Berita Daerah

Truk Terperosok di Tanjakan Pamulang, Lalu Lintas Macet Parah Rabu Pagi

572
×

Truk Terperosok di Tanjakan Pamulang, Lalu Lintas Macet Parah Rabu Pagi

Sebarkan artikel ini

Pamu­lang, SniperNew.id – Arus lalu lin­tas di kawasan Pamu­lang, Tangerang Sela­tan, Rabu pagi (17/9/2025), men­gala­mi kemac­etan parah aki­bat sebuah truk ter­per­osok di tan­jakan Vil­la Pamu­lang, dekat SPBU Parakan, Jalan Raya Sili­wan­gi. Peri­s­ti­wa ini menim­bulkan antre­an kendaraan cukup pan­jang baik dari arah Jalan Raya Sili­wan­gi menu­ju Pus­piptek maupun seba­liknya.

Infor­masi per­ta­ma men­ge­nai keja­di­an terse­but diung­gah oleh akun media sosial War­ga Tangsel di plat­form Threads. Dalam ung­ga­han itu dije­laskan, sebuah truk tidak kuat menan­jak hing­ga ter­per­osok di tan­jakan yang dike­nal cukup curam dan padat kendaraan. Aki­bat­nya, arus lalu lin­tas di kawasan terse­but lumpuh.

Ung­ga­han terse­but mem­per­li­hatkan sebuah video yang menampilkan ribuan pen­gen­dara motor dan mobil ter­je­bak macet. Wajah lelah dan ekspre­si kesal ter­li­hat dari para pen­gen­dara yang berusa­ha men­em­bus kepa­datan lalu lin­tas.

Peri­s­ti­wa bermu­la keti­ka sebuah truk bermu­atan diduga tidak mam­pu menan­jak di jalur menan­jak Vil­la Pamu­lang, tepat­nya dekat SPBU Parakan, sek­i­tar pukul 07.00 WIB. Kendaraan terse­but akhirnya mundur dan ter­per­osok hing­ga menut­up seba­gian badan jalan.

Kon­disi ini lang­sung menye­babkan kepa­datan pan­jang. Jalan Raya Sili­wan­gi yang men­ja­di akses vital penghubung Pamu­lang den­gan kawasan Pus­piptek, Ser­pong, ser­ta wilayah sek­i­tarnya lumpuh total. Kendaraan, teruta­ma sepe­da motor, hanya bisa mer­ayap sedik­it demi sedik­it.

  Yayat Hidayatullah Terpilih Aklamasi Pimpin BPC Gapensi Karawang Periode 2026–2031

Ung­ga­han akun War­ga Tangsel menye­butkan, “Ada truk ter­per­osok tak kuat menan­jak di tan­jakan Vil­la Pamu­lang dekat pom bensin Parakan, Jalan Raya Sili­wan­gi menu­ju Jalan Raya Pus­piptek dan seba­liknya ter­pan­tau macet parah, Rabu (17/9).”

Pihak uta­ma yang ter­li­bat dalam insi­d­en ini adalah sopir truk yang diduga tidak mam­pu men­gen­da­likan kendaraan­nya di tan­jakan curam. Iden­ti­tas sopir maupun jenis muatan yang diangkut belum dike­tahui secara pasti.

Selain itu, ribuan pen­gen­dara motor, mobil prib­a­di, angku­tan umum, hing­ga ojol (ojek online) juga ter­dampak lang­sung. Mere­ka ter­je­bak dalam antre­an pan­jang yang berlang­sung cukup lama.

Masyarakat yang biasa melin­tasi jalan terse­but, baik peker­ja, pela­jar, maupun war­ga sek­i­tar, men­ja­di kor­ban dari macet parah yang sulit dihin­dari.

Insi­d­en ini ter­ja­di pada Rabu pagi, 17 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar jam sibuk berangkat ker­ja dan seko­lah. Wak­tu keja­di­an yang bersamaan den­gan jam padat mem­bu­at dampak kemac­etan semakin besar.

Ung­ga­han di media sosial War­ga Tangsel muncul sek­i­tar pukul 08.15 WIB, mem­per­li­hatkan kon­disi terki­ni lalu lin­tas yang sudah dipenuhi kendaraan berlapis-lapis hing­ga sulit berg­er­ak.

Lokasi insi­d­en tepat­nya bera­da di tan­jakan Vil­la Pamu­lang, dekat SPBU Parakan, Jalan Raya Sili­wan­gi. Jalan ini meru­pakan salah satu akses uta­ma penghubung wilayah Pamu­lang ke arah Pus­piptek dan juga jalur alter­natif menu­ju Ser­pong maupun kawasan Tangerang Sela­tan lain­nya.

Kawasan ini dike­nal rawan macet, teruta­ma saat jam sibuk. Selain kare­na tan­jakan cukup curam, area sek­i­tar juga padat den­gan aktiv­i­tas war­ga, per­tokoan, ser­ta adanya kendaraan besar yang melin­tas seti­ap hari.

Berdasarkan keteran­gan semen­tara, penye­bab uta­ma peri­s­ti­wa ini adalah truk tidak kuat menan­jak. Ada beber­a­pa kemu­ngk­i­nan fak­tor penye­bab, antara lain:

  Jeritan Lapai–Batu Busuak: Suara Korban Banjir dari Media Sosial

Beban muatan ter­lalu berat, sehing­ga mesin truk tidak mam­pu menan­jak. Kon­disi kendaraan kurang pri­ma, teruta­ma pada sis­tem pen­gere­man dan trans­misi.

Jalan tan­jakan curam di Vil­la Pamu­lang yang memang ser­ing menyulitkan kendaraan besar.

Arus lalu lin­tas padat, mem­bu­at truk kehi­lan­gan momen­tum saat menan­jak sehing­ga ter­pak­sa berhen­ti dan akhirnya mundur.

Mes­ki begi­tu, hing­ga kini belum ada keteran­gan res­mi dari pihak berwe­nang terkait detail penye­bab kece­lakaan tung­gal terse­but.

Keja­di­an berlang­sung cukup cepat. Saat truk men­co­ba menan­jak, kendaraan tidak sang­gup melan­jutkan dan akhirnya mundur ke belakang. Truk ter­per­osok ke salah satu sisi jalan, mem­bu­at badan jalan menyem­pit dan sulit dilalui kendaraan lain.

Dari reka­man video yang beredar, ter­li­hat lau­tan kendaraan men­gu­lar hing­ga beber­a­pa kilo­me­ter. Motor dan mobil hanya bisa berg­er­ak pelan sam­bil men­cari celah untuk mele­wati jalur yang ter­sisa.

War­ga sek­i­tar bersama sejum­lah pen­gen­dara tam­pak berusa­ha mem­ban­tu men­gatur lalu lin­tas secara man­u­al. Belum ter­li­hat adanya petu­gas kepolisian dalam ung­ga­han terse­but. Namun, biasanya aparat dari Sat­lantas Pol­res Tangerang Sela­tan segera turun tan­gan begi­tu mener­i­ma lapo­ran untuk men­gu­rai kemac­etan.

Diperki­rakan butuh wak­tu cukup lama untuk mengevakuasi truk dari lokasi mengin­gat posisinya yang sulit dan padat kendaraan.

Kemac­etan parah ini mem­bu­at banyak peng­gu­na jalan ter­lam­bat menu­ju tem­pat ker­ja, seko­lah, maupun aktiv­i­tas lain­nya. Beber­a­pa pen­gen­dara bahkan memil­ih memu­tar arah men­cari jalur alter­natif. Namun, alter­natif jalan yang terse­dia juga tidak sepenuh­nya mam­pu menam­pung lon­jakan kendaraan.

Ekspre­si jenuh, lelah, hing­ga kesal tam­pak dari wajah para pen­gen­dara yang ter­je­bak. Banyak di antara mere­ka yang menyalakan klak­son secara bersamaan, menam­bah bis­ing suasana pagi itu.

  Pelajar Pesawaran Tembus Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Ung­ga­han War­ga Tangsel memanc­ing beragam komen­tar dari war­ganet. Seba­gian besar men­geluhkan kon­disi lalu lin­tas Pamu­lang yang ker­ap macet parah.

Beber­a­pa komen­tar meny­oroti per­lun­ya pem­bat­asan truk besar mele­wati jalur terse­but pada jam sibuk. Ada juga yang men­yarankan pemer­in­tah daer­ah segera mem­per­bai­ki tata kelo­la lalu lin­tas di kawasan tan­jakan Vil­la Pamu­lang.

Insi­d­en ini menam­bah pan­jang daf­tar kemac­etan aki­bat kendaraan besar yang ter­per­osok di jalur menan­jak. Pemer­hati trans­portasi menye­but, per­lu ada langkah nya­ta seper­ti:

1. Pen­gat­u­ran jam opera­sion­al truk besar agar tidak melin­tas di jam sibuk.

2. Pen­ingkatan infra­struk­tur jalan, mis­al­nya pele­baran jalur di tan­jakan Vil­la Pamu­lang.

3. Pemasan­gan ram­bu peringatan khusus kendaraan berat sebelum mele­wati jalur terse­but.

4. Pen­gawasan ketat ter­hadap kon­disi kendaraan besar agar laik jalan sebelum berop­erasi.

Insi­d­en truk ter­per­osok di tan­jakan Vil­la Pamu­lang pada Rabu pagi (17/9/2025) kem­bali mene­gaskan rapuh­nya man­a­je­men lalu lin­tas di kawasan padat Tangerang Sela­tan. Satu kendaraan bermasalah saja bisa menim­bulkan efek domi­no kemac­etan parah yang melumpuhkan aktiv­i­tas ribuan orang.

Masyarakat berharap keja­di­an ini men­ja­di per­ha­t­ian serius pihak terkait agar insi­d­en seru­pa tidak terus beru­lang. Den­gan penan­ganan cepat dan kebi­jakan tepat, kea­manan dan kelan­car­an lalu lin­tas bisa lebih ter­jamin di masa depan.

Catatan Redak­si: Beri­ta ini dis­usun berdasarkan ung­ga­han akun media sosial War­ga Tangsel dan pan­tauan lalu lin­tas war­ga pada Rabu (17/9/2025). Infor­masi tam­ba­han dari pihak kepolisian dan pemer­in­tah daer­ah masih ditung­gu untuk mem­per­je­las kro­nolo­gi ser­ta langkah penan­ganan lebih lan­jut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *