan peman­tauan lang­sung ke lapan­gan. Tujuan­nya, memas­tikan dis­tribusi BBM bersub­si­di tepat sasaran, sekali­gus menghin­dari poten­si kelangkaan aki­bat prak­tik pengec­o­ran berskala besar.

Pen­gawasan ketat juga dihara­p­kan dap­at men­gu­ran­gi antre­an pan­jang yang meng­gang­gu kelan­car­an lalu lin­tas di kawasan Jalan Lin­tas Pringsewu–Sukoharjo. Selain itu, pene­gakan atu­ran yang kon­sis­ten akan mem­berikan efek jera kepa­da pihak-pihak yang men­co­ba meman­faatkan celah dis­tribusi BBM bersub­si­di.

SniperNew.id akan terus meman­tau perkem­ban­gan situ­asi ini, ter­ma­suk tang­ga­pan res­mi dari pihak Per­t­a­m­i­na dan pemer­in­tah daer­ah terkait dugaan pengec­o­ran BBM Solar di SPBU Pringsewu. Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, antre­an kendaraan masih ter­li­hat di lokasi, mes­ki mulai berku­rang diband­ingkan awal malam.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan ver­si inves­ti­gatif lebih tajam den­gan memu­at kro­nolo­gi lengkap dan anal­i­sis poten­si pelang­garan atu­ran BBM sub­si­di, sam­bil tetap aman secara kode etik.
Apakah Anda ingin saya lan­jutkan ke ver­si itu?. (Tim Red).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *