Berita Daerah

Tenaga Kontrak Mamuju Duduki DPRD, Desak Kejelasan Formasi PPPK

392
×

Tenaga Kontrak Mamuju Duduki DPRD, Desak Kejelasan Formasi PPPK

Sebarkan artikel ini

Mamu­ju, SniperNew.id - Ratu­san tena­ga kon­trak yang ter­diri dari tena­ga medis dan tena­ga pen­didik di Kabu­pat­en Mamu­ju melakukan aksi men­dudu­ki ruang Paripur­na DPRD Mamu­ju. Aksi ini berlang­sung sela­ma enam jam pada hari ini dan bertu­juan menun­tut keje­lasan pen­gako­modasian for­masi Pegawai Pemer­in­tah den­gan Per­jan­jian Ker­ja (PPPK) yang dini­lai belum memadai, Senin (15/09).

Infor­masi ini dike­tahui melalui ung­ga­han akun media sosial mekora.id yang menun­jukkan ratu­san tena­ga kon­trak duduk memenuhi ruang sidang. Dalam keteran­gan ung­ga­han­nya, dije­laskan bah­wa para tena­ga kon­trak terse­but mende­sak Bupati Mamu­ju untuk segera mem­berikan jawa­ban terkait for­masi PPPK paruh wak­tu yang baru-baru ini diu­mumkan pemer­in­tah daer­ah.

For­masi PPPK yang dibu­ka oleh Pemer­in­tah Kabu­pat­en Mamu­ju hanya men­gako­modir tena­ga tek­nis sebanyak 875 orang. Semen­tara itu, ratu­san tena­ga kon­trak medis dan pen­didik merasa tidak men­da­p­atkan keje­lasan apakah mere­ka akan diako­modasi dalam selek­si terse­but. Mere­ka pun memu­tuskan untuk melakukan aksi duduk di ruang Paripur­na DPRD Mamu­ju seba­gai ben­tuk protes damai dan untuk menung­gu pen­je­lasan lang­sung dari Bupati Mamu­ju.

Aksi ini meli­batkan ratu­san tena­ga kon­trak yang seba­gian besar bek­er­ja di sek­tor kese­hatan (tena­ga medis) dan pen­didikan (guru kon­trak) di wilayah Kabu­pat­en Mamu­ju. Mere­ka meru­pakan pegawai non-ASN yang sudah bertahun-tahun mengab­di. Selain para tena­ga kon­trak, pihak DPRD Mamu­ju juga ter­li­bat secara tidak lang­sung kare­na ruang paripur­na digu­nakan seba­gai lokasi aksi. Bupati Mamu­ju men­ja­di pihak yang dim­inta mem­berikan klar­i­fikasi.

Akun mekora.id, yang per­ta­ma kali men­gung­gah infor­masi ini di media sosial, turut menye­barkan doku­men­tasi foto suasana aksi terse­but. Dalam foto, ter­li­hat para tena­ga kon­trak men­ge­nakan masker medis, duduk rapi di kur­si sidang, seba­gian berdiri sam­bil memegang pon­sel untuk merekam situ­asi.

  Warga Komodo Tolak Privatisasi: “Kami Kehilangan Cara untuk Hidup”

Kapan Keja­di­an Ini Ter­ja­di (When)
Aksi duduk terse­but ter­ja­di pada hari ini (Senin, 15 Sep­tem­ber 2025) dan sudah berlang­sung sela­ma enam jam saat ung­ga­han dibu­at tiga jam lalu. Hing­ga saat ung­ga­han dipub­likasikan, Bupati Mamu­ju belum juga men­e­mui mas­sa aksi.

Di Mana Lokasi Keja­di­an (Where)
Aksi men­dudu­ki ruang Paripur­na ini berlang­sung di Gedung DPRD Kabu­pat­en Mamu­ju, Sulawe­si Barat. Gedung dewan ini meru­pakan tem­pat pengam­bi­lan kepu­tu­san dan koor­di­nasi antara ekseku­tif dan leg­is­latif, sehing­ga dip­il­ih seba­gai lokasi strate­gis untuk menyuarakan tun­tu­tan.

Men­ga­pa Aksi Ini Dilakukan (Why)
Para tena­ga kon­trak merasa kebi­jakan for­masi PPPK paruh wak­tu tahun ini tidak adil. Dalam pengu­mu­man, pemer­in­tah daer­ah hanya mem­bu­ka 875 for­masi untuk tena­ga tek­nis. Semen­tara itu, for­masi untuk tena­ga medis dan pen­didik tidak dije­laskan den­gan gam­blang. Mere­ka khawatir sta­tus dan masa depan mere­ka seba­gai tena­ga kon­trak tidak jelas, pada­hal mere­ka telah lama mengab­di untuk pelayanan pub­lik.

Keti­adaan keje­lasan ini memu­nculkan kere­sa­han, teruta­ma mengin­gat PPPK meru­pakan jalan res­mi bagi tena­ga hon­or­er atau kon­trak untuk mem­per­oleh sta­tus yang lebih baik dan kepas­t­ian ker­ja. Den­gan men­dudu­ki ruang Paripur­na, para tena­ga kon­trak berharap pemer­in­tah daer­ah, khusus­nya Bupati Mamu­ju, menden­gar aspi­rasi mere­ka secara lang­sung.

Aksi berlang­sung secara damai. Ratu­san tena­ga kon­trak mema­su­ki ruang Paripur­na DPRD Mamu­ju dan duduk tert­ib di kur­si sidang. Mere­ka men­ge­nakan masker dan seba­gian men­ge­nakan paka­ian for­mal, mencer­minkan sikap pro­fe­sion­al meskipun sedang menyam­paikan protes. Tidak ter­li­hat adanya tin­dakan anarkis atau keribu­tan.

Menu­rut keteran­gan ung­ga­han mekora.id, meskipun telah menung­gu sela­ma enam jam, Bupati Mamu­ju tidak kun­jung men­e­mui mere­ka. Mas­sa aksi meny­atakan mere­ka tidak memi­li­ki mak­sud untuk merusak fasil­i­tas atau meng­gang­gu aktiv­i­tas pemer­in­ta­han, melainkan hanya ingin menden­gar jawa­ban lang­sung dari kepala daer­ah men­ge­nai nasib mere­ka.

  Kerja Sama Terbengkalai,PT.Lutfi Bukhori Jaya Diduga Ingkari Kesepakatan Proyek Perumahan.

Dalam ung­ga­han yang sama, dis­er­takan pula tagar #DPRDMAMUJU, #bupa­ti­ma­mu­ju, #tena­gakon­trak, dan #pppp­kma­mu­ju yang menun­jukkan bah­wa isu ini telah men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik di media sosial. Tagar-tagar terse­but juga men­ja­di sim­bol sol­i­dar­i­tas di antara para tena­ga kon­trak dan masyarakat luas yang peduli ter­hadap kead­i­lan bagi para peker­ja sek­tor pub­lik.

Video yang diung­gah mem­per­li­hatkan suasana ruang sidang yang penuh den­gan tena­ga kon­trak. Di dind­ing ruang sidang, ter­li­hat beber­a­pa bingkai foto peja­bat daer­ah. Di bagian ten­gah ruan­gan, ter­da­p­at pendin­gin udara beruku­ran besar, dan penc­a­hayaan ruan­gan tam­pak terang. Beber­a­pa peser­ta aksi ter­li­hat men­doku­men­tasikan situ­asi meng­gu­nakan kam­era pon­sel. May­ori­tas tena­ga kon­trak men­ge­nakan masker medis berwar­na hijau dan putih, menan­dakan bah­wa seba­gian dari mere­ka adalah tena­ga medis yang masih aktif bertu­gas.

Suasana aksi ter­li­hat terk­endali dan tert­ib. Beber­a­pa peser­ta aksi tam­pak berbin­cang sam­bil menung­gu, semen­tara yang lain duduk diam menan­tikan kehadi­ran Bupati Mamu­ju.

Reak­si dan Tang­ga­pan Awal
Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada keteran­gan res­mi dari Bupati Mamu­ju terkait tun­tu­tan para tena­ga kon­trak. DPRD Mamu­ju juga belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi. Namun, melalui ung­ga­han media sosial, pub­lik mulai mem­berikan dukun­gan moral kepa­da para tena­ga kon­trak. Beber­a­pa war­ganet meni­lai bah­wa tena­ga kon­trak, khusus­nya guru dan tena­ga kese­hatan, memi­li­ki per­an vital dalam pelayanan masyarakat dan layak men­da­p­atkan keje­lasan sta­tus.

Para penga­mat kebi­jakan pub­lik menye­but bah­wa kasus ini mencer­minkan tan­ta­n­gan yang lebih luas terkait man­a­je­men tena­ga ker­ja hon­or­er di Indone­sia. Pemer­in­tah pusat sebelum­nya telah mene­gaskan komit­men untuk menye­le­saikan sta­tus tena­ga hon­or­er, namun pelak­sanaan­nya di daer­ah masih ser­ing menim­bulkan masalah.

For­masi PPPK meru­pakan kebi­jakan nasion­al untuk mem­berikan sta­tus lebih jelas kepa­da tena­ga hon­or­er yang telah lama bek­er­ja di instan­si pemer­in­tah. Namun, keter­batasan anggaran daer­ah dan pri­or­i­tas ter­ten­tu ser­ing kali mem­bu­at for­masi yang dibu­ka tidak bisa men­gako­modasi semua sek­tor secara mer­a­ta. Dalam kasus Mamu­ju, fokus pada tena­ga tek­nis mem­bu­at tena­ga medis dan pen­didik merasa dia­baikan.

  Miris! Ajang Bergengsi Piala Soeratin Diwarnai Hadiah yang Tak Sebanding dengan Prestasi

Keti­dak­je­lasan ini bukan hanya masalah admin­is­tratif, tetapi juga berpoten­si memen­garuhi pelayanan pub­lik. Jika tena­ga kon­trak di sek­tor pen­didikan dan kese­hatan merasa tidak dihar­gai, hal itu bisa berdampak pada kual­i­tas layanan kepa­da masyarakat.

Hara­pan Para Tena­ga Kon­trak
Melalui aksi ini, para tena­ga kon­trak berharap pemer­in­tah daer­ah akan mem­bu­ka komu­nikasi yang lebih baik. Mere­ka mem­inta agar Bupati Mamu­ju segera mem­berikan pen­je­lasan res­mi men­ge­nai for­masi PPPK dan memas­tikan bah­wa tena­ga medis dan pen­didik juga diper­tim­bangkan. Selain itu, mere­ka berharap ada solusi jang­ka pan­jang untuk men­gu­ran­gi keti­dak­pas­t­ian sta­tus tena­ga ker­ja kon­trak di daer­ah.

Seo­rang tena­ga kon­trak yang eng­gan dise­butkan namanya men­gatakan kepa­da rekan-rekan media di lokasi bah­wa mere­ka hanya ingin kepas­t­ian, bukan kon­frontasi. “Kami di sini bukan untuk mem­bu­at keribu­tan. Kami hanya ingin tahu, apakah kami akan diako­modasi atau tidak. Kami sudah bertahun-tahun bek­er­ja melayani masyarakat, dan masa depan kami tidak boleh digan­tung,” ujarnya.

Aksi damai ratu­san tena­ga kon­trak di Mamu­ju ini men­ja­di peringatan bagi pemer­in­tah daer­ah ten­tang pent­ingnya komu­nikasi dan keje­lasan kebi­jakan terkait for­masi PPPK. Situ­asi ini menun­jukkan bah­wa kebi­jakan tena­ga ker­ja di sek­tor pub­lik memer­lukan transparan­si agar tidak menim­bulkan kere­sa­han.

Semen­tara Bupati Mamu­ju belum mem­berikan tang­ga­pan, para tena­ga kon­trak bertekad tetap mem­per­juangkan hak mere­ka den­gan cara yang tert­ib dan damai. Isu ini diperki­rakan akan terus men­ja­di sorotan pub­lik dan media lokal, teruta­ma jika pemer­in­tah daer­ah tidak segera mere­spons tun­tu­tan mere­ka.

Den­gan aksi ini, para tena­ga kon­trak berharap nasib mere­ka tidak lagi dia­baikan dan keje­lasan for­masi PPPK dap­at segera diberikan, demi kelang­sun­gan layanan pen­didikan dan kese­hatan di Kabu­pat­en Mamu­ju. Tagar #DPRDMAMUJU, #bupa­ti­ma­mu­ju, #tena­gakon­trak, dan #pppp­kma­mu­ju men­ja­di sim­bol sol­i­dar­i­tas dan tekanan moral agar pemer­in­tah daer­ah segera mengam­bil langkah yang bijak. (abd/ahh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *