Berita Peristiwa

Honorer Mamuju Tuntut Status PPPK, Rela Bermalam di Kantor DPRD dan Bupati

298
×

Honorer Mamuju Tuntut Status PPPK, Rela Bermalam di Kantor DPRD dan Bupati

Sebarkan artikel ini

Mamu­ju, SniperNew.id – Ratu­san tena­ga hon­or­er Pemer­in­tah Kabu­pat­en (Pemkab) Mamu­ju dari berba­gai bidang, mulai dari tena­ga kese­hatan (nakes), guru, hing­ga tena­ga tek­nis, turun ke jalan untuk menun­tut kepas­t­ian sta­tus mere­ka. Aksi ini dilakukan kare­na mere­ka sudah belasan tahun mengab­di tan­pa keje­lasan sta­tus kepe­gawa­ian, Rabu (17/09).

Aksi damai terse­but telah berlang­sung sela­ma dua hari bertu­rut-turut. Tidak hanya mengge­lar orasi di jalan, para hon­or­er juga rela bermalam di kan­tor Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Daer­ah (DPRD) Kabu­pat­en Mamu­ju seba­gai ben­tuk keseriu­san mem­per­juangkan hak. Kini, mere­ka bersi­ap untuk melan­jutkan aksi den­gan bermalam di kan­tor bupati.

Para peser­ta aksi adalah ratu­san tena­ga hon­or­er dari berba­gai instan­si di bawah Pemkab Mamu­ju. Mere­ka ter­diri dari guru, tena­ga kese­hatan, ser­ta tena­ga tek­nis yang sela­ma ini bek­er­ja untuk men­dukung pelayanan pub­lik. Kelom­pok ini menun­tut agar nama mere­ka diusulkan men­ja­di Pegawai Pemer­in­tah den­gan Per­jan­jian Ker­ja (PPPK) Paruh Wak­tu sesuai den­gan atu­ran yang dite­tap­kan Badan Kepe­gawa­ian Negara (BKN).

Per­wak­i­lan tena­ga hon­or­er meny­atakan, per­juan­gan ini dilakukan demi masa depan mere­ka dan kelu­ar­ganya. “Kami sudah belasan tahun mengab­di, namun hing­ga kini sta­tus kami belum jelas. Kami hanya mem­inta kead­i­lan dan kepas­t­ian agar diusulkan men­ja­di PPPK Paruh Wak­tu sesuai atu­ran yang ada,” ujar salah satu peser­ta aksi.

  Hargai Proses Hukum, Stop Main Hakim Sendiri

Tun­tu­tan uta­ma mere­ka adalah agar selu­ruh hon­or­er yang sudah lama mengab­di diusulkan men­ja­di PPPK Paruh Wak­tu. Menu­rut atu­ran BKN, PPPK Paruh Wak­tu meru­pakan salah satu solusi yang ditawarkan pemer­in­tah bagi tena­ga hon­or­er yang telah lama bek­er­ja namun belum diangkat seba­gai ASN.

Para hon­or­er mene­gaskan, mere­ka tidak menun­tut diangkat lang­sung men­ja­di PNS, melainkan mem­inta pemer­in­tah daer­ah men­gusulkan nama-nama mere­ka untuk mengiku­ti mekanisme PPPK Paruh Wak­tu. “Kami hanya ingin hak kami diakui, agar masa depan kami tidak lagi digan­tung,” ungkap seo­rang guru hon­or­er yang ikut berorasi.

Aksi ini telah berlang­sung sela­ma dua hari bertu­rut-turut hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an. Para hon­or­er men­gawali aksinya den­gan turun ke jalan pada hari per­ta­ma, kemu­di­an melan­jutkan aksi den­gan bermalam di kan­tor DPRD Kabu­pat­en Mamu­ju.

Pada hari berikut­nya, aksi dilan­jutkan den­gan per­si­a­pan bermalam di kan­tor bupati seba­gai ben­tuk eskalasi tekanan agar pemer­in­tah daer­ah segera mengam­bil langkah nya­ta.

Aksi dim­u­lai di sejum­lah ruas jalan uta­ma di Mamu­ju, kemu­di­an ber­pusat di depan kan­tor DPRD Kabu­pat­en Mamu­ju. Sete­lah meng­i­nap semalam di kan­tor DPRD, rom­bon­gan peser­ta aksi bersi­ap berpin­dah lokasi untuk melan­jutkan per­juan­gan mere­ka di kan­tor bupati Mamu­ju.

Alasan uta­ma para hon­or­er melakukan aksi adalah kare­na keti­dak­pas­t­ian sta­tus mere­ka sela­ma bertahun-tahun. Mere­ka merasa telah mem­berikan kon­tribusi besar ter­hadap pelayanan pub­lik, namun tidak memi­li­ki jam­i­nan masa depan yang jelas.

  Kebakaran Hebat Landa Jalan Cendrawasih, Empat Rumah Hangus Tanpa Korban Jiwa

Kon­disi ini mem­bu­at mere­ka khawatir, teruta­ma keti­ka pemer­in­tah pusat telah menut­up for­masi tena­ga hon­or­er dan mem­berikan batas wak­tu penye­le­sa­ian masalah sta­tus hon­or­er di selu­ruh Indone­sia. Jika tidak segera diusulkan men­ja­di PPPK Paruh Wak­tu, mere­ka khawatir akan kehi­lan­gan peker­jaan dan peng­hasi­lan.

“Ini soal masa depan kami. Kami ingin bek­er­ja den­gan ten­ang, men­da­p­atkan kepas­t­ian hukum, dan bisa mem­berikan yang ter­baik bagi masyarakat,” kata salah satu tena­ga tek­nis yang ikut dalam aksi.

Aksi berlang­sung damai. Para peser­ta duduk bersama, mem­bawa span­duk dan poster berisi tun­tu­tan mere­ka. Di malam hari, mere­ka mengge­lar tikar dan selimut seadanya di hala­man kan­tor DPRD.

Koor­di­nasi aksi dilakukan oleh per­wak­i­lan tena­ga hon­or­er yang memas­tikan semua ber­jalan tert­ib. Mere­ka juga mem­inta aparat kea­manan untuk mem­berikan penga­manan agar aksi tidak ditung­gan­gi pihak-pihak yang ingin mem­bu­at keribu­tan.

Pihak DPRD Kabu­pat­en Mamu­ju telah mener­i­ma per­wak­i­lan mas­sa aksi dan ber­jan­ji menyam­paikan aspi­rasi terse­but kepa­da pemer­in­tah daer­ah. Namun, para hon­or­er meny­atakan akan terus berta­han hing­ga ada kepas­t­ian ter­tulis bah­wa mere­ka akan diusulkan seba­gai PPPK Paruh Wak­tu.

Hing­ga kini, pemer­in­tah daer­ah belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi terkait tun­tu­tan para hon­or­er. Namun, sum­ber inter­nal di lingkun­gan Pemkab Mamu­ju menye­butkan bah­wa pem­ba­hasan men­ge­nai pen­gusu­lan PPPK memang ten­gah berlang­sung.

  Banjir Bandang Guci Tegal Picu Perdebatan Publik di Media Sosial

DPRD Mamu­ju men­dorong Pemkab segera mem­bu­at data val­i­dasi tena­ga hon­or­er yang memenuhi kri­te­ria untuk diusulkan seba­gai PPPK Paruh Wak­tu. Hal ini sejalan den­gan kebi­jakan pemer­in­tah pusat yang mem­berikan kesem­patan bagi hon­or­er untuk mengiku­ti selek­si PPPK.

Para hon­or­er berharap per­juan­gan mere­ka mem­buahkan hasil konkret. Mere­ka menginginkan keje­lasan nasib agar dap­at bek­er­ja tan­pa rasa khawatir di masa depan.

“Kami bukan hanya menun­tut untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kual­i­tas pelayanan pub­lik di Mamu­ju. Jika kami memi­li­ki sta­tus yang jelas, kami bisa bek­er­ja lebih baik,” tutur seo­rang tena­ga kese­hatan.

Mere­ka juga berharap pemer­in­tah daer­ah menun­jukkan empati dan dukun­gan ter­hadap per­juan­gan mere­ka, ser­ta tidak menun­da-nun­da pros­es pen­gusu­lan ke BKN.

Aksi ratu­san tena­ga hon­or­er di Mamu­ju men­ja­di cer­mi­nan kege­lisa­han para peker­ja kon­trak pemer­in­tah di selu­ruh Indone­sia. Mere­ka menginginkan kepas­t­ian hukum melalui pen­gangkatan seba­gai PPPK Paruh Wak­tu sesuai atu­ran yang berlaku.

Mere­ka telah men­gor­bankan wak­tu, tena­ga, bahkan rela bermalam di kan­tor pemer­in­ta­han demi mem­per­juangkan hak yang mere­ka anggap sah. Semua mata kini ter­tu­ju pada pemer­in­tah daer­ah dan DPRD Mamu­ju, yang ditun­tut segera mengam­bil langkah konkret agar aspi­rasi para hon­or­er dap­at ter­wu­jud.

Jika Pemkab Mamu­ju dan DPRD mam­pu menin­dak­lan­ju­ti tun­tu­tan ini den­gan baik, maka hal terse­but tidak hanya akan mem­berikan kepas­t­ian bagi ratu­san hon­or­er, tetapi juga meningkatkan kual­i­tas pelayanan pub­lik di daer­ah. (Ahh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *