Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Kemacetan Panjang di Poros Maros-Bone, Proyek Jalan Belum Rampung, Warga Keluhkan Minimnya Petugas

1617
×

Kemacetan Panjang di Poros Maros-Bone, Proyek Jalan Belum Rampung, Warga Keluhkan Minimnya Petugas

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id — Jumat (3/1/2025) – Kemac­etan parah sep­a­n­jang 10 kilo­me­ter ter­ja­di di jalan poros Maros-Bone, tepat­nya di kawasan hutan Kareng­ta. Kemac­etan ini dipicu oleh penger­jaan proyek reser­vasi jalan yang belum sele­sai dik­er­jakan oleh PT Lam­bo Uli­na, meskipun sesuai kon­trak ker­ja, proyek ini seharus­nya ram­pung pada Desem­ber 2024.

Penarikan petu­gas sat­u­an tugas Kapang oleh Pol­da Sulsel dari lokasi proyek semakin mem­per­bu­ruk situ­asi. Aki­bat­nya, antre­an kendaraan meman­jang tan­pa ada pen­gat­u­ran lalu lin­tas yang memadai.

Kamarud­din, seo­rang war­ga sek­i­tar, men­gungkap­kan kekhawati­ran­nya. “Sejak petu­gas Sat­gas Kapang ditarik oleh Pol­da Sulsel, kemac­etan ser­ing kali ter­ja­di. Tidak ada petu­gas kepolisian yang men­gatur lalu lin­tas, sehing­ga banyak kendaraan yang ter­je­bak hing­ga men­gala­mi kerusakan di ten­gah antre­an pan­jang,” ujarnya.

Hal sena­da juga dis­am­paikan oleh Bahar, seo­rang pen­gen­dara yang ter­je­bak macet. Ia secara khusus berharap agar Kapol­da Sulsel menin­jau ulang kebi­jakan terse­but. “Kami san­gat berharap kepa­da Bapak Kapol­da Sulsel agar tim Sat­gas Kapang yang telah ditarik bisa kem­bali ditu­gaskan sam­pai peker­jaan jalan sele­sai. Kehadi­ran mere­ka san­gat mem­ban­tu men­gu­ran­gi kemac­etan,” ujarnya penuh harap.

Kon­disi ini semakin mem­per­sulit kendaraan besar seper­ti truk dan bus, yang mem­bu­tuhkan ruang lebih di jalur sem­pit aki­bat penger­jaan proyek. Wak­tu per­jalanan yang biasanya hanya satu jam kini bisa memakan wak­tu hing­ga empat jam.

PT Lam­bo Uli­na sebelum­nya meny­atakan bah­wa proyek ini dijad­walkan sele­sai pada Desem­ber 2024. Namun, hing­ga awal Jan­u­ari 2025, penger­jaan di beber­a­pa titik masih berlang­sung, tan­pa kepas­t­ian kapan proyek terse­but benar-benar ram­pung.

Pihak terkait hing­ga kini belum mem­berikan keteran­gan res­mi men­ge­nai alasan keter­lam­bat­an penye­le­sa­ian proyek maupun penarikan petu­gas dari lokasi. War­ga berharap ada koor­di­nasi antara dinas terkait dan kepolisian untuk segera men­gatasi masalah ini.

Masyarakat dan peng­gu­na jalan mende­sak agar petu­gas kem­bali ditu­runk­an untuk men­gatur lalu lin­tas. Mere­ka juga berharap penger­jaan proyek dap­at diper­cepat agar arus lalu lin­tas kem­bali nor­mal secepat­nya. Untuk semen­tara, pen­gen­dara dis­arankan men­cari rute alter­natif untuk menghin­dari antre­an pan­jang yang terus ter­ja­di di kawasan terse­but. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *