Gunungsitoli, SniperNew.id — Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Aparatur Sipil Negara (LSM Perkara), Edward Lahagu, mengkhawatirkan kebijakan Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gunungsitoli Ir. Ignasius Harefa jadi blunder.
Blunder dimaksud yakni secara tidak langsung merusak citra Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli SE, M.Si yang diketahui bakal maju sebagai kandidat dalam Pilkada serentak 27 November mendatang.
Demikian disampaikan Edward Lahagu saat ditemui di kantor LSM Perkara Jalan Dolokmartimbang, Desa Boyo, Kecamatan Gunungsitoli, Jumat (7/6/2024).
Kepada wartawan, Edward menilai bahwa kebijakan yang diambil Ignasius terkait tenaga honorer beresiko besar terhadap penurunan elektabilitas Sowa’a Laoli di mata masyarakat Kota Gunungsitoli.
“Menurut saya, kebijakan yang diciptakan Ignasius tidak strategis. Hanya akan berdampak buruk atas kepemimpinan Walikota Gunungsitoli menuju Pilkada. Saya percaya, kebijakan tersebut tanpa sepengetahuan Walikota,” ucapnya.
Diapun menyarankan, agar Walikota Gunungsitoli segera mengevaluasi kinerja Ignasius sebagai Kadis DLH Kota Gunungsitoli karena di nilai menimbulkan kekacauan melalui kebijakannya.
“Namun kalau Walikota tidak mengevaluasi, saya menduga kebijakan yang diambil merupakan kesepakatan dari Walikota dan Ignasius”, katanya.
Untuk diketahui, dalam kurun waktu bulan Maret ke Mei setidaknya ada tujuh tenaga honorer DLH Gunungsitoli mengundurkan diri diduga akibat tidak tahan menjalani kebijakan yang diciptakan Ignasius.
Adapun kebijakan dimaksud menurut informasi dihimpun seperti merubah jadwal jam kerja tenaga honorer, menambah volume pekerjaan, serta tetap bekerja pada hari Minggu. (Agri)



















