Tanjung Jabung Timur, SniperNew.id — Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur provinsi Jambi, yang mana desa tersebut menjadi salah satu lumbung pangan provinsi Jambi, yang seharusnya menjadi proritas dalam, Kamis (11/4/2024).
Segala hal untuk meningkatkan hasil panen yang melimpah, namun sangat di sayangkan beberpa petani masih megeluhkan Tingginya harga pupuk subsidi yang mencapai sekitar Rp 145.000 / sak isi 50 kilo gram, yang sampai kepetani desa Simpang Datuk.
Dalam peraturan Mentri Pertanian No 49 Tahun 2020 Harga Ecer Tertinggi ( HET) Pupuk Urea Rp 2.250/kilo gram/sak 50 kg, Hanya Rp 112.500. Pupuk ZA Rp 1.700, perkilo gram, per sak 50 kg Rp 85.000. Pupuk SP-36 Rp 2.400 per kilo gram, Rp 120.000/sak.
Pupuk NPK Phonskah Rp 2.300/ kilo gram, Rp 115.000 / sak 50 kg. Pupuk Petroganik Rp 800 / kilo gram, Rp 40.000 / sak.
Dalam penyapaian Petani Desa Simpang Datuk sangat megeluhkan HET Pupuk Subsidi yang mencapi Rp 145.000/sak, dan juga terjadinya keterlambatan datangnya Pupuk subsidi yang menjadi kebutuhan pokok petani padi yang ada di desa tersebut.
Saat di mintai keterangan melalui pesan WhatsApp pada (07/04/2024) ke salah satu Petani yang menyanpai keluhannya.
“Kacau nian harga Pupuk subsidi di Simpang Datuk ni pak, Urea sampai Rp 145.000 per sak, padahal kita tau harga pupuk tu, Tolong lah pak di terbitkan, biar ada perubahan,” ucapnya sambil mengirimkan foto nota pembelian Pupuk Sebsidi.
“Kalau ketersedian Pupuk bagai mana pak”.?
“Ada keterlambatan kemarin ni, seharusnya ful kita mupuknya ini di kurangi,” tutup Petanai yang tidak di publikasikan namanya yang belum lama ini.
Untuk mencari informasi lebih lanjut awak media melakukan pertanyaan melalaui sambungan telfon celuler ke salah satu penyalur pupuk subsidi yang ada di kecamatan Nipah Panjang.
“Harga Het pupuk subsidi dari jaman bahulak tidak bisa kita ikuti regulasi dari pemerintah, karna ada beberpa biaya yang kita penuhi salah satunya upah buruh. dan kalau maslah keterlambatan, banyak faktor terutama maslah infraksuktur yang buruk,” kata penyalur pupuk saat dikonfirmasi. (Salaming)



















