Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Implan Ganda Picu Pendarahan! Dugaan Malpraktik di Puskesmas Gelumbang, Pihak Terkait Kompak Bungkam!

749
×

Implan Ganda Picu Pendarahan! Dugaan Malpraktik di Puskesmas Gelumbang, Pihak Terkait Kompak Bungkam!

Sebarkan artikel ini

Muara Enim, Snipernew.id | Dugaan kasus mal­prak­tik men­cu­at di UPTD Puskesmas Gelum­bang usai seo­rang war­ga ala­mi pen­dara­han dan gejala seper­ti kurang darah sete­lah mengiku­ti pro­gram KB Implan Gratis di Desa Sigam, Keca­matan Gelum­bang, Kabu­pat­en Muara Enim pada Senin (30/6/2025).

  Baru Setahun di Bangun, Pagar Rumah Sakit Paru Jatisari Sudah Roboh

Kor­ban berin­isial Y, war­ga Desa Pedataran, men­gaku men­gala­mi pus­ing hebat dan pen­dara­han di lengan pas­ca tin­dakan medis. Dalam wawan­cara eksklusif bersama awak media Forum Pewarta Gelum­bang Raya (PGR), Y men­gungkap fak­ta mengejutkan—ternyata ter­da­p­at dua implan yang ter­tanam di lengan­nya.

“Sudah saya sam­paikan sejak awal bah­wa ini bongkar-pasang. Tapi nyatanya implan lama tidak dicabut, cuma dipasang yang baru. Saya bahkan sudah bayar jasa bongkar Rp50 ribu, tapi tetap harus bongkar ulang di bidan desa dan bayar lagi,” ujar Y pada Kamis (17/7/2025).

Hasil pemerik­saan di Poskes­des Pedataran mem­perku­at dugaan bah­wa prose­dur telah dilang­gar. Bidan yang bertu­gas dise­but-sebut lupa men­cabut implan lama, menye­babkan kom­p­likasi medis yang mem­ba­hayakan.

  Selain Langka, Harga Pupuk Subsidi di Keluhan Petani Desa Simpang Datuk

“Bidan di Poskes­des men­gakui ada kelala­ian, implan lama tidak dicabut. Itu yang menye­babkan saya pen­dara­han,” tam­bah Y den­gan nada kece­wa.

Iro­nis­nya, saat tim media men­co­ba mengkon­fir­masi, sejum­lah pihak jus­tru kom­pak memil­ih bungkam. Kepala UPTD Puskesmas Gelum­bang, Fitri Sujari­ah, S.ST. M.Kes., meno­lak mem­berikan keteran­gan saat dihubun­gi lang­sung.

Begi­tu pula den­gan Kor­lap BKKBN Gelum­bang, Fitra Hay­ati, A.M.Keb., yang juga terke­san menghin­dar. Baik via What­sApp maupun saat didatan­gi ke kan­tor dan kedia­man­nya, yang bersangku­tan eng­gan dite­mui dan tak mem­beri perny­ataan.

  Maraknya Dugaan KORUPSI ,KOLUSI,,NEPOTISME di Pemkab Deli Serdang,LAKRI Deli Serdang Kunjungi Kantor KPK di Jakarta

Semen­tara itu, Kadinkes Muara Enim dr. Enim Zati­la, keti­ka dikon­fir­masi, jus­tru melem­par bola ke pihak Dinas KB:

“Coba silakan tanya ke Dinas KB seba­gai lead­ing sek­tor,” jawab­nya singkat via What­sApp, Senin (21/7/2025).

Sayangnya, hing­ga beri­ta ini dirilis, tidak ada satu pun keteran­gan res­mi dari pihak Puskesmas Gelum­bang maupun BKKBN. Sikap bungkam mere­ka jus­tru meman­tik kemara­han pub­lik dan speku­lasi liar di masyarakat.

Kini pub­lik menun­tut transparan­si dan per­tang­gung­jawa­ban, agar pro­gram kese­hatan yang seharus­nya men­ja­di hak masyarakat tidak malah menim­bulkan trau­ma dan keru­gian. (Teguh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *