Berita Peristiwa

Kekecewaan Tenaga Honorer Manokwari yang Tidak Masuk Daftar CPNS

544
×

Kekecewaan Tenaga Honorer Manokwari yang Tidak Masuk Daftar CPNS

Sebarkan artikel ini

Manok­wari, SniperNew.id – Di ten­gah eufo­ria pengu­mu­man daf­tar Calon Pegawai Negeri Sip­il (CPNS) tahun ini, suasana haru biru jus­tru terasa di sejum­lah daer­ah, ter­ma­suk Kabu­pat­en Manok­wari, Papua Barat.

Alih-alih bergem­bi­ra den­gan pelu­ang baru untuk men­ja­di aparatur negara, sejum­lah tena­ga hon­or­er lama jus­tru harus menelan pil pahit kare­na tidak masuk dalam daf­tar peser­ta CPNS yang diu­mumkan pemer­in­tah. Ungka­pan keke­ce­waan ini men­cu­at melalui sebuah ung­ga­han di media sosial Threads oleh akun kikin_j.f, yang kemu­di­an men­ja­di per­ha­t­ian war­ganet.

Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menulis. “Di ten­gah eufo­ria pengu­mu­man daf­tar calon pegawai negeri sip­il (CPNS) di berba­gai daer­ah, ter­ma­suk di Manok­wari, terselip keke­ce­waan men­dalam dari seba­gian tena­ga hon­or­er lama. Mere­ka yang merasa kece­wa dan putus asa kare­na tidak masuk dalam daf­tar Calon Pegawai Negeri Sip­il (CPNS). Mere­ka telah mengab­di sela­ma bertahun-tahun den­gan gaji yang min­im dan tan­pa jam­i­nan kea­manan ker­ja. Namun, keti­ka kesem­patan untuk men­ja­di CPNS datang, mere­ka tidak masuk dalam daf­tar. #dis­trikprafi”

Ung­ga­han itu juga dilengkapi sebuah video singkat yang mem­per­li­hatkan suasana di sebuah lokasi di Dis­trik Prafi, Manok­wari. Ter­li­hat dua sepe­da motor tergele­tak di lan­tai, dan seo­rang pria tam­pak bera­da di sek­i­tar area terse­but. Dalam keteran­gan video, ter­tulis kali­mat: “Dis­trik Prafi, Semoga aman terk­endali.”

  Empat Hari Menembus Bencana Demi Bertemu Keluarga

Peri­s­ti­wa ini beraw­al dari pengu­mu­man res­mi pemer­in­tah terkait daf­tar nama-nama yang lolos seba­gai Calon Pegawai Negeri Sip­il (CPNS) tahun 2025. Pengu­mu­man terse­but menim­bulkan reak­si beragam di kalan­gan masyarakat, ter­ma­suk rasa kece­wa dari seba­gian tena­ga hon­or­er lama yang merasa tidak dihar­gai.

Mere­ka men­gungkap­kan rasa frus­tasi kare­na tidak masuk dalam daf­tar CPNS, pada­hal telah mengab­di sela­ma bertahun-tahun den­gan gaji yang kecil dan tan­pa kepas­t­ian sta­tus peker­jaan.

Keke­ce­waan ini akhirnya diungkap­kan di media sosial, salah sat­un­ya oleh akun Threads kikin_j.f. Ung­ga­han itu men­ja­di viral dan meman­tik diskusi hangat di kalan­gan war­ganet, teruta­ma mere­ka yang memi­li­ki nasib seru­pa.

Pihak yang ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini adalah. Tena­ga hon­or­er lama di Kabu­pat­en Manok­wari yang merasa dirugikan kare­na tidak masuk daf­tar CPNS. Pemer­in­tah pusat dan daer­ah yang bertang­gung jawab atas pros­es rekrut­men CPNS.

Akun media sosial kikin_j.f yang men­gung­gah perny­ataan dan video dari Dis­trik Prafi, men­ja­di salah satu sum­ber suara aspi­rasi para tena­ga hon­or­er.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Kabu­pat­en Manok­wari, khusus­nya di Dis­trik Prafi. Video yang diung­gah mem­per­li­hatkan situ­asi di sebuah lokasi yang dise­but bera­da di wilayah dis­trik terse­but.

Pengu­mu­man CPNS dilakukan pada perten­ga­han Sep­tem­ber 2025, dan ung­ga­han media sosial yang meny­oroti keke­ce­waan para tena­ga hon­or­er terse­but diung­gah sek­i­tar 22 jam sebelum beri­ta ini diter­bitkan, atau pada Selasa (16/09/2025).

  Truk Trailer Seruduk Rumah, Diponegoro Tambun Macet

Keke­ce­waan muncul kare­na banyak tena­ga hon­or­er yang berharap men­da­p­atkan pen­gangkatan men­ja­di CPNS sete­lah bertahun-tahun mengab­di den­gan sta­tus ker­ja tidak tetap. Mere­ka merasa layak untuk diako­modasi kare­na telah mem­ban­tu jalan­nya pelayanan pub­lik di daer­ah sela­ma ini.

Namun, keny­ataan di lapan­gan berka­ta lain. Nama mere­ka tidak ter­can­tum dalam daf­tar CPNS yang diu­mumkan. Kon­disi ini memicu rasa kece­wa, frus­trasi, dan putus asa di kalan­gan mere­ka yang merasa jasanya tidak diakui.

Keke­ce­waan ini kemu­di­an diungkap­kan melalui media sosial. Salah satu yang pal­ing menon­jol adalah ung­ga­han akun kikin_j.f di Threads. Ung­ga­han itu menyuarakan perasaan sedih, putus asa, dan hara­pan agar situ­asi tetap kon­dusif di Dis­trik Prafi. Pesan itu sekali­gus men­ja­di ben­tuk seru­an moral agar masyarakat tetap ten­ang mes­ki ada keke­ce­waan yang dirasakan.

Bagi tena­ga hon­or­er, bek­er­ja di instan­si pemer­in­ta­han sela­ma bertahun-tahun adalah sebuah pengab­di­an. Mere­ka mengisi kekosongan tena­ga ker­ja di sek­tor pub­lik den­gan imbal­an yang relatif kecil, bahkan ada yang hanya mener­i­ma gaji bulanan beber­a­pa ratus ribu rupi­ah.

Hara­pan mere­ka seder­hana, yakni men­da­p­atkan kepas­t­ian sta­tus ker­ja melalui pen­gangkatan men­ja­di CPNS. Hal ini diang­gap seba­gai peng­har­gaan atas loy­al­i­tas mere­ka. Namun, real­i­tas pahit harus diter­i­ma keti­ka nama mere­ka tidak muncul dalam daf­tar yang diu­mumkan pemer­in­tah.

Salah satu tena­ga hon­or­er yang eng­gan dise­butkan namanya menyam­paikan kepa­da Snipernew.id, “Kami sudah ker­ja bertahun-tahun, mem­ban­tu pemer­in­tah. Tapi keti­ka ada kesem­patan CPNS, kami malah tidak masuk. Rasanya san­gat kece­wa.”

  Banjir Galodo Hantam Kawasan Danau Singkarak, Warga Mengungsi Tinggalkan Kampung

Keke­ce­waan ini tidak hanya berdampak pada perasaan indi­vidu, tetapi juga memicu kere­sa­han sosial di beber­a­pa wilayah. Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera mem­berikan klar­i­fikasi dan solusi agar kere­sa­han ini tidak berkem­bang men­ja­di kon­flik.

Ung­ga­han yang beredar juga mengin­gatkan masyarakat agar tetap men­ja­ga kea­manan dan ketert­iban. Kali­mat “Semoga aman terk­endali” men­ja­di pesan kun­ci agar situ­asi tetap kon­dusif, teruta­ma di Dis­trik Prafi yang dise­but dalam ung­ga­han terse­but.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, belum ada perny­ataan res­mi dari pemer­in­tah daer­ah terkait keke­ce­waan tena­ga hon­or­er yang tidak masuk daf­tar CPNS. Namun, sejum­lah pihak mende­sak agar pemer­in­tah mem­berikan pen­je­lasan transparan men­ge­nai mekanisme selek­si.

Peri­s­ti­wa di Manok­wari ini men­ja­di potret nya­ta per­soalan tena­ga hon­or­er yang belum tun­tas di Indone­sia. Di satu sisi, pemer­in­tah beru­paya melakukan refor­masi birokrasi den­gan rekrut­men CPNS yang transparan dan berba­sis mer­it. Namun di sisi lain, masih banyak tena­ga hon­or­er yang merasa belum men­da­p­atkan kead­i­lan.

Kasus di Dis­trik Prafi ini mengin­gatkan semua pihak pent­ingnya komu­nikasi yang baik antara pemer­in­tah dan tena­ga hon­or­er, agar keke­ce­waan yang tim­bul tidak beru­jung pada kon­flik sosial.

Para tena­ga hon­or­er berharap agar ada kebi­jakan afir­masi bagi mere­ka yang sudah lama mengab­di, sehing­ga kesem­patan men­ja­di CPNS tidak sepenuh­nya bergan­tung pada tes, tetapi juga mem­per­tim­bangkan masa pengab­di­an. (amh/ABB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *