Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Jadi Catatan Buruk, Kematian Bayi di Puskesmas Tirtajaya Kerawang

472
×

Jadi Catatan Buruk, Kematian Bayi di Puskesmas Tirtajaya Kerawang

Sebarkan artikel ini

Karawang, SniperNew.id — Kasus kema­t­ian bayi dalam kan­dun­gan di Puskesmas Tir­ta­jaya kem­bali menam­bah catatan buruk penan­ganan pasien di Karawang. Hal ini ter­ja­di di ten­gah upaya Pemer­in­tah Pusat dan Pemer­in­tah Provin­si Jawa Barat untuk menu­runk­an angka kema­t­ian ibu (AKI) dan angka kema­t­ian bayi (AKB) yang terus meningkat, Rabu (7/8–2024).

Tidak hanya kasus stunt­ing, terny­a­ta angka AKI/AKB di Karawang juga san­gat ting­gi. Keja­di­an ini men­da­p­at per­ha­t­ian serius dari kuasa hukum orang tua bayi yang mening­gal di Puskesmas Tir­ta­jaya. Kasus ini diduga ter­ja­di kare­na penan­ganan yang tidak mak­si­mal dan tidak sesuai den­gan prose­dur, teruta­ma terkait pena­ta­lak­sanaan Preeklamp­sia Berat (PEB) oleh pihak Puskesmas Tir­ta­jaya.

  Ngebut Dikejar Anjing, Motor Masuk Selokan di Sleman!, Siap dia?

Bel­la Febri­ani Fobia, S.H., salah satu kuasa hukum kor­ban, mem­inta Bupati Karawang segera melakukan Audit Mater­nal Peri­na­tal Khusus terkait kema­t­ian bayi kli­en­nya.

“Ada hal yang jang­gal dan tidak sesuai den­gan reg­u­lasi ser­ta Stan­dar Opera­sion­al yang berlaku terkait penan­ganan per­sali­nan klien kami,” ungkap Bel­la.

Menu­rut Bel­la, sesuai den­gan Per­at­u­ran Bupati Karawang Nomor 18 Tahun 2022, Pasal 12 ten­tang Pedo­man Pelak­sanaan Penye­la­matan Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Pelayanan Kelu­ar­ga Beren­cana Pas­ca Per­sali­nan, Bupati dim­inta segera mem­ben­tuk Tim Audit Mater­nal Peri­na­tal (AMP).

  Detik-Detik Pesawat Air India Jatuh, Terekam Kamera: “Perhatikan Baik-Baik Sebelum Ia Terjun dari Langit”

“AMP ini bertu­gas untuk mengi­den­ti­fikasi kasus kema­t­ian dan mengeval­u­asi terkait kema­t­ian bayi terse­but. Hasil AMP nan­ti­nya bisa men­ja­di rujukan per­baikan dan penye­le­sa­ian kasus ini,” tam­bah Bel­la.

Hal ini juga men­ja­di dasar bagi kuasa hukum untuk mela­porkan kasus ini lebih lan­jut ke pihak kepolisian.

“Sesuai amanat Per­bup terse­but, hasil AMP bisa men­ja­di rujukan bagi kepolisian untuk melakukan penyidikan lebih lan­jut,” ujar Bel­la, meru­juk pada Pasal 12 Ayat 7.

Bel­la menyayangkan min­im­nya pema­haman beber­a­pa fasil­i­tas kese­hatan di Karawang, baik rumah sak­it maupun puskesmas, terkait Per­bup No. 18 Tahun 2022.

  Mobil MBG Tersesat di Upacara, Sekolah Kalibaru Gempar Pagi Ini

“Pada­hal Per­bup ini meru­pakan revisi dari Per­bup No. 69 Tahun 2015 yang men­gatur hal yang sama. Sosial­isasi dari Dinas Kese­hatan dirasakan tidak mak­si­mal sehing­ga imple­men­tasinya di lapan­gan san­gat nihil,” kata Bel­la.

Sikap acuh tak acuh yang diper­li­hatkan oleh pihak Puskesmas Tir­ta­jaya juga san­gat melukai perasaan klien kami.

“Sikap cen­derung tidak mau men­e­mui tim kuasa hukum juga men­ja­di catatan yang per­lu dieval­u­asi oleh Bupati. Pihak kami sudah berkir­im surat dan men­datan­gi puskesmas untuk berte­mu kepala puskesmas, tetapi tidak berhasil. Beber­a­pa staf yang men­e­mui cen­derung tut­up mulut dan sal­ing lem­par,” tam­bah Bel­la.

Kaper­wil (SniperNew.id)Jabar.
— T.S –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *