Maros, SniperNew.id — Jumat (3/1/2025) – Kemacetan parah sepanjang 10 kilometer terjadi di jalan poros Maros-Bone, tepatnya di kawasan hutan Karengta. Kemacetan ini dipicu oleh pengerjaan proyek reservasi jalan yang belum selesai dikerjakan oleh PT Lambo Ulina, meskipun sesuai kontrak kerja, proyek ini seharusnya rampung pada Desember 2024.
Penarikan petugas satuan tugas Kapang oleh Polda Sulsel dari lokasi proyek semakin memperburuk situasi. Akibatnya, antrean kendaraan memanjang tanpa ada pengaturan lalu lintas yang memadai.
Kamaruddin, seorang warga sekitar, mengungkapkan kekhawatirannya. “Sejak petugas Satgas Kapang ditarik oleh Polda Sulsel, kemacetan sering kali terjadi. Tidak ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas, sehingga banyak kendaraan yang terjebak hingga mengalami kerusakan di tengah antrean panjang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bahar, seorang pengendara yang terjebak macet. Ia secara khusus berharap agar Kapolda Sulsel meninjau ulang kebijakan tersebut. “Kami sangat berharap kepada Bapak Kapolda Sulsel agar tim Satgas Kapang yang telah ditarik bisa kembali ditugaskan sampai pekerjaan jalan selesai. Kehadiran mereka sangat membantu mengurangi kemacetan,” ujarnya penuh harap.
Kondisi ini semakin mempersulit kendaraan besar seperti truk dan bus, yang membutuhkan ruang lebih di jalur sempit akibat pengerjaan proyek. Waktu perjalanan yang biasanya hanya satu jam kini bisa memakan waktu hingga empat jam.
PT Lambo Ulina sebelumnya menyatakan bahwa proyek ini dijadwalkan selesai pada Desember 2024. Namun, hingga awal Januari 2025, pengerjaan di beberapa titik masih berlangsung, tanpa kepastian kapan proyek tersebut benar-benar rampung.
Pihak terkait hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan keterlambatan penyelesaian proyek maupun penarikan petugas dari lokasi. Warga berharap ada koordinasi antara dinas terkait dan kepolisian untuk segera mengatasi masalah ini.
Masyarakat dan pengguna jalan mendesak agar petugas kembali diturunkan untuk mengatur lalu lintas. Mereka juga berharap pengerjaan proyek dapat dipercepat agar arus lalu lintas kembali normal secepatnya. Untuk sementara, pengendara disarankan mencari rute alternatif untuk menghindari antrean panjang yang terus terjadi di kawasan tersebut. (Syamsir)













