Berita Investigasi

Keturunan Manik Ziarah Leluhur di Pusuk Buhit Samosir

742
×

Keturunan Manik Ziarah Leluhur di Pusuk Buhit Samosir

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR, SNIPERNEW.id -- Sejumlah keturunan Marga Manik melaksanakan ziarah leluhur di Huta Dolok Maima, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, pada Minggu, 21 Desember 2025.


Ziarah ini dilakukan oleh ketu­runan Mar­ga Manik dari garis ketu­runan Oppung Budi­man Manik, khusus­nya ketu­runan Oppung Bertu­ah Manik, seba­gai ben­tuk peng­hor­matan dan pen­ge­nan­gan ter­hadap jasa para leluhur yang men­ja­di asal-usul Mar­ga Manik di kawasan Pusuk Buhit, yang dike­nal seba­gai salah satu pusat per­ad­a­ban Batak.

  Sikap Petugas Disdikbud Pringsewu Disorot, FPII Minta Evaluasi

Makam leluhur bera­da di kawasan per­buk­i­tan Buk­it Barisan atau dataran ting­gi Pusuk Buhit. Dari lokasi terse­but, Danau Toba tam­pak mem­ben­tang luas di kejauhan, ter­li­hat kecil dari ket­ing­gian, mene­gaskan nilai sakral kawasan yang sela­ma ini diyaki­ni memi­li­ki mak­na his­toris dan spir­i­tu­al bagi masyarakat Batak.

Berdasarkan sil­si­lah kelu­ar­ga, Oppung Budi­man Manik dike­tahui menikah den­gan Boru Sidau­ruk dan memi­li­ki dua anak laki-laki, yakni Oppung Bertu­ah Manik yang menikah den­gan Boru Sitang­gang, ser­ta Oppung Kris­t­ian Manik yang menikah den­gan Boru Sin­abari­ba. Selain itu,

Oppung Budi­man Manik juga memi­li­ki tiga anak perem­puan yang mas­ing-mas­ing menikah den­gan mar­ga Turnip, Sim­bolon, dan Turnip.
Ketu­runan yang hadir dalam ziarah terse­but meru­pakan garis ketu­runan Oppung Bertu­ah Manik dan Boru Sitang­gang.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

Dari pasan­gan ini lahir empat anak, ter­diri dari tiga laki-laki dan satu perem­puan, yakni Amani Bertu­ah Manik, seo­rang anak perem­puan yang menikah den­gan mar­ga Sitang­gang yang dike­nal seba­gai Amani Togu Sitang­gang, Edward Manik, ser­ta Amani Johan­na Manik.

Dalam kegiatan ziarah terse­but, Bapa Bertu­ah hadir lang­sung bersama istrinya bermar­ga Boru Sitang­gang, seba­gai per­wak­i­lan kelu­ar­ga untuk melan­jutkan tra­disi peng­hor­matan kepa­da leluhur sekali­gus mem­per­erat ikatan sil­si­lah kelu­ar­ga.

Selain berziarah ke makam leluhur Mar­ga Manik di Dolok Maima, rom­bon­gan juga melan­jutkan per­jalanan ke Desa Siant­i­ng-siant­i­ng, Keca­matan Pan­gu­ru­ran, Kabu­pat­en Samosir, untuk berziarah ke makam leluhur Mar­ga Sitang­gang.

  Hiswana Migas Sumut Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran dan Dukung Sitkamtibmas Kondusif Jelang Nataru 2025**

Kun­jun­gan ini men­ja­di sim­bol peng­hor­matan ter­hadap dua garis ketu­runan yang telah diper­satukan melalui ikatan perkaw­inan adat Batak.
Dalam tra­disi Batak, ziarah ke makam leluhur memi­li­ki mak­na pent­ing seba­gai ben­tuk peng­hor­matan ter­hadap asal-usul, sarana pengin­gat jati diri, ser­ta upaya mem­perku­at nilai keber­samaan antar gen­erasi.

Ziarah juga dimak­nai seba­gai momen reflek­si spir­i­tu­al agar ketu­runan tetap men­jun­jung ting­gi nilai adat, budaya, dan per­saudaraan.
Kegiatan ziarah berlang­sung khid­mat dan tert­ib, tan­pa rit­u­al berlebi­han, den­gan mengede­pankan doa dan peng­hor­matan kepa­da para leluhur. Kelu­ar­ga berharap kegiatan ini dap­at terus dilak­sanakan secara berke­lan­ju­tan oleh gen­erasi penerus, sehing­ga sejarah dan jati diri Mar­ga Manik tetap ter­ja­ga.

Lapo­ran: [Budi­man Manik]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *